TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 139


Jiwa Daniel kembali hidup setelah seminggu bak mayat hudup, kini hatinya sedang berbunga-bunga kala sang istri berada disisinya


Dugh


Alicia menoleh kala tuan suaminya kesandung kursi taman namun tak menghiraukannya. Wanita hamil itu mengerutkan keningnya melihat ekspresi Daniel yang tampak mengulum senyum, ia kemudian mengikuti arah pandang Daniel, menunduk, ia mendapati tangan mereka saling berbelit di bawa sana. Ia mengangkat ke atas tangannya yang menyatu dengan tangan suaminya dan berhasil membuat Daniel ikut mendongak mengikuti arah tangan mereka.


cinta apa bodoh?


Alicia melirik pada orang-orang yang menahan tawanya melihat Daniel yang terbentur di kursi


"kamu tadi kesandung loh, nggak kerasa sakit gitu?" tanya Alicia setelah mengembalikan tangan mereka yang masih setia melekat di bawah sana


"hah? Emang iya?" tanya balik Daniel


Daniel menunduk melihat kakinya, beruntung ia menggunakan sepatu kets hingga benturan itu menghalanginya dari rasa sakit meski kini ia merasakan sedikit nyeri di ujung jari-jari kakinya


Alicia menggeleng, ia melirik sebentar kaki Daniel dan melanjutkan langkahnya


"apa kamu sebahagia itu?" Daniel menoleh saat mendengar pertanyaan Alicia.


"ya, sangat bahagia sampai rasanya aku ingin menculikmu balik ke indonesia" balas Daniel cepat


Alicia memilih diam, ia kemudian menuntun Daniel untuk duduk di kursi taman lainnya yang agak sepi


"maaf" ucapnya setelah bokong kedunya mendarat di kursi besi panjang berwarna putih


"maaf untuk apa?" ucap Daniel bingung


"belum bisa ikut kamu pulang ke indo" menunduk, wanita hamil itu memilin kain dresnya


Daniel menghembuskan napas panjang, ia menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kemudian memejamkan matanya


"kalau aku bilang aku sangat membutuhkan mu disana, apa kamu akan berubah pikiran?" tanyanya tanpa mengubah posisi tubuhnya


Alicia menoleh, menatap sendu prianya yang kembali terlihat putus asa


"jujur dalam sebulan ini, 3 kali setiap seminggu kamu pergi, aku merasakan ada ruang hampa pada diri ini, tapi aku belum bisa memahami semuanya, entah itu rasa karna kebutuhan atau aku hanya merasa kurang karna beberapa bulan ini sudah terbiasa kamu selalu ada disisiku. Tapi percayalah, entah aku mencintai ataupun tidak, aku tidak akan pernah pergi dari kamu kalau bukan kamu yang mendorongku pergi, sebab aku tak akan egois akan anak ini" jelasnya panjang lebar membuat Daniel menegakan tubuhnya dan menyerong menghadap istrinya


Daniel mengetatkan giginya menahan sesak, namun ia mencoba bersabar, tak apa istrinya mengatasnamakan anaknya, asalkan Alicia tak akan pergi darinya karna itu yang terpenting sekarang


penggunaan aku kamu juga sedikit menggangu bagi pendengaran Daniel tapi setidaknya ada perubahan pada tingkat hubungan mereka yang tak terdengar seperti tuan dan majikan lagi, jika istrinya nyaman dengan bahasa aku kamu, Daniel akan memaklumi, lagi. ia hanya berharap suatu saat nanti penggilan mas atau sayang bisa ia dengar setiap saat dari bibir istrinya tanpa kepura-puraan. seperti yang telah di janjikan Alicia meneganai hubungan mereka kedepannya.


"tapi untuk sekarang, bolehka aku meminta sedikit waktu lagi untuk merasakan kehangatan keluarga opa, oma" lanjut Alicia dengan mata berkaca-kaca


Ya, kehangatan yang ia dapat dari keluarga Satria membuatnya egois. Ingat, sedari kecil ia mendambakan kasih sayang keluarga bukan. Dan sekarang ia mendapatkan itu, tak mudah baginya meninggalkan semua kebahagian itu.


"apapun. Apapun yang membuatmu bahagia, lakukan lah, asal jangan berniat meninggalkanku, karna aku akan tetap bersabar menunggumu" Daniel membawa tubuh yang kini makin lebar itu ke dalam pelukannya.


"tapi aku merindukan memakai kamejamu" cicit Alicia


"kalau begitu ikutlah pulang" balas Daniel cepat yang di balas gelengan kecil dari Alicia yang masih berada dalam pelukannya


"kalau begitu selamat merindukan kamejaku. Biar kita impas" balas Daniel sedikit terkekeh


"tak bisakah..."


"tidak Dara. Hanya aku yang bisa melihatmu memakainya. Tidak dengan opa maupun papa" potong Daniel tak mau mengalah


Membuat Alicia mendengus kesal


Daniel tahu akan kebiasaan istrinya itu, tapi ia tak mau berkompromi, sebab dengan begitu ia bisa membuat Alicia merindukan kamarnya di Mansion Prasetio, dan tak akan betah di taiwan ini, namun nyatanya istrinya lebih keras kepala dari yang ia pikir


"tuan pelit!"


"biarin" balas Daniel tak mau kalah


\=\=\=\=\=\=\=


"aku berangkat dulu" pamit Daniel setelah melepas pelukannya. Ia kemudian berjongkok


"jangan nakal ya nak, jaga mommy untuk daddy, kalau perlu bantu daddy bujuk Mommy untuk ikut sama daddy" bisik Daniel di depan perut buncit istrinya, setelah mengecup lama disana ia mendongak menatap netra bening istrinya.


"beri aku waktu seminggu lagi, aku akan ikut setelah kamu datang lagi" ucap Alicia akhirnya, tak enak dengan tatapan memohon tuan suaminya


"aku merasa baru datang sedetik yang lalu tapi kini aku harus pergi lagi" ucap Daniel memelas


Ya, 2 hari kebersamaan dengan istrinya rasanya sangat singkat bagi tuan muda itu


"ayok nak" suara Arham mengintrupsi kegiatan suami istri itu, Arham akan mengantar Daniel ke bandara dimana pesawat pribadi milik Daniel, landas.


Sedang Opa Satria sudah berada di perusahaan, tidak bisa mengantar Daniel ke bandara karna ada masalah urgen, jadilah Arham yang mengantar suami dari keponakannya itu.


"aku pamit" ucapnya menampilkan senyumannya meski hatinya sedang bersedih harus berpisah lagi dengan pemilik hatinya


"hati hati tuan" ucap Alicia membalas senyuman suaminya


"nggak mau kasih tanda perpisa..."


Cup


Alicia mendaratkan sebuah kecupan di pipi kiri suaminya kala ia sudah hapal akan permintaan Daniel yang terus berulang kala mereka akan berpisah.


Cup


Daniel membalasnya cepat di bibir Alicia, hanya singkat mengingat ada beberapa orang di sekitar mereka. Lagian ia juga sudah mengambil jatahnya sampai puas sebelum keluar kamar


"aku pergi" pamit Daniel untuk kesekian kalinya


"iya tuan mudaku" balas Alicia gemas akan pamitan tuan suaminya yang berulang


"kamu baik-baik saja nak?" tanya Yin membuat Alicia mengalihkan tatapan sendunya pada punggung lebar tuan suaminya yang kini mulai menjauh dari hadapannya, wanita hamil itu menoleh ke arah tante yang sudah dianggapnya sebagai penggati ibu kandungnya.


nyatanya istri pamannya lebih menghargai keberadaannya dari pada istri ayah kandungnya sendiri


membandingkan keduanya, membuat pikiran Alicia melayang. bagaimana kabar wanita jahat itu sekarang? terakhir ia lihat wanita tua itu saat pesta ulang tahun pernikahan, setelahnya tidak lagi bahkan saat Dinata meninggal, wanita itu tak terlihat. dimana dan bagaimana kedaaannya sekarang?


"nak?" panggil Yin melihat Alicia terdiam tampak berpikir keras


"ya? oh ya, aku baik-baik saja, ma" ucap Alicia setelah tersadar disertai anggukan


Yin kemudian meraih tubuh putrinya ke dalam pelukannya


"sudah cukup kamu menyiksanya nak"


"aku tidak menyiksanya, aku hanya..."


"menyiksa diri sendiri?" potong Yin bertanya


"aku hanya masih betah berada disisi kalian" ungkap Alicia jujur.


Katakanlah ia egois tapi tak bolehka ia mementingkan perasaannya kali ini, ia memang merasakan sedikit kekosongan kala berjauhan dengan tuan suaminya, tapi ia lebih tak rela meninggalkan keluarga Satria yang telah memberikannya apa yang selama ini ia ingin rasakan.


"bolehkan aku tinggal sebentar lagi?" gumanya bertanya membenamkan wajahnya di pundak mama Yin


Mata Yin berkaca-kaca, putrinya salah paham akan maksudnya. Ia tidak mendorong Alicia pergi tapi ia hanya memberikan saran agar pernikahan keduanya baik-baik saja.


"boleh sayang. Rumah ini adalah milikmu juga kan, jadi kamu bisa tinggal seberapa lama pun kamu mau" tangan Yin terulur mengusap pundak Alicia


Oma Xia terheran melihat adegan pelukan antara menantu dan cucunya itu, ia datang dari depan setelah mengantar kepergian cucu menantunya


"loh-loh, kok pada bersedih?" tanya wanita tua itu mengintrupsi keduanya


"nggak ma, cucu cantik oma ini sepertinya butuh belanja deh" Yin berucap setelah melepas pelukan. Tangannya beralih mengelus lembut perut Alicia.


"belanja? Wah oma suka nih. Ya udah yuk langsung berangkat aja" ajak oma Xia semangat yang langsung di angguki setuju mama Yin dan Alicia


"aku ambil baby Alfrad dulu" Yin langsung berlari menaiki tangga untuk mengambil si junior yang kembali terlelap setelah mandi tadi.


Bersambungggg....


#######


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu