TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 147


Alicia memejamkan matanya, menikmati elusan lembut tangan tuan suaminya pada perutnya, malam penuh bintang dengan cahaya rembulan yang bersinar menambah kesan romantis di sediakan Daniel di villa atas air ini yang dihiasi berbagai macam bunga dan lilin. Suaminya merengkuh tubuhnya dari belakang dengan dagu bersandar pada pundak kanannya


"yang betah di dalam yah sayang" ujar Daniel terus mengelus lembut perut besar Alicia


Sontak mata Alicia terbuka, ia melirik wajah tuan suaminya. Apa maksud Daniel?


"jangan keluar cepat, aku belum siap didua-kan" lanjut Daniel yang berhasil membuat mulut Alicia menganga tak percaya


Wah,, tuan suami dengan segala otak ajaibnya


"dasar calon ayah jahat! ayah lain sangat menanti kelahiran buah hatinya, sedang tuan? Ck" Alicia benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran pria yang memimpin perusahaan sebesar Prasetio Corp dan memiliki puluhan cabang di berbagai kota bahkan luar negeri


Tapi lihatlah bagaimana ia bersikap sekarang, layaknya seorang bocah nakal yang tak mau memiliki adik karna takut kasih sayangnya terbagi.


"aku Menyanginya!" sela Daniel cepat


"tapi aku.."


"cemburu?" tuduh Alicia memotong ucapan Daniel


"belum lahir aja udah cemburu gimana nanti kalau anak aku udah lahir" lanjut Alucia menggerutu


"nggak gitu sayangku, hanya saja.. Hanya saja aku belum mendapatkan hatimu, aku takut kalau kamu makin mengabaikan perasaanku dengan menikmati peran barumu sebagai ibu. kesibukanmu akan semakin menomor dua-kan aku nanti" ujar Daniel menyampaikan keluh kesahnya sebagai sosok yang mencintai tapi tak berbalas, meski orang yang dicintai telah dimilikinya seutuhnya tapi hati wanitanya belum menempatkan dirinya sebagai pujaan hati.


Alicia menyentuh tangan kekar Daniel di perutnya, ia melerai pelukan itu tapi tak sampai melepas tangan Daniel dari genggamannya, ia berbalik menatap wajah tampan tuan suaminya di bawah cahaya rembulan.


wajah rupawan ini adalah milik suaminya yang bebas ia lihat kapanpun.


*aku nggak tau yang aku rasakan ini cinta apa bukan, tapi aku nyaman dan bahagia bisa menjadi wanita yang bebas menyentuh dan menatap tuan sepuasku, bisa menjadi wanita yang mengandung anakmu membuatku merasa menjadi wanita tersempurna menjadi ciptaan Tuhan, dengan menjadi istrimu berhasil membuat ketakutan tak dianggap dalam diriku perlahan hilang, kamu memberikan warna baru dalam kelamnya hidupku, meski kenyataan awal pernikahan neraka-lah yang tuan tawarkan yang membuatku menekan rasa lain yang hendak muncul dalam dada, takut melibatkan hati walau kamu dengan terang-terangan menunjukan hatimu, dan aku tetaplah aku, aku takut berharap. Tapi sekarang rasa takut itu entah sejak kapan hilangnya, kini aku...*


"Dara, hei, sayang kamu kenapa, Hm?" Daniel tentu merasa aneh dengan istrinya yang terus menatapnya dengan keterdiaman seolah menyelami dalam-dalam matanya.


Alicia mengerjab dari lamunanya, sepersekian detik selanjutnya ia menghambur memeluk tubuh kekar suaminya


*aku bahagia tuan, aku takut kehilangan dirimu* lanjut Alicia dalam hati


"sayang, hei pelan-pelan, anak kita kegencet" peringat Daniel berhasil menyadarkan Alicia, wanita hamil itu mengendurkan pelukannya


"maaf" cicit Alicia


"jika begini, rasanya aku ingin bayi kita lahir cepat, ia menghalangi pelukan hangat kita" ujar Daniel terkekeh


"maaf" lagi Alicia berucap lirih


"nggak sayang, kamu nggak pantas meminta maaf, kamu nggak salah apa-apa" balas Daniel mengelus sayang rambut sang istri yang masih membenamkan wajah di dada bidangnya


"maaf, aku belum..."


"shut, shut, shut. Aku tak masalah, asal kamu masih di sisiku, itu yang terpenting sayang" potong Daniel cepat, ia sudah tahu apa yang akan di ucapkan istrinya. Ucapan yang akan membuat hatinya tersentil


*maaf aku belum berani mengatakan kebenaran isi hatiku, aku mungkin telah mencintaimu tuan suamiku* batin Alicia, ia ikut mengusap punggung Daniel sama seperti yang Daniel lakukan padanya.


"aku mencintaimu"


\=\=\=\=\=\=\=


Daniel mendesah frustasi melihat istrinya dengan segala tingkah lakunya yang berhasil membuat Daniel naik pitam.


Jadi ini alasannya kenapa istri gendutnya merengek ikut ke perusahaan? Sampai berani mengancam tidak memberinya jatah sampai Alicia melahirkan.


"Dara, Sudah!" geraman Daniel tertahan


Sedang seorang pria muda gemetar dengan bulir-bulir keringat di dahinya, napasnya tercekat, kakinya gemetaran, mungkin jika ada angin lewat ia bisa limbung saat itu juga, beruntung mereka berada dalam ruangan. Ia ingin sekali menunduk karna takut dengan tatapan membunuh dari Presdirnya yang terduduk angkuh di sofa, namun ia tak bisa, sebab seorang wanita cantik di samping tuan presdir akan menangis jika ia tak meluruskan kepalanya ke depan, alhasil hanya bola matanya yang berkeliaran kesana kemari menghindari 4 pasang mata di hadapannya.


Banyak yang beranggapan bahwa anak yang di kandung nyonya muda Prasetio itu adalah seorang wanita, sebab belakangan Alicia suka sekali memandangi wajah pria-pria tampan sampai tak berkedip.


Ya, sejak kepulangan mereka dari bulan madu beberapa hari lalu, keinginan Alicia yang mengatasnamakan ngidam makin ekstream bagi Daniel. jika dulu ia sangat suka menjambak rambut, kini wanitanya itu beralih jadi pengagum wajah-wajah muda nan tampan di perusahaannya. Beruntung hanya di perusahaan, coba aksinya itu ia lakukan diluar bisa Daniel babat habis pria-pria tampan diluaran sana.


"keluar" ucap Alicia mengendikan dagunya ke arah pintu bermaksud mengusir si pegawai setelah keinginanya terkabul.


"ambil gajimu, kamu saya pec.."


"tidak! Kembali bekerja" potong Alicia membuat Daniel mengeram.


"aku presdirnya, jadi ucapan.."


Cup


Kecupan di pipi kiri dari sang istri membuat Daniel bungkam.


"jangan pernah mandi jika berangkat bekerja" titah Daniel setelah menghela napas karna lagi-lagi ia mengalah pada istrinya


"baik tuan, tapi saya tidak jadi dipe.."


"keluar atau mau saja tendang hah?!" sentak Daniel kesal


"saya akan keluar tuan, terimakasih banyak" pegawai itu langsung berpamitan dan berlari keluar dari ruangan mewah presdir, ini yang pertama kali baginya memasuki ruangan termewah yang ternyata adalah ruangan eksekusi bagi mereka yang terkena imbas atas ngidam aneh istri bosnya.


"apa yang kamu kagumi sih dari mereka, tampan-an juga aku, kaya apalagi" ujar Daniel melirik kesal pada istrinya


"aku mencari kesempurnaan di antara mereka tapi nyatanya kesempurnaan tuan tidak ada tandingannya" ujar Alicia agar tuan suaminya tak marah lagi. Alasan memang, sebab ia juga tak tahu mengapa ia senang melihat pria-pria tampan pegawai suaminya. Tak ada niat membandingkan seperti yang dikatakannya pada Daniel. Memang itu keinginnya dan harus terpenuhi


Daniel hanya mendengus dan membuang muka, tapi diam-diam ia mengulum senyum. hatinya membuncah memdapat pengakuan dari sang istri


hap


Alicia melingkarkan lengannya di pinggang Daniel, membuat Daniel menoleh dan membalas memeluk pundak istrinya


ia tak bisa lama-lama merajuk pada sang istri jika sudah begini. ia akan luluh dengan segala pesona dan tingkah Alicia


"mau tinggal atau pulang?" tawar Daniel


"pulang aja deh, ayah dan ibu datang hari ini" ujar Alicia mengingat kedua mertuanya akan balik ke indo setelah 3 hari lalu pulang ke jepang.


"baiklah, aku akan mengantarmu" Daniel mengecup pucuk kepala Alicia


mengangguk setuju, karna menolakpun percuma, tuan suaminya akan mengintilinya kemanapun ia pergi dan tak mungkin membiarkannya bepergian tanpa dirinya meski dengan Ali sekalipun. Alicia melerai pelukannya dan beranjak berdiri, sebenarnya ia tak enak sebab pekerjaan Daniel sangat menumpuk apalagi setelah cuti seminggu selama bulan madu mereka beberapa hari lalu.


bersambungggg...


######


okey pantangin terus guys, aku masih proses ngetik untuk satu part lagi menunju end


semoga bisa up besok pagi atau mungkin tengah malam nanti


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu