TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 104


Alicia menatap dengan kepala terangkat 3 gadis yang sedang besedekap dada di depannya


"bagaimana rasanya jadi jalang seorang tuan Daniel?"


"hm, wanita tak tahu malu sepertimu pasti sangat senang mengangkankan paha di hadapan tuan Daniel"


"ya iyalah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, perebut laki orang alias PELAKOR"


Alicia memberi kode para ajudannya agar tak melakukan apapun. Cukup memantau dulu, ia sedikit tertantang dengan ketiga gadis yang memiliki usia lebih tua darinya ini


"jalang? Pelakor? Siapa? Saya?" tanya Alicia dengan menunjuk dirinya sendiri di pertanyaan terakhir


"kalau kepo kehidupanku jangan setengah-setengah dong kakak-kakak cantik" lanjut Alicia menampilkan senyuman manisnya


"udah ngecek di kantor KUA? status saya disana sebagai jalang, pelakor apa seorang ISTERI?" tanya Alicia menantang


"udah berani ngejawab yah kamu!" bentak Maura


"jangan karna kamu memakai pakaian mahal sekarang, kamu berlagak sok" tambah Mita, sepupu Maura "itu semua harusnya milik Maureen" Mita memandang Alicia dengan tatapan meremehkan


"iya betul tuh, andai bukan karna kak Maureen, kamu tidak akan berada di posisimu sekarang" si Warda juga tak mau kalah tak mengolok adik tiri dari sepupunya


"benarkah!?" tanya Alicia membulatkan matanya


"kalau gitu saya harus berterimakasih sekali dengan kak Maureen karna telah berbaik hati memberiku posisi nyonya muda" *berterimakasih pala lu, yang ada gue tersiksa, harga diri gue udah habis di depan pria mesum itu* lanjut Alicia dalam hati


"kalau lo mau berterimakasih cukup pergi jauh dari tuan Daniel" sengit Maura


"sebenarnya aku juga pengen pergi dari tuan Daniel, tapi gimana dengan nasib 'dia' kelak " ucap Alicia dengan wajah sedih menyebut 'dia' sambil mengelus perutnya, ia bahkan sengaja membesar-besarkan perut buncitnya agar tercetak di balik gaun mahalnya.


"hahahah" tawa ketiga gadis itu memenuhi toilet wanita


"kamu pikir kami akan percaya dengan sandiwaramu?" tanya Maura setelah tawanya reda


Alicia mengerjab mendengar ucapan Maura, ah sepertinya Maura cukup pintar dibanding Maureen yang muda Alicia bodohi dengan perut buncitnya. perut tukang makannya.


Alicia ketangkap basah sedang berbohong.


"kamu sudah keguguran kan? Kak Maureen melihatnya sendiri. Jadi apa lagi yang kamu pertahanin?" lanjut Maura


"hah?" tentu Alicia kaget


*huh, jadi kak Maureen menceritakan prank yang ku lakukan dulu dan mereka percaya, dasar kakak beradik, sama sama bodoh!" umpat Alicia, ia mengulum senyum kala mengingat dirinyalah yang sering di katai bodoh oleh tuan suaminya, nyatanya ada yang lebih bodoh karna bisa dibodohi oleh orang bodoh. Hahahahah. Tawa Alicia dalam hati


"lagian kak Maureen akan dilamar tuan Daniel segera, karna kak Maureen sedang mengandung anak tuan Daniel, tak seperti dirimu yang lemah" lanjut Maura percaya diri


Ah, iya tujuan utamanya ke toilet tadi karna tak ingin melihat adengan romantis di dalam sana. tapi setitik rasa penasaran menyerang Alicia tiba-tiba, ia bertekad akan melihat langsung bagaimana raut wajah senang tuan suaminya kala melamar pujaan hatinya di hadapan khalayak ramai


Alicia jadi ingin melihat raut wajah arogan itu memancarkan wajah bahagia. Akankah sama saat Daniel sedang tertawa sehabis mengerjai dirinya atau jika sedang mengolok Alicia. atau mungkin lebih bahagia?


"ya, saya lemah tapi dia kuat, dia kuat bertahan meski dengan benturan benda berat, karna dia keturunan ayahnya, tuan Daniel Prasetio" jawab Alicia sebelum memutuskan meninggalkan toilet


*ya iyalah kuat, orang disini makanan semua* batin Alicia terseyum menang


Saat tangan Maura hendak mencegah kepergian alicia namun sang ajudan yang sedari tadi pura pura memperbaiki riasan make upnya yang memantau dan siap siaga menjaga nyonya mudanya berjalan cepat dan menabrak Maura hingga Maura terjatuh di lantai yang entah sejak kapan basah membuat gaun mahal Maura jadi kotor.


"ups, maafkan saya nona, saya tak sengaja karna saya buru-buru" ucap Diana penuh sesal kemudian beranjak tanpa membantu Maura berdiri


"ya!" pekik Maura


Kemudian ke dua ajudan lainnya menyusul beranjak, mereka tampak fokus berbincang dan saat melewati tubuh Maura dan kedua sepupunya yang hendak membantu Maura berdiri, July dan Vio pura-pura terpelesat tapi tak sampai jatuh namun keduanya berhasil membuat sepupu-sepupu Maura terjatuh di lantai sampai menimpa tubuh Maura


"Aawwww!"


"ups sory" keduanya kemudian berjalan lebar keluar toilet dengan senyuman mengembang, mengabaikan pekikan ketiga gadis yang telah kurang ajar mendebat nyonya mudanya


Ia yang sedari tadi menempel dan berusaha mencari perhatian pada Daniel tapi Daniel malah meninggalkan dirinya dan malah memilih menemui rekan bisnisnya.


*jangan salahkan aku jika harus berbuat sejauh ini* Batin Maureen menyerigai


"mungkin ini akan membuat ayahku malu tapi tidak apa, setidaknya aku bisa meminta pertanggung jawaban dan segera menjadi nyonya muda" gumam Maureen


"kita lihat saja setelah semua terbongkar, apa kamu masih bisa mengabaikanku?"


"huh tidak akan! Yang ada kamu akan di hujat seluruh dunia, dan aku yakin mau tak mau kamu akan bertanggung jawab atas ribuan benih yang kau tanam malam itu" monolog Maureen terus menerus


"aku sebenarnya malu mempertontonkan tubuh seksiku tapi aku tak punya pilihan lain" putus Maureen mengabaikan harga dirinya sebagai seorang wanita yang akan ditonton oleh puluhan mata sedang telanjang dan melakukan adengan tak bermoral


Bahkan Maureen mengabaikan fakta bahwa Daniel datang bersama istrinya yang baru saja di ketahui oleh publik.


Kemudian dengan tekad ambisinya menjadi nyonya muda Prasetio, Maureen mengetikan sesuatu di ponselnya


'mulai' tulisnya dan mengirim pesan itu


Seringai muncul di wajah Maureen, sebenarnya ada setitik urat malunya yang meronta tapi Maureen mengabaikannya itu semua demi bayang bayang tahta seorang istri dari tuan muda Daniel.


Maureen berusaha bersikap tenang, meski dalam hati berdebar tak karuan, apalagi jika ayah dan ibunya melihat dirinya sedang melakukan hal haram itu, tapi Maureen sudah mengatur semuanya. dengan bantuan suruhannya, Maureen merencanakan memutar video itu di layar lebar yang terletak di atas panggung dimana di layar itu menampilkan berbagai momet kebersamaan Dinata, Maria, Maureen dan Maura berganti slide ke slide. Maureen mengatur seolah-olah layar itu di hacker oleh orang jahat yang akan menampilkan video mesumnya bersama Daniel beberapa minggu yang lalu.


Maureen akan pura-pura tak tahu, dan akan menangis histeris karna malu jika nanti video di putar seolah itu adalah aibnya dengan Daniel yang ditutupinya rapat-rapat. Sempurna! Pikir Maureen


ayahnya? hanya satu yang Maureen yakini, ayahnya pasti akan bahagia jika Maureen bisa meraih Daniel lagi. meski harus mempertebal mukanya di hadapan para tamu, tapi Dinata akan bahagia jika Maureen bisa menikah dengan Daniel.


Karna Maureen yakin, ayahnya pun tak suka jika Alicia lah yang menjadi nyonya muda Prasetio, sebab Alicia itu tak bisa Dinata banggakan, orang Alicia tak pernah di ketahui keberadaannya oleh publik di keluarga Dinata, ia hanya dikenal sebagai anak pembantu yang beruntung bisa di sekolahkan bahkan sampai jenjang bangku kuliah oleh keluarga Dinata yang baik hati.


Klik


Riuk riuh, segala macam perbincangan bisnis, beberapa orang sedang menikmati jamuan makanan, semua terdiam kala tiba tiba layar di atas panggung tempat Maria dan Dinata tadi memotong kue tiba tiba mati, semua orang melihat ke arah panggung


"koslet mungkin"


"mungkin moment kebersamaan mereka sudah habis"


"ada kejutan kali"


Orang orang mengendikan bahunya tak tahu, saat mereka hendak kembali ke kegiatan masing masing tiba tiba layar kembali menyala


Klik


Semua mata membulat sempurna, termasuk mata Daniel


*ah sialan!* umpat Daniel


Kemudian ia melihat ke arah pintu samping


*please,, jangan muncul dulu sayang* mohon Daniel dalam hati, ia ketakutan kala melihat layar di panggung yang sedang menyala itu


Daniel bahkan tak peduli tatapan orang orang yang melihatnya dengan ekspresi tak menyangka


sedangkan Maureen terseyum menang di balik ekspresi terkejutnya


Bersambungggg....


#####


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu