TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 38


ancaman Daniel begitu mengerikan terdengar di telinga Alicia hingga membuatnya tak bisa beralasan lagi.


padahal Alicia berharap bisa tinggal di kantor meski telah dengan tak adil presdir Daniel memberinya hak istimewa yang Alicia anggap sebuah kekangan dari Daniel.


jika memang Alicia dibebas tugaskan dari atasannya yang tak lain adalah suaminya, Alicia ingin mengunjungi kedua sahabatnya dan setidaknya bisa membantu sedikit pekerjaan mereka. Alicia masih rindu sebab mereka belakangan ini hanya bertemu di saat pagi atau pulang saja dan itu waktunya sangat singkat. makan siangpun hanya sekali dua kali Alicia diizinkan oleh Daniel untuk keluar sama sahabatnya.


namun, Alicia tak punya pilihan selain menurut, ia dengan berat hati pulang ke mansion meski dirinya masih ingin di kantor


Alicia merasa di kantor lebih baik dari pada di Mansion, meski di kantor Alicia selalu berdekatan dengan Daniel yang mood Singa nya kadang on kadang off yang membuat Alicia bisa berhenti bernapas sewaktu waktu, namun disisi lain, Alicia senang dengan semangat kerja Daniel, itu membuatnya juga semangat dan melupakan dengan siapa Alicia bekerja.


disibukan dengan jadwal padat Daniel memang membuatnya kadang kewalahan, namun demikian, bisa membuat Alicia lupa dengan kehidupannya yang penuh sandiwara, sedangkan jika berada di mansion ia akan merasa bosan dan malah membuatnya sadar akan statusnya yang sebenarnya.


"ahhh biarlah, setidaknya beberapa jam kedepan si tuan suami tidak berada dalam jangkauan mata. heheheh" monolog Alicia dengan cengiran


"anda berbicara sesuatu nyonya muda?" tanya pak Gun yang sedari tadi fokus mengemudi namun mendengar samar ucapan Alicia


ya, Alicia sudah berada dijalan menuju Mansion dengan sopir pribadi, milik keluarga Prasetio, Pak Gun.


"eh,, saya ingin makan es krim, bisakah kita singgah sebentar di kedai es krim?" tawar Alicia beralasan, namun memang Alicia rindu menikmati es krim yang telah lama tidak dinikmatinya itu


"baiklah, tapi,, tapi saya harus meminta ijin pada tuan Daniel dulu seb.."


"ah,, sudahlah. tidak jadi. kita langsung pulang saja" potong Alicia kesal mendengar ucapan terbata Pak Gun


"maafkan saya nyonya muda, tapi perintah tuan muda adalah wajib bagi saya" ucap pak Gun tak enak pada istri tuan mudanya


ya, sebelum berangkat tadi Daniel sudah memberi titah bahwa Alicia harus pulang ke mansion, bahkan Daniel sampai menunda keberangkatanya beberapa menit hanya karna menunggu Alicia pulang lebih dulu di antar oleh pak Gun.


soal karyawan lainnya di Prasetio Corp tidak ada yang curiga dengan status mereka, para karyawan hanya salut pada Alicia yang bertahan bekerja dekat dengan Daniel padahal Alicia hanya anak magang yang pasti tak memiliki pengalaman seperti Ali maupun Tasya yang sangat kebal akan sifat dan sikap Daniel yang seenaknya


sebelumnya, banyak yang mengira Alicia akan berakhir ditendang keluar dihari pertama magangnya di perusahaan, apalagi dengan posisinya sebagai asisten dari Presdir yang sangat perfeksionis itu, namun buktinya Alicia masih bertahan selama hampir sebulan bekerja dengan seorang presdir seperti Daniel.


Alicia menghela napas panjang saat kakinya ia langkahkan memasuki rumah utama


beberapa maid menyambutnya, yang dibalas senyuman hangat dari Alicia meski di wajahnya tercetak raut sedih


Alicia terus melanjutkan langkahnya hingga sampai di kamar utama.


"sampai kapan kek gini" Alicia membanting bokongnya di sofa empuk tempat tidurnya dengan mendesah keras


"kak Maureen kembali lah, Aku lelah dengan sandiwara ini"


Alicia membaringkan tubuhnya, lelah. lelah jiwa dan raga.


sungguh selama meninggalkan panti Alicia tak lagi bisa bebas bermain maupun melakukan sesuatu yang menurutnya menarik, semua yang di lakukannya adalah kekangan dari orang yang dianggapnya satu satunya keluarga, yaitu ayah kandungnya sendiri.


termasuk pernikahannya yang hanya sebuah lelucon bagi keluarga Dinata maupun Prasetio tanpa memikirkan perasaan Alicia.


Alicia harus rela jadi korban demi keegoisan Maureen yang bahkan semua orang mendukung Maureen. semua orang berpihak pada Maureen, tidak seperti dirinya yang tak pernah mendapat dukungan sekecil apapun itu. tak pernah.


"kamar ini milikmu, status ini milikmu, ambillah!" Mata Alicia memindai setiap sudut kamar


seketika mata Alicia membulat sempurna disertai tubuhnya menegang, buru buru Alicia beranjak duduk


"jangan!!"


"jangan kembali!!"


monolog Alicia dengan suara yang agak kencang setelah tersadar akan keadaan yang sesungguhnya


"setidaknya sebelum aku selesai magang dan lulus kuliah"


"karna aku tidak tau, mau kemana setelah di tendang keluar dari sini" lirih Alicia, penglihatan Alicia mulai buram akibat genangan air mata di pelupuk matanya


tlink (pesan masuk)


Alicia merogoh ponselnya


Alicia mengerutkan kening, siapa orang yang mengirimkannya pesan karna pesan itu dari nomor baru


Alicia menyimpan ponsenya di atas meja, mengabaikan pesan itu, Alicia pikir nomor iseng


tlink (kembali bunyi pesan terdengar)


Alicia dengan malas mengambil ponselnya dan membuka pesan itu


"saya menunggumu Elis, ini dari ibumu, Maria" bunyi pesan itu


Deg


Mata Alicia mendelik bersamaan dengan air mata yang menetes.


bukan. bukan menangis karna mendapat pesan dari wanita kejam yang bersatuskan ibu tirinya itu, namun karna terkejutlah hingga membuatnya mendelik beberapa kali sampai membuat genangan air yang sedari tadi terbendung di pelupuk mata mau tak mau keluar padahal dirinya sudah tidak bersedih melainkan syok


Drt drt drt (bunyi pesan masuk)


Alicia terlonjak kaget mendapat panggilan masuk, tunggu! dari nomor yang sama dengan yang mengirimkannya pesan tadi, itu berarti si pemanggil adalah istri ayahnya.


belum selesai dengan keterkejutannya mendapat pesan itu, Alicia kembali dibuat terkejut sekaligus heran mendapat panggilan telpon pertama dari ibu sambungnya itu.


ya, selama hidup dengan ayah dan keluarga ayahnya, Alicia bahkan tak tahu no ponsel mereka. karna jika ada apa apa Alicia selalu berhubungan dengan asisten Dinata


dan selama belasan tahun tinggal di Mansion Dinata, ini adalah panggilan pertama yang Alicia dapat dari keluarga besarnya, dan itu adalah ibu tirinya.


panggilan pertama terlewat begitu saja, Alicia masih berusaha mencerna keadaan, ini mimpi atau nyata, pikirnya


Drt drt drt (panggilan kedua masuk)


dengan perasaan gugup, Alicia memberanikan menggeser tombol hijau untuk menyambungkan panggilan dari no baru yang mengatas namakan dari Maria, ibu tirinya


"Hal,, "


"Halo Elis, jangan lupa datang yah, saya harap kamu tidak mengecewakan saya hanya untuk menunggumu" suara lembut namun penuh peringatan dari seberang telpon memotong sapaan Alicia


"ba.. baiklah" ucap Alicia terbata


Alicia tak lagi bisa berpikir panjang mendengar ucapan Maria yang sarat akan ancaman meski terdengar lembut. Alicia sudah terbiasa


"oke sampai ketemu nanti sore anakku" Maria memutuskan panggilannya


Alicia mematung di tempat mendengar untuk pertama kalinya, dirinya dipanggil anak oleh ibu dari kakak kakaknya itu.


sedangkan di seberang sana


Maria menyerigai seram membayangkan rencananya akan berhasil


meski Maria geram dengan Alicia yang mengabaikan pesan dan panggilan telponnya yang pertama namun Maria harus bersabar agar rencananya bisa berjalan mulus.


bersambunggggg


#####


baleekk lagiii


mon maap banyak typo


hanya penulis abal abal, diharap maklum bnyak gaje nya dari pada nyambungnya. hahaha


oke see you next chapt


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia halu