TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 25


Maura melangkah keluar perusahaan dengan perasaan bahagia, Maura merasa berada di atas awan sekarang.


Maura bangga dengan kemampuannya meluluhkan Daniel. senyuman di bibirnya tak pernah pudar hingga ia melesat pergi dari perusahaan


sementara di dalam ruangan presdir


"tuan muda yakin akan menerima nona Maura sebagai sekertaris selama magang" tanya Ali memastikan keputusan Daniel


"iya, sebagai sekertarismu" ucap Daniel enteng dan kembali membuka lembar demi lembar berkas di meja kerjanya


"tapi tuan saya tid__"


"kalau kamu tidak membutuhkannya, buat dia tidak betah bekerja denganmu" ucap Daniel memotong protes Ali


"baik tuan" pasrah Ali


ya Maura baru saja memanfaatkan statusnya jadi adik dari wanita yang di cintai Daniel untuk magang di perusahaan Prasetio yang mendunia itu di bandingkan dengan perusahaan Dinata, Maura dengan percaya dirinya turun tangan langsung membujuk Daniel tanpa harus melewati seleksi berkas peserta magang.


Maura sebenarnya berencana memamfaatkan Maureen untuk membujuk Daniel namun kakaknya itu sudah seminggu lebih ini tak juga ada kabar, terpaksa Maura memberanikan diri bertemu langsung dengan Daniel dan alhasil Maura sangat puas dengan hasilnya


"tak sesulit yang aku bayangkan" ucap Maura menyerigai puas


\=\=\=\=\=\=


warna jingga menghiasi langit ibu kota.


Kedatangan senja yang menenggelamkan matahari mengajarkan bahwa segala sesuatu tak ada yang abadi


Senja akan selalu seperti itu. Datang dengan keindahannya, dan lalu akan pergi begitu saja dengan sangat cepat, tergantikan dengan kehampaan malam yang sunyi


seseorang pria berdiri tegak dengan kedua tangan di saku celana bahannya menyaksikan langit jingga dengan tatapan datar menatap keluar melalui dinding kaca kantornya


"tuan muda, apa anda butuh sesuatu" ucap Ali membuyarkan lamunan Daniel


Daniel yang sedari tadi berdiri diam disana tersentak melirik sekilas sekertaris Ali


Daniel menghela napas berat dan berucap


"pulang"


Daniel menyambar jas yang menyampir di kursi kebesarannya dan melangkah lebar keluar ruangan menuju mansion


Alicia sudah menunggu Daniel di pintu utama saat pak Wis memberitahunya jika Daniel on the way Mansion.


tidak lama Daniel dan Ali tiba, Alicia mengambil tas dan tangan Daniel untuk di ciumnya namun Daniel segera menepis tangan Alicia saat hendak meraih tangannya. tatapan Daniel begitu dingin


Daniel melangkah masuk tanpa memperdulikan keheranan Alicia.


*bukannya ini tugasku, kenapa dia menolak? tapi baguslah* batin Alicia menatap punggung kokoh Daniel yang menjauh


"tuan muda sepertinya banyak pikiran, mohon anda jangan buat kekacauan nyonya muda" ucap Ali memperingati


Alicia mendengus dan segera menyusul Daniel, Alicia merasa awas dengan keadaan setelah mendengar ucapan Ali tadi


saat Alicia memasuki kamar utama, tubuh kokoh itu tak terlihat, hanya pakaian yang berhamburan di mana mana, jas di tepi ranjang,sepatu dan kaus kaki di dekat pintu kamar utama, ikat pinggang di sofa, dasi, kameja putih,celana bahan berhamburan teronggok di lantai di depan pintu kamar mandi.


sepertinya tuan suami sedang mandi terdengar dari suara gemercik air dari dalam kamar mandi


beruntung Alicia sudah menyiapkan semua keperluan mandi Daniel sebelum turun menyambutnya tadi


Alicia menghela napas panjang dan segera memungut satu persatu pakaian Daniel kemudian menyimpannya di keranjang pakaian kotor. Alicia benar benar menjalankan peran seperti istri sungguhan saat ini.


lama Alicia menunggu namun sepertinya Daniel masih betah berada di dalam kamar mandi


hingga pak wis datang memberi tahu bahwa jam makan malam tiba


Alicia melirik ke arah kamar mandi namun nampaknya si tuan suami sangat betah berada di dalam sana, padahal sudah hampir 2 jam Daniel di kamar mandi


*apa dia bersemedi di dalam sana* batin Alicia


"tunggulah di bawa pak wis, kami akan segera turun" ucap Alicia


"baik nyonya muda" pak Wis pamit


10 menit, 30 menit, 1 jam kemudian Daniel tak juga kunjung keluar


*apa aku masuk saja, kali aja dia ketiduran didalam* batin Alicia menimbang apa yang akan ia lakukan, sebab Daniel berada disana sudah hampir 3 jam dan juga perutnya sudah menagih untuk segera di isi asupan.


tok tok tok


Alicia mengetuk pintu namun tak ada suara dari dalam, Alicia menempelkan daun telinganya di pintu agar bisa mendengar ada apa di dalam sana namun nihil, Alicia tak mendengar apa apa


dengan berat dan penuh awas Alicia memberanikan diri memegang handel dan membuka pintu kamar mandi


beruntung pintu kamar mandi tidak di kunci Daniel tadi


Alicia celingak celinguk mencari sosok Daniel, dan netranya berhenti di bathup.


bola mata Alicia membulat melihat Daniel, disana, didalam bathup Daniel terlelap. ia tertidur disana. pantas saja Alicia menunggu Daniel keluar berjam jam dari kamar mandi namun tak kunjung juga ternyata pria itu terpulas nyenyak disana


bukan karna lamanya menunggu yang membuat Alicia syok namun keadaan Daniel, bukankah sudah berjam jam ia berendam? ini bahaya!


berendam di air panas terlalu lama tidak hanya dapat mengalami dehidrasi dan mengiritasi kulit, tetapi juga membersihkan bakteri baik dan meningkatkan risiko infeksi.


Alicia dengan cepat melangkah mendekat dan membangunkan Daniel


"tuan" panggil Alicia


beberapa kali Alicia memanggil nama Daniel namun Daniel tak kunjung memberi respon


Alicia menepuk nepuk pipi Daniel, tubuhnya begitu dingin padahal air di bathup masih hangat


segera Alicia meraih tubuh Daniel, dengan susah payah Alicia membopong tubuh Daniel ke ranjang dengan keadaan Daniel masih basah dan hanya mengenakan boxer di badannya, namun Alicia tak memperdulikan itu semua, yang penting sekarang membantu Daniel segera menghangatkan tubuhnya


Setelah membaringkan Daniel dan menyelimutinya, Alicia berlari keluar kamar meminta bantuan pada pak Wis


"pak Wis,hah hahh... tuan Daniel hah hahh.." Alicia berusaha mengatur napas


"ada apa dengan tuan, Nyonya?" ucap pak Wis khawatir


"dia,, dia,, tolong panggilakan dokter" ucap Alicia akhirnya


Pak Wis segera meraih ponselnya menghubungi seseorang


Alicia dan pak Wis menuju kamar utama tak lama setelahnya datanglah sekertaris Ali dan doktet Rahmat


Rahmat langsung maju memeriksa Daniel


"bagaimana?" tanya sekertaris Ali setelah Rahmat selesai memasang infus di tubuh Daniel


"Apa dia berendam terlalu lama?" tanya balik Rahmat


sekertaris Ali langsung menoleh ke arah Alicia dengan tatapan tajam meminta penjelasan


"tuan Daniel... dia.. dia, hampir 3 jam berada dalam kamar mandi" cicit Alicia menunduk


"bodoh! tak berguna!" maki Ali dengan mengepal erat tangannya


Alicia makin menundukan kepalanya, bibirnya bergetar menahan tangis karna bentakan Ali


entah kenapa makian Ali kali ini membuatnya jadi cengeng padahal makian lebih parah dari ini sudah makanan sehari hari baginya.


"bukannya aku sudah memperingatkan anda tadi jangan membuat kekacauan" lanjut Ali geram


*aku bahkan tidak melakukan apapun* batin Alicia


"hei! kenapa malah menyalahinya" sentak Rahmat pada Ali


"saya hanya peduli dengan tuan muda" ucap Ali menekan setiap katanya


"kenapa harus dengan menyalahi nona Elis? bahkan tuan mudamu ini hanya dehidrasi ringan dan saya sudah menyuntikan obat di infusnya, dia akan baik baik saja" jelas Rahmat panjang lebar


#####


Happy Reading readers


mon maap gaje lagi


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia halu