TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 58


merasa suasana haru sudah mencair, Alex memberanikan diri berkata jujur di depan keluarganya. Ia mau memulai hidup baru dengan restu kedua orang tuanya.


"Alex...memiliki istri lain yang bernama Maura" tutur Alex setelah mengambil napas


"Maura Anice Dinata" lanjutnya saat mendapati Bimo, Alexa dan Bagas tampak terkejut, berbeda dengan Anjani yang terlihat biasa saja


"anak alm. Tuan Dinata? Pengusaha bangkrut yang memiliki anak sulung seorang bich?" tanya Alexa membuat Alex menatap tak suka pada sang adik. Sedang Anjani mengulum senyum.


Putrinya itu pandai juga berakting. Batin Anjani bangga


Ya, Anjani sudah mewanti-wanti pada semuanya agar bersikap seolah tak tahu mengenai pernikahan kedua Alex. Biar Alex tahunya hanya Anjani seorang yang mengetahui keberadaan Maura, mengingat Anjani terlanjur pernah melabrak Alex di apartemen lelaki itu karna sudah tak tahan akan keputusan bodoh Alex yang membuatnya gemash pengen ngejitak pala putranya itu


"tapi Maura tak begitu, ia wanita suci" bela Alex tak terima sang adik mengungkit keluarga Maura yang berantakan


"Mama tahu ia wanita baik-baik kan, mah?" tanya Alex pada Anjani untuk mendapat dukungan dari sang ibu, Alex ingat bagaimana Anjani lebih dominan ke Maura dari pada Elana


"jadi kedatanganmu disini bukan semata-mata untuk kami tapi karna..."


"ck, ibu dokter baperan amat dah" sela Alex cepat kala perkataan Anjani kembali negatif padanya


"aku datang pada kalian karna aku lelah hidup tanpa kedamaian. Aku tulus meminta maaf. Aku ingin memulai hidup baru. Hidup yang lebih berkah dengan restu kalian---" Alex mengantungkan ucapannya guna mengambil napas "---Alex ingin membuka lembaran baru bersama dengan wanita yang aku cintai. Ck jangan di potong dulu dek" decak Alex saat melihat Alexa hendak menyelahnya "Alex tidak akan mengulang hal yang sama jika tahu itu adalah kesalahan. Kali ini Alex akan berjuang mendapat restu kalian. Alex akan melangkah jika sudah mendapat izin papa dan mama" lanjut Alex tegas


"kau tahu pilihanmu pada seorang wanita pernah salah, apa kamu pikir kami akan percaya dengan pilihanmu kali ini?" tanya Bimo akan perkataan Alex mengenai restu


"Jika dulu aku memilih abai akan restu kalian untuk bersama Elana, itu memang jalannya sudah salah dan maaf, Alex baru bisa mengakui itu sekarang. Tapi kali ini dengan Maura, aku ingin berjuang mendapatkan keduanya. Restu mama papa juga memiliki Maura. Percaya sama Alex, aku ingin memperjuangakan semuanya agar kita bisa hidup berdampingan dengan akur dan terbuka. Kali ini bukan hanya cinta yang ingin aku dapatkan tapi juga kebahagian dan kedamaian. Aku tidak akan kabur lagi seperti sebelumnya, aku akan berusaha meyakinkan papa mama kalau pilihan Alex kali ini memang benar hingga restu kalian aku miliki" tutur Alex panjang lebar untuk meyakinkan keluarganya


"yakin? Kali ini cinta atau obsesi?" tanya Anjani


"obsesi menjadi cinta. Alex awalnya memang hanya memanfaatkannya untuk menyalurkan kebutuhan priaku saja, juga untuk mendapat keturunan darinya, tapi tanpa aku sadari, aku terjebak dengan permainan yang ku buat sendiri. Alex mencintainya, Alex membutuhkannya, Alex ingin melindunginya. tapi wanita itu telah pergi karna kebodohan Alex. Aku menelantarkannya karna diselimuti rasa cemburu. Aku lagi-lagi kembali menorehkan luka setelah ribuan luka fisik dan batin yang aku ciptakan padanya" ujar Alex sendu. Ia tidak menangis tapi hatinya didalam sana bagai diremas kuat mengingat kekejamannya pada Maura


"ini cinta, mah" lanjut Alex meyakinkan Anjani yang masih terdiam memicingkan mata padanya


"Terus bagaimana dengan Elana?" Bimo ikut menimpali pengakuan si bungsu dengan mempertanyakan istri pertama Alex


"Alex dan dia sedang proses cerai secara hukum" jawab Alex ringan berhasil membuat semua orang bernapas lega


"setelah 12 tahun doa kita terkabul mah" sahut Alexa yang diangguki antusias oleh Anjani


"kabar terbahagia sepanjang 12 tahun belakangan ini" balas Anjani


"meski waktu 12 tahun tak bisa mengembalikan kesia-siaan hidupmu, tapi papa harap kedepannya kamu bisa membayarnya dengan jangan lagi berpikiran pendek" Ujar Bimo memberi wejangan ringan


Alex tersenyum miris mendengar perkataan papa, mama dan adiknya. Secinta itu mereka padanya, walau Alex telah berbuat kesalahan fatal tapi keluarganya tetap mendoakannya


"berkat doa kalian, Alex akhinya ditunjukan jalan benar" ujar Alex membuat orang terkekeh


"bahasa si pendosa" cibir Alexa memancing Alex mengacak rambut istri Bagas itu


"oh ya, jadi apa yang akan kamu lakukan mengenai Maura?" tanya Anjani


"setelah ketuk palu, Alex akan mendaftarakan pernikahan kami di kantor KUA, Maura akan menjadi istri Alex satu-satunya" jawab Alex mantap


"tanya orangnya dulu, mau tidak dia kembali sama kamu yang brengsek ini" Ucap Bimo memancing


bugh bugh bugh bugh


"sekalinya pengecut ya pengecut" cibir Anjani


"canda mah, aelah baperan semua. tapi melihat reaksi kalian, sepertinya Alex sudah mengantongi restu nih untuk bersama Maura. Dia memang wanita luar biasa sih" ujar Alex bangga


"sama seperti Alex berjuang memperoleh restu, Alex juga akan berjuang untuk menyakinkan Maura jika Alex sudah berubah dan tulus mencintainya" tutur Alex dengan wajah seriusnya


"bawa dia kehadapan kami" titah Bimo menantang


"Alex janji akan mencarinya pa, kali ini Alex akan membawakan menantu yang cantik, baik dan muda pada keluarga ini" jawab Alex tanpa keraguan


"Tapi, bolehka Alex tahu kapan terakhir kalinya mama ketemu dia? Dan mama tahu dari mana tentang hubunganku dengan Maura?" tanya Alex yang kini menatap menuntut pada Anjani, membuat wanita paru baya itu menelan ludah kasar


sementara di dalam kamar milik Alex saat muda dulu, seorang wanita muda menangis sesegukan di atas ranjang.


"jadi semuanya hanya sandiwara saja?" tanyanya entah pada siapa.


Maura merasa dipermainkan. seminggu ini dilambungkan tinggi-tinggi atas sikap baik dan tulus


pemilik rumah ini padanya tanpa memandang riwayat keluarganya, nyatanya hanyalah sesaat saja, padahal ia sudah mempercayai mereka tapi apa yang terjadi? faktanya semua orang hanya memasang topeng. bersikap baik dihadapannya namun dibelakangnya ia dan keluarganya tetap menjadi cemoohan.


Maura yang tadinya penasaran akan lanjutan dari pengakuan Alex tentang dirinya, memilih pergi dari sana saat mendengar ucapan Alexa yang mencela ayah dan kakaknya. ia sakit hati akan perkataan Alexa. sebenarnya Alexa tak salah, toh memang benar keluarganya seberantakan itu, tapi tetap saja ia sakit mendengar ada orang yang menghina keluarganya, apalagi orang itu adalah Alexa yang seminggu ini sangat dekat dengannya.


"ayah, ibu, Maura rindu" monolognya mengingat sosok kedua orangtuanya. nyatanya tak ada tempat pulang paling nyaman selain ke pangkuan orang tua. tapi ia tak memiliki hal semacam itu lagi. ia kini seorang diri, ia harus berjuang seorang diri tanpa penopang. Ayahnya telah di surga, sedang ibunya entah dimana berada.


"aku harus pergi sebelum orang-orang itu memberitahukan keberadaanku pada Alex" ujarnya melihat jendela kamarnya. beruntung kamarnya berada di lantai 1.


tok tok tok


Deg


Maura mematung di dekat jendela kala pintu kamar diketuk dari luar


ceklek....


bersambung...


##


hahahahah


pensaran? yah gimana autornya capek ngetik nih.


eh btw, makasih banyak loh koment-nya yang subahanallah! nggak nyangka bisa ampe 2k, lebih malah. gila sih, kalian gila tapi terbaik. tengkyuu semua.. maapin autor yang nggak bisa nepatin janji doubel up.


soalnya pas autor cek sorenya itu baru 1400 komen. nah aku pikirnya mggak akan kesampaian jadinya aku nggak ngetik. eh malamnya pas mau tidur, waktu autor ngetik biasanya, sebelum ngetik cek komenan dulukan,, eh masyaAllah,, melampauai target dong. sumpah! aku ngerasa bersalah banget. sebenarnya chap ini selesai aku ketik jam setengah 11 malam, tapi berhubung nggak ada ide untuk up besok pagi yaudahlah aku upnya tunggu pagi aja.


maafin yah guys! salah autor yang nggak selalu cek pemberitahuan.