
sekertaris Ali tengah memeriksa kembali proposal Alex setelah pertemuan mereka 2 hari yang lalu. ia menghela napas panjang.
"Apa sebaiknya aku beritahu tuan muda?" tanyanya pada dirinya sendiri
"tidak-tidak, tuan muda pasti tak akan peduli lagi pada mereka" monolog Ali, ia tahu betul sikap tuan mudanya, seseorang yang tak penting dalam hidupnya tak akan Daniel urusi bagaimanapun orang itu memohon pertolongan, apalagi orang itu pernah mengusik hidup wanitanya, Alicia. Daniel tak akan rela menjulurkan tangan untuk membantu. memberinya kesempatan untuk hidup terlunta di jalanan jauh lebih baik dari pada mengumpannya di sarang buaya, bukan?
"baiklah, bersikap profesional, karna proposalnya lumayan bagus, aku akan merekomendasikan pada tuan muda" Ali meraih proposal Alex dan menarauhnya di tumpukan proposal yang akan diserahkan pada Daniel.
setelah semua berkas hampir beres, Ali beristirahat sebentar dengan menyandarkan punggungnya di sandaran kursinya. tenaganya terkuras seharian mengurusi perusahaan, apalagi ia juga mengambil alih jadwal Daniel. bahkan waktu menunjukan pukul 10 malam, ia masih berkutat dengan berkas-berkas yang menumpuk di meja ruang kerja mansion
mengecek ponselnya, ia berharap ada kabar dari tuan mudanya akan keadaan di semarang. tapi nyatanya nihil. hanya beberapa notif email bisnis yang memenuhi pemberitahuan ponselnya.
"apa nyonya muda, baik baik saja?" tanya Ali pada dirinya, ia bahkan tak sadar mendial nomor Alicia yang tersimpan di kontaknya
namun sebelum jempolnya memencet ikon telpon, sebuah notifikasi pesan masuk dari nomor tak dikenal melalui aplikasi chat berwarna hijau
+6282345477***
'saya sudah mendapat kabar dari Alicia, nyonya mudamu baik-baik saja, ia sedang menuju jakarta saat ini' isi pesan itu.
Ali menaikan alisnya membaca pesan akan kabar dari istri tuan mudanya yang sedari tadi menganggu pikirannya
"Filda?" tebak Ali setelah melihat profil kontak dan walpaper
untuk apa Filda mengiriminya kabar nyonya mudanya? apa Filda tau kegundahan hatinya? ah iya, Filda anak psikolog bukan? jadi apa Filda tau perasaannya? tapi ia tak pernah berintetaksi lama dengan gadis itu? jika Filda tau kenapa Alicia yang notabenenya hampir setiap hari bertemu tidak tahu? tidak-tidak, jangan sampai Alicia sadar akan perasaan Ali, bisa pendek umur Ali jika Alicia tahu.
menggeleng menghilangkan praduganya, Ali menarik napas dan mengehembuskannya dengan lega, setidaknya ia tahu jika saat ini tuan muda dan nyonya mudanya tengah di perjalanan pulang. ia berjanji akan berusaha menghibur dengan cara apapun asal nyonya mudanya tak lagi merasa bersedih karna telah menjadi yatim piatu.
sedang di seberang sana, Filda tersenyum menang karna berhasil mendapat kontak Ali dan mengiriminya pesan mengenai keadaan Alicia.
ya, baru saja ia habis bertukar kabar dengan sahabat wanitanya setelah ia menguhubungi ratusan kali.
ia meminta kontak Ali dari Alicia dan mengirimi Ali pesan semata-mata untuk menunjukan bahwa tanpa bantuan pria dingin itu, ia bisa mengetahui kabar sahabatnya. ia merasa kesal atas sikap kasar Ali saat di perusahaan maupun di depan Mansion yang terus mengusirnya bagaikan pengemis.
"tanpa bantuanmu, aku bisa mengetahui kabar sahabatku" dumel Filda melempar ponselnya di atas kasur, sungguh ia masih emosi akan kejadian tadi sore.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Sebuah senyuman smirk terbit kala ia melihat objek pemandangan yang sedari tadi menjadi fokus netranya melenguh di atas pembaringan
Menunduk, matanya langsung bertemu dengan sang jagoan yang hampir semalaman menunjukan kegagahannya yang tak terhalagi oleh sehalai benang itu kembali bereaksi hanya melihat pusat tempatnya timbul tenggelam melenguh di atas ranjang teraniaya itu.
"shit!" umpatnya. Sang jagoan sudah berdiri tegak menantangnya, seolah mengajaknya berduel hingga titik darah penghabisan
Apa ia tak puas? Dari jam 6 petang hingga jam 4 subuh! Mereka hanya beristirahat 30 menit setelah pelepasan dan melanjutkan lagi. Ia sungguh terlena akan kenikmatan buatan mereka. bagaikan pengantin baru yang tak ada puas-puasnya. Tapi memang pengantin baru, bukan?
Eh, bukannya sebelum ini pria itu mengancam akan menghukum wanita itu? tapi ini hukuman atau apa yak, kok nikmatin sih?
Ah sudahlah
Sang jagoan sudah meronta meminta di lemaskan, ia harus segera memenuhi kemauan sang jagoan jika ia tak mau berakhir sakit kepala menahan pusing
Alex beranjak berdiri setelah mematikan benda berasap yang sedari tadi terselip di antara jari telunjuk dan jari tengahnya
Dengan gagahnya ia melangkah mendekat dengan tatapan tak lepas dari seorang wanita yang mirip dengan bayi baru lahir itu, meringkuk tanpa sehelai benangpun di atas seprai kusut itu, seandainya kedua gunung kembar yang menjadi bagian favorit kedua tangannya tak bergerak naik turun menandakan sang empunya tubuh masih memproduksi pasokan udara didalam sana, Alex sudah menghubungi pihak pemakaman untuk menanamkan tubuh mengg... Ah tidak, Alex mengelengkan kepalanya mengusir pikirannya, wanita itu belum bisa mati. Seridaknya sampai ia puas akan tubuhnya dan bisa memberikannya seorang penerus
Ya, untuk saat ini, selagi Elana tidak ada, ia akan memanfaatkan kesempatan untuk memuaskan nafsunya.
"tuan?" lirih Maura berucap saat ia merasa ada tangan kekar yang kini menjamah tubuhya tanpa membuka matanya
"hm, tidurlah, aku yang akan bekerja"ujar Alex tanpa sadar jika suaranya tidak seperti biasanya. mungkin ia sudah lelah berbicara keras pada istri sirinya atau mungkin karna ia sudah dikuasai nafsu hingga suaranya bisa selembut itu meski terdengar serak
Dan Maura lagi-lagi hanya bisa pasrah dijamah di atas ranjang yang semalaman sudah ia ganti sebanyak 3 kali atas titah Alex karna sudah tak tahan basah dan bau anyir
'ah sial! Kenapa wanita ini rasanya nikmat sekali!' batin Alex saat ia sudah melakukan hal yang membuat sang jagoan ditarik ulur oleh sesuatu yang tak kasat mata di dalam gua peliharaan Maura yang sudah menampung puluhan juta benihnya
bersambungggg...
######
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu