TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 58


Maureen memasuki Mansion Dinata dengan senyuman mengembang,,, betapa rindunya Maureen akan suasana rumahnya yang sudah berbulan-bulan ia tinggal


"I'm home!" teriak bahagia Maureen saat memasuki ruang utama Mansion Dinata


"kakak!!" pekik Maura berlari menghambur ke pelukan kakaknya


"welcome back sayang" ucap Maria merentangkan tangannya yang baru saja keluar dari arah ruang makan


"ibu.." mereka bertiga berpelukan penuh kasih sayang


selesai melepas rindu, mereka kemudian bercerita kejadian apa saja yang terjadi 5 bulan belakangan ini, termasuk kejadian Daniel yang mengamuk di acara ulang tahun perusahaan karna Maura mengganggu Alicia waktu itu


"si4lan!" umpat Maureen, ia baru teringat akan Alicia yang kini telah mengganti posisinya,,, sementara


"tenang aja bu, anak har4m itu tidak akan bisa merebut Daniel dariku" ucap Maurren percaya diri


"yah, seharusnya gitu, apalagi sekarang anak itu sudah dijamah oleh beberapa orang suruhan ibu" ucap Maria mengingat beberapa hari yang lalu ia berhasil menjual Alicia pada pria gempal dan pria hitam


ya, Maria tidak tahu jika yang menjamah Alicia adalah Daniel, sedangkan kedua pria bejat suruhannya itu sekarang kini telah terbaring lemah di penjara bawah tanah dengan keadaan tubuh yang busuk akibat setiap pagi dagingnya diiri5 untuk diberikan sebagai makanan ikan piranha, dan bekas irisannya dibiarkan begitu saja sampai menimbulkan bau tak sedap


dan Maria tidak tahu, kesengsaraan apa yang telah menunggunya di esok hari, karna berani bermain main dengan seorang Alicia yang di belakangnya ada seekor macan gila ehh 2 ekor deng, yang siap memangsa kapanpun hingga korbannya benar benar tak bersisa


"Daniel tidak akan mau dengan bekas orang kan" lanjut Maria tersenyum senang, namun Maura dan Maria tidak menyadari raut wajah Maureen tiba tiba berubah pucat mendengar ucapan ibunya barusan


*tidak, Daniel akan menerimaku, dia mencintaiku* batin Maureen


sementara di tempat lain


Daniel baru saja memasuki ruangannya setelah menyelesaikan meeting di luar tadi


"Bagaimana?" tanya Daniel seraya mendudukkan bokongnya di kursi kebesarannya


"keduanya masih bernyawa meski tubuhnya mulai membusuk sebagian" jelas Ali menyampaikan keadaan kedua pria bejat tahanannya


Daniel menatap Ali dengan menaikan alisnya sebelah


"perusahaan Dinata sudah siap di akuisisi, berkas berkas sudah beres, hanya saja sekarang tuan Dinata berada di luar kota hingga berkasnya belum tertandatangani" lanjut Ali menjelaskan perkembangan pengakuisisian perusahaan Dinata


"bagus, jangan sisakan apapun untuk manusia berhati kotoran 4njing seperti mereka" ucap Daniel menggebu marah mengingat penderitaan Alicia akibat perlakuan keluarga Dinata


"baik tuan"


Ali kemudian pamit undur diri


"oh iya tuan" Ali berbalik sebelum sampai di pintu


"donor ginjal untuk nyonya muda sudah di temukan dan keadaan ginjal sehat" ucap Ali


"benarkah" Daniel berbinar mendengar kabar baik itu


"yah, hanya saja si pendonor ada di Amerika dan si pendonor hanya ingin melakukan operasi di Amerika"


"saya yang akan bawa Dara kesana" ucap Daniel mantap


"baiklah saya akan mengosongkan jadwal anda bulan depan, tuan"


"kenapa bulan depan, kita berangkat besok" putus Daniel


"mohon maaf tuan, si pendonor siapnya sebulan lagi" jelas Ali mengingat kemauan si pendonor yang katanya sekarang masih ada urusan hingga baru siap bulan depan


Daniel menghembuskan napas panjang, kemudian menyandarkan punggungnya ke kursi kebesarannya


Daniel tak mau itu terjadi, sebab sejak kejadian dimana Daniel mengetahui bahwa selama puluhan tahun Alicia hidup dengan hanya satu buah ginjal, Daniel menyuruh Ali dan Rahmat untuk mencarikan donor ginjal untuk Alicia


selama keluarnya perintah Daniel itu, sudah puluhan orang yang bersedia mendonor apalagi imbalan yang ditawarkan Daniel adalah uang miliaran rupiah di tambah 1% saham Prasetio Corp. akan di berikannya sebagai bayaran atas satu buah ginjal, namun puluhan orang itu tak memenuhi syarat, sebab ginjal mereka tak ada yang benar benar sehat seperti yang diharapkan Daniel. Karena Daniel akan memberikan yang terbaik untuk Alicia


( pemegang 1% saham di Prasetio corp sudah termasuk salah satu orang terkaya di Indonesia sebab perusahaan Prasetio corp yang mendunia)


"baiklah" pasrah Daniel


"oh iya, urus juga dokter kulit terbaik disana" titah Daniel


ya, Daniel mau jika disana Alicia juga akan mendapat perawatan atas bekas bekas lukanya yang di dapat Alicia selama tinggal dengan ayah dan ibu tirinya


Daniel sebenarnya tak masalah dengan keadaan tubuh Alicia namun Daniel selalu merasa kasihan jika melihat itu, Daniel juga mau Alicia tak lagi mengingat penderitaan dan penyiksaannya selama berada di Mansion Dinata dengan bekas bekas luka itu masih ada di tubuh Alicia


"baik tuan" setelahnya sekertaris Ali benar benar keluar dari ruangan Daniel karna mereka masih banyak kerjaan kantor yang menunggu


setelah kepergian sekertaris Ali, Daniel meraih ponselnya, beberapa panggilan tak terjawab dan pesan dari Maureen terpampang di layar ponsel Daniel


namun, alih alih menelpon balik atau balas pesan Maureen, Daniel malah memasukan kontak Maureen dalam daftar nomor blacklist


ya, Daniel memblokir kontak Maureen, siapa suruh mengganggu ketenangan Daniel.


kalian harus tahu, sejak Maureen memutuskan lebih memilih liburan dari pada menikah dengan Daniel 5 bulan yang lalu, Daniel benar benar kecewa akan sikap Maureen, dan sejak saat itu pula, perlahan rasa respek Daniel akan Maureen memudar, dan akibatnya Daniel melampiaskan rasa kecewanya pada Alicia


namun jauh dari lubuk hati Daniel, ia berterima kasih pada Alicia yang dengan lapang dada menerima perjodohan dan bahkan rela mengorbankan dirinya demi reputasi kedua keluarga, Dinata dan Prasetio


setelah pemblokiran berhasil, Daniel memeriksa gps posisi istri kecilnya


"ahh,, ada apa dengan ku sih, kenapa aku ingin segera pulang dan melihat wanitaku" gumam Daniel senyum senyum


"kau membuatku gila Dara"


\=\=\=\=\=\=


Bogor


Dinata sedang duduk menikmati perkebunan teh di atas vila berlantai 3 miliknya, dengan di temani secangkir teh


"tuan.." panggil asisten Dinata


"kau sudah datang" Dinata menoleh sekilas kemudian kembali menatap hamparan perkebunan teh berhektar-hektar di depannya


"kita kembali ke jakarta, sudah cukup liburanku kali ini" ucap Dinata menatap lurus ke depan menyaksikan kebun teh yang luas


"baik tuan"


ya, ayah dari 3 putri itu seminggu ini berada di Surabaya, bukan untuk mengurus kerjaan melainkan menikmati liburan, seorang diri, tanpa mengajak istri dan anaknya, sejenak rehat dari dunia kejam yang 20 tahun ini ia ciptakan sendiri


bersambungg...


#######


balik nih pagi pagi buta di hari minggu...


sebelum lari pagi nyempatin dulu ngetik mumpung otak masih fresh yah...


terimakasih buat yang masih setia menunggu up cerita gaje dari aku


selamat berakhir pekan readers