
'Mas kapan pulang?'
'sayang balas pesan aku dong, sibuk banget sih sampai istri sendiri di lupain'
'Mas?'
'kabarin aku yah kalau mau pulang'
'aku mau ngasih suprise soalnya. Xixixi'
'love you my husband 😘'
Alex tersenyum miring membaca rentetan pesan dari Elana
Pesan yang Alex tahu bermakna berbeda. Ia tak lagi buta akan rubah betina itu
Jarinya dengan lincah mengetik balasan
'seminggu lagi. Proyek disini masih butuh pantauan' bersamaan pesan terkirim Alex berdecak sebal
"ck! Seminggu rasanya terlalu singkat" rutuknya.
'maksud aku sebulan lagi' kembali ia mengetik untuk meralat pesan itu. Masa bodoh gimana respon Elana pada dirinya yang tak biasanya berucap 2 kali
Wajah masa bodohnya berubah menjadi senyuman miring kala sepersekian detik setelah ia mengirim pasan terakhir langsung mendapat balasan dari Elana
'what sebulan. lama banget sayang. aku sudah rindu setengah mati nih sama kamu mas' bukan kerinduan tulus yang Alex bisa maknai dari balasan anak tiri sekaligus simpanan Roni itu, melainkan sebuah pekikan kebahagiaan yang pasti dirasakan Elana saat ini
Ia tahu jika Elana sudah 3 hari tidak di rumah. Entahlah kemana Roni membawanya menebar dosa, Alex tak peduli lagi
Hanya memberi sedikit nyawa untuk keduanya sebelum memberinya bom yang bisa menghancurkan tanpa sisa. Sebenarnya lelaki dewasa itu bisa saja langsung meledakan bom itu saat ini tapi ia memikirkan banyak pihak yang akan kena imbas. Termasuk ibu mertuanya, Rini. Wanita paru baya itu sama menyedihkan sepertinya, oh tidak! Rini lebih menyedihkan dari pada Alex. Wanita yang melahirkan Elana 34 tahun silam itu dikhianati putri kandung dan suaminya sekaligus. Tak ada lagi kesakitan yang lebih parah darinya selain kematian, 2 orang tercintanya secara tak langsung membunuhnya perlahan.
Dan Alex masih memiliki hati untuk memikirkan perasaan mertuanya itu.
Menyimpan kembali ponselnya tanpa niatan membalas pesan Elana, sulung dokter Anjani itu menghela napas panjang sebelum membuka pintu mobil kemudian beranjak menuju pintu rumahnya
Ceklek
Sunyi menyambutnya
Jika saja ia tak memiliki aplikasi cctv untuk melihat keberadaan sang pemilik semangatnya saat ini, mungkin Alex akan menggila mencari wanita muda itu
Kopernya di biarkan dekat tangga, ia melangkah menuju pakarangan belakang untuk melihat seseorang yang akan membantunya melancarkan proyeknya
Proyek membuat benihnya bisa berubah menjadi sosok makhluk kecil yang akan mewarisi kekayaannya, dan tentunya ia hanya butuh 1 orang untuk menjalankan proyeknya itu. Istri mudanya, Maura
Deg
Alex mematung, mulutnya terbuka hampir meneteskan air liur
Cantik dan seksi
2 kata itulah yang membuat Alex terdiam membisu
Wanita yang membuatnya menahan rindu setengah gila 3 minggu ini dan hanya bisa melepas kangen lewat rekaman cctv kini berada di depan matanya langsung. Dan apa ini? wanita itu jauh lebih menggoda secara nyata dari pada hanya lewat layar ponsel. Wanita itu tengah berjemur hanya dengan bikini. Walau bikininya bukan barang mahal tapi sungguh sangat cantik di tubuh Maura yang kini tak lagi kurus. Wanita itu terlihat berisi menambah keseksianya, bahkan tonjolan pada perut putih bersih Maura yang Alex pikir adalah lemak mengingat wanita itu belakangan sering makan dan tak pernah berolahraga malah membuat aura Maura bersinar. terbukti sang anaconda langsung menggeliat di balik resleting celana bahan itu.
Dan baru Alex sadari, bahwa ia harus mengajak Maura belanja akan kebutuhan wanita itu, termasuk belanja bikini atau linggerie mungkin. Tidak akan ada lagi daster murahan. sesal Alex
'hargai ia dan kendalikan nafsu gilamu jika kamu meninginginkan dia betah di sampingmu'
Maura pasti tengah menenangkan pikirannya saat ini, dan tentunya jika Alex mendatanginya itu akan menganggu kegiatan istri mudanya
"shit! Yang sabar jagoan. Istriku sedang beristirahat, jangan ganggu" gumam Alex mengelus sayang miliknya agar segera tertidur lagi
Melangkah pergi kala menyadari bahaya mengancam sebab sang anaconda tak mau mengalah, malah ia makin mengeras membuat Alex merasakan nyeri, tapi sekali lagi ia ingin belajar menghargai wanitanya sebagai istri sungguhan,sebab ia sadar jika wanita itu telah mengambil tempat di hatinya tanpa Alex persilahkan.
"tenanglah, kita akan mendapatkannya setiap waktu suatu saat nanti, untuk saat ini biarkan kita berjuang meluluhkan hatinya agar mau bertahan menemani kita sampai akhir hayat" lanjutnya memberi pengertian pada miliknya
Ya, misinya saat ini meluluhkan dan membuat Maura mencintainya hingga wanita itu tak akan pergi darinya. Melepas segala sikap arogannya demi menaklukan wanita yang telah membuatnya candu adalah langkah pertama yang harus ia lakukan
"siapkan posisi sekertaris pribadi untukku, dan mejanya berada di ruanganku" titah Alex setelah panggilannya terhubung
'.....'
"tidak. Aku sudah memiliki seseorang"
Ya, langkah keduanya adalah memenuhi persyaratan Maura yang ia tolak mentah-mentah tempo hari saat mereka melakukan sebuah perjanjian nikah.
Waktu terus bergulir kini waktu siang telah beranjak sore
Wanita dengan jubah putih itu melangkah riang memasuki rumahnya. Rumah ini walau sepi tapi membuatnya bahagia karna ia bebas mau ngapain saja, termasuk bersantai ria. Pembantu hanya datang di jam yang sudah ditentukan, sedang istri tua suaminya entah hilang kemana, belakangan sering hilang entah berantah sejak kepergian suami mereka keluar kota, ia tak tahu kemana rimbanya sang pendosa pasalnya wanita cacat itu mana mau repot pamitan padanya, dan ia masa bodoh!
"na na nana na naaa na" ia bersenandung ria mengusir kesepian, ia berjalan terjingkat jingkat, tali jubahnya ia lepas dan memainkannya tutup buka tutup buka
"dunia terasa milik sendiri.. oh senangnya" bibirnya terus bersenandung asal yang mewakilkan perasaannya
"na na nana na... Tuan?!" senandung merdunya terhenti bersamaan dengan gerakannya yang terpaku
"WAW! penyambutan luar biasa manis" sahut Alex dengan seringai mesumnya, ia beranjak dari sofa ruang keluarga mendekati Maura yang terdiam kaku di sana
Luar biasa sekali istrinya itu, ia susah payah menidurkan sang jagoan dengan merendamnya air dingin malah Maura dengan gampang memancingnya kembali bereaksi
Tersadar jika jubahnya ia singkapkan layaknya wanita malam yang menggoda mangsanya, sontak membuat Maura gelagapan menutup rapat tubuhnya yang membuat bagian depannya yang setengah telal4njang terpampang nyata
"kenapa ditutup? aku bahkan sudah hapal semua isi dalamnya, luar dalamnya kamu, aku tahu" tanya Alex menggoda dengan menekan akhir katanya
"tu.. tuan kapan pulang?" mengabaikan pertanyaan Alex, Maura malah bertanya gugup
"Kenapa? Mau memberi suamimu ini surprise? Tidak perlu sayang, begini saja sudah sangat menggembirakan buatku dan juga dia" tutur Alex serak dengan mengendikan dagunya ke arah bawah celana kain selututnya.
*celaka* batin Maura memberi peringatan
Bersambunggg....
######
Huawaaa sayang banget sama kalian udah 3 hari di tabok komen ampe aku merasa terbang...
E e e btw, ada saran pembalasan untuk hubungan haram si anak dan bapak sambung itu kagak? Soalnya Aku belum nemu alur untuk pasangan kumpul kebo itu
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu