TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 110


Pagi yang cerah tak secerah suasana hati presdir muda yang tengah terduduk di kursi kebesarannya, ia tengah menatap kesal wanita yang tengah tersenyum menang di hadapannya.


Brak


"villa, apartemen dan jabatan CEO, puas?!" Daniel berucap setelah melempar berkas di mejanya


"tentu tuan ku, terimakasih atas kebaikan hatimu" ucap Tasya mengambil berkas itu


"cih, anda yang mengemis" telak Daniel


*serah tuan, yang penting aku bisa menjauh dari ibu kota dan segala rutinitas ini* batin Tasya tak ambil pusing akan kalimat menohok Daniel


Ya, Tasya melakukan drama kemarin bukan semata-mata karna ikhlas sepenuhnya tapi karna memang ada maksud terselubung. Ia minta imbalan atas pengorbannya di depan Maya, dan imbalannya adalah pindah tugas di kota kelahirannya hingga jauh dari ibu kota, menghindari kekangan dari kedua orang tuanya juga menjauh dari jeratan 2 pria berhati es ini. dan beruntung Daniel mengabulkannya untuk menjadi CEO baru disana.


Bukannya tak senang bekerja di perusahaan utama milik Prasetio Corp. hanya saja Tasya ingin sejanak memisahkan diri dari jeratan presdir dan sekertarisnya yang sama sama arogan nan dingin itu. Karna yang Tasya Alami kadang ia berasa seperti mangsa kedua pria kejam itu kalau ada masalah, Tasya selalu kena cipratannya dan selalu ketakutan kala melihat raut wajah menyeramkan keduanya. Meski dalam artian amarah mereka bukan ditujukkan langsung pada Tasya tapi yah namanya wanita pasti tak jauh-jauh dari kata baper.


"pergilah, jangan membuat cabang perusahaanku bangkrut"


"dasar tuan arogan, apa susahnya sih bilang terimakasih dan selamat bekerja" guman Tasya lirih


"saya titip adik kecilku, tolong jaga baik-baik, dia kelihatan tangguh tapi ia begitu rapuh" ucap Tasya mengabaikan pengusiran Daniel


"dia istriku, saya lebih tau dari pada siapapun"


"tidak bisakah tuan jujur atas perasaan tuan padanya? Saya lihat di matanya menyimpan begitu banyak kekhawatiran dan ketakutan" Tasya mengabaikan sifat sok tau tuan mudanya


"perlakuan dan perhatianku sudah mengatakan semuanya" karna bagi seorang Daniel, kata-kata tidaklah penting jika tak ada tindakan


*oh tuan datar ini, ia menyamakan urusan perasaan dengan urusan kerjaan, tak salah jika ia mampu membuat perusahaan berkembang pesat namun mengenai kelurganya ia begitu datar bak jalan tol* kesal Tasya dalam hati


"wanita butuh kepastian tuan, ya meski tindakan adalah yang terpenting tapi ada sebagian dari kaum kami yang tak puas jika hanya di hargai oleh sebuah tindakan tanpa pengakuan" ucap Tasya dengan gamblang


"jika wanitanya adalah anda, tapi istriku bukan wanita lebay" Daniel tak mau kalah, ia selalu punya pembelaan atas sikapnya pada Alicia


Tasya memutar bola mata malas


"tuan yakin Alicia memahami tindakan tuan selama ini? Tapi kenapa saya melihat di matanya tak ada binar bahagia jika bersama tuan? " tanya Tasya membuat Daniel menghentikan kegiatannya membaca laporan perusahaan


"ia tertekan tuan, gadis kecil itu selama hidupnya tak pernah merasakan kasih sayang kedua orangtua, ia tak pernah di akui, sekarang punya suami pun tapi ia merasa seolah dunianya berputar disitu-situ saja, ia butuh pengakuan untuk memahami jika dirinya di hargai, jika tuan membutuhkan bukan hanya menginginkannya" ucap Tasya menggebu, sungguh kekesalannya tak bisa lagi ia tahan melihat ketidak-pekaan Daniel.


Daniel menerawang, sebagian besar apa yang dikatakan Tasya benar, apa istrinya tidak sadar jika dirinya begitu berharga bagi hidup seorang Daniel? apa istrinya belum sepenuhnya menerima pernikahan ini yang diawali paksaan? ataukah ini semua karna Daniel yang mempertahankan sifat kakunya, tak berani menyatakan perasaannya.


Jika memang dengan pengakuan bisa membuat istrinya sadar akan arti dirinya di hidup Daniel, Daniel akan mengatakan yang sejujurnya apa yang ia rasa. Ia mencintai istrinya dengan sangat, istrinya adalah segalanya, Daniel bahkan susah bernapas jika Alicia tak ia temui dalam sehari saja. katakanlah lebay, karna memang begitulah faktanya, dan tanpa disadarinya Daniel memang sudah sejatuh-jatuhnya dalam pesona Alicia yang sederhana dan polos


Perkataan Tasya sebelum pamit membuatnya membulatkan tekad akan menjadi pria melo dan lebay di hadapan istrinya. Ia akan membuang jauh jauh sifat kaku dan dinginnya demi kebahagiaan istrinya


Segera ia meraih ponselnya dan memanggil no teratas di kontaknya yang ter save dengan nama


DARA ISTRIKU


berdering..


Pasti istrinya masih tertidur, terbukti panggilannya tak kunjung mendapat jawaban dari seberang hingga di dering terakhir panggilan akhirnya terjawab


"halo" suara serak khas bangun tidur membuktikan asumsi Daniel


"baru bangun tidur? " tanya Daniel memastikan


"maaf tuan"


Hening.. Hingga beberapa saat


"mm,, ada apa tuan menelpon?" tanya Alicia karna kebingungan dengan Daniel yang tiba tiba diam di seberang sana


Atau haruskah Daniel menyiapkan tempat romantis dan suasana romantis untuk menyatakan cinta pada istrinya? Ah tidak. Ia bukan pria selebay itu. Mengungkapkan cinta saja sudah luar bisa dalam hidup seorang Daniel. Tempat romantis atau di kamar mereka sama saja, yang penting isi hatinya beneran tulus akan cintanya pada wanita muda itu yang telah mengambil seluruh hatinya. Dan bukankah di kamar adalah tempat pernyataan cinta paling romantis dan aman, setelah mengungkapkan cinta mereka bisa merayakannya dengan bercinta. Perfect! Pikir Daniel.


'Tuan?' panggil Alicia untuk yang kesekian kalinya dan ini berhasil membuat Daniel tersadar


"tidak-tidak, saya salah pencet. Hehehh" saking gugupnya Daniel berbicara formal meski disertai kekehan di akhir kalimatnya karna salah tingkah


Terdengar dengusan di seberang, kemudian panggilan langsung terputus oleh Alicia


"aish wanita ini" kesal Daniel menatap layar ponselnya yang kini sudah terputus dari panggilan


Ia meraih gagang telpon yang berbunyi di mejanya


"ya"


"....."


"hm"


"...."


"oh tunggu, cari dan seleksi penganti Tasya. Saya maunya pria" titah Daniel pada Ali yang sedang bertugas meninjau beberaba cabang anak perusahaan di luar kota hari ini.


\=\=\=\=\=


Alicia yang baru saja mendapat panggilan iseng dari tuan suaminya berhasil menarik Alicia dari tidur lelapnya. Ia melihat jam dinding. Pukul 8 pagi. Ahh tuan suaminya pasti sudah diperusahaan sekarang. Kemudian Alicia teringat hadiah kecil dari Filda 3 hari yang lalu, ia baru saja bangun tidur dan Daniel sudah berangkat kerja, waktu yang aman untuk membuktikan kecurigaan Filda


kemarin setelah Alicia sukses dalam ujian proposalnya, hal pertama yang ditanyakan Filda adalah hasil dari taspack itu tapi Alicia belum berani menggunakannya sebab ia ingin fokus dulu di ujian proposalnya. dan kini saatnya ia mengetes alat mini itu


melangkah dengan gugup ke arah kamar mandi dengan 5 alat berbeda bentuk dan merek namun kegunaannya sama, tangannya bahkan keringatan memegang benda kecil itu


keringat bercucuran di dahinya, padahal ini masih pagi dan udara masih sejuk ditambah keadaan kamar mandi yang memag selalu dingin tapi tak membuat Alicia tak mengeluarkan keringat dinginnya


mondar mandir untuk menanti hasil dari kelima taspack yang sudah berada dalam wadah kecil yang telah terisi urinnya


mengelus perutnya, Alicia merapalkankan berbagai doa, semoga ketakutannya tak terbukti


setelah beberapa saat, Alicia memberanikan diri melihat hasilnya, tangannya yang dingin dan gemetar meraih salah satu diantara kelimanya


Deg!


bola matanya membulat bersamaan dengan jantungnya yang tiba tiba berhenti berdetak


tak ingin mempercayai apa yang dilihatnya, Alicia kembali mengambil yang kedua


ia menggeleng dengan mata yang sudah banjir air mata dan sukses meluruh begitu deras


mengambil kelimanya dengan bersamaan hasilnya sama


POSITIF / GARIS 2


dirinya hamil!


bersambungggg...


#####


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu