TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 95


Perdebatan kakak beradik itu masih mewarnai pagi ini, tak ada yang mau mengalah dan mengabaikan, jika yang satu berucap yang satunya lagi pasti punya saja jawaban untuk dijadikannya umpan hingga membuat satunya kembali melontarkan caci makian, namun diliat dari ekpresi tampaknya Alicia lah yang menang, sebab ia selalu menanggapi dengan santai tanpa beban bahkan sesekali dengan candaan, sedangkan Maureen dilihat dari segi manapun hanya ada hawa panas yang menyelimuti dirinya, emosinya sudah berada di ubun, urat urat leher dan wajahnya sudah tercetak jelas di balik warna kulitnya yang sudah memerah, ibarat bom di detik detik terakhir, ia akan meledak dan memporandak porandakan semua benda yang ada di sekitarnya sepersekian detik lagi.


"mau minum dulu kak, takutnya tenggorokanmu kering" tawar Alicia tersenyum kaku


Jujur Alicia sebenarnya takut, sesekali ia menelan ludah kelut, takut melihat keadaan Maureen yang bisa saja menghempas benda benda bernilai miliaran dan menendang gucci gucci limited edition milik Daniel sama seperti sering dilakukan Maureen di Mansion Dinata jika ia sedang marah tapi tentu nilai barang barang di Mansion Dinata tidak semahal barang-barang mansion Prasetio


Dan kalian tentu tahu jika dulu Maureen menghancurkan benda benda di Mansion selalu Alicia yang kena imbas dan akan berakhir kena hukuman, cambukan dan tidak di beri makan 3 hari, itu guna membayar barang barang yang di hancurkan Maureen yabg bernilai ratusan juta.


Kenyataan itulah yang membuat Alicia menyembunyikan rasa takut di balik sikap santainya melayani perdebatannya dengan Maureen, ia takut jika Maureen bereaksi maka Alicia lah yang akan menerima semua konsekuensinya. Karna dari dulu Alicia selalu salah tak peduli bagaimanapun kebenarannya.


Dan juga ia takut jatah makanya akan dikurangi. Ck dasar tukang makan.


Merasa awas dengan keadaan, Alicia memilih meninggalkan Maureen dan melanjutkan langkahnya menuju tujuan utamanya, taman Mansion, ia kembali mengalah menghadapi Maureen, dari pada ia akan mendapat masalah lebih besar lagi. Setidaknya ia sudah merasa menang sudah melihat kakakya marah-marah pagi ini. Sisi lain dalam dirinya merasa bahagia dan puas.


"saya pamit kak, mohon dimengerti, istri tuan Daniel ini tidak bisa melayani kakak lebih lama" lihat saja Alicia memang sungguh pandai memancing emosi Maureen


Alicia berucap saat melewati tubuh Maureen yang mengepalkan tangannya kuat kuat dengan raut wajah masih memerah. Namun langkah Alicia harus terhenti saat tangannya di tarik paksa oleh Maureen hingga membuat Alicia membalikan badannya


"apaan sih" kaget Alicia menghempaskan tangannya


Pak Wis yang mengikuti langkah nyonya mudanya dari belakang tampak terkejut dengan serangan tiba tiba Maureen, saat hendak menjauhkan tubuh nyonya mudanya dari Maureen, tiba tiba ia menyadari sesuatu, fokusnya teralihkan dari nyonya mudanya ke pintu utama


"keturunan wanita murahan sepertimu jatuh tidak jauh jauh dari pohonnya! MUR... " olok Maureen terpotong saat nentranya juga menangkap sosok di pintu utama. Sontak rasa marah Maureen berubah terkejut dan sepersekian detik selanjutnya


"AWWW" maureen berteriak kesakitan. Ia menjatuhkan sendiri tubuhnya ke lantai


"kamu jahat baget sih sama kakak, kenapa kamu dorong kakak hiks" tumpah sudah air mata Maureen, air mata palsu.


Alicia mengeryitkan dahi, ada apa dengan Maureen? apa maksud ucapan yang mengarah tuduhan itu?


Siapa yang dorong siapa?


Pak Wis juga sampai melongo dengan akting kakak dari nyonya mudanya itu.


Licik. Pak wis geleng geleng kepala pelan


"kakak lagi hamil anak Daniel, apa kamu mau mencelakai anak kami?" todong Maureen lirih dengan derai air mata


"DARA!" teriakan seseorang membuat Alicia menoleh dan mengurungkan niatnya menolong Maureen untuk berdiri


Ya, si Alicia dengan hati luasnya tetap saja mau membantu Maureen meski masih dengan isi kepala bertanya tanya, dan ya, jawabannya adalah ini. Maureen berekting jatuh terdorong karna ada Daniel yang Alicia tak tahu sejak kapan kedatangannya


Bola mata Alicia membola, melihat tuan suaminya tiba tiba berada di Mansion pagi menjelang siang ini. Alicia menelan ludah, ia melirik Maureen sekilas dan balik lagi ke arah tuan suaminya yang kini sudah berjalan ke arahnya


"kamu nggak papa?" tanya Daniel dengan nada khawatir setelah berada di depan Alicia, ke dua tangan kekarnya memegang kedua pundak Alicia dan menelisik tubuh Alicia, mengecek apakah ada yang luka atau lecet


Yang jatuh siapa yang di periksa siapa


"sa.. Saya nggak papa tuan" balas Alicia gagap, kembali terkejut akan reaksi tuan suaminya


"ah syukurlah" Daniel mendesah lega kemudian membawa Alicia kedalam dekapannya


Alicia mengerjab bingung dalam dekapan Daniel, ia tak membalas pelukan Daniel.


Maureen yang melihat adengan mesra suami istri itu melongo tak percaya. Segera ia bangkit dengan sendirinya


"yang di dorong aku, Niel!" ucap Maureen menggebu membuat pelukan suami istri itu terlepas


"oh iya ya, aku lupa" Daniel menatap Maureen dengan cengiran lucu


"pak Wis, bantu nona Maureen berdiri" perintah Daniel menoleh ka arah Pak Wis


"tapi tuan muda, nona Muareen sudah berdiri" jawab pak Wis


"oh sudah?" tanya Daniel pura-pura ke pak Wis


Pak wis yang tahu jika tuan mudanya sedang bercanda malah meladeni dengan mengangguk mengiyakan pertnyaan tuan mudanya


"Niel.." lirih Maureen karna merasa dipermainkan


Sedang Alicia mengulum senyum akan tingkah tuan suaminya. Alicia jadi ragu jika kakaknya selama ini merasa bahagia selama menjadi tunangan tuan Daniel.


"Niel, wanita ini mendorongku, ia mau mencelakai ku dan juga anak kita" Maureen yang merasa terancam kembali bersuara untuk memojokan Alicia.


"benarkah?" tanya Daniel pura pura kaget


Maureen mengangguk antusias melihat reaksi Daniel yang khawatir


"baiklah sepertinya kamu merindukan hukuman ku, hm?" Daniel menoleh ke arah istrinya dengan menaikan sebelah alisnya mengisyaratkan akan makna


Alicia menunduk saat netranya bertubrukan dengan netra milik tuan suaminya, menggigit bibir bawahnya Alicia hanya bisa pasrah dihukum, tentunya jika hukuman itu adalah hukuman di atas ranjang Alicia tentu menolak, toh ia masih bisa beralasan datang bulan


Jujur bukan hanya harga dirinya yang ia pertaruhkan dalam kebohongannya itu, tapi ada sesuatu dalam dirinya yang merasa mual jika melihat tuan suaminya berkeringat, bukan jijik tapi.. Entahlah Alicia juga bingung.. Autor juga bingung mendeskripsikannya. Heheheh


"ikut aku!" titah Daniel melangkah masuk dan menaiki tangga menuju kamar utama


Alicia mendesah pelan kemudian mengikuti langkah tuan suaminya


"Niel, kenapa tidak di sini saja sih kasih pelajaran sama dia" lirih Maureen yang di abaikan oleh Daniel, karna Maureen sendiri tak berani meninggikan suaranya di hadapan Daniel jadi meski Maureen ingin tapi ia hanya bisa mengeram


"karna hukuman yang akan tuan muda berikan pada nyonya muda itu hanya bisa disaksikan oleh mereka berdua" ucap Pak Wis pelan kemudian ikut beranjak meninggalkan Maureen yang melotot mendengar ucapan Kepala pelayan di Mansion Prasetio itu


bersambungggg


########


salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu