TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 11


Daniel menuruni tangga bersiap sarapan sebelum berangkat kekantor. Alicia? dia sudah mengekor di belakang Daniel kok, dengan menunduk dan langkah kaki yang tertatih


ada dua wajah kehidupan yang mereka pancarkan saat ini, jika Daniel pagi ini terlihat bermuka jengkel berbeda dengan Alicia yang berwajah ceria dan penuh kemenangan meski dengan dahi ungu kehitaman, memar, tercetak jelas di dahinya, juga sepertinya langkah kaki Alicia seperti orang yang berjalan dengan kaki pincang karna kesakitan, namun kondisi fisiknya berbanding terbalik dengan suasana hatinya.


Alicia sesekali mengangkat sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman di balik kepala tertunduknya.


saat di meja makan, Alicia melayani Daniel sesuai perjanjian layaknya pasangan bahagia.


Pak Wis dan Sekertaris Ali yang sedari tadi menunggu di lantai bawah melihat Alicia dengan tatapan menyedihkan dengan kondisi fisik Alicia. namun mereka tidak menyadari raut wajah ceria Alicia yang sebenarnya


selesai sarapan Alicia mengantar Daniel keluar dan melakukan tugasnya lagi, meraih tangan Daniel dan mencium punggung tangannya.


Daniel masih dengan ekspresi jengkelnya, hanya Alicia lah yang tau suasana hati Daniel saat ini.


setelah Mobil yang di kendarai Daniel dan Ali menjauh, Alicia bergegas menuju kamarnya.


"bantu nyonya muda mengobati lukanya di kamar utama" titah pak Wis pada salah satu mide


Mide baru akan mengetuk pintu kamar namun Alicia lebih dulu membukanya dari dalam


Mide yang di temani pak Wis menunduk hormat


Alicia mengerutkan dahinya


"ada apa?" tanya Alicia, jangan bilang ia akan di kurung lagi. hoel


"nyonya muda sebaiknya anda mengobati dulu luka pada dahi anda" ucap Pak Wis


Alicia menampilkan senyuman manisnya


"ini bukan apa apa pak Wis" tunjuk Alicia pada dahinya


"dahi nyo__" ucapan pak Wis terpotong di gantikan mata membola saat ia mengangkat wajahnya melihat wajah nyonya mudanya


Alicia lagi lagi hanya tersenyum manis mengerti keterkejutan pak Wis


*bagaimana luka nyonya sudah tak terlihat* batin pak Wis tak percaya


*untung gue selalu sedia foundation, meski murah tapi bisa menyamarkan memar* batin Alicia


"saya berangkat dulu, temanku sudah menungguku di luar" ucap Alicia kemudian beranjak dari sana


Filda yang sudah stay di luar gerbang mansion mengerutkan keningnya melihat Alicia yang berjalan sedikit pincang, ini bukan pertama kalinya melihat Alicia berjalan demikian


"sorry gue lama" ucap Alicia penuh penyesalan saat ia sudah di dekat Filda


"its oke beb" memberikan helm kepada Alicia, lagi lagi Filda di buat heran melihat wajah Alicia yang tampak tak seperti biasanya yang hanya menggunkan bedak putih baby tapi hari ini tampak ada tambahan polesan yang Filda yakin Alicia sedang menyembunyikan luka di wajahnya.


maklum lah foundation murah pasti teksturnya... gimana gitu.


"oke berangkat" seru Alicia menaiki jok belakang motor matic Filda


sementara di mobil Daniel masih dengan wajah datarnya tiba tiba napasnya memburu saat mengingat kejadian semalam dan pagi tadi


flashback on


Malam


"YA!! BODOH"


Alicia memutar bola malas kemudian menarik napas panjang dan melangkah ke arah kamar mandi


"Ada yang bisa saya bantu tuan" sahut Alicia di depan pintu kamar mandi


"masuk!"


Alicia mendengus kesal


Ceklek


Alicia masuk dengan menunduk, ia takut matanya melihat hal yang tidak pantas ia lihat


"Anda butuh bantuan tuan? " tanya Alicia curi curi lirikan ke arah Daniel


"tuhkan" batin Alicia merutuki matanya


"memangnya lantai adalah tuanmu!" seru Daniel kesal karna Alicia berbicara padanya alih alih matanya menatap lantai


"tuan adalah tuanku" cicit Adila masih menunduk


"kalau begitu kenapa malah menatap lantai dan bukan padaku" sulut Daniel


*apa apaan sih dia, tak tahuka dia kalau gue lagi ngehindarin dada jeleknya itu* gemuruh Alicia dalam hati


"Ya!! " bentak Daniel karna Alicia tak kunjung menatapnya


Daniel mendesah kesal melihat kelakuan Istri kecilnya


"ganti airnya" titahnya sambil bersedekap dada


reflek Alicia menoleh ke arah Daniel bingung kemudian menoleh ke bathup


kenapa harus ganti, bukannya ia sudah menyiapkan nya sesuai dengan kesukaan Daniel yang tertulis di buku tebal itu. pikirnya


"GANTI!" bentak Daniel yang melihat Alicia kebingungan seperti orang bodoh


Alicia kembali kaget, buru buru ia menuju bathup untuk membuka saluran airnya, namun karna buru buru kakinya tak sengaja kesandung kaki Daniel yang memang dengan sengaja Daniel mengerjai Alicia


Dugh


"Awww" ringis Alicia dahinya berhasil terbentur di tepi bathup dan kakinya keseleo akibat serangan jatuh tiba tiba


Alicia mengelus dahinya karna merasakan perih namun kenapa kulit tangannya tak menyentuh langsung kulit dahinya, kenapa ada handuk putih di tangannya


Alicia yang masih bingung kenapa tiba tiba ada handuk di tangannya mendongak dan matanya langsung bersirobok sesuatu yang akan membuatnya sial 7 hari 7 malam


Alicia mematung, matanya membola sempurna, tiba tiba sekelilingnya hening, bahkan detak jantungnya ia tak yakin jika masih berfungsi untuk memompa darah keseluruh tubuh


Alicia tak menyadari raut muka Daniel yang memerah padam. Daniel tak bisa berkata kata selain berdehem


"Khem"


kesadaran Alicia kembali sadar


"Aaaa pisang besar" teriaknya melempar handuk ke arah Daniel, Alicia kelimpungan mencari pegangan untuknya berdiri kemudian berlari keluar dari kamar mandi, ia mengabaikan rasa sakit kakinya yang keseleo


Brak


bantingan keras pintu kamar mandi


Daniel sampai terjingkat kaget dibuatnya


"Ahh gadis bodoh itu" melangkah ke shower mengabaikan handuk yang teronggok di lantai


ia sudah tak selera berendam di bathup air hangat untuk berendam merilekskan otot otonya yang seharian bekerja. saat ini ia butuh air dingin untuk memode of kan sesuatu yang di mode on kan Alicia tadi


Ia memang sengaja mau mengerjai Alicia tapi di luar dugaan saat hendak akan jatuh Alicia malah meraih lengannya namun Daniel mengangkat lengannya jadilah Alicia berpegangan pada handuk yang membalut aset Daniel, karna tubuh Alicia tak lagi seimbang maka handuk yang di pegangnya terlepas dari pinggang Daniel


Alicia berlari kearah sofa mendaratkan bokongnya disana dan mengusap usap dadanya menenangkan diri dari kekagetannya


"sial! gue hindarin dada telanjagnya malah mata suci gue melihat pisang berurat. Argh terkutuklah kau tuan" rutuk Alicia dalam hati


Malam berlalu tanpa ada kejahilan lagi dari Daniel untuk Alicia, setelah kejadian di kamar mandi Daniel seolah olah enggan menatap Alicia atau bahkan menyuruh ini itu, apa yang Alicia siapkan itu yang ia pakai.


Pagi


Saat mereka hendak turun ke bawah


"Dahimu" tunjuk Daniel dengan dagunya


Alicia memegang dahinya, sedikit perih namun itu tak masalah buatnya


"gak usah keluar" perintah Daniel beranjak hendak melangkah keluar kamar


"tidak apa apa tuan, lagian saya sudah sangat banyak istirahat sejak.. sejak kejadian semalam tuan" ucap Alicia sengaja menggantungkan kalimatnya untuk menggoda Daniel


Rahang Daniel mengeras, ia memejamkan matanya sejenak, ia tahu Alicia sengaja mengungkit tragedi semalam


"Serah!" desisnya, kemudian keluar dari kamar


Alicia tersenyum lebar hingga gigi putihnya terlihat sempurna. ingin sekali ia tertawa namun ia tak mau besar kepala atas kemenagan kecilnya pagi ini


Flashback of


tanpa sadar Daniel menendang kursi kemudi Ali hingga Ali tersentak kaget.


"Ada yang salah tuan" tanya Ali takut takut sambil melirik Daniel di belakangnya dari spion


namun mata mereka malah bertemu. Daniel menatap sekertaris Ali tajam di spion hingga Ali segera mengalihkan pandangan ke jalan. susah payah Ali menelan ludahnya


*matilah aku* batin Ali


#####


happy Reading readers


Salam Mickey Mouse 24


dari Dunia halu