TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 72


"Dara,, hei"


*seharusnya aku tau diri untuk tidak mempercayai mu tuan*


"Dara,, "


*aku yang bodoh karna lupa akan siapa dirimu dan diriku*


"Dara aku minta maaf" seorang Daniel yang berkuasa, yang arogan, yang dingin, yang kejam, yang selalu benar, kini tanpa beban mengucapkan kata permohonan maaf demi maaf dari istri kecilnya


*tapi apa pantas aku di permainkan sedemikian rupa,apa hidupku begitu lucu hingga menjadi lelucon buatmu?*


"Dara tunggu dulu"


*aku membencimu tuan*


"ALICIA ADARA PRASETIO"


langkah Alicia terhenti namun alih alih menengok kebelakang melihat ke arah Daniel, Alicia malah berjongkok dan menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya


Alicia merasa lelah, letih dan muak akan hidupnya, tadinya ia mengantungkan harapan pada Daniel, seseorang yang peduli padanya, peduli akan kondisinya, namun ternyata itu semua hanya untuk mainan bagi Daniel, Daniel mempermainkan kepercayaan Alicia, mempermainkan dirinya sedemikian apik hingga Alicia percaya pada seorang Daniel yang tak tersentuh itu mau peduli padanya, Alicia terlalu naif semuda itu percaya pada orang lain, kini ia harus menerima kenyataan bahwa semuanya hanya lelucon, Daniel hanya mempermainkannya! Alicia capek dipermainkan, muak akan hidupnya hanya untuk bahan mainan bagi orang orang, yang ia rasakan, ia hanya ingin menangis,menumpahkan semua air mata yang beberapa tahun terakhir dikuburnya dalam dalam, ia tak lagi punya tenaga menopang dirinya, ia sungguh lelah akan semuanya


Isakan tangis mengiringi tubuh kecilnya yang lemah


Daniel secapatnya berjongkok memeluk Alicia


"hust hust,, kenapa nangis hm?" ucap Daniel mengelus punggung dan kepala Alicia bergantian


Bukannya tenang, Alicia malah makin keras terisak


"hei hei, lihat aku" Daniel mengurai pelukannya dan menangkup pipi basah Alicia, didongakannya ke arah Daniel


"operasi tetap akan di lakukan, tapi bukan sekarang, oke" ucap Daniel berusaha meyakinkan Alicia dari kekecewaannya


Alicia memalingkan wajahnya setelah menyentak tangan Daniel dari wajahnya


*dusta!*


Ia tak lagi percaya pada siapapun saat ini


"selama berada di sampingku apa aku pernah ingkar?" Tanya Daniel mengerti perasaan Alicia


Sontak Alicia menoleh dan menatap sinis Daniel


Daniel mengangkat alisnya sebelah ditatap demikian oleh Alicia, muka yang tadinya penuh kesedihan kini berubah jadi macan betina, namun terlihat lucu di mata Daniel


"oh yang.. yang itu tidak termasuk ingkar. Toh kamu yang inginkan?" ucap Daniel terbata mengerti tatapan sinis Alicia


"saya tidak mengingankannya tuan, tuan lah yang pemaksa" geram Alicia


"bagaimana dengan obat kontrasepsi?" tanya Daniel lirih


"obat kontrasepsi akan berguna jika sepasang anak manusia melakukan itu kan" kini sifat jail Daniel mulai kambuh


"kamu pesan itu karna kamu ingin bermain bersamaku kan?" lanjutnya yang berhasil membuat Alicia marah sekaligus malu


Tak ingin membuat istrinya semakin kesal akhirnya Daniel berujar " sepuluh bulan lagi operasi akan di lakukan, maka dari itu kamu harus selalu sehat yah"


Alicia mengerutkan keningnya mendengar ucapan Daniel, bagaimana tidak, Daniel menjanjikan 10 bulan lagi? Selama itu? Bagaiamana Alicia percaya akan janji Daniel kali ini, sebab wanita yang dicintai Daniel dan yang harusnya menjadi nyonya muda Prasetio yang tak lain adalah Maureen telah kembali dan hanya sampai Alicia lulus kuliah maka kontrak mereka berakhir, terhitung kurang dari 3 bulan lagi, dan daniel akan menyingkirkannya dan menikah dengan Maureen setelah itu


Dan itu artinya, Daniel akan mengurusi pendonoran ginjal untuk Alicia sementara di sampingnya ada Maureen?


Huh, Alicia tidak akan percaya


Air matanya kembali luruh, ia berusaha bangkit dari duduknya, ia muak melihat tuan suaminya, namun sebelum berhasil bangkit, Daniel meraih tubuh Alicia kedalam dekapannya, menenggelamkan wajah Alicia pada dada bidangnya


"percaya padaku hm" ucap Daniel masih setia berjongkok di lantai dengan kedua lututnya, beruntung di lantai itu tak ada orang hingga tak melihat seorang Daniel Prasetio, pengusaha muda tampan terkaya yang dingin dan tak tersentuh rela berjongkok di lantai demi istri kecilnya


"bagaimana dengan kak Maureen?" tanya Alicia akhirnya mengutarakan apa yang membuatnya ragu


"selama kamu bisa bermain pintar dengan ku di atas ranjang, aku tak masalah memperpanjang waktumu" ujar Daniel menggoda Alicia


Alicia mendorong dada Daniel dan segera beranjak meninggalkan Daniel yang masih tersenyum mengejek


"dasar pria tua mesum!" umpat Alicia melangkah lebar menuju lift


"hahahahh" Daniel tertawa menyusul Alicia


Beberapa saat kemudian,


"tuan, kenapa kita kesini? Bukannya urusan ke Amerika sudah selesai" tanya Alicia tanpa memalingkan wajahnya dari pemandangan pulau mewah yang ada di Amerika


"obat kamu masih banyak kan?"


"hah?"


"setidaknya 1 botol itu harus habis selama kita disini" ucap Daniel penuh makna, memeluk Alicia dari belakang, dagunya di sandarkan ke kepala Alicia sementara tangannya memeluk posesif perut Alicia tapi tak erat


*jangan nakal yah junior, jangan buat istriku kesakitan* batin Daniel, ibu jarinya bergerak mengelus perut Alicia berusaha agar Alicia tak menyadari elusan tangannya


"tuan!" geram Alicia mendengar tuan suaminya makin hari makin mesum


"bisakah jangan memakai panggilan tuan lagi?"


"kenapa? Tuan kan memang tuan saya"


*aku suami mu* batin Daniel kesal.


"ya, ya terserah kamu" ucap Daniel akhirnya, tak ingin memperdebatkan masalah panggilan aku kamu itu, biarlah sampai Alicia sadar jika sampai kapanpun Alicia tak bisa lepas dari Daniel


Daniel ingin menikmati bulan madu dadakan mereka berdua tanpa ada perdebatan sekecil apapun itu


Ya, Daniel memanfaatkan kesempatan kali ini, toh keadaan perusahaan sudah Daniel bereskan untuk seminggu kedepan


Sebelum berangkat ke Amerika, untuk proses operasi Alicia, Daniel bekerja keras menyelesaikan masalah perusahaan agar jika berangkat menemani istrinya, Daniel yang memang gila kerja itu tidak ke ganggu dengan masalah perusahaan, toh Ada Ali dan Tasya yang Daniel percayakan untuk mengurusi perusahaan selama dirinya berada di Amerika jika tiba tiba terjadi masalah


"kamu bawa obatnya kan?"


Alicia menipiskan bibirnya, kemudian menghembuskan napasnya kasar, disusul anggukan lemah


"bagus, kamu memang siap kapan pun" goda Daniel


Alicia melepas kasar tangan daniel dari perutnya, menoleh dengan wajah masam ke arah Daniel


"saya harus jaga jaga selama itu bersama tuan"


"hm"


"karna tuan adalah pria tua mesum yang pemaksa" setelah mengucap itu Alicia segera berlari menjauh dari Daniel, menikmati pemandangan pulau


"ya! Jangan lari" teriak Daniel yang diabaikan Alicia


Sungguh diluar dugaan Alicia, bisa terbang keluar negeri saja sangat membahagiakan baginya, bagaimana tidak, Alicia yang memiliki darah keturunan pengusaha sukses dari Dinata tak pernah merasakan yang namanya liburan, tak seperti kedua kakaknya yang bahkan tiap bulan selalu berlibur kemana saja yang mereka inginkan, Dinata, Maria, Maureen dan Maura tak pernah sekalipun memgajaknya, jangankan mengajak, memberitahu Alicia saja mereka tak mau repot repot. ya, semenyedihkan itu hidup Alicia berada di dekat Ayah kandungnya


Jujur, Alicia senang dengan Daniel mengajaknya ke pulau indah ini, Alicia akan memanfaatkan waktunya untuk menikmati suasana selama berada disini, mengabaikan pria tua mesum yang sialnya adalah suaminya meski hanya sementara


Alicia juga tak punya kekuatan melawan kemesuman Daniel, toh Alicia juga menikmati permainan yang mengeluarkan keringat di ruangan yang ber ac, entahlah, ia sedikit jadi mesum belakangan ini, mungkin ketularan Daniel atau bawaan bayi mungkin.


Hap


Daniel memeluk Alicia dari belakang, saat Alicia berhenti berlari


"Dari pada lari2 disini, gimana kalau kita bergoyang di kamar" bisik Daniel


Blush


Pipi Alicia seketika merona, tuan suaminya benar benar pria tua mesum akut


\=\=\=\=\=\=\=


Sementara di Indonesia


Seorang wanita cantik bak model papan atas tengah tersenyum jahat setelah memutuskan telpon dari seberang


Kabarnya, rencana yang beberapa hari telah disusunnya, kini sudah 100 persen siap dilaksanakan dan kali ini ia yakin rencananya akan berhasil


"Elis, Elis, miris sekali hidupmu adikku yang malang, lahir dari wanita simpanan, hidup tak diinginkan oleh orangtua"


"hahahaha" Maureen tertawa jahat melihat selembar foto yang ada di tangannya.


Bersambungggg...


######


Makin gaje story ini,, di maapin yak


Maklum hanya penulis abal abal apalagi lama fakum


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu