
Ceklek
"bagaimana? Sudah dapat kabarnya?" tanya Alicia penuh harap pada sekertaris Ali yang baru saja masuk ke ruangan presdir
"masih proses pencarian, nyonya muda" lapor Ali merasa tak enak
Daniel melirik istrinya yang tengah menghela napas berat. Ia kemudian bangkit dari kursi kebesarannya dan menyusul istrinya di sofa
"sayang, ganti jambakin rambut Ali lagi, mau?" tawar Daniel setelah mendaratkan bokongnya di dekat sang istri
Alicia melirik Daniel dengan sinis, sedang Ali melongo tak percaya dengan tawaran tuan mudanya. Sebegitu tak berhatinya kah Daniel padanya sampai ia selalu menjadi umpan? Tak tahukah Daniel bahwa jambakan Alicia mengalahkan amukan ibu-ibu yang melabrak selingkuhan suaminya diluaran sana. Sakitnya sampai kebawa mimpi.
"rambut kamu boleh deh" ucap Alicia datar
"eheheh, damai sayang" cengir Daniel dengan menaikan tangannya membentuk pis.
"Ali" Daniel langsung melirik tajam Ali
"tahap pencarian, tuan" jawab Ali membuat Daniel mengernyitkan dahinya, kenapa jawaban ali sepertinya mengambang? Biasanya kan Ali selalu menargetkan waktu. Siang ini atau mungkin malam ini. selalu dengan jawaban itu sesulit dan sesusah apapun tugas yang diberikan oleh Daniel. tapi kenapa mencari seorang Maura yang luntang lantung diluaran sana tak bisa Ali dapat? Apa ada seseorang di belakang Maura?
"huh! Kemana kecekatan seorang sekertaris Ali yang hanya menjentikan jari semua beres, apa karna usia mempengaruhi semuanya?" cemoh wanita hamil yang ketularan tak berperasaan dari Daniel sejak hamil besar.
Daniel mengulum senyum mendengar ocehan istrinya yang mewakili suara hatinya itu. Ia menatap Ali dengan mata jailnya
Sedang Ali hanya mendengus kecil melihat kecocokan antara tuan dan nyonya mudanya yang sangat pintar menjatuhkannya setelah mendapat kelemahannya.
Sebenarnya Ali tahu kabar Maura dari orang suruhannya, tapi ia tak memberitahukan pada Alicia karna khawatir nyonya mudanya malah akan kepikiran akan kondisi Maura yang 2 hari ini berada di ruang rawat sebuah rumah sakit swasta. Alicia tak boleh banyak beban, setidaknya Ali harus menyembunyikan semua fakta sampai nyonya mudanya melahirkan terhitung 2 bulan lagi. untuk sekarang baik Daniel maupun Ali hanya perlu menjaga pola makan dan pola pikir Alicia agar tak lagi berakhir terbaring lemah membuat semua orang khawatir dan bersedih.
*ikatan batin nyonya muda nyatanya sangat kuat pada saudarinya yang satu itu* batin Ali
Ali memang belum melakukan tindakan apapun. sebab masalah Maura bukan urusannya dan masih ada Alex yang berhak secara agama atas Maura.
*maafkan saya, nyonya muda* mohon Ali dalam hati
Ali tak mau Alicia sampai khawatir pada Maura, karna keadaan Alicia yang juga lemah mengingat tengah mengandung dengan penuh rintangan apalagi hanya dengan satu ginjal saja.
"maklumlah udah tua. Banyak pikiran, Pikun jadinya. Cari istri sana sebelum beruban" lihatkan, sifat asli Alicia yang ceplos makin menjadi jadi. Gini nih, wanita kalau di kasih hati
Daniel sendiri melongo mendengar ucapan istrinya. Sebesar itukah Alicia ingin menemui Maura hingga berani mengolok Ali hingga tak bersisa. Tak tahuka Alicia bahwa Ali bahkan jarang beristirahat demi memenuhi mau Daniel dan Alicia sendiri. Mengelus dada, semoga istrinya tidak akan kurang ajar mengatainya pikun. Jika ia, Daniel pastikan akan menyemplungkan kepala Alicia di kolam ikan, eh tapi kan cinta. Argg tapi tidak harus sekasar itu kan.
Alicia menggigit bibir, merutuki ucapannya yang mungkin akan menyinggung perasaan Ali. Alicia juga kesal sendiri dengan dirinya yang mudah sekali terpancing dan meledak belakangan ini. Melirik sekertaris Ali yang tersenyum samar membuat rasa bersalah Alicia makin mendominasi. Argg mulut bodoh! Ali bahkan banyak berkorban untuknya.
"emm..maaf" lirih Alicia nyaris tak terdengar
Ali hanya tersenyum geli, umurnya memang 29 tahun dan diolok tua oleh wanita berperut buncit itu memang benar adanya. tapi apa katanya? Cari istri? Ali akan mencarinya tapi tidak dekat-dekat ini, ia masih menata baik-baik perasaannya. Tak tahuka Alicia bahwa Ali beberapa bulan ini mati-matian mengahapus dan menghilangkan perasaannya yang salah alamat.
Perasaannya salah, ia merutuki ketidak berdayaan hatinya yang tercuri oleh istri tuannya. Ia berusaha beradamai dan mengubur dalam-dalam perasaannya yang terjatuh untuk pertama kalinya pada seorang wanita dan itu terjatuh oleh pesona Alicia.
Si pemberi ciuman pertama baginya.
Alicia mencuri ciuman pertamanya. Ah mengingat itu membuat dada Ali kembali berseri, pipinya merona, malu. dasar pria tua lapuk!! katanya mau melupakan tapi masih aja dikenang dengan indah.
"kenapa tuh bibir senyam senyum gitu? Tebar pesona kamu sama istriku?!" ujar Daniel tajam menyadarkan Ali dari memori masalalu
"iya, eh, nggak tuan" ujar Ali gugup membuat Daniel memicingkan matanya
"maksud saya eh.. Persiapan resepsi pernikahan sudah 100% beres, begitu juga dengan pulau yang tuan muda inginkan" untung saja otaknya sangat pandai berkilah
"kamu senyum nggak jelas hanya karna itu?" todong Daniel masih curiga
"iya tuan, saya ikut bahagia membayangkan tuan dan nyonya mud..."
"berani-beraninya kamu membayangkan istriku di otak kotormu itu!" kini Daniel beranjak dari duduknya menatap tajam sekretarisnya itu
*adduh! Salah lagi kan* batin Ali
"saya pamit tuan, hubungi saya jika anda butuh sesuatu" setelah mengucapkan itu Ali langsung berbalik membuka pintu dengan buru-buru dan akhirnya bisa bernapas lega kala pintu ruangan Daniel sudah ia tutup
"ah" bernapas lega, Ali mengelus dadanya sambil melirik pintu di belakanganya, ia yakin di dalam sana tuan mudanya tengah meneriaki namanya, beruntung ruangan presdir itu kedap suara hingga Ali tak mendengar jika saja Daniel mengumpatinya dari dalam sana
"sarang kelelawar" umpat Ali bergidik ngeri, ia kemudian berjalan cepat menuju ruangannya sebelum Daniel menyusulnya.
\=\=\=\=\=\=\=
Alicia mematut dirinya di cermin. Sebuah senyuman kecil terbit dibibir mungilnya yang kini menggunakan gaun mewah dengan riasan wajah sederhana namun sangat cantik nan anggun.
Ini kali pertama wajahnya dirias oleh Mua profesional. Dulu waktu akad, ia hanya menggunakan make up murahan miliknya sendiri.
Ia tak percaya ia akan memakai gaun pengantin ratusan juta ini. Jauh dari pernikahan impiannya yang semua serba sederhana.
Meski awalnya hanya ada penderitaan dalam pernikahannya, ia bahkan tak pernah berani bermimpi dan berharap pada pernikahannya dengan seorang tuan muda pewaris Prasetio Corp. Namun nyatanya takdir memang semisterius itu, semua penderitaannya terbayar dengan bahagia. Semua orang kini menyayanginya. di tambah kehadiran buah hatinya yang sebentar lagi akan lahir melengkapi kebahagiannya.
Matanya mulai berkaca-kaca mengingat jalan hidupnya yang tak mudah, namun sebelum air mata itu merusak riasan mahalnya, Daniel memasuki ruangan membuat Alicia berbalik badan, ia menyambut kedatangan tuan suaminya dengan senyuman lebarnya
Perias beserta beberapa anak buahnya pamit undur diri kala menyadari kode dari pria berjas rapi dengan warna senada dengan gaun nyonya muda
"makasih" ucap Alicia tulus melepas kepergian mereka
Setelah tinggal mereka berdua, Daniel melangkah mendekat dengan tatapan yang sedari tadi tak pernah lepas dari pemilik jiwanya.
Senyuman Alicia kini menular pada Daniel namun setelah berjarak kurang lebih 2 meter, senyum Daniel hilang digantikan dengan kerutan di dahinya
"kamu siapa?" tanyanya
Alicia menatap Daniel aneh, senyumnya memudar " istri kamu lah, tuan muda Daniel"
"masa sih?" Daniel tampak berpikir
Alicia sontak memegang wajahnya, apa karna make up-nya? Padahal make up-nya benar-benar natural.
"mas nggak ngenalin wajah Dara apa?" tanya Alicia ikut memanggil dirinya dengan nama panggilan khusus dari suaminya
Daniel menggeleng miris
Alicia buru-buru berbalik dan kembali menatap dirinya di cermin besar. Melihat make up-nya tidak mencolok dan tidak tebal membuat Alicia menatap Daniel dari cermin.
"wajah aku kan biasa aja" ucapnya dengan bibir mulai bergetar. Sesak rasanya tak dikenali oleh suami sendiri padahal wajahnya tak ada yang berubah malah makin cantik
Daniel terkekeh, ia melangkah mengikis jarak dan memeluk istrinya dari belakang sebelum telaga bening istrinya banjir. Niat hati ingin mengerjai malah tak tega.
"cantik banget sih, sampai tak percaya jika ini istrinya, mas" ujar Daniel mengecup pipi tembem Alicia
Alicia menahan senyum
"apaan sih mas, awas ih, nanti make up-nya luntur" ujarnya menyembunyikan riak wajahnya
"serius sayang, kamu cantik banget"
Alicia makin merona dengan sikap manis Daniel yang sangat jarang ini. Ia melepas belitan tangan kekar Daniel di perut buncitnya karna malu kemudian duduk di kursi tempat ia dirias tadi
"maaf baru bisa merayakan resepsi pernikahan kita" ujar Daniel berjongkok di depan Alicia, matanya manatap lurus manik Alicia sedang tangannya menggenggam kedua tangan istrinya dan sesekali dibawanya ke bibir untuk dikecupnya.
Harusnya acara resepsi sesuai rencana berlangsung 2 minggu yang lalu pas satu tahun usia pernikahan mereka, hanya saja mendekati hari H, Alicia harus di rawat intensif di rumah sakit milik Daniel karna ada komplikasi, beruntung tak terlalau berbahaya hingga seminggu di rawat Alicia bisa pulih dengan kandungannya yang juga sudah baik-baik saja.
Kemudian hampir seminggu ini, Alicia harus total istirahat agar tak kecapean juga tak boleh banyak pikiran hingga acara resepsi baru bisa mereka lakukan sekarang.
Alicia tersenyum, "aku bahagia, tuan" ujarnya kemudian membuat Daniel ikut tersenyum
End!!
...
.....
eh boong deng.
hahahaha
Bersambung yak...
######
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu