TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK S2 61


Alex bernapas lega kala pertemuannya dengan Daniel berjalan sesuai keinginannya walau ia lagi-lagi harus mengorbankan waktu hanya untuk menunggu kebaikan hati presdir muda itu untuk meluangkan sedikit waktu untuk menemuinya


Meski tadinya Alex juga berkeinginan mencekik leher Daniel saat pria yang lebih muda 6 tahun darinya itu memasuki ruangan dengan senyuman miring, mengejek wajahnya yang masih meninggalakan bekas akibat bogeman tangan kekar Daniel


Alex merasa terhina, namun mengingat tujuannya untuk meminta maaf karna kesalahan yang ia lakukan membuatnya membuang jauh-jauh pikiran itu. Ia sudah mengalami maut kecil dari Daniel, ia tak ingin lagi mengambil resiko, apalagi ada Maura dan calon anaknya yang telah menunggu untuk diperjuangkan dan ditemukan olehnya


"saya hanya tersulut stres karna frustasi mencari Maura selama 3 minggu namun tak ada kemajuan, jejaknya hilang bak ditelan bumi, seolah ada orang yang tengah menyembunyikannya" jelas Alex melanjutkan


"jangan bilang kamu menuduh istriku menyembunyikan istri sirimu itu?" tanya Daniel menekan kalimatnya


"maaf tuan, tapi nyonya mud..."


"apa nyawamu ada banyak?" tanya Daniel memotong ucapan Alex dengan kilatan amarah, tentu Daniel tak terima istrinya dilibatkan


*ck! Temprament sekali ni bocah* decak Alex membatin


"saya bukan kucing tuan" jawab Alex


"siapa yang mengataimu kucing. Kamu lebih mirip dengan buaya" balas Daniel tersenyum miring


Bukannya tak ingin membela diri, hanya saja kedatangannya bukan untuk meladeni olokan Daniel


"saya menemui nyonya muda karna jalan pikiran saya sudah buntu yang tak kunjung menemukan keberadaan istri siri yang sebentar lagi akan menjadi istri sah saya dan satu-satunya---" kembali Alex pada topik pembahasan dengan menekan kata sah "---pengakuan nyonya muda saat pertemuan kita 2 minggu lalu menjadi pemicu saya ngotot ingin bertemu dengan nyonya muda untuk bertanya kebenaran itu karna jujur saya masih ragu, saya mencari identitas mereka tapi tak ada yang menyebut bahwa mereka adalah saudara kecuali hanya nama belakang mereka, tapi ayah kandung mereka jelas berbeda melihat dari ijazah keduanya di sekolah" jelas Alex


"saya frustasi tuan, restu orang tua sudah saya dapatkan, tapi Maura seolah betah bermain kucing-kucingan dalam rumah tangga kami, sudah saya datangi satu persatu keluarganya, bahkan ibu dan kakaknya yang gila juga sudah saya temui tapi keberadaan Maura tetap tak ada tanda-tanda, itu makanya saya hanya berharap dengan nyonya muda untuk memastikan hubungannya dengan istri saya" lanjutnya bersedih


"saya bukan jasa yang menerima keluhan hubungan rumah tangga orang lain" sahut Daniel sekenanya


"maaf tuan, kebawa perasaan" ujar Alex


"tapi tuan, mohon maaf, sekali lagi saya bertanya, apa benar nyonya muda tidak tahu keberadaan Maura?" tanya Alex takut-takut


"anda pikir istri anda sepenting itu untuk diurusi istri saya? Huh kurang kerjaan---" sahut Daniel sombong namun dalam hatinya berkata sebaliknya, karna 3 minggu lalu saat Maura tinggal di Mansion, Alicia memang sepeduli itu sama Maura. "---Memang benar jika mereka adalah saudara tiri yang tak pernah tepublis, tapi istri saya tidak tahu dimana istrimu tengah bermain kucing-kucingan. Istri saya sibuk mengurusi jagoan kecil kami, bahkan sayapun sering terabaikan" lanjut Daniel


"ternyata nasib rumah tangga kami hampir sama, tuan" sahut Alex manggut-manggut


"siapa bilang? Tidak ada kesamaan sama sekali. Saya diabaikan karna kami memiliki jagoan kecil ditengah-tengah kami, istri saya menduakan saya dengan sp*rma unggul dari dalam diri saya yang berubah jadi bayi kecil imut menggemaskan, putra pertamaku, Daraku mencintai kami berdua. Sedang anda? Diabaikan, eh tidak, lebih tepatnya ditinggalkan karna selain kejam, anda yang sudah berumur ini tak bisa membuat anak hingga istri anda tak betah. apa jangan-jangan performa anda diatas ranjang hanya bisa bertahan 1 menit makanya istri anda betah bermain kucing-kucingan. Daraku mah mana bisa. Meski ada baby El diantara kami tapi dia selalu merindukan kehangatanku yang mampu bertahan berjam-jam memberinya kenikmatan" tutur Daniel panjang lebar memojokan lawan bicaranya membuat Alex mengetatkan rahangnya tak terima akan tuduhan Daniel


"anda salah tuan muda, istri saya sudah hamil di bulan ketiga kami menikah dan terbilang kandungannya sudah memasuki bulan ke 5. anda tahu? istri saya 2 kali mengalami pendarahan tapi bayi itu tetap bertahan, itu artinya sp*rma saya terbukti unggul dan kuat---" balas Alex tak mau kalah membuat Daniel menahan tawanya


"---saya dengar istri anda baru bisa hamil dibulan kelima kalian menikah yah, itu artinya sp*rma saya lebih cepat bekerja dari pada milik anda" lanjut Alex sombong


"Bbuahahahah" tawa Daniel akhirnya pecah. Sungguh ucapan Alex membuatnya geli


Alex bukannya tersinggung akan tawa Daniel, Alex malah ikut tertawa karna akhirnya bisa merasa menang melawan tuan muda sombong itu


"perlu anda ketahui tuan Alex, bahwa saya tidak akan menyentuh wanita jika saya tidak mencintainya. Pernikahan kami terjadi karna terpaksa yang awalnya hanya menyelamatkan nama baik keluarga masing-masing. Dan saya menghargai wanita untuk tidak merusaknya tanpa cinta. Dan yah, istri saya hamil di bulan kelima kami menikah karna ia mampu memasuki hati saya diwaktu sesingkat itu. 5 bulan saya sudah bertekuk lutut akan cintaku pada Daraku. Tapi perlu anda tahu bahwa diwaktu saya mengambil mahkota istri saya, saat itu benih unggulku langsung bertemu dengan sel telurnya dan buktinya adalah baby El kami yang tampan berusia 3 bulan ada ditengah-tengah kami saat ini" jelas Daniel akan kelelakiannya dan membuat telinga Alex memerah karna malu


"hahahahah" Daniel lagi-lagi tertawa


"saya bukan seperti pria kebanyakan yang suka celup sana sini tanpa ada ikatan cinta" lanjut Daniel telak


"Maura istriku, kami ada ikatan, dan perlu anda tahu tuan, Maura adalah wanita pertama yang mengambil keperjakaan saya. Anaconda ku hanya pernah dipakai oleh satu wanita dan itu Maura dan tentunya tangan saya sendiri" ungkap Alex membocorkan karna tak terima akan olokan Daniel


"oh yah?" tanya Daniel terkejut. Kali ini tidak dibuat-buat. Namun suami tampan Alicia itu kembali terbahak menertawakan nasib Alex


"itu berarti istri pertamamu impoten. Eh tapi mana ada perempuan impoten. Mana ada seorang istri yang tidak suka bercinta dengan suaminya. Atau jangan-jangan istrimu itu lesbi?" kembali Daniel melontarkan olokannya, namun kali Alex memlih diam. Muak membahas mengenai istri pertamanya itu yang akan menjadi mantan


*dia tidak suka bercinta dengan pria perkasa sepertiku, Karna seleranya adalah seorang aki-aki tua* batin Alex


Masalah satu selesai, Daniel telah memafkannya walau ia masih tak mendapatkan izin untuk bertemu langsung dengan Alicia. Alex hanya menitipkan permintaan maaf untuk nyonya muda itu yang ternyata adalah adik iparnya. Pembenaran Daniel akan hubungan adik kakak antara Alicia dan Maura dengan bukti sebuah dokumen asli akta kelahiran Alicia yang diperlihatkan padanya membuat Alex percaya. Sebenarnya ia ingin bertemu Alicia untuk meminta maaf secara langsung karna sikapnya bebeberapa hari lalu, dan ia juga ingin meminta izin pada adik dari istrinya itu untuk merestui hubungannya dengan Maura namun Daniel sungguh protetktif pada Alicia hingga tak ada kesempatan bagi Alex untuk berbicara berdua.


"dipikir aku akan menculik istrinya kali yah, huh, walau cantik tapi aku tak selera dengan istri orang apalagi sudah memiliki buntut. istriku juga cantik malah tak ada tandingannya" gumam Alex bangga memiliki Maura sebagai istrinya. lelaki itu mengemudikan mobilnya menjauh dari bangunan tinggi itu


Ya, setelah puas saling mengolok, akhirnya mereka kembali pada pembahasan awal, dan Daniel menerima permintaan maafnya. Katanya semua demi istri tercinta pria itu. Jika saja dalang dibalik ini semua bukan karna kakak dari istri tuan muda itu sudah Daniel pastikan nyawa Alex hanya akan bertahan 1x24 jam saat ia dengan berani mencegat nyonya muda beberapa hari lalu


Harusnya ia bertolak ke Semarang mengunjungi perusahaannya yang ia nomor duakan belakangan ini, namun entah mengapa ia malah memesan tiket pulang ke Sumbawa. Ia nyaman tinggal dengan keluarganya dan ia tak siap harus bersedih seorang diri mengenang Maura di Semarang tanpa dukungan siapa-siapa


\=\=\=\=\=\=


Kahadiran bulan dan beberapa bintang dilangit gelap menandakan jika Alex telah melewati beberapa jam perjalanannya untuk pulang ke rumah orang tuanya.


Diantar taxi, Alex diberhentikan tepat di depan gerbang. Lelaki itu dengan lelah berjalan menuju rumahnya setelah dibukakan pagar.


Alex menghentikan langkahnya, ia mengeryit kala netranya menagkap sesosok gadis tengah berdiri di balkon kamar lantai atas. Ia mengucek matanya dan membuka lebar lebar guna menajamkan penglihatannya


"Maura?" tanyanya memastikan. Kali ini sosok itu nyata. Ia sedang tak berhalu terbukti saat ia mencubit pipinya dan itu terasa sakit


pelan tapi pasti, Alex melangkah mendekat, tepat dibawa balkon, ia mendongak menatap sosok yang menjadi alasannya mengenal kata berjuang. rupanya wanita cantik itu tak menyadari kehadirannya karna asik melamun memandangi langit malam


"hai manis!" teriaknya agar suaranya bisa menyadarkan lamunan sang istri dan yah, Alex tersenyum miring saat ia dengan jelas melihat Maura tersentak akan kehadirannya


Bersambunggg...


######


Maaf jika makin ngawur, ini part khusus janjiku sama kalian atas 2k komen kemarin lusa. Maaf kemarin autor nggak sempat buat doubel up karna keadaan.


oke lunas kan.