TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 09


Pria dewasa itu tengah menikmati waktu paginya di ruang keluarga dengan menonton berita sebelum berangkat ke kantor, menyalakan tv setelah ia menyelesaikan sarapannya sambil menunggu hidangan kopi yang sengaja ia minta di pagi hari agar nanti di kantor ia tak terganggu dengan rasa kantuk. hari ini ia bangun terlalu pagi. Istri sahnya sendiri sedang tak enak badan dan lebih memilih sarapan di kamar.


Ia membulatkan matanya kala berita tengah menyiarkan berita seputar perusahaan besar milik Presetyo Corp, yang menjadi pusatnya adalah perusahaan kecil seperti miliknya juga disebut dalam sederet perusahaan lainnya yang bernaung dalam pantauan perusahaan internasioanal itu. Ia menyungingkan bibirnya, rupanya perusahaannya benar-benar telah di akui oleh perusahaan yang tengah di pimpin oleh tuan muda Daniel itu.


Masih di siaran yang sama, setelah memberitakan seputar perusahaan yang tengah berperan penting membantu perekonomian negara, kini beralih pada berita seputar kehidupan keluarga konglongmerat itu.


dengan tajuk Berita suka cita hari ini


'kami ucapkan, selamat untuk keluarga besar tuan Prasetio atas kehamilan menantu mereka.


nyonya muda Prasetio hari ini mengunjungi kampus Gunadarma dengan perut buncit, ya, tidak salah lagi jika wanita muda beruntung itu tengah mengandung calon penerus perusahaan multinasional, Prasetio Corp'


Namun sayang nyonya muda tidak menganggapi pertanyaan teman-teman media karna terburu buru, sekali lagi selamat untuk kehamilannya, sehat sehat bumil, seribu juta doa tercurah untuk anda dan calon anak anda'


Klik


Udara sekitaran Alex tiba-tiba memanas, ia melirik ke arah wanita muda yang berdiri beberapa meter darinya itu setelah menyajikannya secangkir kopi dihadapannya, Kekesalannya memuncak hanya karna melihat berita kehamilan istri dari tuan muda Daniel disiarakan stasiun tv bisnis pagi ini. Moodnya jadi kacau. Bukan tak suka akan kabar bahagia dari pemilik perusahaan yang telah bersedia menaungi perushaan miliknya, hanya saja ia merasa tertinggal, usianya sudah sangat layak untuk memiliki seorang anak tapi ia belum mendapatkannya.


"istri tuan Daniel yang lebih mudah darimu itu sudah hamil, kamu kapan? Atau jangan-jangan kamu mandul!!" ucap Alex menyindir Maura yang masih berdiri mematung menatap tv mati itu.


Ingatkan kalau identitas Alicia yang memiliki darah keturunan seorang Dinata tidak pernah dipublis, Alex pun tak tahu jika sebenarnya nyonya muda itu adalah adik iparnya.


*dia beneran hamil?* tanya Maura dalam hati. Ia kembali merasa tertampar akan kenyataan berita itu. Ingatannya kembali pada 2 bulan lalu saat acara pesta kedua orang tuanya, dimana ia tak percaya saat adik tirinya mengatakan sedang mengandung anak Daniel, ia kira Alicia hanya bergurau dan menyombongkan diri kala itu.


Tersenyum miris, nyatanya pepatah habis gelap terbitlah terang benar adanya, dan kini pepatah itu sangat cocok untuk adik tirinya itu, tak seperti dirinya yang habis manis sepah dibuang. Ya, entah esok atau jika ia telah mengandung benih Alex, jika telah melahirkan ia tetap akan ditendang keluar dari rumah mewah ini tanpa membawa apa-apa. Cepat atau lambat Ia akan menjadi gelandangan miskin diluaran sana


*jadi adiku itu memang berkata benar, dan aku malah tidak memercayainya* bantinnya merasa bersalah


Mendapati istri sirinya hanya terdiam dan tak menjawab perkataannya membuat Alex murka, ia bangkit dan berjalan cepat ke arah Maura dan


Srak


Tarikan keras di rambutnya membuat Maura mendongak hingga lehernya serasa lepas dari persendiannya


"kamu pikir kamu siapa hingga mengabaikan ucapan ku? Hah!!?" teriak Alex tepat di wajah Maura


*Elis* batinnya tiba tiba teringat akan adik tirinya yang pernah mendapat perlakuan sama oleh Maria yang di saksikan langsung oleh Maura kala itu, ternyata rasanya sakit luar biasa. Sungguh tangguh dan kuat adik tirinya itu selama puluhan tahun mendapat siksaan dari ibu, kakak bahkan dirinya sendiri


"maaf" lirihnya nyaris tak terdengar, *maafkan aku, El* sambungnya dalam hati


Sudut matanya mulai basah, sepersekian detik selanjutnya air meluncur deras dari sana dengan matanya yang masih tertutup. Ia menyesali semua perbuatannya pada Alicia. Dosanya terlalu banyak pada sosok pendonor ginjalnya itu, bahkan Maura akan maklum jika Alicia tak akan memafkannya walau jika ia bersujud di kaki adik tirinya itu


"oh jal4ng kecilku menangis, heh?" Alex tersenyum miring melihatnya, ia kemudian menarik Maura ke arah sofa dan menghempaskannya disana


"aa..ampun tuan" mohon Maura setelah tersadar dari penyesalannya


"ngimpi kamu! Ibu dan kakakmu saja rela di jadikan pemuas para lelaki diluaran sana, kenapa saya tidak memperlakukan kamu sama seperti mereka? Hah?!" senyuman meremehkan Alex berikan pada putri keturunan dari seorang wanita tua yang Alex lihat bekerja di sebuah rumah bordil seminggu lalu


Maria, wanita sombong dan dengki itu kini berakhir di sebuah rumah bordil, ia memilih jalan haram itu sejak beberapa kali ia hampir mati mengenaskan di keroyok warga karna mencuri makanan.


Maura kembali pasrah menerima sentuhan kasar suami sirinya, padahal pagi buta tadi, Alex mendatanginya di kamar belakang dan mengambil jatahnnya.


Sedang Alex tak bisa lagi mengerti akan hatinya, sekuat tenaga ia berusaha menghindari kontak fisik dengan gadis yang tengah ia gempur di bawahnya pada sofa sempit ruang keluarga ini, mengingat janjinya pada sang istri sah yang tak akan berpaling apapun yang terjadi, namun sesuatu dalam dirinya yang bernamakan hasrat dan birahi tak bisa mendukung janjinya pada sang istri sah. Bahkan pikirannya juga sudah mulai menghianatinya. Ia terus kepikiran akan wajah istri sirinya kala ia sedang tak berada di rumah. Ia terus ingin bercinta lagi dan lagi dengan Maura.


Alex menyadari kesalahannya, ia telah berkhianat, tapi ia tak bisa berhenti. Maura terlalu licik mengambil sebagian pikirannya tanpa ijinnya.


Bahkan saat ia pulang kerja, ia langsung menuju kamar belakang dan meminta haknya, mengabaikan jika istri sahnya di lantai atas juga menunggunya di kamar mereka


pasti karna ia menemukan sarang untuk sang jagoan pada Maura. ya, jika saja Elana bisa memenuhi kebutuhan hasratnya, ia yakin, ia tak akan sudi menyentuh Maura sedikitpun. Pikir Alex


Bersambunggg...


#####


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu