
Daniel tengah gusar menjalani agendanya pagi ini, ia sedang meninjau langsung perumahan elit yang sedang proses pembangunan di wilayah Bandung, bisnis perumahan yang bernilai ratusan terliunan, target yang di iming-imingnya sedari ia menjabat sebagai presdir dari Prasetio Corp, Daniel harus terbang pagi pagi ke Bandung untuk meninjau pembangunan yang memikili masalah ini, meninggalkan sarapan paginya yang belum selesai, meninggalkan istrinya di mansion bersama Maya dan Maureen, masalah kali ini harus ia tuntaskan dengan bersih, kabarnya mandor yang dipercayainya selama proses pembangunan membawa kabur uang miliaran.
Bukan masalah jumlah uangnnya. Karna bagi seorang Daniel uang puluhan Milyaranpun tak seberapa baginya. Hanya saja jika menyangkut penghianatan, Daniel tak akan tinggal diam. Sejutapun jika itu soal korupsi, Daniel akan mempermasalhakan itu dan pelakunya akan ia balas jauh lebih kejam dari apa yang mereka lakukan pada seorang tuan muda Prasetio. Seorang penghianat sama saja seorang yang mengolok olok seorang Daniel, maka hukumannya harus lebih dari harga diri seorang Daniel.
"ia sedang berada di pelabuhan Surakarta" bisik ajudan Daniel mengabarkan kabar si penghianat yang berencana melakukan perjalanan lagi untuk menjauh dari jangkauan Daniel dan orang orangnya.
Namun jangan berani bermain main dengan seorang Daniel, bagaimana pun kamu memercayai dirimu sangat apik dalam bermain kabur kaburan dan kejar kejaran kamu selalu berputar putar di area kekuasaan Daniel. Karna meski Daniel hanya seorang diri tapi matanya ada dimana mana, ia memikili puluhan juta orang yang memilihnya sebagai raja dari dunia bisnis ini.
Hanya orang orang yang percaya bahwa nyawa mereka ada dua yang berani berkhianat namun selalu mati sekali di bawah pemerintahan Daniel.
Daniel tersenyum miring mendengar laporan ajudannya.
"bagus! Ia menjemput sendiri mautnya tampa membuat kita kerepotan" gumam Daniel makin melebarkan lengkungan di bibirnya
"Ali" panggil Daniel
"baik tuan"
Kemudian Ali menelpon orang orangnya yang akan melancarkan semuanya "ia harus di tenggelamkan di hari keseratusnya, ingat di hari pertama, giginya harus habis hingga dia tidak bisa menggigit lidahnya, setelah itu terserah bagian mana lagi yang menurutmu dagingnya enak, yang penting sisahkan nyawanya hingga hari eksekusinya" jelas Ali mengakhiri percakapan di sambungan telpon
Ali tak mau keinginan tuan mudanya tidak terpenuhi seperti beberapa kasus yang pernah terjadi, ada beberapa penghianat tahanannya yang memilih mengakhiri hidupnya dengan mengigit lidah atau pergelangan tangannya hingga memutus nadinya dengan gigi, mereka memilih mati saja dari pada memohon hidup dari siksaan orang orang Prasetio yang terkenal psikopat tingkat jahannam. Salah siapa berani main main dengan pemimpin perusahan mendunia itu.
"saya mau perumahan bagian barat di rubuhkan" titah Daniel melihat peta perumahan elit yang tengah berjalan 70% itu
Ali, maupun beberapa pekerja disana melongo tak percaya dengan perintah tuannya,bagaimana tidak, Daniel tahu kalau pembangunan di bagian barat hampir rampung, lalu apa yang Daniel pikirkan hingga mbuat keputusan semena mena demikian, bukankah dari awal juga semua sudah Daniel sepakati? Ya Daniel sendirilah yang dulu menandatangani langsung pembangunan itu,baik dari segi model, bahan, struktur dll. Tapi kenapa sekarang...?
"bajingan itu pasti menggunakan bahan murah sebelum kabur" jelas Daniel, ia curiga jika mandor sebelumnya menggunakan bahan berkualilitas rendah belakangan ini, sebeb Daniel yang memang tidak sempat memantau langsung pembangunan karna sibuk, lebih tepatnya sibuk bucin, juga Ali yang sibuk karna pekerjaan Daniel yang kadang menjadi bebannya, alhasil mandor korup itu bisa menjalankan aksinya.
Bangunan bagian barat yang telah di bangun 10 rumah elit berdiri sangat mewah, itu adalah bangunan terakhir yang dibangun si mandor penghianat sebelum kabur.
Daniel tidak mau jika bangunan itu tidak sesuai dengan harapan, sebab prinsipnya dalam berbisnis adalah kualitas nomor 1 di atas segala galanya, itu juga yang diajarkan tuan Prasetio selama ini, makanya perusahaan Prasetio Corp hingga saat ini bisa berkembang sangat pesat, dan dikenali seluruh dunia.
Sementara di Jakarta, Mansion Prasetio
Seorang Gadis eh wanita muda memutar bola malas melihat 2 wanita cantik nan elegan namun sayangnya memiliki hati iblis tengah mengolok dan memeperingati Alicia akan kedudukannya di mansion ini
*yah aku tahu aku tahu* batin Alicia menjerit
"sampai kapan pun saya tidak sudi mengakui kamu sebagai menatu" ucap Maya menunjuk nunjuk muka Alicia
*saya juga tidak sudi kalau nyonya mau tau* sayangnya lagi lagi ia hanya bisa membalas tanpa suara
"kamu pergi aja sih Alicia, apa lagi yang kamu tunggu, aku sebentar lagi nikah sama Daniel" tambah Maureen
*aku juga ingin pergi tapi aku butuh ijazahku dulu*
"Apa kamu tidak jijik pada dirimu? Kamu itu hanya di jadikan budak nafsu oleh Daniel" Maureen lagi lagi bersuara. Nada suaranya sarat akan penghinaan lebih tepatnya sakit hati.
mata Maureen sangat sakit melihat leher Alicia penuh dengan bekas cup4ngan, dan pasti pelakunya adalah Daniel, mengingat mereka juga semalam tak ikut makan malam bersama, makan malam merdka di antar kekamar. Daniel hanya keluar kamar saat jam 11 malam, itupun Daniel hanya ke ruang kerjanya di lantai 1 dan kembali lagi ke kamar utama saat jam 3 subuh.
Maureen berusaha menepis pikirannya jika Daniel melakukan hubungan itu dengan Alicia, dan bekas luka di leher Alicia adalah bekas cekikan atau mungkin pukulan dari Daniel namun itu terlalu memaksa, sebab diteliti dari tubuh Alicia lainnya, alicia tak memiliki bekas luka lain, hanya di bagian lehernyalah yang terdapat banyak bercak merah keunguan, Alicia memakai gaun di bawah lutut dan tidak ada bekas luka disana.
Apa-apaan Daniel itu, katanya menghukum malah enak-enakan. Jerit hati Maureen
Sungguh ia tak rela Daniel kini sudah berhubungan badan dengan adik yirinya itu, tapi apa daya, Maureen harus berbesar hati menerima semuanya, meski keperjakaan Daniel bukan untuknya setidaknya ia bisa memiliki Daniel seutuhnya kelak dan bahagia bersama, toh keperawannanya sudah terenggut juga dengan pria lain.
"tapi aku menikmatinya kak gimana dong" entah keberanian dari mana Alicia bisa lancar mengucapkan balasan yang berhasil membuat Maureen dan Maya melotot tak percaya juga geram.
"Dasar keturunan murahan!" Maureen bangkit hendak menjabak rambut Alicia
Namun gagal karna Maid yang tiba tiba datang membawa jus terpeleset dan nampannya malah jatuh mengarah ke arah Maureen
Byuurrr
Prangg
"Awwww"
"ma...maaf nona" Mide menunduk dengan wajah di buat bersalah namun dibaliknya ia menyerigai
"tanteee.." rengek Maureen dengan wajah memohon pada Maya
"kau di pecat, keluar dari mansionku sekarang!" titah Maya
"kau tak mendengarnya? Enyyah kau!" Maureen mendorong kasar tubuh mide itu agar menyingkir dari hadapannya
Alicia sedikit memiringkan kepala melihat wajah mide yang masih setia menunduk, keningnya berkerut, seperti kenal.
Maureen kembali ingin meraih Alicia, lagi lagi seorang mide entah muncul dari mana tergopoh gopoh membawa coklat panas dan tak sengaja kakinya terbentur di kaki sofa, alhasil coklat panas itu juga melayang dan mengenai kembali tubuh Maureen
Dukg
Byurrr
Pranggg
"AAAAWWWWW" Teriak Muareen merasa tubuhnya panas
"MAUREEN!" Maya segera menolong Maureen
"aduh aduh panas panash" Maureen hanya bisa mendesis saking sakitnya yang ia rasa pada tubuhnya yang serasa terbakar
"kenapa semua mide pada tidak becus sih!" Marah Maya
"kamu keluar dari mansion saya!" suruh Maya pada mide
"baik nyah" balas mide dengan enteng tanpa ingin repot repot meminta maaf
"yuk" ajaknya pada rekannya yang tadi baru juga di pecat
Keduanya menunduk hormat dan tersenyum ke arah Alicia sebelum melangkah keluar, Alicia tercengang, ia mengeleng gelengkan kepalanya melihat 2 midenya yang berakhir ditendang keluar
Seorang mide masuk lagi, namun tampak bingung dengan apa yang terjadi, kenapa suasanya kacau begini?
"eh kamu malah bengong, berikan saya kotak obat, dan segera hubungi dokter" marah Maya pada mide itu
"baik" si Mide segera undur diri, dan tak lama setelahnya ia datang dengan kotak obat di tangannya
"sini saya bantu nona" tawar mide itu pada Maureen
Kemudian dengan telaten mide itu membuka kotak obat dan mengeluarkan salep untuk meredakan nyeri pada tubuh Maureen
"ini sedikit perih, tahan yah" ucap mide kemudian mengoleskan salep
"AAAAWWWWW" Maureen kembali histeris, bagaimana tidak, salep itu bukan saleb biasa, rasanya seperti luka makin terasa perih dan terbakar. Maureen bergetar saking sakitnya.
"pelan pelan kamu!" bentak Maya
"sudah nyonya" mide itu kemudian bangkit, menoleh ke arah Alicia dan mengacungkan jempolnya, sedang Alicia lagi lagi melongo tak percaya
Diana, July, Fexy ketiga ajudannya yang berubah profesi jadi mide, entah bagaiamana caranya tapi Alicia takjub dengan kekurang ajaraan mereka terhadap calon menantu dari Maya itu, Maureen.
*berasa jadi istri tercinta ma ini, di sediakan ajudan sampai dalam rumah oleh suami* Batin Alicia
Bersambunggg...
######
maapin banyak typo, malas scrool buat baca ulang,, maklumin pala lagi nyut-nyutan
see you next chap readers kuh 💖
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu