TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 66


Pagi hari yang cerah secerah perasaan ketiga anak manusia yang baru saja memasuki lobi perusahaan


ya, kali ini perasaan mereka bisa dibilang tak ada lagi yang tertindas yang biasanya di alami oleh gadis yang ternyata sudah menjadi wanita itu


bagaiamana tidak, semalam saat pulang, Daniel tak lagi mengingat hukuman Alicia meski Daniel tetap meminta Alicia seranjang dengannya, namun Daniel tak macam macam, bahkan bantal yang menjadi pembatas yang disimpan Alicia di tengah tengah mereka masih utuh hingga pagi, maksudnya masih di tempatnya meski sedikit agak miring tapi Alicia tak masalah, toh bisa sajakan bantal itu salah satu dari mereka tak sengaja menyentuhnya, Alicia maklum sebab siapa yang bisa mengontrol gerak saat tidur, yang terpenting pembatas itu masih ada. juga pagi tadi tuan suaminya tidak lagi rewel mengaharuskan Alicia untuk buru-buru.


begitu juga dengan perasaan Daniel, semalam ia bisa tidur nyenyak setelah menikmati mamandang puas wajah lelap istrinya, dan mendaratkan ciumannya pada kening, pipi, hidung dan sedikit *****4* bibir Alicia, beruntung karna Alicia tidur nyenyak akibat kelelahan dan mungkin masih ada efek obat dari Dokter Rahmat, Alicia sama sekali tak sadar saat Daniel menjamah wajahnya


sedang Ali, ia juga tak kalah bahagia, sebab melihat mood tuan mudanya hari ini sedang baik, juga masalah hukumannya tak lagi Daniel ungkit, sepertinya tuan mudanya sudah melupakannya dan Ali sangat bersyukur akan hal itu.


para pegawai yang mereka lalui menyapa hormat mereka


"pagi presdir"


"pagi sekertaris Ali"


"pagi asisten Elis"


"pagi juga" itu suara Alicia membalas sapaan mereka dengan senyuman manisnya


kedua pria dewasa itu meski tak menyahut namun mereka mengangguk sebagai tanggapan, ya, mereka memang irit bicara


saat ketiganya sudah sampai di depan lift khusus presdir, Ali segera menekan tombol up, tak lama pintu lift terbuka


sekertaris Ali mempersilahkan tuan Daniel dan asisten Alicia masuk, setelahnya Ali menyusul


saat didalam, Ali segera menekan tombol 30 dan kembali berdiri tegak mengahadap pintu lift menunggu lift tertutup dan menuju lantai 30, lantai tempat ketiganya bekerja, namun pintu lift tak tertutup tutup juga, Ali kemudian memiringkan tubuhnya untuk menekan tombol tutup, namun Ali


di buat bingung, sebab di sana telunjuk tuan mudanya sedang menekan tombol buka


Daniel melempar senyum penuh makna ke arah Ali


*oh sial* umpat Ali


Ali menghela napas kemudian menunduk hormat pada tuan mudanya kemudian keluar dari lift


"2 menit 30 detik" ucap Daniel menyerigai dan menekan tombol tutup


ya, hukuman untuk sekertaris Ali tak Daniel lupakan, berani mengusik kepunyaan Daniel, terima akibatnya!


setelah lift tertutup, Ali gelagapan berlari menuju tangga darurat, meski ragu untuk bisa sampai tepat waktu namun Ali harus tetap berusaha, bukan Ali pesimis tak bisa melaksanakan hukuman tuan Daniel, tapi ini sedikit gila, bayangkan saja lantai 30 dengan menggunakan tangga darurat hanya dengan waktu 2 menit 30 detik! itu berati hanya 150 detik, berarti Ali harus melewati per lantai hanya dengan waktu 5 detik saja. kejam memang tuan mudanya itu!


sedang dalam lift, Alicia menatap bingung kejadian barusan


"itu akibatnya berani mengusik milikku" ucap Daniel yang mengerti kebingungan Alicia


Alicia hanya mendengus mendengar Daniel


"Psikopat nih orang" umpat Alicia


Alicia kini sadar, Daniel memang manusia arogan yang tak pilih-pilih lawan


"kamu mengumpatiku?!" Seru Daniel mendorong tubuh Alicia ke dinding lift dengan tangan kanannya, tapi tangan kirinya berada dibelakang tubuh Alicia agar tubuh kecil istrinya tak terbentur


Alicia membola sempurna mendengar tuduhan Daniel yang memang benar adanya


"ti.. tidak tu.. mmhhh" ucapan gugup Alicia terpotong akibat bibir Daniel sudah menyump4l bibir Alicia


Daniel melum4tnya, tidak kasar, namun begitu lembut dan sedikit lama, Alicia tentu kaget, tapi dirinya mematung mendapat perlakuan kurang ajar demikian, meski tak membalas lum4tan Daniel tapi Alicia tak berontak


hingga Alicia memukul mukul dada Daniel akibat pasokan udara dalam paru parunya hampir habis


"hukuman untuk mu" ucap Daniel menyerigai puas, ibu jarinya mengusap bibir Alicia yang basah akibat liur Daniel


bersamaan itu pintu lift terbuka, Daniel keluar duluan meninggalkan Alicia dengan keterkejutannya yang masih sibuk mengatur napasnya


"pria tua mesum!" geram Alicia dengan suara tertahan, kemudian melangkah keluar juga dari lift


"selamat pagi presdir"


"selamat pagi asisten Alicia" sapa sekertaris Tasya


Daniel maupun Alicia tak ada yang menghiraukan Tasya, jika tadi waktu di lobi perasaan Alicia cerah, kini suasana hatinya sedang buruk.


Daniel? tentu saja makin bahagia, bagaimana tidak, ia baru saja mendapat sarapan paginya yang sesungguhnya, hanya saja ya, sifat dan sikapnya yang dingin dan arogan, mana mau ia repot repot membalas atau menjawab pertanyaan dari Tasya yang tak penting itu.


"sepertinya aku tak terlihat oleh mereka" desah Tasya kembali duduk dan melanjutkan pekerjaannya.


di lobi perusahaan, seorang wanita dewasa, cantik nan seksi bak model itu berjalan anggun menuju lift khusus presdir


"selamat pagi nona, ada yang bisa kami bantu?" sapa salah satu recepsionis sopan mendekati Maureen


Maureen mengeryit tak suka, namun ia memilih mengabaikan kelakuan tak biasa si recepsionis, ia menggeser dengan kasar tubuh Mita dan melanjutkan langkahnya menuju lift, namun Mita dengan berani malah menghadang tubuh Maureen sebelum tangan Maureen menyentuh lift


"jangan kurang ajar kamu yah!"


"maaf nona, tapi.. "


"saya Maureen, tunangan pemilik perusahaan ini" peringat Maureen akan statusnya jika Mita lupa


"apa nona sudah membuat janji pada tuan Presdir?" sahut Mita memgabaikan raut wajah Maureen yang geram


"apa seorang tunangan dari presdir harus membuat janji dulu untuk bertemu" Maureen sungguh dibuat naik darah oleh Mita


"mohon maaf nona, aturan di perusahaan tak boleh.. "


"Mita" ucap Maureen memotong ucapan dengan menyebut nama si recepsionist


"saya pastikan hari ini adalah hari terakhir kamu berada di perusahaan ini" ancam Maureen menatap penuh amarah, bagaimana tidak, recepsionis itu tak peduli dengan Maureen meski Maureen telah memperingatkan siapa dia sebenarnya, alih alih menghormati Maureen, Mita malah berani mendebat Maureen


"dimana Daniel sekarang?" tanya Maureen tak tahu malu setelah memarahi Mita, Maureen malah bertanya dimana tunangannya


"silahkan melapor nona, tapi sebaikanya anda melakukan janji temu dulu dengan presdir saya sebelum anda melaporkan tindakan saya" ucap Mita dengan berani.


ya, sejak kejadian dimana Maureen masuk tanpa ijin di ruangan Daniel, membuat Daniel memerintahkan recepsionist bahwa siapapun yang ingin bertemu dengannya harus ada janji temu dulu, tak peduli siapapun itu.


Maureen jelas merasa kebakaran jenggot sekarang, ia di perlakukan bak orang biasa di perusahan yang akan menjadi miliknya juga. ia bersumpah jika menjadi nyonya muda Prasetio, orang oertama yang ingin dilihatnya berlutut di bawah kakinya adalah Mita si recepsionist ini, dengan amarah yang sudah memuncak Maureen merogoh ponselnya


argh!


Maureen semakin kesal, akibat nomor ponsel Daniel yang Maureen tahu kini belakangan tak pernah aktif lagi


ingatkan sekarang nomor ponsel Daniel sudah ganti yang dimana sekarang nomor ponselnya couple an dengan nomor ponsel Alicia


ingin rasanya Maureeen melempar ponselnya saat ini, namun urung karna Maureen terus menghubungi nomor ponsel Daniel, sudah yang kesekian kali namun nomor Daniel selalu dijawab oleh operator


Maureen tak mungkin pergi saat ini, sebab harga dirinya akan jatuh dan kalah di depan recepcionist menyebalkan ini apalagi banyak yang menyaksikan mereka


namun kali ini nasib baik berpihak ke Maureen, lift khusus presdir terbuka dan disana keluar sosok yang Maureen rindukan


"Sayang!" pekik Maureen menghambur memeluk Daniel


Daniel yang kaget mematung


sementara di belakang Daniel, Alicia menatap mereka dengan berkaca kaca


ini bagaikan de javu, Alicia juga pernah memergoki mereka saat Daniel menyuruh Alicia pulang duluan namun Daniel ternyata menemui Maureen waktu itu.


ini bukan tentang cemburu, toh Alicia sudah mensugesti dirinya bahwa dirinya memang hanya pengganti, dan kapanpun itu dirinya akan segera tersingkirkan, yang membuatnya bersedih yaitu perasaan takut kembali lagi ke Mansion Dinata, Alicia belum siap, ia belum lulus kuliah sampai ia bisa memiliki pekerjaan tetap dan bisa menghidupi dirinya jika kabur dari Mansion ayahnya


bersambungggg....


#######


see you next chapt reders kuh ❣️


salam mickey mouse 24


dari Dunia Halu