TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 105


"apa-apaan ini?" teriak Dinata melihat video mulai berputar


Maureen segera berlutut di lantai dengan wajah yang sudah berair


"Maafkan Maureen ayah, maafkan Daniel, tapi kami saling mencintai" ucap Maureen memohon ampun dari sang ayah


Daniel mengalihkan atensinya dari pintu samping ke arah Maureen karna ucapan menggelikannya itu


"matikan layarnya! " perintah Dinata kembali dengan suara melengking, wajahnya sudah memerah menahan malu atas kelakuan putri sulungnya dengan tuan Daniel yang notabenenya adalah menantunya dari putri bungsunya, Alicia


"tak perlu tuan" itu suara tenang Daniel


semua orang yang terkejut makin terkejut dengan ucapan Daniel yang seolah ingin mempertontonkan kelakuan tak bermoralnya di hadapan mereka


apa tuan muda yang terkenal sebagai presdir sukses nan bermartabat itu tak peduli dengan reputasinya? apa karna atas nama cinta Daniel tak masalah mempermalukan dirinya sendiri dan mempertontonkan hubungan terlarangnya dengan Maureen. yah mereka beranggapan bahwa itu sebuah hubungan terlarang, perselingkuhan antara sesama mantan tunangan, Daniel dan Maureen, bukannya tadi Daniel datang bersama istri cantiknya, atau gadis yang di bawa Daniel hanya gadis sewaan? pikir para tamu


seringai muncul di wajah tampan nan berkarisma milik Daniel , ia masih berdiri santai di tempat


"berhubung hadiahku belum tiba, dan sepertinya Maureen sangat tahu seleraku..." ucap Daniel sengaja mengantungkan ucapannya yang membuat orang tak ada berani berkutip, sedang Maureen mendongak dan tersenyum manis ke arah Daniel mendengar ucapan Daniel yang memuji dirinya


"saya tidak tahu kenapa hadiah yang sudah saya siapkan masih belum tiba juga, tapi sepertinya ada seseorang yang memiliki hadiah yang sama denganku. bukan begitu Maureen? " tanya Daniel pada Maureen, yang ditanya mengerutkan keningnya.


"Nikmatilah tuan, dan para hadirin semua, apa yang ada di hadapan kalian ini sebenarnya hadiah spesialku untuk hari bahagia tuan dan nyonya Dinata tapi sepertinya kini jadi hadiah untuk kita semua disini" tambah Daniel yang kini menjadi pusat perhatian semua orang


video intim kejadian beberapa minggu lalu di kamar bawah mansion Daniel terus berputar menampilkan Maureen yang menuntun Daniel dengan susah payah ke arah ranjang, mencoba mencium dan meraba tubuh Daniel hingga adengan dimana Maureen menjilati telinga Daniel


*ahh m4ti aku jika Dara melihat ini* batin Daniel menjerit, ia menoleh awas ke arah pintu samping


Daniel memilih menepi sementara orang orang dengan otak mesumnya membuka lebar mata mereka melihat video mesum nona Maureen yang terlihat jelas bersikap murahan dan gatal sementara Daniel terus menghindar. bahkan ada yang menegeluarkan ponsel untuk mengabadikan moment ini untuk dijadikannya koleksi pribadi.


sampai dimana senyuman Daniel terbit kala ekpresi semua orang termasuk Maureen membulat sempurna


Dinata bahkan sudah melempari layar dengan gelas yang ada di tangannya, tapi tak sampai pecah, jangan tanyakan gimana keadaan Maria, ia terduduk lesu di lantai. sedang Maureen jangan tanyakan lagi bagaiaman perasaannya sekarang. autor juga bingung menjabarkannya


Maureen tak bisa lagi berpikir saking terkejutnya dengan fakta itu. Maureen bahkan lupa jika ia bisa memerintahkan orang suruhannya untuk mematikan layar. tapi pikirannya kosong sekarang akan kejutannya sendiri


semua orang menyoraki aksi Maureen yang tengah mengulvm junior salah satu pria di antara ke5 pria telanjang yang mengililingi Maureen, di tambah Daniel yang tersenyum puas terekam jelas di video melihat aksi Maureen.


"ini kah yang di maksud saling mencintai, ini mah namanya menjebak musuh" sahut seseorang yang disoraki lainnya


Alicia berjalan cepat kala sayup sayup pendengarannya menangkap suara suara histeris dari dalam ruangan. Ia takut terlambat menyaksikan pertunjukan tuan suaminya melamar Maureen.


Alicia menghela napas berat kala ia memasuki ruangan dan melihat kerumunan orang-orang dekat panggung.


Sepertinya ia telat menyaksikan pertunjukan. namun ia tetap melangkah masuk dengan tetatih


dan sepersekian detik selanjutnya mata Alicia membulat dengan mulut menganga setelah netranya melihat layar


hap


sebuah tangan kekar dari arah belakang bertengger di mata Alicia hingga membuat Alicia tak bisa melihat apapun


"matamu itu milikku, jangan berani-berani ia melihat tubuh pria lain! " desis orang itu yang tak lain adalah si tuan suami


"tu.. tuan?"


"pulang!" Daniel menuntun Alicia keluar ruangan dengan tangan masih menutupi kedua mata Alicia, Alicia yang masih dalam mode syok hanya bisa menurut dan mengikuti langkah Daniel,


masa bodoh dengan kelanjutan kehancuran keluarga Dinata, Daniel juga enggan berlama lama di tempat yang membuang-buang waktu itu, andai bukan karna saran Ali, Daniel tidak akan datang. Daniel mengahadiri undangan Dinata semata mata karna ingin memperlihatkan pada Alicia detik-detik hancurnya martabat seorang Dinata karna putri kebanggaannya telah merenggut paksa harga dirinya sebagai seorang ayah, yang dilakukan Maureen sama halnya ia melempari kotoran anjing tepat di wajah Dinata di hadapan banyak orang.


namun rencananya ternyata tidaklah matang, Ia tidak memikirkan akibatnya.


pikir Daniel, ia akan memberikan diam diam rekaman itu melalui email Dinata namun sayang Maureen bertindak lebih jauh


Daniel tak menduga bahwa Maureen akan senekat dan semurahan itu mempertontonkan video itu di layar lebar, dihadapan para tamu terhormat ayahnya, yang pada akhirnya juga bisa dilihat oleh Alicia.


"tapi tuan yang tadi... "


"jangan bicara apa pun! " potong Daniel penuh penekanan


Daniel menuntun Alicia masuk ke dalam mobil setelah di bukakan pintu oleh sang supir, setelah masuk Daniel baru melepas tangannya dari mata Alicia.


"tuan?" Alicia masih penasaran akan apa yang baru saja matanya tangkap


"ngapain aja di toilet? Suami mu ini hampir saja di mangsa wanita wanita cantik di dalam sana" sungut Daniel mengabaikan rasa penasaran Alicia


sama seperti Daniel, Alicia tidak mengubris ucapan Daniel, ia merinding, Alicia memeluk dirinya sendiri, berbagai pikiran kotor menyerang otaknya


"gila sih, main rame gitu, apa nggak jijik yah" gumam Alicia. yang di pikiran Alicia mengenai apa yang terjadi beberapa minggu lalu di kamar bawah mansion Daniel adalah sesuai apa yang matanya lihat tadi. Daniel, Maureen dan ke lima pria bermain bersama kala itu, 1 wanita dengan 6 pria


apa tuan muda yang perfeksionis itu rela berbagi dengan pria lain? pikir Alicia makin mengeratkan pelukan dirinya


"sepertinya tidak, mereka malah berterima kasih padaku" jawab Daniel santai, gimana nggak berterima kasih para prema itu, udah di bayar pakai uang hanya untuk mencicipi tubuh seksi Maureen sepuas mereka.


"cih, sepertinya? berucap seolah tak merasakan apapun" tanpa sadar Alicia berdecih di hadapan tuan suaminya


"tunggu? jangan bilang otak bodohmu ini mengira kalau aku sudi menyentuh wanita murahan seperti Maureen? " Tanya Daniel mulai menangkap arah pikiran istrinya, telunjuk Daniel berada di kepala Alicia


"memangnya tuan? " Alicia balik bertanya dengan ekpresi menuntut penjelasan


Daniel gemas sekaligus kesal akan pemikiran istrinya yang maragukan dirinya, apa Alicia tak percaya padanya, percaya akan kesetiannya?


"pikir sendiri saja!" jawab Daniel kesal


"jadi tuan melakukan it..."


"tidak Dara, tidak" potong Daniel cepat, kemudian ia meraih tangan Alicia, di bawanya ke pangkuannya


" 'dia' tidak suka penjara lain selain penjaramu. meski penjaramu sedang tahap pembersihan sekalipun, dia tetap setia menunggu sampai ia bisa merasakan gimana hangatnya di dalam sana" lanjut Daniel berbisik penuh makna


"jadi tuan dan kak Maureen tidak...?" bukan Alicia tak menangkap kejujuran Daniel tapi ia hanya ingin memastikan sekali lagi, ia menarik tangannya dari gengaman Daniel


anggukan dari Daniel membuat Alicia bernapas lega, entah apa maksud dari kelegaannya, yang jelas jauh di dalam sana ia bahagia, tuan suaminya tak melakukan hal yang tak bermoral. harga dirinya sebagai istri terselamatkan. meski hanya istri sementara.


"lega amat, bahagia yah kalau 'dia' hanya bisa di puaskan sama kamu" goda Daniel


"ih apaan sih tuan"


"jadi apa boleh nanti malam kita..."


"saya capek tuan, ngantuk" potong Alucia pura pura tertidur dengan menyandarkan kepalanya di jok kursi


"jangan sok jual mahal kamu, di luaran sana semua wanita malah rela bertekuk lutut di hadapanku" goda Daniel ikut menyandarkan bahunya di jok kursi


*oh ayolah, tak semua wanita di dunia ini menganggap tuan sempurna* batin Alicia jengah


"huh katanya hanya suka kehangatanku nyatanya ia masih memikirkan wanita wanita di luaran sana" gumam Alicia dengan suara sedikit keras agar Daniel mendengarnya


Daniel mengerjab. ahh kan, salah lagi dia.


bersambunggg...


#####


mon maap nggak bisa up setiap hari. karna aku lebih memilih mengantungkan cerita ini dari pada mengantungkan tugasku di dosen. hahahh


Salam Mickey Mouse 24


dari Dunia Halu