TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
Epilog


Charlotte Rose Maulana, titipan Tuhan yang dipercayakan padanya bersama sang istri adalah suatu anugrah yang membuat Alex mengucap syukur setiap ia bangun tidur sejak 4 bulan belakangan ini. ingatan saat sang istri yang tengah berjuang menghadirkan Charlotte di tengah-tengah keluarga kecil mereka akan abadi dalam benak Alex.


berdebar, cemas dan takut akan keadaan sang istri juga perasaan menunggu kehadiran buah hatinya segera lahir membuat Alex kalang kabut hari itu. Maura sempat pingsan 2 kali menjelang persalinan. memang memasuki bulan ke 7 kehamilan Maura, wanita itu sering bolak balik rumah sakit karna kesehatannya terganggu akibat kepikiran dengan anak Maureen yang hilang tanpa jejak, mereka hanya tahu jika anak yang dilahirkan Maureen berjenis kelamin perempuan.


Alex menemani Maura berjuang, lelaki itu memang tak pernah beranjak barang sedetikpun dari Maura, ia korbankan tubuhnya menjadi pelampiasan kesakitan sang istri saat memperjuangkan buah cinta mereka lahir ke dunia. lengannya yang penuh luka cakaran, rambutnya rontok akibat jambakan dari Maura tak ada apa-apanya saat ia mengingat bagaimana kasarnya dulu memperlakukan Maura, Alex sadar mungkin itu adalah pembalasan sang anak padanya untuk sang ibu yang terakhir kalinya sebelum bayi mungil itu keluar melihat dunia dan bertemu sang papa


rasa cemas, ketakutan juga sedikit perih pada lengan juga kepalanya seketika menguap saat suara tangis bayi pertama kali memasuki indra pendengarannya. kulit merah bayinya, pertama kali menggendong Charlotte dan merasakan detak jantung bayinya di dada telanjangnya adalah hal yang paling menakjubkan untuk Alex selama 36 tahun hidupnya, semua beban hidupnya seketika terangkat detik itu juga. bagi Alex, Maura dan Charlotte adalah napas hidupnya, detak jantungnya dan kedua wanita tercintanya itu adalah alasan Alex bisa lebih muda karna keseringan bersyukur, tersenyum dan tertawa beberapa bulan ini dan semoga berpuluh-puluh tahun kemudian hingga ajal menjemputnya. ya, semoga Autor mengabulkan harapannya.


""""""


setelah menempuh perjalan udara beberapa jam, keluarga kecil Alex kini memasuki sebuah rumah sakit mewah di ibu kota Jakarta.


"jalan pelan sayang, nanti nabrak loh" ujar Alex memperingati Maura


"aku takut mas, Alicia itu keluarga aku satu-satunya yang tersisa" ucap Maura panik


ya, yang menelpon Alex tadi pagi adalah salah satu maid kepercayaan Alicia di mansion. si maid mengatakan jika si nyonya muda yang kebetulan adalah adik istri Alex masuk rumah sakit, tapi tak memberitahu sang nyonya tengah sakit apa karna keburu panik sendiri si maid itu


"nyonya muda itu nggak akan kenapa-napa kok, si tuan Daniel punya uang melimpah, nggak mungkin biarin istrinya mati begitu saja"


"astaga mas! mulutmu" desis Maura


"ups, maaf" ucap Alex membungkam mulutnya


"kena marah sama mama, Carlotte" adu Alex berbisik pada sang anak yang berada dalam gendongannya, sedang Carlotte tak menghiraukannya, bayi kecil yang penglihatannya sudah tajam itu sibuk memindai keramaian rumah sakit dengan mata bulatnya yang bening sebening kristal


ruangan Vip terbaik adalah ruangan yang tengah Alex dan Maura masuki saat ini. Maura segera berjalan cepat ke arah brangkar dimana sang adik terbaring dengan selang infus bertengger di punggung tangannya


"Al"


"kenapa datang?" tanya Alice membuat Maura mengerjab


maksud pertanyaan Alicia kedatangan dirinya tak diharapkan gitu?


"kamu nggak..."


"kasihan Carlottenya, aku nggak papa" potong Alicie beralih menatap keponakannya yang sudah terlelap di pelukan Alex


"kamu masuk rumah sakit Al, kamu bilang nggak papa?" tanya Maura kesal


"ck, lama-lama kamu ikutan nyebelin deh" jawab Alicia berhasil memunculkan geraman Maura. andai saja adiknya ini bukan ratunya tuan Daniel udah Maura ketok palanya. dikhawatirin malah songong banget.


"lagian siapa sih yang ngabarin mereka?" tanya Alicia menatap satu persatu orang-orang yang berada di ruang rawatnya


"bukan saya, nyonya muda"


"bukan gu.. bukan saya"


"bukan ibu"


sontak mereka menjawab dengan mengangkat kedua tangan ke atas


Alicia memicingkan mata ke tersangka terakhir yang sedang sibuk... atau sok sibuk bermain dengan baby Gael?


"mas?"


"apa?" Daniel mendongak menatap sang istri tanpa merasa terintimidasi


"maid yang ngabarin mas Alex. lagian kenapa sih mau nyembunyikan dari aku? aku ini kakak kamu loh Al, aku berhak tahu gimana kondisi kamu" sahut Maura kesal bercampur khawatir


"blublublu" celoteh tak jelas bayi 7 bulan itu mengalihkan atensi semua orang, tangan kecilnya melambai-lambai ke arah Alex, baby Gael baru menyadari kehadiran manusia kecil sepertinya di gendongan pamannya itu


Alex mendekat, ia ikut duduk di samping cucu pertama Prasetio itu


"adek ote lagi bobo sayang, nggak bisa diajak main" ujar Alex berbisik


"bububul" Bandel, Baby Gael malah merangkak ke arah Alex hendak meraih baby Carlotte tapi Alex segera berdiri untuk menghindari baby Gael agar putrinya tak diganggu


"hiks hiks huwaaaa" tangis menggelegar baby Gael akhirnya pecah. Daniel yang tak terima anaknya menangis menendang betis Alex, tak keras tapi mampu membuat Alex sedikit oleng karna tak siap


"berani sekali anda membuat anak saya menangis" omel Daniel tak terima putra kesayangannya menangis karna Alex menjauh


Daniel segera meraih putranya, menenangkannya dengan sabar, tapi matanya sesekali melirik kesal ke arah Alex.


Daniel tentu marah putra kesayangannya menangis hanya karna dijauhkan dari Carlotte. ya, hanya karna, toh buat Daniel, Baby Gael adalah harta berharga untuknya dan sang istri yang akan selalu ia turuti semua kemauan putranya tanpa peduli yang lainnya, termasuk itu menganggu tidur baby Carlotte. Dan Daniel tak peduli pendapat orang yang melihatnya dari sisi negatif, Daniel tak peduli. baginya yang harus ia pedulikan adalah kebahagian anak dan istrinya. ya, seberharga itu kehadiran Alicia dan kelahiran baby Gael di tengah-tengah keluarganya.


"mas siniin El-nya" sahut Alicia meminta putranya


"nggak sayang, kamu istirahat aja" balas Daniel lembut disertai senyuman hangatnya. ekpresi yang berbanding terbalik saat Daniel menatap Alex.


Alex yang ditatap demikian masa bodoh. coba aja Daniel bukan sudara ipar istrinya, Alex sudah membalas tendangan Daniel. enak saja mau menganggu tidur lelap putri kesayangannya. huh, bahkan raja sekalipun akan Alex lawan jika berani menganggu princessnya.


"oh astaga! sampai lupa nanya gara-gara berdebat. emang kamu sakit apa Al?" tanya Maura membuat Alicia dan Daniel saling melirik


"nggak sakit, kecapekan aja karna nggak tahu kalau dirinya sedang mengandung adiknya baby Gael" bukan Daniel ataupun Alicia tapi itu suara Maya, ibu Daniel yang sedari tadi duduk di sofa bersama Filda.


"ha--hamil?" pekik Maura dan Alex tanpa sadar


"biasa aja, dia punya suami makanya bisa hamil" sahut Daniel jengah melihat respon kedua pasangan yang sialnya adalah kakak iparnya


"mas" tegur Alicia membuat Daniel bungkam


"bukannya kamu bilangnya nggak mau nyapih baby El sebelum 2 tahun?" tanya Maura membuat Alicia mendesah karna memang kehamilannya ini tak terduga. ia melakukan suntik kb tapi berkat suaminya yang setiap ada kesempatan selalu menanam benih pada rahimnya akhirnya penghalang itu terkalahkan


"iya kasihan El, tapi karna dia sudah hadir aku bisa apa, dia anak aku juga" jawab Alicia sambil mengelus perut ratanya "dia udah 2 minggu disini" lanjut Alicia memberitahu


"tocker juga anda" goda Alex pada Daniel yang dibalas senyuman bangga oleh tuan muda itu


"oh jelas dong, Daniel Prasetio ini" ucap Daniel besar kepala


"tocker apa manipulatif lagi nih, kali aja ada pengulangan skenario kayak kemarin menukar obat kontrasepsi nyonya muda jadi obat subur" sahut Ali spontan saking gelinya melihat tingkah tuan mudanya yang seolah haus pujian, namun setelah mengucapkan fakta itu, Ali baru tersadar jika mulutnya sudah kurang ajar karna telah menjebloskannya pada jurang kemat*an


sontak semua mata tertuju pada Daniel, tapi mata yang paling Daniel takuti saat ini adalah tatapan mata sang istri


"nggak sayang nggak. oke itu benar, tapi aku melakukan itu untuk keselamatan nyawa baby El yang sudah hadir jauh sebelum kamu memesan obat si*lan itu" jelas Daniel yang sudah duduk di brangkar sambil memangku baby Gael, Daniel berucap dengan raut ketakutan, takut istrinya salah paham "tapi untuk kehadirannya, ini murni sayang, dia adalah hadiah untuk kita karna kerja kerasku" lanjut Daniel mengelus lembut perut Alicia yang menjadi tumbuh kembang calon anak keduanya. kemudian ia tatap istri dengan tatapan meyakinkan membuat Alicia yang memang sudah jatuh cinta pada suami jahatnya itu tersenyum dan menggenggam tangan Daniel yang berada di perutnya.


Daniel bersyukur dalam hati melihat Alicia tak terpancing, emosi wanita itu harus stabil agar tak mengganggu kehamilan kali keduanya


"Filda beritahu suamimu, jangan pernah balik ke perusahaan saya lagi..." ucapan Daniel terpotong oleh lelaki yang merasa tersindir


"maafkan saya tuan, saya tidak akan melakukan kesalahan lagi" ucap Ali tegas yang dibalas decihan sinis oleh Daniel


"Filda beritahu suamimu, jangan selalu memprioritaskan pekerjaannya dan mengabaikan istrinya, jika tidak berubah, saya akan menyuruh suamiku untuk memecatnya dengan tak hormat" kali ini Alicia ikut menimpali drama sekertaris dan bos itu


Daniel mengecup dahi istrinya, bukannya marah karna permintaan Alicia yang menyuruh Ali menduakan pekerjaan dengan masalah keluarga sekertarisnya itu tapi Daniel malah biasa aja. keinginan dan perintah nyonya muda adalah wajib bagi tuan muda, ya, hanya 2 orang yang berani membuat Daniel bertekuk lutut, Alicia dan baby Gael, dan 9 bulan ke depan akan bertambah lagi satu makhluk.


Filda dan Ali, ya, mereka memiliki kisah yang cukup mencengangkan hingga berakhir terikat dengan pernikahan yang terjadi 2 bulan lalu.


"akan saya sampaikan, nyonya muda" timpa Filda santai


"bilang padanya, nyonya muda ngidam pengen melihat istri sekertaris Ali hamil" sahut Alicia tanpa beban, berbanding terbalik dengan sepasang pengantin baru yang tersedak dengan ludah mereka sendiri mendengar ucapan ngawur Alicia


"wah sepertinya akan sulit nyonya muda, karna suami saya masih terjebak dengan cinta seorang perawat muda" balas Filda melirik sinis ke arah Ali, bibirnya terangkat sebelah menantang Ali yang memelototinya


TAMAT


yuk lanjut baca cerita autor Buah Hatiku (Zafier dan Zaafira) udah tamat juga


dan DENDAM TAK BERTUAN (masih on going)


follow ig @penulishalu_


maaf baru sempat menyapa lagi di cerita ini, ceritanya udah benaran TAMAT yah.


sekedar info, cerita Ali dan Filda akan aku buat di judul terpisah, tapi kapan bisa publisnya aku belum ada target. soalnya jalan ceritanya masih lari-lari di kehaluan autor.


oh iya, untuk readers yang sudah setia menemani autor, terimaksih banyak. karya haluku tanpa kalian tak akan berharga.


luv kalian sejagat kehaluan autor ❤️❤️❤️


2022 beberapa jam lagi, yuk berikhtiar agar bisa lebih baik lagi menjalani 365 harinya. semangat untuk kita semua.


2022 bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi. semoga segala hajat yang belum terwujud di tahun 2021 bisa tercapai di 2022.


Aamiin ya Allah 😇