TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 146


"Waw!" kata seribu makna yang menggambarkan bagaimana perasaan wanita hamil itu saat pertama kali menginjakan kakinya di pulau yang membuat matanya berbinar dengan perasaan damai karna udaranya yang asri nan sejuk.


"kamu suka?"


"iya, pemandangannya sangat indah, jadinya suka" jawab Alicia menganggukan kepalanya berulang


"aku?"


"hm?" Alicia menoleh, keningnya berkerut tak mengerti maksud tuan suaminya


"kalau aku?" ulang Daniel


"mas kenapa? Oh.. mau aku tanya mas suka apa enggak pemandangannya?" tebak Alicia. Ck udah salah nge-gas lagi


"ya, aku suka kamu" jawab Daniel cepat dengan ekspresi datarnya


"Dih, nggak nyambung" cibir Alicia


*otak kamu yang nggak peka* olok Daniel dalam hati


Meski kesal karna kalah saing dengan pulau, tapi ia tetap menemani istrinya menikmati pemandangan sampai bumil itu puas menjelajahi


"sayang, istirahat dulu yuk" ajak Daniel mulai khawatir karna sudah hampir sejam Alicia tak juga kunjung lelah menyusuri keindahan pulau. istrinya butuh istirahat.


"disana kayaknya bagus deh, kesana dulu yuk" ajak Alicia dengan mata memohonnya


"besok aja Ra, emang kamu nggak capek apa?" ujar Daniel. Pasalnya mereka terbang kesini puluhan jam dan saat sampai istrinya langsung antusias menyusuri pulau. Apa kaki bengkaknya tidak lelah? beruntung matahari jam 10 pagi di pulau tak begitu terik hingga kulit mereka tak terbakar


"aku masih kuat..."


"baiklah, sepertinya kamu harus dihajar di ranjang sampai kamu lemas" potong Daniel langsung membungkukan badannya dan meraih Alicia ke dalam gendongan ala bridal style, membuat Alicia terpekik kaget karna perlakuan Daniel


"jangan sia-siakan tenagamu hanya untuk melihat pemandangan buatanku ini, karna ada pandangan alami ciptaan Tuhan pada tubuhku ini yang harus kamu kagumi dan nikmati sepuasmu" Daniel mengedipkan sebelah matanya, membuat Alicia merona karna ucapannya


"dasar pria tua mesum!" gerutu Alicia namun ia malah melingkarkan kuat tangannya pada leher suaminya


"mesum sama istri sendiri pahala sayang, dan aku belum tua" protes Daniel tak suka di cap sebagai pria tua oleh istrinya. Ingat, umurnya baru mau 29 tapi istrinya sudah yang kesekian kalinya mengatainya tua


\=\=\=\=\=\=\=


Kan, lihat. Malu-malu tapi doyan. Bahkan yang memulai ronde kedua adalah istri kecilnya. Daniel hanya bisa pasrah sambil menikmati permainan istrinya yang makin jago membawanya ke puncak nikmat.


ruangan 10x7 m pada lantai 2 sebagai lantai tertinggi di sebuah bangunan mewah dengan gaya perumahan eropa yang terletak di sebuah pulau tersembunyi namun pemandangannya sangat menakjubkan, dinding serta atap yang terbuat dari kaca tak menghalagi menikmati pemandangan dari luar. tenang saja, kacanya hanya tembus pandang dari dalam ruangan namun dari luar semua tampak gelap membuat sang penghuni kamar bebas melakukan apapun tanpa ketahuan.


seperti yang tengah terjadi pada siang bolong ini.


"huh capek" gumam Alicia membenamkan wajahnya di ceruk leher Daniel setelah ronde kedua usai. Alicia masih berada dalam pangkuan Daniel yang terduduk di sofa dengan mereka masih menyatu di bawah sana


"pindah ke kamar mandi mau?" goda Daniel.


"udah lemas, tuan" jawab Alicia seadanya dengan gumaman karna ia masih mengatur napasnya


"tapi sepertinya milikmu masih menginginkan milikku" Daniel mulai usil dengan sedikit memutar-mutar p4nt4tnya


"bisa lahir anakku sebelum waktunya" gerutu Alicia namun ia ikut memaju mundurkan b0k0ngnya di atas pangkuan Daniel membuat Daniel tergelak akan sikap bumilnya yang makin binal, tapi Daniel suka bahkan sangat bahagia istrinya bisa mengimbangi nafsunya meski dalam keadaan hamil besar. Meski nafsu keduanya sama-sama tinggi tapi gaya bermain mereka menghindari gaya maenstrem.


Daniel mengeram dengan sorot matanya yang kembali hanyut dalam gairah, ia dengan pelan mengangkat tubuh besar Alicia ke ranjang agar Daniel bisa kembali memimpin permainan seperti ronde pertama mereka.


"kamu sungguh nikmat sayang" ujar Daniel kini mulai memimpin


Alicia yang juga kini terhanyut hanya bisa mer3m4s seprai kuat menyalurkan rasa nikmatnya, ia sejujurnya ingin memeluk leher suaminya dan m3lum4t bibir yang sudah membengkak akibat ulahnya tadi di atas sofa, tapi dalam posisi ini ia terhalang oleh perut buncitnya jadinya ia hanya bisa melampiaskan pada seprai


Daniel yang paham mau istrinya menghentikan gerakannya, perlahan ia berbaring di samping Alicia dan membalikan tubuh Alicia membelakanginya. Kembali ia memaju mundurkan peliharaannya dari belakang sang istri yang sedari tadi terbenam di gua ternikmatnya, dengan posisi begini ia bisa menikmati gunung kembar yang kian membesar dan juga bisa meraup bibir istrinya jika ia mengangkat kepalanya


Cup


Kecupan dalam pada kening Alicia mengakhiri permaian mereka.


"makasih istriku" Daniel menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang mereka setelah Daniel mengelap keringat dan cairan di tubuh masing-masing yang berhasil membuat seprai jadi basah. Jorok!!!


"hm" gumam Alicia di sela-sela kesadarannya. Bumil itu sudah hampir terlelap akibat kelelahan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Mata Alicia berkaca-kaca, melangkah pelan dengan tangannya yang terus mengelus perut buncitnya. Menarik bibirnya membentuk sebuah senyuman haru kala kakinya kian mendekat pada pria yang tengah berdiri dengan sebuket mawar putih di gengamannya.


"hei kok nangis, sayang?" Daniel tentu panik. Niat hati ingin memberi kejutan malah ia yang terkejut dengan respon istrinya.


sengaja ia tinggalkan istrinya turun duluan demi memberinya kejutan.


Kaki panjangnya segera menghampiri istrinya.


"kamu nggak suka yah? Maaf, maaf karna meninggalkan mu" sesal Daniel menarik Alicia dalam dekapannya


"hiks, hiks, hiks" Daniel mengusap kepala dan punggung istrinya pelan. Mulutnya terus mengumamkan kata maaf


"huwaaaaaaaa____" tangis istrinya makin pecah membuat Daniel gelagapan. Karna tangis Alicia makin kencang membuat Daniel berjongkok di hadapan wanitanya memohon maaf. Ia akan melakukan apapun agar istrinya tak bersedih, berjongkokpun tak masalah. Beruntung pulau ini adalah miliknya, para pelayan-pun sudah pergi setelah tuan muda mereka berada di tempat yang sudah di dekorasi secantik ini hingga tak ada seorangpun yang melihat seorang tuan presdir arogan kehilangan wibawahnya.


"sayang, hei, aku minta maaf. Aku tidak tau kalau kamu tidak akan menyukai ini, aku hanya..."


"kamu jahat! Kenapa kamu buang bunganya, huwaaaaa" potong Alicia mengutarakan kesedihannya disela-sela tangisannya. Ia sedih melihat buket bunga cantik itu teronggok menggenaskan di lantai karna Daniel langsung refleks melepasnya kala melihat mata Alicia berkaca-kaca


"hah?" Daniel mengerjab, tangannya yang memegang kedua tangan Alicia perlahan mengendur


Alicia menepis tangan Daniel, ia kemudian melangkah mengabaikan wajah bingung Daniel. Ia berjongkok meraih buket mawar putih dan mengusap pelan seolah membuang kotoran yang menempel


"istriku dengan segala otak piciknya" gumam Daniel yang kini terduduk di lantai menikmati nasibnya sebagai pria bucin yang juga tak mengerti mau istrinya


Bukanya bumil memang tak tertebak?


Arggh sudahlah


Setelah adengan drama usai kini sepasang suami istri itu menikmati makan malam romantis di bawah bulan dan bintang-bintang langit


"makasih makan malamnya, tuan suami" tanya Alicia setelah menyelesaikan makanannya


"ya, semua ini tidak gratis, nyonya istri" ucap Daniel mengoda dengan menaik turunkan alisnya


"bayarannya bukannya sudah tadi siang" balas Alicia tak terima


"3 ronde loh" lanjut Alicia mengingatkan


"i_itu, itukan be.."


"huh, dasar otak tuan aja yang mesum" gerutu Alicia memotong ucapan Daniel


"huh, kayak otak kamu tidak aja" balas Daniel dengan gumaman


Bersambungggg....


########


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu