TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 112


Alicia menganga tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia tiba tiba di landa rasa menyesal kabur dari penjagaan ketat yang di sediakan tuan suaminya


Tuan suaminya? Ya, iya harus menghubungi tuan suaminya dan meminta pertolongan. Ponsel? Mana ponsel? Ah, ia kembali tertampar akan kenyataan bahwa ia sengaja meninggalkan ponsel agar tak di lacak.


Lari. Ya ia harus pergi sekarang, namun saat ia berbalik pintu sudah terkunci dari luar.


Oh sungguh ia merutuki sifatnya yang muda percaya akan jebakan si wanita tadi. Jika sudah begini? Ia tak bisa lari dan meminta pertolongan. Jalan satu-satunya adalah melawan pria tua itu.


Meski seumur-umur ia hanya bisa menurut dan pasrah tapi kali Ini tidak lagi. Ia sudah lelah dan muak.


"A.. Alicia" panggilan lirih dari belakang membuat Alicia mematung


Deg!


*Alicia?* beo Alicia dalam hati mendengar namanya disebut oleh pria tua itu untuk pertama kalinya, ia masih bergeming di tempatnya memegang handel pintu yang terkunci


"kemarilah, Nak" suara lembut kembali terdengar membuat jantung Alicia kian berdegub tak karuan


DEG


*nak?* ulang Alicia dalam hati. Namun kali ini ia seolah terhipnotis dan berbalik kearah pria tua yang berdiri dari duduknya, di depannya lagi seorang pria setengah tua menatap Alicia tak berkedip


"kemari" ulang pria tua itu yang membuat langkah Alicia perlahan melangkah menuju meja kedua pria tua itu.


"duduk, nak" pria tua itu bahkan menarik kursi untuk Alicia duduki


*nak* Alicia memejamkan mata merekam baik-baik ucapan pria tua itu untuk yang kedua kalinya memanggil dirinya 'nak' selama hidupnya


"ini putri ketiga saya, namanya Alicia Adara Dinata" ucap pria tua itu yang ternyata adalah Dinata, memperkenalkan Alicia pada pria yang berumur sekitar 40 tahun di depannya


"Arham Orlando" Arham menjulurkan tangan ke depan tapi kembali di tariknya saat tak ada respon dari gadis cantik yang mencuri perhatiannya sejak awal Alicia tiba


*Dara* sebutb Arham dalam hati, ia tersenyum tipis menelisik gadis di depannya yang mengingatkannya dengan seseorang berharga di masa mudanya.


Sedang Alicia menatap Dinata dan Arham bergantian, ia yang tadi sempat tersentuh kala ayahnya untuk pertama kali menyebut namanya selama hidupnya juga memanggil dirinya dengan sebutan 'nak' yang sedari dulu Alicia impikan tapi semua kini terlambat bagi Alicia, ia mengangkat kepalanya menantang. Ia tahu betul kemana arah maksud dan tujuan Dinata sekarang. Ia sudah hapal tabiat busuk sang pria tua yang telah membuatnya lahir di dunia tapi tak pernah menganggapnya ada.


Apalagi kalau bukan menjualnya ke pria berduit.


Meski kali ini Dinata memanggil namanya bahkan menyebutnya anak tapi Alicia tak akan pasrah lagi akan keinginan Dinata.


"khem" Dinata berdehem untuk menghalau rasa tak enaknya


"Alicia dengar, ia akan menikahimu, membuatmu bahagia dan membawama pergi dari sini" ucap Dinata menatap Alicia dengan wajah memohon


Alicia mendengus dengan menyerigai dan melarikan tatapannya ke samping, menatap meja-meja yang harusnya dihuni pengunjung hotel untuk menikmati sajian hidangan tapi sekarang hanya dirinya dan 2 pria tua di depannya, yang Alicia yakini tempat ini sudah disewa khusus untuk menjebaknya. Sepertinya Dinata teralalu lihai mencari mangsa. karna hanya orang terlampu kaya yang bisa menyewa tempat yang harusnya di huni banyak pengunjung ini. Dan Alicia yakin Dinata tak akan mampu menyewa ini.


"membawaku pergi? Kemana? Tidak cukupkah sekarang saya menghilang dari keluarga tercinta anda?" tanya Alicia santai. Tak ada rasa sedih yang tergambar di raut wajahnya, meski jauh didalam hatinya rasa sesak timbul tenggelam dalam sana menghadapi kepecundangan Dinata.


Berdosakah ia jika menyesali terlahir dari orang macam Dinata. Ah persetan dengan dosa, yang jelas Alicia sungguh sangat menyesal telah terlahir dengan darah Dinata yang mengalir di tubuhnya.


"nak dengar ayah.. "


"ayah?" potong Alicia dengan terkekeh


"saya lupa jika saya punya ayah, oh tidak, lebih tepatnya saya tidak pantas memiliki ayah kan?" lanjut Alicia yang berhasil membuat Dinata bungkam seketika


"anak haram sepertiku tak pantas di panggil anak oleh anda tuan Dinata yang TERHORMAT" lanjut Alicia bertubi tubi membuat Dinata tercubit


"kamu bukan anak haram" lirih Dinata


"oh yah? Tapi kenapa saya tidak mengetahui siapa ayah dan ibu saya. Bukankah mereka membuangku karna saya anak haram? " tanya Alicia menantang


"kamu hanya perlu ikuti perintah ayah, menikah dengannya dan berbahagia" lanjut Dinata memohon


"apa anda lupa jika saya ini perempuan bersuami, tuan?!" balas Alicia geram


"ayah tahu, karna semua terjadi karna ayah, tapi kamu tidak bahagia makanya ayah mencarikan mu pria yang bisa membahagiakan mu hingga tua"


"tuan tahu apa soal kebahagianku? " tanya Alicia menatap kesal Dinata


"kamu tidak bahagia dengan tuan Daniel, dia kejam! dia bisa menghancurkanmu bak menginjak seekor semut" desis Dinata


"sama seperti yang di alami kakakmu, Maureen" lanjut Dinata melirih


Alicia ingin mengelak tapi ia hanya menelan ludah kala menyadari kenyataan tentang hubungannya dengan tuan suaminya, Daniel


"lelaki yang tak berperasaan seperti itu hanya memanfaatkan tubuhmu dan jika sudah bosan ia akan membuangmu bak sampah" lanjut Dinata mencoba mempengaruhi Alicia


"pffftt, ups" Alicia menutup mulutnya kala tawanya hampir meledak


"membuangku bak sampah? Hahahhah" tanya Alicia yang diakhiri tawa karna tak bisa lagi mengontrol dirinya, ia tertawa tapi buliran bening menetes dari kedua kelopak matanya yang tiba-tiba meluap


Arham yang sedari tadi menonton merasa sesak melihat tawa menyesakan gadis cantik di depannya. Gadis ini menderita selama hidupnya. Pikir Arham.


"perlu saya ingatkan jika tuan lupa, saya. sedari lahir. sudah mengalami. yang namanya di BUANG BAK SAMPAH oleh ORANG yang membuat SAYA LAHIR ke dunia, jadi tak mengherankan jika seumur hidup saya, tak seorangpun yang menghargai" perjelas Alicia dengan kalimat penuh penekanan, ia sesekali menepis kasar air mata kurang ajarnya yang hadir meski tak diinginkan


"Alicia, bukan begitu nak.." pembelaan bernada lirih dari mulut Dinata terpotong kala teriakan Alicia mengelegar di seluruh ruangan


"JANGAN MEMANGGILKU NAK! SAYA JIJIK!" kilatan amarah jelas tergambar di mata gadis yang selama 20 tahun hidupnya hanya selalu memancarkan kepatuhan dan kepasrahan. Tapi kali ini tidak ada lagi tatapan ketakutan.


Arham tak lagi bisa berdiam diri, kepalan tangannya yang sedari tadi ia sembunyikan di balik meja makin mengeras mendengar keluh kesah Alicia yang tak lain adalah keponakannya, ya Arham Orlando adalah adik dari Adara Orlando, ibu kandung dari Alicia Adara Dinata


"sayang" Arham berdiri dan mendekap keponakannya yang ternyata sudah 5 bulan ini ia pantau dari jauh namun sulit diraihnya karna seorang Daniel Prasetio


Alicia menegang mendapat perlakuan Arham yang tiba-tiba, tapi kenapa ia merasa nyaman di dekap pria asing yang baru pertama kali ia temui.


Dinata yang masih merasakan sesak luar biasa dalam dadanya karna mendapat penolakan dari putri bungsunya terkejut dengan reaksi Arham. Tapi sepersekian detiknya ia tersenyum senang. Semoga saja Arham dapat meluluhkan hati Alicia agar Alicia bersedia menikah dengan Arham.


Ya, Dinata tak tahu menahu siapa Arham, yang ia tahu Arham adalah pengusaha sukses dari Taiwan yang bertemu dengannya beberapa hari lalu karna ingin mencari pendamping yang siap dibawanya ke Taiwan.


Dinata tak tahu jika Arham hanya memanfaatkannya untuk menemui keponakannya yang terpisah sejak lahir itu.


Brukkk


Pintu restoran hotel terbuka paksa dan muncul seorang pria tampan yang memancarakan sinyal kehancuran bagi siapa saja yang berada di dekatnya. Rahangnya mengeras, kepalan tangan di sisi tubuhnya sudah siap melayang di wajah orang yang dengan berani menyentuh miliknya, istrinya Alicia


Bersambunggg...


######


Autor " Yuhuuu balik nih balik"


Readers "aelah bosan nih bosan"


Autor " yaudah jauh-jauh sana. HAHAHAH"


hidup dinikmatin jangan dipaksain. Oke!!!


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia halu