TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 08


"sayang!" teriakan pria dewasa menggelegar di sebuah rumah sesaat kakinya baru saja memasuki pintu bangunan yang menjadi tempatnya untuk berpulang melepas penat dari rutinitas dunia kerja, di bibirnya tercetak senyuman yang hanya ia tampilkan jika sedang bersama istri sahnya


"dimana istriku?" tanyanya datar pada wanita muda yang baru saja muncul dari area belakang


"di taman belakang, tuan" jawab Maura menunduk


Alex segera mengayunkankan langkah panjang menuju belakang rumah, melirik sekilas saat melewati tubuh ringkih istri sirinya yang makin tak terawat


Saat sudah di belakang, Alex terdiam sebentar melihat Elana yang tengah menikmati udara sore, rasa sesal setiap ia memerhatikan Elana dari kejauhan kembali merasuki sukmanya.


Wanita yang sudah menjadi istrinya selama belasan tahun itu harus hidup menyedihkan diatas kursi roda karna kecelakaan, Alex menyalahkan dirinya karna insiden itu, ia tak bisa menolong Elana saat kejadian karna dirinya lebih dulu hilang kesadaran. Meski demikian ia tetap merutuki dirinya yang lemah hingga tak bisa menjaga Elana dan mengakibatkan wanita itu mengalami luka lebih parah darinya dan berakhir mengakibatkan lumpuh.


"mas?" panggil Elana saat menyadari kedatangan suaminya dan berhasil menarik Alex dari rasa penyesalannya


"sayang" Alex menghampiri Elana, mengecup pucuk kepala wanitanya sebelum berjongkok di depan wanitanya


"aku punya kabar baik untukmu" ujar Alex menatap lekat mata sang istri


"kabar apa itu, mas?" tanya Elana antusias


"proposal aku diterima sayang, perusahaan Prasetio Corp mau bekerja sama dengan perusahaan kita" ujar Alex penuh binar


"wah, selamat yah suamiku, kerja kerasmu akhirnya membuahkan hasil" Elana mendaratkan kecupan di pipi sang suami, ia sungguh bahagia dan mengucap penuh syukur atas pencapaian suaminya


"semua berkat dukungan dan doamu sayang" ujar Alex kemudian mendaratkan kecupan di dahi sang istri


"tapi maaf yah, karna kedepannya waktu aku akan terkuras dengan perusahaan" ujar Alex merasa sedih karna kedepannya kebersamaan dengan istrinya akan berkurang karna waktunya akan terkuras dengan urusan pekerjaan, mengingat dengan perusahaan siapa ia bernaung


"tak masalah, mas. Asalkan impian kamu bisa terwujud, lagian kamu kerja untuk aku, kan" ujar Elana mengedipkan matanya di akhir kalimat membuat Alex terkekeh dengan tingkahnya


"makasih atas pengertiannya istriku" Alex membawa tubuh Elana kedalam dekapannya dan Elana membalas pelukan hangat suaminya, wanita cacat itu tersenyum penuh arti


jika Sepasang suami istri sah itu saling menyalurkan rasa bahagia di sore hari, berbeda dengan seorang wanita muda yang berstarus istri siri, berdiri diam disana, tersenyum pedih yang diam-diam melihat adengan itu.


"aku merindukan dekapan ayah dan ibu" gumamnya, ia memeluk dirinya sendiri kemudian beranjak dari sana. Jujur ia butuh pelukan, sebuah pelukan untuk mengurangi beban pikiran, fisik dan hatinya


\=\=\=\=\=\=\=


Pria dengan ekspresi datar itu berjalan menyusuri koridor Mall, ia hendak menuju salah satu restoran karna memiliki janji temu, namun langkahnya harus terhenti kala ujung matanya tak sengaja menangkap sesosok yang tak asing. Ia berhenti tepat di depan sebuah toko dengan brand ternama. Netranya menatap lamat-lamat seorang gadis yang tengah sibuk mencari sebuah barang yang terpasang rapi di dalam sana


Dan saat kecurigaannya benar, buru-buru ia memasuki toko menghampiri gadis itu


Hap


Tangan kekarnya meraih tangan lelaki muda yang baru saja merogoh sebuah dompet pada tas si gadis itu


"si4lan!" umpat lelaki muda itu yang ternyata seorang copet, ia marah karna aksinya di gagalkan


Kretak


"AAWWWW!!!"


Sontak semua orang fokus pada teriakan melengking itu


"ceroboh!" bukannya mengumpati balik si pencopet, Ali malah mencerca gadis itu dengan tatapan sinisnya


"tu,,tuan" Filda yang belum sadar sepenuhnya apa yang terjadi tergagap bingung akan kemunculan sekertaris Ali dan malah mengatainya ceroboh


Ya, gadis yang berhasil mengalihkan atensi seorang sekertaris Ali dari tujuan utamanya datang kesini adalah Filda, sahabat nyonya mudanya


"kembalikan atau kamu tidak bisa lagi menghirup udara di menit selanjutnya" titah Ali kini menatap penuh peringatan si copet


Buru buru si copet memungut dompet Filda yang terjatuh di lantai karna serangan tiba-tiba dari sekertaris Ali


"i..ini" serah si pencopet. Filda yang melihat dempetnya membulat sempurna, sebelum meraih dompet itu ia terlebih dahulu memeriksa tasnya


"ini dompetku" Filda segera meraih dompetnya setelah menyadari apa yang terjadi


"ba.. Bagamana bisa?" tanya Filda menatap Ali bingung


"karna kamu sembrono!" semprot Ali tak berperasaan


"panggil Security dan manajermu!" titah Ali pada salah satu karyawan toko


Tak berselang lama, 2 orang yang Ali maksud sudah ada di hadapannya


"jika kejadian seperti ini terulang lagi, sebaiknya kalian mengundurkan diri dari Mall ini" ujar Ali penuh peringatan, membuat kedua orang itu menelan ludah kasar


Sedang si gadis yang baru saja hampir menjadi korban copet menatap Ali takjub


*si tuan sekertaris rasa tuan presdir* batin Filda


"urusi dia, jangan sampai saya melihatnya berkeliaran lagi" kembali Ali mengeluarkan titah sebelum ia beranjak dari sana


"tuan, tunggu!" Filda mengejarnya, berniat mengucapkan terimaksih malah yang ia dapatkan hanya sebuah perkataan pedas


"jangan mengikutiku, saya tak sudi ada orang ceroboh di sekitarku" ujar Ali tanpa menghentikan langkahnya


"terimakasih!" teriak Filda sebab ia menurut akan perkataan Ali yang tak suka jika ia mendekat, alhasil jarak mereka agak jauhan.


Meski kesal akan sikap sombong pria itu tapi Filda tetap wajib berterimakasih bukan?


"hm" balas Ali bergumam yang tentu tak bisa Filda dengar


Bersambungggg...


#######


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu