
Alicia menatap jengah pria tampan yang tengah mengulum senyumnya terduduk angkuh di sofa, Alicia tak suka, ia membenci ekspresi pria jahat ini
"apa?" Daniel bertanya polos
"tuan ngeselin!"
"hm? Aku berbuat apa memangnya? Bukannya aku disini cuman korb..."
"ish TUAN!" alicia langsung menerjang tubuh Daniel dan membekap mulut tuan suaminya dengan tangan mungil nan lentiknya
"tuan mesum!" Alicia berucap sambil menekan tangannya di mulut Daniel, posisinya ia berada di atas pangkuan tuan suaminya
Daniel melingkarkan kedua tangannya di pinggang bumilnya
"aku capek, nanti malam boleh deh" godanya
Alicia yang kesal menancapkan giginya di dagu Daniel yang berbulu tipis
Daniel bukannya ke sakitan ia malah terbahak, akan tetapi karna gigitan Alicia makin mengeras, Daniel pun meringis ringan, tangannya perlahan bergerak menekan kepala Alicia, saat dirasa gigitan Alicia melemah, Daniel memiringkan kepalanya dan *****4* bibir istrinya, sedikit panas, ia dibuat gemas akan kelakuan istri tercintanya ini
"ganas baget sih" goda Daniel setelah melepas tautannya
mendengar kata ganas berhasil membuat Alicia bersemu merah, ia malu, sungguh ia ingin menenggelamkan dirinya di dasar bumi
"loh loh, muka kamu merah tapi kok tidak panas yah?" sepertinya menggoda Alicia adalah hal paling menyenangkan pagi ini bagi presdir Prasetio Corp itu.
"tuan memang tidak ada duanya jika menjatuhkan harga diri orang lain" Alicia beranjak setelah menepis kasar tangan Daniel yang berada di dahinya
"hei mau kemana? Aku udah siap padahal di tunggangi lagi" panggil Daniel dengan ucapan frontalnya
Blam!
Suara pintu kamar menggema, wanita bergaun putih sepanjang lutut dengan lengan seperempat bermotif bunga bunga itu keluar kamar tanpa menunggu tuan suaminya yang masih berkelana dengan kejadian tadi subuh
Ya, kejadian tadi subuh membuat Daniel kembali mengukir sejarah terpenting dalam hubungan pernikahan mereka.
Daniel yang semalam rasa kantuknya melebur dengan rasa sesal dan khawatir akan penerimaan Alicia pada sikap kasarnya dulu, memandangi wajah damai sang istri tercinta hingga ia terlelap beberapa jam kemudian, namun baru saja mulai terhanyut dalam buaian mimpi, ia kembali di tarik saat ia merasa ada pergerakan di atas tubuhnya,,, sepertinya seseorang sedang bermain main dengan tubuh lelahnya
Karna penasaran, ia tak melakukan pergerakan, matanya hanya terbuka sedikit untuk mengintip pelaku penjamah tubuhnya
Gila!
Jantung Daniel berdebar
Istrinya dengan rakus menyusu padanya, baju kaus yang di kenakannya di gulung batas dada oleh istrinya, senang bercampur aneh tapi lelaki itu membiarkan istrinya menjamah tubuhnya. Hingga Daniel kembali tersentak saat istrinya menjamah tubuh bagian bawahnya yang sudah beberapa bulan ini sangat jarang di manjakan.
Daniel tak tahu harus bereaksi apa, jika ia bangun, ia takut istrinya itu tak jadi melanjutkan pertualangannya, namun jika ia diam saja tapi adik kecilnya ingin lebih dari ini. Ia butuh lebih dari sekedar belaian tangan lentik istrinya. Bagaikan kerbau dicucuk hidungnya, Daniel mengangkat sedikit pantatnya kala sang istri dengan nakalnya menurunkan boxernya.
Dan ya, ini yang Daniel tunggu
Istrinya memacu dirinya setelah dengan pelan pelan memasukan peliharaan Daniel yang mirip pisang itu ke dalam lubang ternikmatnya.
Awalnya bergerak pelan namun lama lama gerakan bumil itu makin cepat, mungkin rasa takutnya kini tergantikan dengan rasa nikmat yang ingin di capainya segera
"aaahhhh" Alicia ambruk di atas tubuh Daniel saat ia mendapat pelepasan, untuk melampiaskan rasa nikmatnya ia mengecup bahkan menghisap leher suaminya yang telah berhasil ia perkos4
Hap
Tangan Daniel melingkar mendekap tubuh wanitanya yang tengah bertelanjang di atas tubuhnya dengan bercucuran keringat
"sekarang giliranku" Daniel dengan hati hati membalik posisi tanpa melepas penyatuan mereka di bawah sana, ia belum puas jika hanya satu ronde, kasihan adik kecilnya yang selalu mengalah harus bermain dengan tangan, di kamar mandi pula.
"tu.. Tuan?"
"hm? Berterima kasihlah karna suami tampan mu ini dengan senang hati membantu perilaku nakal mu ini" Daniel berucap sambil bergerak untuk kembali terbang ke puncak nirwana
Alicia menutup wajahnya menahan malu, ia ketahuan berbuat mesum pada tuan suaminya, tapi jika boleh menyangkal ia pun tak kepikiran akan perilakunya itu, ahh bolehka menyalahkan bayinya?
Ya, pasti karna babynya kangen dengan ayahnya yang lama tak pernah menjenguk
Namun Daniel dengan sikap jailnya malah terus menggoda istrinya.
Menggeleng samar, Daniel beranjak dan menyusul istrinya keluar kamar
terlihat Sekertaris Ali sudah menunggu di bawah sana
Daniel malah mengangkat dagunya dengan bangga, memperlihatkan jika itu adalah bekas gigitan, karna di bawah dagunya juga tampak jelas bekas gigi istrinya.
"karya istri" pamer Daniel
"budak istri" balas Ali spontan
"Karna cinta" Daniel mengendikan bahu kemudian melanjutkan langkah menyusul sang istri di meja makan.
Sementara di negeri sakura, Maya sudah siap meninggalkan rumah menuju bandara untuk membawanya ke jakarta. Ia ngotot berangkat tanpa menunggu persetujuan suaminya. Kali ini wanita paru baya itu diam diam mengambil penerbangan saat Prasetio sibuk dengan semua agendanya.
Beberapa jam berada di atas pesawat tak membuat wanita yang sebentar lagi menjadi nenek itu kelelahan, kali ini, tanpa di antar dan dijemput, ia memberhentikan sebuah taksi setelah keluar dari bandara jakarta. Ia langsung menuju Mansion.
Perasaannya campur aduk, wajah datarnya menandakan bahwa ibu kandung Daniel itu memendam amarah. Ia sudah tak sabar sampai di mansion, semoga saja pelaku dari mood jeleknya ia dapati di Mansion setelah ia sampai disana
Memasuki mansion megah, terlihat para maid kalang kabut menyambut kedatangan nyonya besar mereka yang sebelumnya tak ada yang memberitahu akan kedatangannya
"selamat datang nyonya besar" pak Wis menyapa setelah sampai di depan Maya, pak wis terlihat mengatur napasnya
"dimana dia?" tanya Maya to the point
"mm.. Nyonya muda lagi di taman"
"panggil dia kemari" titah Maya
"baik nyonya" pak Wis langsung berbalik mengindahkan titah nyonya besar
"tunggu pak Wis!"
"ya, nyonya"
"tuan mudamu?"
"tuan muda masih di perusahaan"
Maya melirik jam tangan otomatisnya, waktu menunjukan pukul 4 sore hari, itu berarti anaknya itu sejam lagi baru pulang, baguslah, ia memiliki banyak waktu menemui wanita itu
"jangan beritahu kedatangan saya"
"baik nyonya" ucap pak Wis kemudian beranjak ke taman menjemput nona mudanya yang belakangan sangat senang berada di taman mansion
Namun pak Wis tetaplah pak Wis, ia mengirimkan pesan pada sekertaris Ali, ia khawatir dengan nyonya mudanya jika harus berhadapan seorang diri dengan nyonya besar
Namun sayang pesan yang dikirim Ali tak kunjung mendapat balasan. Akhirnya pak Wis bertekad akan selalu berada di belakang nyonya mudanya, tak masalah, lagian ketiga ajudan wanita juga siap siaga berada di belakang nyonya muda mereka
"ada apa pak wis?" tanya Alicia setelah pak Wis mengintruksi kegiatannya yang tengah asik menikmati bunga bunga
"nyonya besar memanggil anda"
"hm? Dia datang? Kapan?"
"baru saja"
"tapi jika nyonya muda keberatan, tak masalah, anda bisa berada disini sedikit lebih lama lagi" ucap pak Wis melihat ada keraguan di wajah nyonya mudanya
"tak apa, mari menyapa sebentar" Alicia langsung beranjak dan berjalan menuju mansion
memasuki mansion, Alicia sedikit khawatir, apalagi detak jantungnya tak berirama. Meski tahu hanya ada penolakan dan makian yang akan di lontarkan ibu dari tuan suaminya itu tapi Alicia masih saja merasa takut dan bergetar
Namun ia tak juga bisa menghindar, kedatangan Maya dan Prasetio sudah lama ia nantikan sejak tersebarnya berita akan kehadirannya di kehidupan Daniel sebagai seorang istri. Dan tentu berita itu tentu sudah sampai di manca negara.
dan dapat Alicia tebak bahwa kedatangan Maya. kali ini tak lain dan tak bukan karna masalah itu
Bersambungggg....
#######
Ehhh bentar malam udah tarwih ya gays?
Selamat menjalankan ibadah bulan suci ramadhan bagi kalian saudara seimanku
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu