
Maureen mengulum senyum menyerigai di balik duduk tenangnya, hatinya bersorak riang menanti sesuatu yang akan terjadi beberapa saat lagi
Kali ini pasti berhasil. Batinnya bersorak
Dan benar saja, setelah beberapa saat menunggu, seorang pria tampan keluar dari ruangan kerjanya tampak gelisah, terlihat dari gerak geriknya seperti cacingan, mata tajamnya kini berubah sayu
Maureen yang sedari tadi duduk diam segera beraksi, ia bangkit mendekat dan menawarkan bantuan pada pria tampan yang menatap memuja pada Maureen, lebih tepatnya matanya menatap lapar tubuh seksi Maureen yang memang sedang memakai linggerie hitam, menampakan lekukan tubuh putih nan seksinya, bahkan bisa di bilang pakaian Maureen itu hampir telanjang.
"Hai sayang" sapa Maureen dengan nada manja tangan kanannya menggandeng tangan si pria sedang tangan kirinya dengan nakal meraba raba dada sang pria, menggoda
Sang pria memejamkan matanya, mengeram, berusaha menormalkan suhu tubuhnya yang tiba tiba terasa panas dingin setelah meminum jus di ruangan kerjanya
Hatinya berkata ingin mendorong wanita di dekatnya, namun tubuhnya menginginkan, bahkan ia ingin lebih dari ini
*ah sialan* batinnya
Maureen menampilkan serigai liciknya melihat pria itu tak bisa menolak dirinya
"aku akan membuatmu puas sayangh" bisik Maureen dengan nada mendesah menggoda
"Akh!" pekik Maureen saat merasa bokongnya di remas kuat oleh tangan kekar sang pria
"pelan pelan Niel" goda Maureen dengan nada manja, memegang tangan pria yang masih bertengger di bokongnya yang hanya di lapisi kain renda tipis, pria itu adalah Daniel, menatap Maureen penuh nafsu
Ya, Maureen yang tak bisa menunggu lama lagi agar bisa secepatnya menjadi nyonya muda keluarga Prasetio, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan posisi itu.
Termasuk menjebak Daniel dengan obat perangsang, agar Daniel bertanggung jawab dan menikahi dirinya secepatnya. Agar ia tak lagi menghemat seperti sekarang ini.
Ya, Maureen tahu kini perusahaan ayahnya di ambang kebangkrutan, dan bulan ini ia tak mendapat trasferan uang jajan lagi dari sang ayah. Makanya ia tidak sabar menjadi kaya lagi.
Maureen memperlancar aksinya setelah Maya memberinya izin keluar masuk Mansion sesuka hati Maureen
tak sia sia ia meluangkan waktu mengantar maya ke bandara, Maureen merengek agar ia bisa tetap belajar jadi istri yang baik untuk Daniel (belajar jadi wanita licik, ehh kan emang udah lucik yah) dan Maya akhirnya memberinya izin keluar masuk mansion, dan Maureen tersenyum menyerigai mengingat bahwa nyonya besar Prasetio benar benar memihaknya, Maureen tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas yang diberikan Maya. toh Maya memberinya kepercayaan karna Maya percaya diri bahwa Maureen akan menjdi menantu satu-satunya, kelak.
"kamu menginginkan ini?" goda Maureen merem4s sendiri payudaranya. Dasar perempuan murahan. Ck
Daniel yang melihatnya menelan ludah, mata sayunya menatap payudara dan mata Maureen bergantian,
Maureen yang mengerti Daniel menginginkan lebih dari ini tersenyum senang, dengan semangat 45, meski sedikit kesusahan, ia menuntun Daniel masuk kekamar yang ditempati Maureen selama berada di Mansion Prasetio
"Ahh Niel" desah manja Maureen, entah apa yang terjadi didalam sana
Autor nggak sanggup kepo. Hu hu hu
Duduk termenung bukanlah hal baik untuk dilakukan, tapi di gelapnya malam yang dingin ini tidak ada yang bisa dirinya ajak mengobrol.
Mau tidurpun rasanya sulit sekali, entah mengapa rasa kantuknya melayang entah kemana padahal jam sudah menunjukan pukul 11 malam. Rasa aneh terus menyerang dirinya hingga membuatnya tetap terjaga.
Semilir angin terasa dingin menusuk tulang tulangnya, yang bahkan berbungkus switer rajut mahal melekat di tubuh kecilnya, ia dapat dari lemari yang pasti itu hanya salah satu pakaian yang akan menjadi bekasnya jika ia meninggalkan mansion suatu hari nanti.
Di sebuah balkon kamar, Alicia duduk menatap gelapnya malam yang berhiaskan ribuan bintang, tapi kenapa hatinya merasakan mendung? Cahaya rembulan dan bintang tak bisa mengundangnya untuk menikmati sinar indah yang dipancarkannya
Ia kembali melihat jam yang tertera di ponselnya, kini malam makin larut, kemudian ia menoleh ke arah pintu, mengehembuskan napas panjang, entah mengapa sejak terbangun tadi, dirinya selalu menatap pintu itu, berharap seseorang muncul dari sana
Ya, tadi Alicia ketiduran saat acara makan malammya selesai, seorang diri. Sebab tuan suaminya katanya malam ini sedang ada meeting dadakan. kenapa ia tahu, tuan suaminya sendiri lah yang mengabarinya tadi, jujur Alicia merasa bahagia tuan suaminya sampai repot-repot mengabarinya secara langsung. Tapi kini rasa bahaginya berganti jadi sebuah perasaan aneh, kemana tuan suaminya hingga larut begini belum juga kembali, toh kata Daniel tadi setelah meeting selesai Daniel akan langsung pulang.
Kembali mengecek no ponsel Daniel, ibu jarinya terhenti tepat di icon berwarna hijau. Ini sudah yang kesekian kalinya ia lakukan, namun harga dirinya tetap melarangnya untuk memanggil nomor yang tersimpan dengan nama Tuan suami kejam 👿
ya Alicia mengganti nama kontak Daniel.
Karna perasaannya yang tak kunjung membaik, Alicia akhirnya luluh dan ibu jarinya berhasil memencel tombol hijau
Berdering....
Tut tut tut
Tak di jawab
Alicia menipiskan bibirnya, tuan suaminya pasti masih sibuk hingga tak mengangkat telponnya.
Alicia kembali masuk ke dalam kamar, ia melewati sofa yang disana sudah ada jas tuan suaminya namun Alicia tak menyadari.
Saat hendak menaiki ranjang, tiba tiba Alicia merasa perutnya bergejolak
Krukk
Krukk
Merasa tak bisa menahan rasa laparnya, Alicia memberanikan diri keluar kamar, ia menyembulkan kepalanya keluar pintu melihat sekeliling, sudah tak ada orang, bahkan sebagian lampu sudah dimatikan.
Tangan kanannya terangkat menekan dadanya yang kian berdebar, berdebar karna ia takut ketahuan sebab gerak geriknya seperti seorang pencuri makanan di rumah suaminya sendiri.
Alicia hanya berharap ia bisa selesai makan sebelum tuan suaminya balik, sebab Daniel pasti akan menghukumnya jika tahu ia makan di tengah malam saat jatah makannya sudah ia ambil tadi. Kan tuan suaminya perhitungan padanya.
Menuruni tangga dengan langkah pelan, semoga saja pak Wis dan para maid sudah terlelap hingga tak ada yang memergokinya sedang mencuri makan. Pikir Alicia
Namun aksi mengendap-endapnya terhenti saat sudah di anak tangga terakhir. Kepalanya perlahan menoleh ke kanan dan ke kiri, tak ada yang ia lihat, memang lampu di lantai bawah masih bisa menerangi seluruh penjuru ruangan meski hanya beberapa saja yang masih menyala.
Alicia menajamkan mata dan juga pendengarannya, kenapa ia mendengar suara suara aneh, bergidik ngeri
Mungkinkan mansion ini berhantu? Pikir Alicia
Takut, ia ingin lari tapi rasa laparnya mengalahkan semuanya. Ia harus mengisi perutnya apapun yang terjadi dan segera kembali ke kamarnya
Saat hendak melanjutkan langkahnya, suara aneh itu makin terdengar
'ah' suara seseoeang dengan suara aneh seperti sebuah desahan nikmat yang membuat mata Alicia membola dengan dada yang bergemuruh
Itu bukan suara hantu, melainkan suara seorang perempuan yang sepertinya sedang kenikmatan. ya Alicia tau itu, sebab ia juga sering melakukannya jika bermain dengan tuan suaminya. tapi siapa yang berani berbuat demikian tengah malam di rumah utama? Toh tidak mungkinkan ada maid yang sampai kurang ajar melakukan itu disini.
Karna yang Alicia tahu penghuni rumah utama yah hanya dirinya dan tuan suaminya
Sedang Ali, Pak Wis, pengawal dan Maid memiliki rumah tersendiri di belakang rumah utama.
Karena penasaran dan ingin memergoki si pelaku mesum. Alicia merubah tujuannya, ia mengendap ke arah kamar sumber dari suara desahan itu
Dasar maid kurang ajar, dengan siapa ia bermain? ia berani beraninya memakai kamar Maureen untuk melakukan perbuatan tak senonoh, jika Maureen tahu habis sudah riwayat maid itu. Pikir Alicia
Lihat, bahkan maid itu sangat berani, sudah melakukan perbuatan keji, menempati kamar Maureen, tapi betapa beraninya si maid sampai pintu kamar tak tertutup rapat, pantas saja suara desahan murahannya sampai terdengar keluar. Alicia tak habis pikir
Dengan perasaan berdebar, Alicia makin mendekat, jujur nuraninya mengakatakan jika yang dilakukanya juga adalah dosa, mengintip orang sedang bermesum ria, tapi entah mengapa dorongan dalam dirinya membenarkan kelakuan pengintaiannya
"Ah sayang nikmat" desahan itu lagi lagi terdengar, Alicia seperti mengenali suara itu.
"Ah Daniel lebih cepat"
Duarrr
Bagai di timpa batu raksasa, Alicia mematung, tangannya yang sudah berada di handel pintu dan kakinya tak bisa bergerak lagi
Itu adalah suara Maureen, dan apa tadi katanya, Daniel?
Jadi ya g di dalam itu???
Bersambung...
#######
Selamat hari senin dan tanggal 1 februari
Stay safe reader's kuh 💖
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia halu