TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 63


Maura melenguh kala kesadaran mengambil alih dunia mimpinya. Mata bulatnya perlahan terbuka, mengerjab beberapa kali sebelum mata berbulu lentik itu terbuka sempurna saat seluruh kesadarannya terkumpul. Seketika ia menegang, Bulu kuduknya merinding. Bola matanya berputar mengamati ruangan. Takut-takut jika ia tak lagi berada di dunia nyata, namun kenyataannya, ia masih berada di kamarnya, lebih tepatnya kamar yang ditumpanginya selagi ia berada di rumah kedua orang tua suami sirinya.


Napas Maura memburu kala suara dengkuran halus jelas memasuki indra pendengarannya, ia bahkan merasakan hembusan napas hangat menggelitik permukaan kulit lehernya, punggungnya juga merasakan detakan berirama sesuai dengan sapuan angin hangat menerpa tengkuknya yang dibarengi dengkuran samar, kejadian yang tengah dialaminya seolah menariknya kembali pada beberapa bulan lalu saat ia masih bersama dengan suami sirinya. Terbangun di pagi hari dengan keadaan Alex tengah memeluknya dari belakang. Tapi sekarang tidak mungkin bukan? Orang Alex belum menemukannya. Tapi tunggu pinggangnya juga terasa berat seperti ia tengah tertimpa sesuatu yang agak berat. Tangankah? Maura mengerjab sekali lagi dan menggerakan kepalanya perlahan ke arah bawah tubuhnya dan...


"Huawaaa!!!" teriak Maura histeris kala menemukan sebuah tangan kekar tengah melingkar di perutnya. Wanita hamil itu sampai lompat turun ranjang setelah dengan kasar menyentak kasar tangan besar itu


Alex? Lelaki bertelanjang dada itu terlonjak kaget akan suara melengking yang berhasil menusuk indra pendengarannya. Dengan mata masih terbuka setengah itu Alex terduduk di atas kasur dengan kepala masih terkantuk-kantuk


"pa.. Pak Alex?!" Maura membelalakan mata melihat siapa orang yang tengah berada di ranjangnya


"hm?" gumam Alex malas. Lelaki itu kemudian kembali menjatuhkan dirinya di kasur karna tak bisa melawan rasa kantuknya


"bapak kenapa bisa ada di kamar saya?!" tanya Maura masih syok. Melihat tak ada pergerakan dari pria jangkung yang tengah berbaring telentang di atas ranjangnya, Maura memberanikan diri mencondongkan tubuhnya, tangannya terulur untuk menyentuh kulit tubuh Alex dengan telunjuknya untuk memastikan jika yang tengah terbaring memamerkan perut kotak kotaknya itu adalah manusia atau hanya ilusinya alias makhluk lain


Barang kali makhluk jin tengah ingin mempermainkannya dan menampakan diri dengan menyerupai bentukan tubuh Alex


tuk tuk, Maura segera menarik telunjuknya kala ia merasakan keras saat menoel lengan atas Alex


"keras, berarti bukan makhluk halus" gumam Maura sedikit memiringkan kepalanya, itu berarti? "jadi dia beneran...Aaaaaaa" ucapan Maura terpotong digantikan pekikan melengking kala tangannya diraih dan ditarik pelan oleh Alex hingga membuat tubuh Maura terjatuh di samping tubuh Alex, dan sepersekian detik selanjutnya tubuh kecil Maura tenggelam di dalam dekapan Alex


"tidurlah, ini masih subuh sayang. Jangan sampai se RT RW datang karna suara teriakan mu itu" gumam Alex mempererat pelukannya setelah menarik selimut untuk menghangatkan tubuh sang istri, sedang tubuhnya sendiri ia biarkan berada di atas selimut sebab takut kebablasan, ia tak mau kejadian semalam menimpanya kala memasuki selimut Maura dan malah sang jagoan langsung bereaksi berdekatan dengan sang betina setelah 3 minggu puasa. berutung ada air dingin yang siap untuk jadi obat sementara di tengah malam.


Alex menyadari jika tubuh Maura menegang, tapi ia masa bodoh rasa kantuknya lebih ia dahulukan saat ini. pria itu kembali mencari posisi ternyaman di ceruk leher sang istri


"Rilex sayang, aku ini suamimu. Kamu kayak gadis perawan saja menengang gini hanya dipeluk lawan jenis" cerocos Alex lirih karna kesadarannya sudah setengah berada di alam mimpi


Belum sempat Alex menarik napas setelah mengucapkan kalimat terakhirnya, pintu kamar terbuka paksa dan muncul beberapa orang dari sana dengan beberapa alat di tangan masing-masing


"itu dia malingnya!" teriak bik Imah menujuk ke arah ranjang dimana Alex dan Maura tengah berpelukan membelakangi pintu


Sontak semuanya berlomba menuju ranjang, dan


Bugh bugh bugh bugh


Kepala, punggung, pinggang, betis dan kaki Alex jadi sasaran benda benda yang ada ditangan para pemberontak


"dasar maling!"


"jangan kasih ampun!"


"pukul sampai kapok!"


"maling mesum!"


"beraninya tidur di kamar menantuku, suaminya saja tidak saya biarkan"


Bugh bugh bugh bugh


Alex yang mendapati serangan dadakan spontan menindih tubuh Maura, pria yang hanya memakai celana boxer itu hanya mampu menguatkan otot-ototnya agar bisa melindungi tubuh mungil sang istri dengan badannya, ia abaikan rasa remuk yang mendera tubuhnya asal Maura tak terluka sedikitpun.


"Maura mana?" tanya Anjani saat menyadari tak mendapati keberadaan Maura di dalam kamar


"yah, kemana menantuku!" pekik Anjani histeris pada Bimo


"mama dan Lexa cari dulu, biar papa, Bagas dan bik Imah mengurus maling si4lan ini" titah Bimo memberi solusi yang di angguki oleh ke 5 pahlawan kepagian itu


"apa bibik panggil tuan Alex untuk membantu, tuan?" tanya Bik Imah mengingat keberadaan si sulung ada di rumah


"di saat butuh bantuan kalian baru ingat Alex?" suara kesakitan tertahan yang berasal dari si maling membuat 3 orang yang tinggal untuk mengebuk tubuhnya menghentikan aksinya


"Al..Alex?!" seru Bimo dan Bagas saat menyadari jika yang tengah mereka gebukin adalah suami dari si pemilik kamar


Alex mendengus kasar, posisinya masih sama "acara main hakim sendiri udah selesai apa belum nih?" tanyanya memastikan, sebab ia merasa pegal dengan posisinya apalagi tubuhnya sakit akibat kelakuan 5 pasang tangan manusia. Sedang Maura masih mengerjab bingung dengan apa yang terjadi barusan. Sungguh paginya luar biasa kali ini


"kamu ngapain disini?" tanya Bimo mengabaikan pertanyaan Alex


"Ayah, mas, Maura tidak ada di mana-mana di kamar ini" beritahu Alexa dengan teriakan sebab ia baru saja keluar dari kamar mandi mencari Maura disana, Anjani mengekor di belakang putrinya


"a..aku disini mbak" sahut Maura dengan suara lirih nyaris tak terdengar, membuat semua orang mencari-cari sumber suara


"Ayah, tanya malingnya dia sembunyiin Maura dimana?" ujar Anjani berang kala ia baru saja berdiri setalah berjongkok mencari Maura di bawah kolong ranjang


"Maura disini bu dokter, di atas ranjang" sahut Maura lagi yang berhasil membuat semua orang memperjelas penglihatannya di ranjang, seketika semua mata melotot kala melihat tubuh Maura yang tenggelam di ranjang springbed tepat di bawah tubuh Alex.


"Maura!" Seru Anjani yang langsung mendorong sekuat tenaga tubuh Alex yang berakhir tubuh Alex terjungkal ke lantai


Dugh


Tenaga emak-emak emang tak ada tandingannya jika sudah merasa keluarganya dalam bahaya


"kamu membahayakan menantu ku bajingan!" umpat Anjani marah, istri Bimo itu langsung membantu Maura beranjak duduk


"kalau ada apa-apa dengan kandungannya akan ku cabik-cabik... Alex!!" ancaman penuh amarah Anjani berubah pekikan kala menyadari si pembuat ribut di rumahnya pagi buta tak lain adalah anaknya alias suami dari menantu yang tengah dipeluknya dengan sayang


"ya, saya Alex, si maling yang merindukan istrinya yang digebukin oleh keluarga sendiri ampe tulang-tulang rasanya patah" sahut Alex malas yang terduduk di lantai marmer dingin, mana ia hanya memakai boxer tipis. Alex tampak bagaikan anak jalanan yang kedapatan mencuri sandal dan malah diamuk massa sekampung. Mengkasihan-kan


"lagian kenapa kamu diam-diam masuk ke kamar Maura?" Bimo bertanya menyalahkan Alex. Ia tak merasa bersalah telah menimpuki tubuh si sulungnya dengan alat garuk punggungnya


laporan dari Bik Imah jika ia mendengar teriakan sebanyak 2 kali dari kamar Maura membuat semua orang panik dan langsung mengambil senjata terdekat untuk menolong Maura. terlalau panik mereka percaya saja saat bik Imah menerka jika ada Maling sebab ruang kerja Bimo berantakan. (Alex adalah pelaku dari kekacauan di ruang kerja Bimo, letak dimana kunci2 cadangan berada)


"papa kalau dipisahin mama berminggu-minggu apa yang akan papa lakuin?" bukannya menjawab Alex malah mengembalikan pertanyaan skak mat pada sang ayah


"ya...ya nggak lah. papa sama mama nggak akan dipisahin, kecuali ajal tentunya. Orang papa nggak pernah macam-macam sama mama" meski sudah tua tapi otak Bimo tak ada tandingannya jika persoalan berdebat


Alex mendengus kesal. malas meladeni. toh kesalahannya satu itu akan selalu menjadi boomerang baginya. Alex memilih beranjak dari tempat duduknya, namun saat tangannya ia gerakan untuk menggapai pinggir ranjang, ia meringis kala otot lengannya kesemutan, akibat terlalu keras menahan bobot tubuhnya agar tak langsung menindih tubuh sang istri tadi


"kamu nggak papa kan nak, perut kamu tidak tertindihkan?" tanya Anjani yang meneliti tubuh Maura yang lagi-lagi membuat Alex mendengus


"belum sempat, kalian datang terlalu cepat. Mengganggu, padahal kami sudah siap tindih-tindihan tadi" sahut Alex malas yang dihadiahi pukulan dari Bimo dan pelototan mata oleh Anjani


"ALEX!!"


Bersambunggg...


#####


Ngetik tulis ngetik tulis. Idenya mampet gays di ambil alih belajar persiapan CPNS. Maapin yak


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu