
Jika tadi pagi Daniel di buat kesal oleh Tasya dan setelahnya Daniel harus berada di situasi rumit karna masalah pembangunan panti asuhan yang dinaungi perusahaanya di pinggiran kota bermasalah, ia harus turun tangan langsung meninjau mengingat Ali berada di luar kota, rencana untuk pulang lebih awal untuk berkata jujur akan perasaannya musnah begitu saja.
maka siang menjelang sore ini ia di buat frustasi oleh Alicia, kabarnya wanita hamil itu menghilang di tengah-tengah pengawalan ajudan saat berada di luar Mansion
Bagaimana bisa? Kemana kesiap-siagaan para ajudan dan pengawal yang Daniel sewa? Bagaimana mereka yang berjumlah banyak namun bisa kehilangan sesosok wanita kecil itu?
Argh!
Daniel mengeram frustasi
Bahkan sopirnya jadi sasaran kemarahannya,
"apa kakimu lumpuh tak bisa menginjak gas!" bentak Daniel, mau gimana, jakarta tak selenggang arena balab
Sang sopir hanya bisa berucap dalam hati, sebab ia tak punya nyali untuk menjawab
"Arghh! Kenapa tiba tiba ponsel wanita bodoh ini mati" Daniel tak bisa mengontrol emosinya saat beberapa kali sambungan telpon Alicia tak aktif
Tentu kemarahan Daniel bukan hanya di tujukan untuk para ajudan yang tak becus itu, tapi juga untuk istrinya.
Selain keteledoran para ajudan, istrinya juga cukup andil dalam masalah ini, sebab semua bermula dari kebohongan Alicia
Kabarnya, para ajudan sudah menghubungi Daniel sedari siang untuk meminta izin menemani nyonya mudanya keluar Mansion namun karna jaringan di pinggiran kota tidak bagus Alhasil Alicia mengambil kesempatan disana.
Alicia yang memang sedari pagi mencari alasan agar bisa keluar mansion namun ia tak tahu dengan cara apa, mengingat 3 wanita kaku nan menyebalkan yang sering merecoki hidupnya atas isin Daniel mengetahui semua jadwal Alicia, Dan Daniel mamang membatasinya jika hanya dengan keperluan kampus Alicia boleh keluar, selebihnya Daniel tak terima alasan apapun, Alicia boleh keluar kemana saja asalkan itu bersama Daniel.
siangnya, Alicia yang diserang rasa gelisa akhirnya beralasan ingin keluar cari angin di taman kota, namun ajudan tak ada yg mengizinkan, Alicia merasa kesal dibuatnya, para ajudan yang tak enak dengan rasa kesal nyonya mudanya, menghubungi Daniel, namun nomor Daniel tak kunjung aktif.
otak licik Alicia langsung bereaksi. ia memperlihatkan panggilan keluar Daniel tadi pagi di ponselnya saat suaminya menghubunginya dengan dalih salah pencet hingga menganggu tidurnya, dan Alicia manfaatkan bukti itu dengan beralasan bahwa ia sudah mendapat izin dan akhirnya para ajudan percaya dan menemani nyonya mudanya keluar
Namun sebelum sampai di taman, Alicia tiba-tiba merasa lapar dan akhirnya mereka singgah disebuah restoran, Alicia yang memang punya niat terselubung dengan kelaparan tiba-tibanya mengulum seringai, ia berniat kabur dari penjagaan para ajudan ini karna ingin menemui dokter kandungan untuk memastikan kebenaran dari hasil kelima tespek yang semuanya 'positif'
beralasan kebelet pipis saat pesanan baru saja di sajikan, Alicia menuju toilet. Namun ia harus dibuat kesusahan oleh sang ajudan, karna 2 ajudan mengikuti Alicia sedang 1nya lagi menjaga tempat duduk mereka.
di dalam wc Alicia bingung memikirkan bagaiamana cara bisa ke rumah sakit tanpa ketahuan ketiga ajudanya, dan saat membuka pintu bilik kamar mandi Alicia dikejutkan oleh seseorang yang tiba-tiba membekap mulutnya dan membawanya kembali masuk ke dalam bilik sebelum ke dua ajudan yang berjaga di ambang pintu masuk toilet umum restoran menyadari aksinya.
"diamlah, nona akan baik naik saja jika nona tak berontak" bisik wanita itu
Alicia yang awalnya ketakutan namun akhirnya luluh saat wanita berperut besar itu memohon dengan tampang sendunya, memohon agar urusannya dipermudah dengan Alicia yang bersedia menemui seseorang yang menyuruh wanita itu menguntit Alicia hingga berhasil meraihnya. Wanita itu berani mempertaruhkan nyawanya jika Alicia tidak akan kenapa napa yang akhirnya Alicia luluh dan setuju. Tentu Alicia juga memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur dari para ajudannya.
Kemudian wanita hamil besar itu melepaskan gaun khusus ibu hamil besar yang ternyata ia berpakaian 2 lapis, kemudian rambut palsunya, ia memberikannya ke Alicia untuk memakainya, dan terakhir ia melepas bantalan dari perutnya yang ternyata ia hanya hamil bohongan.
Alicia melotot melihatnya, kemudian ia mengelus perutnya, bisakah ia berandai jika di dalam sini hanya sebuah kebohongan juga. tapi tespek itu? argh!
Bukannya tak menerima anugrah itu, hanya saja Alicia takut jika kelak anaknya akan lahir dan hidup sama seperti dirinya yang luntang lantung tanpa kasih sayang kedua orang tua.
Cukup dirinya yang mengalami kenyataan pahit itu, tidak untuk anaknya.
Tapi haruskah ia berbuat sejauh ini, apakah anaknya akan setuju jika ia harus dilenyapkan sebelum melihat dunia, manakah yang lebih kejam, orang tua yang tak menganggap anaknya ada atau dirinya yang melenyapkan janinnya? Oh sepertinya dirinya lebih kejam, setidaknya Dinata tak membunuhnya meski perlakuan Dinata sama dengan membunuhnya secara perlahan.
Ya, jiwa anak tak dianggap oleh orang tua yang menang dalam dirinya. Alicia akan melenyapkan sebelum anaknya merasakan penderitaannya
Alicia akan menemui bos dari wanita yang sudah membantunya kabur dan setelahnya ia akan bertandang ke rumah sakit secepatnya sebelum para pajudan dan pengawal menemukannya. Ya Alicia yakin ia akan dicari dan pasti akan ditemukan oleh orang-orang tuan suaminya tapi tak apa jika urusannya sudah kelar. Ia sengaja meninggalkan tas dan ponselnya di meja restoran sebab takut akan dilacak, jadi dia hanya membawa dompet mininya yang diam diam ia sembunyikan di balik gaunnya.
Alicia percaya dengan penyamarannya yang sekarang akan sangat sulit mengenalinya. Kedua ajudannya saja yang ia lewati tadi tak menyadari siapa dirinya.
\=\=\=\=\=\=
Daniel memijit keningnya, rasa khawatir, takut, kesal dan marah bercampur padu dalam emosinya
"apa yang ada di pikiran wanita itu?" tanya Daniel entah pada siapa
"atau?"
"dia diculik?"
"Arghh!"
Dug
Kursi kemudi jadi sasaran kakinya melampiaskan emosinya membuat sang sopir terjingkat
*aku sering melihatnya marah tapi tidak sefrustrasi sekarang, sungguh nyonya muda sangat berarti dalam hidup tuan muda* batin si sopir
Tlingk
Bunyi notifikasi langsung di baca Daniel di ponselnya
Tangan yang bebas dari ponsel perlahan mengepal kuat, giginya saling beradu, sedang perasaannya bergemuruh setelah membaca pesan singkat itu
"harusnya saya melenyapkan mereka dari dulu!" geramnya
"ke hotel QWE!" titahnya pada sang sopir
"baik tuan" sang sopir sedikit lega, meski tak di beri tahu tapi sang sopir tebak jika titik temu keberadaan nyonya mudanya sudah diketahui.
Bersambungg....
######
Mon maap menghilang lagi. Hehehe
Dan mon maap kalau ceritanya gaje banget soalnya kehaluanku tiba-tiba digantikan dengan keasikan main game
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu