TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 18


Namun saat di ambang pintu, Daniel sempat menengok karna tak mendengar gerakan apapun dari kolam air


bola mata Daniel membola sempurna saat melihat Alicia sudah terapung di atas air tak bergerak sama sekali


Daniel berlari menuju kolam renang, saat ia berada di tepi Daniel menghentikan aksinya untuk turun ke dalam kolam air dingin itu, ia pikir Alicia hanya pura pura agar ia masuk jebakan Alicia dan juga merasakan dinginnya air kolam itu sesubuh ini.


"ya!! lo pikir gue akan ketipu. hahahah" teriak daniel dan tertawa bangga di akhir kalimatnya


lama Daniel tertawa namun tak juga ada pergerakan dari Alicia, Daniel mengerjap bingung, hatinya bergemuruh takut jika Alicia tak bercanda


sepersekian detik selanjutnya Daniel melompat kedalam, segera meraih tubuh lemah Alicia yang sudah tak sadarkan diri


Daniel menggendong tubuh Alicia dan membaringkannya di lantai untuk di berinya pertolongan pertama


"hei, bangun bodoh" Daniel menepuk nepuk pipi tembem Alicia yang dingin dan pucat seperti mayat itu.


Daniel kelimpungan, ia bingung akan berbuat apa, ia kedinginan namun bukan itu yang membuatnya gemetar, tapi gadis bodohnya yang tak kunjung bergerak di bawahnya ini, didasar hatinya Daniel takut terjadi apa apa dengan Alicia


bukan takut kehilangannya namun takut jika Alicia benar benar meninggal karna ulah jahilnya


jari telunjuknya ia letakan di bawah lubang hidung Alicia untuk mengecek napasnya, Daniel menelan ludah susah payah karna tak merasakan napas Alicia


kemudian Daniel menekan dada Alicia berulang ulang dengan kedua telaoak tangannya ,namun tak juga kunjung mendapat respon


tanpa pikir panjang Daniel menyatukan bibirnya dengan bibir Alicia guna memberinya napas buatan


sekali tiup, tak ada respo


dua kali, masih sama


tiga kali


"uhuk uhuk uhuk" Alicia mengeluarkan banyak air dalam mulutnya


"Ah" Daniel terduduk lemas saat kesadaran Alicia kembali, sungguh ia sangat takut. lututnya bahkan masih gemetaran. Daniel takut jadi pembunuh.


Namun Alicia kembali tak bergerak setelah mengeluarkan air kolam dari mulutnya


Daniel menoel noel lengannya untuk mengecek kesadaran Alicia


Daniel kembali panik saat melihat ternyata Alicia kembali tak sadarkan diri


buru buru Daniel mengendong Alicia ala bridestile keluar menuju kamar utama


"panggilkan dokter Rahmat sekarang!" titahnya pada mide yang sudah menjalankan tugasnya pagi ini


Daniel dengan wajah paniknya berlari membawa Alicia, pak Wis yang melihatnya segera menyusul Daniel ke kamar utama


"maaf tuan, apa yang terjadi dengan nyonya? " tanya pak Wis takut takut


"tercebur di kolam"


pak wis segera memutar badan melangkah menjauh


Daniel meletakan tubuh basah Alicia di ranjangnya dengan hati hati.


kepanikannya membuat Daniel tak sadar apa yang ia lakukan, dengan cepat ia masuk ke dalam walk in closet mengambil pakaian ganti Alicia


saat Daniel hendak membuka pakaian Alicia, pak Wis datang dengan dua orang mide wanita dibelakangnya tidak lama sekertaris Ali juga bergabung


pak Wis mengetok pintu sebelum masuk, meski pintu tak sempat Daniel tutup tadi, tapi pak Wis tetap mengetuk sebagai sopan santun


Daniel menoleh


"oh kalian, tolong ganti pakaian nyonya muda" pinta Daniel masih dengan tangan gemetarnya pada 2 orang mide


sekertaris Ali mengerjap dengan kalimat Daniel, bukan tentang ganti pakaian tapi ini tentang kata tolong


seorang manusia arogan, dingin dan sok berkuasa seperti Daniel itu mengucapkan kata tolong? tidak salahkan pendengaran Ali


Selama mengenal Daniel, ini adalah pertama kali Ali mendengar bosnya itu mengucap kata tolong, bahkan jika ia menginginkan sesuatu Daniel tidak akan pernah mengatakan kata memohon itu, bahkan dengan ke dua orang tuanya pun Daniel tak pernah mengatakan tolong, sebab ayahnya lah, tuan Prasetio, yang mendoktrinnya bahwa seorang penguasa tak pernah memohon pertolongan mengenai apapun itu.


dan hari ini, kata itu berhasil keluar dari mulut bos angkuhnya itu demi seorang istri penggantinya, Alicia.


tidak lama setelahnya seorang pria dengan rambut acak acakan dan muka kusut namun tetap terlihat gagah dengan pakaian jubah putihnya serta tas jinjingnya memasuki kamar tanpa permisi. Ia adalah Rahmat dokter pribadi Daniel sekaligus sahabat Daniel


"aist, drama apa lagi sih" seru Rahmat di ambang pintu


Rahmat tak tahu kejadian yang sebenarnya, ia pikir Daniel sedang bermain main dengannya


semua orang menengok ke arah Rahmat


Rahmat mengerjap salah tingkah saat semua mata tertuju padanya


"khem" Rahmat berdehem untuk mengurangi rasa canggungnya


segera Rahmat melangkah lebar ke arah Daniel dan langsung menempelkan telapak tangannya ke dahi Daniel


"sakit karna di tinggal liburan tunangan ini mah" ujarnya bercanda dengan menampilkan jejeran gigi putihnya


Daniel segera menepis kasar tangan Rahmat di dahinya


mata Daniel menatap Rahmat tajam seolah akan membunuh Rahmat saat ini juga


Rahmat menelan ludah kasar melihat respon Daniel


*ada apa ini ? sepertinya beneran serius* batin Rahmat, matanya menatap satu persatu orang yang ada di kamar, dan matanya seketika membola saat bola mata hitamnya menangkap sosok wanita pucat yang ada di ranjang king size Daniel, ia adalah Alicia


tanpa mengucap sepatah kata lagi dengan langkah mantap Rahmat mendekat ke arah Alicia


Rahmat memeriksa nadi Alicia, kemudian segera merogoh peralatan medisnya yang ada di tas jinjingnya


tak lama kemudian Rahmat selesai dengan kegiatannya. ia kembali menaruh peralatannya


"bagaimana? " itu suara Daniel


Daniel sedari tadi resah akan keadaan Alicia.


"siapa dia?" tanya balik Rahmat mengendikan dagunya ke arah Alicia


ya, Rahmat tidak tahu perihal Alicia karna waktu pernikahan Daniel dulu Rahmat sedang mengikuti seminar kedokteran di luar negeri, dan ia juga tak tahu menahu jika Daniel telah menikah karna memang pernikahan Daniel tertutup yang di hadiri hanya keluarga besar dari keduanya, yang Rahmat tahu tunangan Daniel, Maureen saat ini masih liburan di luar negeri karna Rahmat sempat melihat Maureen saat ia berada di luar negeri


Daniel mengetatkan rahangnya saat pertanyaannya dijawab dengan pertanyaan


Rahmat kembali menelan ludah kasar mengerti kemarahan Daniel


"oke oke" Rahmat mengangkat kedua telapak tangan kesisi bahunya pertanda minta maaf


"sebaiknya lo bawa dia ke rumah sakit, keadannya tidak baik setelah dia menelan air kolam yang banyak apalagi dia.. " ucapan Rahmat menggantung bingung akan menjelaskan dari mana


Daniel mengangkat sebelah alisnya pertanda menuntut penjelasan Rahmat


"ini hanya dugaanku, sepertinya gadis malang ini hanya memiliki satu ginjal dan itu akan memperparah keadaannya jika ia tak segera dirawat intensif setelah air masuk ke dalam tubuhnya secara paksa" jelas Rahmat.


DEG


jantung Daniel memompa keras,matanya membola sempurna mendengar penjelasan Rahmat


begitu juga dengan pak Wis dan ke dua mide wanita itu, berbeda dengan Ali yang tampaknya biasa saja seperti sudah mengetahui kebenarannya


#####


yeeyy triple up dong


tapi gaje sih. hahahah


yang episode 17 itu sedari siang aku up tapi reviewnya lama deh


happy Reading readers


Salam Mickey Mouse 24


dari dunia halu