TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 68


"DARA AWAS!" teriakan Daniel membuat Alicia terlonjak kaget dan akhirnya menabrak si karyawan


Brukk


Brukk


Brukk


Barang itu berjatuhan


Alicia belum sadar akan keadaan, bahkan posisnya yang tadinya berdiri kini tiba tiba berjongkok paksa, ia mendengar kegaduhan, ia melihat beberapa kardus kardus berjatuhan disekitarnya, Namun tubuhnya tak merasa apapun selain rasa hangat, ia seperti dipeluk seseorang dari belakang


sedang Daniel memejamkan matanya dan mengeratkan giginya menahan sakit akibat punggungnya beberapa kali terkena kardus


"Presdir!" seru para Karyawan syok melihat bencana yang menimpa presdir mereka


Alicia perlahan menoleh, dan matanya membola melihat Daniel masih memejamkan mata seperti menahan sakit


"tu..tuan" lirih Alicia


perlahan mata Daniel terbuka, tatapannya langsung menajam ke arah Alicia, yang berhasil membuat Alicia gemetar takut


"ma..maaf" cicit Alicia kini sadar akan apa yang terjadi


"presdir!" kepala gudang segera menarik tubuh Daniel untuk membantunya berdiri


Daniel menghempas tangan kepala gudang setalah ia berhasil menegakan tubuhnya


Daniel mengulurkan tangannya untuk membantu Alicia berdiri, namun karna didera rasa takut, Alicia tak berani menengadah apalagi menyambut uluran tangan Daniel, Alicia masih berjongkok, lututnya lemas, karyawan wanita yang menyusun barang tadi mengerti perasaan Alicia dengan sigap membantu Alicia berdiri


Daniel mendengus dan menarik kembali tangannya


"maafkan saya tuan presdir, saya tidak sengaja" ucap karyawan wanita


"bukan,, itu salah saya" sela Alicia


"presdir, sepertinya anda terlu.." ucapan kepala gudang terpotong akibat suara bentakan Daniel


"bisa jangan terluka!" tatapan tajam itu masih ia arahkan ke Alicia


Alicia mengerjap begitu juga kepala gudang dan para karyawan yang ada disana


"dan kamu, keluar dari perusahaan saya sekarang!!" bentak Daniel pada karyawan yang membuat kekacauan,.padahal ini mah murni keteledoran Alicia atau bisa juga semua berkat Daniel yang membiarkan Alicia memantau gudang sendiri,, tapikan Daniel tak menyuruh Alicia, jadi yang salah siapa dong? ya tetap si karyawanlah yang salah di mata Daniel, karna hampir membuat istrinya terluka


"tuan, yang salah saya" sela Alicia cepat


Daniel kembali memberi tatapan tajamnya ke arah Alicia


"saya yang salah tuan" cicit Alicia menunduk


"kamu hampir saja mati gara gara dia, Dara" geram Daniel


wah, berlebihan sekali tuan presdir ini pada seorang peserta magang


"saya tidak apa apa tuan" bela Alicia


"itu karna ada saya"


Alicia mengerjab, ia kembali pada kenyataan bahwa baru saja Daniel menolongnya, Alicia memindai tubuh Daniel


"apa tuan baik baik saja?" spontan Alicia memegang kedua lengan atas Daniel memeriksa tubuh tuannya, entah dapat transfusi keberanian dari mana Alicia berani memegang tubuh Daniel tanpa seijin dari Daniel


"shh" Daniel sedikit meringis, entah pura pura atau memang kesakitan, bayangkan saja beberapa kardus yang berisikan peralatan perusahaan menimpa punggungnya tadi


"tuan.." Alicia melepaskan tangannya dan sepersekian detik selanjutnya air matanya berjatuhan masih memindai tubuh tuan suaminya


"hei kenapa?" tanya Daniel lembut dan bergantian memegang pundak Alicia


semua yang ada di gudang melogo takjub dengan apa yang mereka saksikan


benarkan dia presdir dingin dan tak tersentuh yang ada di hadapan mereka sekarang? yang terkenal tak manusiawi itu, yang selama ini mereka tak pernah melihat sekalipun presdir mereka bersikap lembut demikian, entah pada siapapun itu, namun dengan Alicia, asisten magangnya, Daniel menunjukan sisi lainnya itu di hadapan mereka


"apa ada yang sakit?, dibagian mana?" tanya Daniel tak peduli pada mereka yang menatapnya takjub


"TUAN YANG TERLUKA" bentak Alicia spontan, ia kembali menangis, kali ini sedikit keras, Alicia merasa bersalah, karna dirinya, karna Daniel menolongnya hingga Daniel harus kesakitan


ya, Alicia merasa bersalah


Daniel mendelik mendengar suara teriakan cempreng istrinya, apa Alicia menangis karna Daniel terluka? apa Alicia peduli padanya?


bahkan Daniel mengabaikan bahwa Alicia baru saja membentaknya di hadapan para karyawannya, yang ada Daniel bahagia jika memang Alicia menangis karna Daniel terkuka


ya, Seorang presdir dingin nan arogan mengabaikan harga dirinya demi mendapatkan sebuah kepedulian dari istri kecilnya


ingin sekali Daniel memeluk dan menenangkan istri kecilnya dan mengatakan kalau dirinya baik baik saja selama Alicia tak terkuka, namun setitik kesadarannya mengatakan bahwa jangan sekarang, Daniel tak mau membuat karyawannya berfikiran aneh aneh


"ikut saya" titah Daniel


sebelum benar benar melangkah, Daniel sempat berbalik ke arah karyawan wanita yang membuat kekacauan dan tatapannya berpindah ke kepala gudang


"urus dia" ucapnya dingin dan menarik Alicia keluar dari gudang


sesampainya di ruangan Daniel, Alicia masih sesegukan


Daniel ingin sekali memeluk istrinya itu, namun sedikit gengsi dan juga Daniel akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengerjai Alicia


"shh" Daniel meringis saat dirinya mendudukan bokongnya di sofa ruangannya


"tuan,, apa kita kerumah sakit aja" tanya Alicia ikut meringis melihat Daniel kesakitan


"mana sempat" ucap Daniel berusaha bersikap datar


"persetan dengan jadwal, keadaan tuan jauh lebih penting!"


Daniel mendelik, rupanya istri kecilnya kembali meninggikan suaranya seolah tak takut lagi pada dirinya, seandainya buka istri sudah Daniel lempar keluar dari gedung ini agar terjun bebas ke bawah


*untung cinta* batin Daniel


meski senang Alicia peduli padanya, namun Daniel tak terima jika harus di bentak


Daniel bangkit dan menarik tangan Alicia menuju ruangan baru yang ada dalam ruangan kerjanya


ya, itu adalah kamar minimalis yang Daniel pesan kemarin pada Ali


kamar itu keberadaannya tidak di ketahui sebab pintunya berada di belakang kursi Daniel yang dimana disana ada sebuah rak buku, di balik rak buku itu ada pintu kamar yang tersembunyi, cukup menggeser rak buku itu, maka pintu kamar juga terbuka


sungguh Ali memang pintar mendapatkan tenaga ahli renovasi ruangan


Alicia melongo saat melihat kamar itu yang seperti ruangan rahasia, pantas saja posisi meja kerja Daniel sedikit maju kedepan, namun karna pagi tadi ia kesal dengan serangan tiba tiba Daniel di lift, Alicia mengabaikan perubahan itu


saat pintu tertutup, Daniel melepas tangan Alicia dan melelas jas juga dasinya


"tuan!" pekik Alicia mulai awas


Daniel mengabaikan itu, tangannya terus melanjutkan kegiatanya membuka dasi, dan satu persatu kancing kamejanya


"tuan stop!" teriak Alicia


Brukh


Daniel melempar kasar kemejanya, dan kini dada telanjangnya terpampang sudah, namun Alicia tak melihat karna sigap berbalik badan dan memejamkan matanya serapat rapatnya, Alicia perlahan melangkah menggapai pintu, saat hendak mengeser pintu kamar


"kamu mau kabur setelah membuat tubuh saya begini" ucap Daniel dingin yang berhasil membuat Alicia menghentikan gerakannya


Alicia perlahan menoleh dan langsung membulatkan matanya melihat punggung Daniel yang kini tercetak banyak lebam-lebam kemerahan


Daniel yang telah membelakangi Alicia, sedikit melirik melihat reaksi Alicia


"tuan, punggungmu?" Alicia perlahan mendekat


"apa dengan memelototinya bisa membuatnya sembuh?" ucap Daniel dingin


"tunggu sebentar" Alicia beranjak mencari kotak obat


"mau kemana?" tanya Daniel melihat Alicia menuju pintu


"obat" tunjuk Alicia keluar


"disana" tunjuk Daniel dengan dagunya ke arah laci lemari


ya, di dalam kamar minimalis itu, ada kamar mandi, televisi, rak buku kecil, sofa tunggal dan lemari yang tentunya telah tersedia pakaian Daniel maupun Alicia. juga beberapa barang penting lainya, seperti obat misalnya.


Alicia manggut manggut dan berjalan ke arah lemari 3 pintu itu, Alicia langsung membuka laci yang dimaksud Daniel dan setelah mendapatkan kotak obat p3k, Alicia menyusul Daniel yang kini sudah tengkurap di atas ranjang


Alicia dengan gemetaran memegang luka lebam di punggung Daniel


merabanya satu persatu, kembali air matanya jatuh


"ini pasti sakit" gumam Alicia, ya Alicia tau itu, sebab ia sangat berpengalaman soal luka di tubuhnya


sedang Daniel memejamkan matanya merasai usapan tangan kentik milik istrinya


*lukaku bahkan tak seberapa dengan bekas luka yang ada di tubuhmu* batin Daniel menyesal pernah berbuat kasar pada Alicia, bahkan beberapa kali sifat jail Daniel membuat Alicia terluka bahkan sampai pingsan


Hap


Daniel menangkap tangan Alicia yang telah membangkitkan gairahnya,


Alicia tersentak, dan sepersekian detik selanjutnya tubuhnya sudah berada di bawah tubuh Daniel


"kau memancingku?" tuduh Daniel, padahal dia aja yang bernafsu


Alicia mengerjab kaget dan itu malah terlihat lucu di mata Daniel, membuat Daniel semakin gemas saja


"tuan lukamu harus di obati" Alicia yang sadar akan situasi segera mengalihkan perhatian


"ada sesuatu yang lebih penting untuk di obati" Ucap Daniel dan *****4* bibir Alicia


bersambungggg...


######


ehh nyambung nggak sihh,, gaje banget sumpeh


semoga kita semua selalu di berkahi kesehatan dan kebahagian 💖


salam Mickey Mouse 24


dari Dunia Halu