
Daniel tampak gelisah dengan rapatnya kali ini, pikirannya selalu tertuju pada istri kecil keras kepalanya yang berada di jakarta
"apa ada yang menganggu tuan?" bisik Ali membuyarkan lamunan Daniel
"oh.. tidak ada"
"sampai dimana tadi?" tanya Daniel berusaha kembali fokus pada rapat
\=\=\=\=\=\=
sementara di Mansion
Alicia masih berdiri mematung di ambang pintu. langkah kakinya begitu berat.
sebenarnya Alicia tak ingin datang memenuhi permintaan ibu tirinya, namun mengingat jika posisnya bisa tergeser kapanpun jika Maureen sudah kembali, dan setelah itu Alicia pasti akan berurusan dengan keluarga Dinata lagi jika waktu itu tiba.
untuk itu, Alicia dengan terpaksa tak punya pilihan selain menemui Maria.
Alicia menghela napas panjang kemudian membuka pintu
Alicia menuruni tangga, kepala Alicia celingak celiguk kesana kemari mencari sosok pria paru baya yang memiliki hak istimewa sebagai orang kepercayaan tuan suaminya, beruntung lelaki paru baya yang tak lain adalah pak Wis tak terlihat
keadaan Mansion sepi, memang di jam sekarang ini para mide istirahat di rumah belakang, nanti sekitar jam 5 sore para mide akan kembali memasuki rumah utama untuk melakukan tugas mereka kembali
Alicia lega, ia bisa keluar menemui Maria tanpa harus melapor pada pak Wis.
Alicia akan kembali sebelum jam 5 sebelum Daniel pulang dari luar kota. jadi ini akan aman baginya
\=\=\=\=\=\=
setelah 3 jam berkutat dengan permasalahan SDM dan keuangan cabang perusahaannya, akhirnya rapat selesai. tentunya dengan hasil yang memuaskan, meski beberapa kali tadi Daniel tidak fokus akibat pikirannya yang bercabang, namun semua bisa terhandel berkat kejeniusannya.
"ada apa dengan dadaku? kenapa seperti terasa ruam" tanya Daniel pada dirinya sendiri denhan suara pelan, tangan kananya memegang dada bagian kirinya yang berdetak tak karuan
"Apa tuan butuh pemeriksaan?" Ali yang berada di balik kemudi mobil mendengar samar ucapan tuan mudanya kemudian memberi usul
mereka saat ini menuju jakarta.
"ya, beritahu rahmat sekarang" titah Daniel
\=\=\=\=\=
Alicia perlahan melangkah memasuki lobi hotel Qwe yang berbintang 5 itu
dengan persaan campur aduk, dengan gemetar Alicia menuju restoran hotel dimana tempat yang telah di beritahu Maria tadi.
disana, mata Alicia menangkap seorang wanita paru baya yang sangat anggun dengan seorang pria... pria paru baya yang bertubuh gempal
perasaan Alicia mulai tak enak
apa ini akan berakhir seperti kejadian kejadian sebelumnya, saat Alicia belum menikah
di jodohkan dengan beberapa rekan bisnis ayahnya
tapi sekarangkan Alicia sudah menikah, tidak mungkinkan ayah dan ibu tirinya menjodohkannya sementara Alicia masih berstatuskan istri orang.
gila aja jika pikirannya benar.
Alicia ingin lari sekarang
* tuan Daniel...* batin Alicia memanggil nama Daniel untuk meminta pertolongan, sebab ia tak tahu lagi akan meminta tolong pada siapa
tapi, apakah Daniel akan menolongnya sementara Alicia tahu jika dirinya tidak berarti apa apa bagi Daniel, toh Alicia hanya seorang pengganti.
Alicia tak punya pilihan selain kabur, Ia ingin menghindar untuk saat ini, urusan kemarahan Maria akan Alicia hadapi belakangan. Alicia hanya berharap semoga Maureen masih betah liburan hingga masa magang dan skripsinya selesai, agar Alicia tak lagi kembali ke Mansion ayahnya jika Alicia sudah mendapatkan pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri
namun takdir baik tak berpihak padanya kali ini, saat baru saja Alicia memutar tubuhnya untuk kabur, Maria melihatnya
"Alicia!" teriak Maria
Alicia mematung, tubuhnya tiba tiba kaku saking takutnya
Tepukan lembut di bahunya menyadarkan Alicia
"sini sayang ikut ibu" ucap Maria lembut kemudian membalikan tubuh Alicia dan menuntunya ke meja tempat duduk Maria tadi
senyum licik di bibir Maria terbit
pria paru baya bertubuh gempal tersenyum mesum menatap Alicia, terlihat dari matanya yang memindai seluruh tubuh Alicia yang berpakaian tertutup, dengan celana jeans panjang warna hitam dan kaos warna maroon lengan panjang.
"bagaimana" tanya Maria mengerlingkan mata pada pria gempal itu
"she is beautiful" ucap pria gempal itu
"jadi kapan saya bisa menikahinya?" ucap pria gempal antusias
Deg
sungguh kejam 2 orang manusia paru baya ini. apa mereka tak punya hati? menikahkan perempuan yang sudah memiliki suami
tiba tiba pikiran Alicia teringat ayahnya, Dinata.
apa Dinata juga terlibat dalam perjodohan ilegal ini? Alicia yakin jika ayahnya juga terlibat mengingat selama ini, apa pun rencana Maria pasti Dinata tau, begitupun rencana Dinata pasti Maria tahu.
\=\=\=\=\=
Alicia memasuki rumah utama dengan ekspresi capur aduk, letih, marah, sedih, kecewa bercampur jadi satu.
bagaimana bisa Alicia berada di takdir yang begitu kejam ini? apa kesalahan yang pernah dilakukannya hingga dia harus menerima takdir ini? rasanya Alicia tak pernah melakukan kesalahan fatal, toh selama ini, Alicia hanya patuh pada semua perintah Dinata maupun Maria sampai Alicia harus rela menikah dengan Daniel yang kejam itu, hingga nanti harus rela menyandang status janda diusinya yang masih muda.
Air mata Alicia luruh tanpa permisi, kaki rapuhnya ia seret langkah demi langkah menuju kamar utama
para mide yang melihat hanya bisa menunduk hormat
tin! (suara klakson mobil pertanda mobil memasuki gerbang Mansion)
Alicia menghentikan langkahnya saat pijakan kakinya sudah berada di tangga teratas, buru buru Alicia menetralkan ekspresinya dan mengusap kasar pipinya yang dirasa basah itu.
Alicia, kembali turun untuk menyambut kedatangan Daniel
Alicia berjalan mendekat kemudian mengambil tangan Daniel untuk diciumnya
"huh, kampungan" guman Daniel melihat pakaian Alicia
Alicia tersadar, 1 kesalahan telah ia perbuat di depan mata Daniel
salah satu peraturan di buku tebal fiksi berwarna hitam itu menyatakan bahwa, Alicia tidak diperbolehkan memakai celana jeans dan baju kaos di dalam mansion sebab dinilai tidak elegan, dan hanya boleh menggunakan gaun, entah gaun panjang, sebetis, atau selutut.
Alicia menelan ludah kasar, hukuman apa lagi yang akan diterimanya kali ini? apalagi jika ada mide yang sampai melapor kalau Alicia baru saja tiba di rumah utama
Pletak!
"Aawww"
sentilan dari tangan kekar milik Daniel mendarat di dahi Alicia
Alicia mengelus dahinya yang terasa amat nyeri, Alicia hanya bisa menunduk untuk menutupi matanya yang kembali berkaca kaca
memang sentilan tangan Daniel menimbulkan rasa sakit di dahinya, namun bukan karna itu yang membuat air matanya kembali membendung di pelupuk, toh Alicia sudah kebal dengan rasa sakit fisik, Tapi karna rasa sakit batinnya lah, dadanya sakit karna Alicia selalu salah di mata orang orang juga dirinya yang tak bernilai sama sekali,
seperti halnya Daniel yang hanya menganggapnya sebagai sasaran emosi hanya karna kesalahan kecil yang di lakukannya.
"jangan menunduk bod.. " ucapan Daniel terpotong saat tangannya meraih dagu Alicia untuk mendongakan agar Daniel bisa melihat wajah Alicia, Daniel mengerjap melihat mata indah Alicia berkaca kaca bahkan air matanya sudah luruh di pipi mulusnya
*Apa sesakit itu?* Daniel hanya berani bertanya dalam hati
"cengeng!" ucap Daniel akhirnya dan melepas dagu Alicia kemudian beranjak memasuki rumah
Pletak
Pletak
"tidak sakit" gumam Daniel merasakan beberapa sentilan tangannya pada dahinya sendiri
"huh dasarnya aja manja" monolog Daniel menuduh Alicia
Ali yang mengikuti Daniel dari belakang terperangah melihat tingkah konyol tuan Daniel itu
ya, Ali mengikuti Daniel memasuki rumah utama sebab sebentar lagi Daniel akan melakukan pemeriksaan dadanya yang katanya mengalami ruam.
*kenapa jadi bodoh?* tanya Ali dalam hati melihat tuan arogannya menyentil dahinya sendiri dan bermonolog. baru kali ini Ali melihat tuan mudanya melakukan hal konyol demikian, alhasil Ali hanya geleng geleng kepala
bersambungggg...
######
mon maap up tidak bisa setiap hari
Sumpahhh tugas daring kuliah numpukkk
tapi aku tetap usahain curi curi waktu untuk nulis di sela sela kesibukan. okeee
dan ternyata,,, Menulis tidak segampang membaca. kadang idenya hilang hilang 😤
mon maap juga banyak typo
diharap bersabar. hahahaha
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia halu