
Elana menuntun kursi rodanya menuju lift, senyum cerah tercetak di bibirnya yang sudah dipolesi lipbalm. Ia terus bersenandung ria sementara tangannya menuntun kursi rodanya menuju lantai dasar
Pukul 10.13 malam. Melirik sekilas pada jam dinding di ruang tamu
"apa mas Alex belum pulang?" tanyanya pada dirinya sendiri. Ia menoleh kearah ruang kerja Alex yang memang ada di lantai dasar, hendak mengecek namun rasa kering pada tenggorokannya membuatnya urung dan malah melanjutkan tujuannya menuju dapur
"argg kenapa aku seperti anak abg yang sedang kasmaran sih" monolog Elana dengan bibir yang tak luput dari lengkungan ke atas itu. Ia sungguh bahagia saat ini
pasalnya beberapa menit lalu ia baru saja bertelpon ria dengan sang kekasih gelap berjam-jam lamanya, melepas rindu yang membuncah karna jarak, dan saat ini mereka hanya bisa berkomunikasi melalui layar ponsel
Dan yah, 2 insan yang tak bernurani itu bahkan sampai menuntaskan hasrat birahi terpendam mereka hanya melalui layar ponsel canggih masing-masing.
Bibir Elana yang melengkung berubah datar. Ia menaikan sebelah alisnya saat netranya menangkap sosok bayangan di dalam ruang dapurnya
"ngapain malam-malam kamu masih berkeliaran di dapur?" nada penuh intimidasi Elana layangkan
Maura yang tengah minum sontak tersedak karna kaget. Bahkan cairan yang belum sepenuhnya ia teguk tersembur dari mulutnya
"nyo--nyonya?" tanya Maura terbata. Beruntung ia punya jantung sehat jadi malam ini ia masih bisa bernapas
"minum apa kamu?" Elana merampas gelas di tangan Maura saat ia sudah berada di dekat madunya itu
"bu--bukan apa-apa nyonya"
"susu? Susu apa ini?" tanya Elana melihat isi gelas yang hampir tandas itu
"apa ini?" tanya Elana lagi kini meraih bungkusan yang berisi serbuk susu yang tinggal setengah itu, kira kira tinggal 150 g dari 400 g
"i--itu..." berfikir Maura, jangan sampai wanita ini mengetahuinya. Lanjut Maura dalam hati
"susu hamil?" tebak Elana, ia berucap sambil memicingkan matanya ke arah istri muda suaminya itu
Maura mengerjab bingung, baru saja ia ingin menyahut tapi kembali bungkam kala Elana kembali bersuara
"ah bukan susu hamil. Ini pasti susu agar cepat hamil kan, kamukan baru saja keguguran, jadi tak mungkin bisa hamil cepat" ujar Elana menatap miris ke arah perut Maura yang tertutupi daster. Ia tahu kabar keguguran Maura tentu dari Alex.
Suaminya mana bisa menyembunyikan satu kejadian padanya. Alex terlalu jujur padanya. Tak seperti dirinya yang penuh kebohongan dan penghianat. Elana meringis dalam hati mengingat kelakuannya
"atau ini jamu dalam bentukan susu? Jamu untuk memikat suamiku agar terus menempelimu?" wah Elana dengan segala otak kotornya. Sesuka hati berpikir dan bertindak
"saya benarkan? Ini pasti jamu pemikat kan?" todong Elana lagi, pasalnya Maura masih bungkam.
Elana yakin dengan opsi terakhirnya, mengingat jika belakangan memang suaminya lebih banyak menghabiskan malamnya di kamar bawah dibandingakan menemaninya di kamar atas. Pasti madunya ini berusaha keras memikat suami mereka
*tahan maura, tahan* peringat Maura pada dirinya sendiri, sebab iblis dalam dirinya sudah membisikan untuk merobek mulut seksi Elana
Brak
Dan sepersekian detik selanjutnya susu dalam plastik kemasan tanpa merek itu Elana buang ke lantai
"jangan banyak khayal kamu! Jika bukan rahimmu kamu sudah lama terlunta-lunta di jalan" desis Elana penuh peringatan
*ingin rasanya aku mencekik wanita ini sampai mati* batin Maura, ia memutar bola matanya memindai keadaan. Hanya dirinya dan Elana saat ini, pasti tak akan ada yang melihat perbuatannya. Ia sudah muak akan hidupnya di tambah Elana yang selalu ikut campur
"saya tahu posisi saya, nyonya" balas Maura membalas tatapan tajam Elana dengan tatapan horornya. Ingat, dulu ia pernah menjadi wanita antagonis
Tangannya sudah mulai terangkat, tapi seketika kesadaran menghantamnya. Ia segera merapalkan berbagai permohonan maaf
"kenapa tuh perut? Sakit hanya karna tak jadi meminum jamu ini? Atau jangan-jangan kamu penyakitan lagi habis keguguran?" kembali Elana melayangkan tuduhan karna pergerakan Maura tak lepas dari matanya
"ada apa ini?" suara berat dari ambang pintu ruang makan membuat kedua wanita berbagi suami itu menoleh
"mas! Mas sudah pulang?" Elana segera menuntun kursi rodanya menuju Alex yang masih menenteng tas kerjanya itu
Elana meraih tangan Alex dan di kecupnya
"kenapa malam-malam masih di dapur?" bukannya menjawab pertanyaan Elana, Alex malah melayangkan pertanyaan balik pada Maura
"oh,,, i,,, ini tuan..."
"dia lagi minum obatnya mas, istri siri kamu tuh punya penyakit habis keguguran" jelas Elana mengambil alih penjelasan Maura. Sedang Maura menatap kesal ke arah Elana yang membelakanginya
"kamu,,,, sakit?" tanya Alex memicingkan matanya
"tidak tuan, ini hanya..." berfikir Maura, ayok! "susu biasa, ya, susu biasa, sebab dulu saya selalu rutin minum susu jika mau tidur" jelas Maura menyangkut pautkan dengan kebiasaan waktu ia masih berjaya
"cih" Elana berdecih mendengar itu
"mas pasti capek kan? Ayok ke kamar" ajak Elana. Ia harus mengambil alih perhatian Alex. Enak saja Maura yang selalu di kelonin
"yaudah yuk" Alex meraih kursi roda Elana
"eh lupa mas, air minum di kamar habis" karna Maura nih ia sampai lupa akan tujuannya ke dapur
"tunggu disitu saja, biar mas yang ambil" Alex segera beranjak setelah meraih teko kaca di pangkuan Elana
Matanya melirik serbuk susu yang berhamburan di lantai beserta bungkusannya
"tidur" titahnya dengan suara pelan saat berada di dekat Maura
Maura mengangguk dan segera membersihkan kekacauan yang di perbuat Elana. Matanya tak lepas dari pergerakan Alex yang kini mendorong kursi roda Elana keluar dapur setelah mengambil air minum
"si singa jantan dan si bebek betina" oloknya pada kedua majikannya itu
Sedang di kamar, Alex yang sudah membersihkan diri dan bersiap untuk tidur meraih ponselnya kala ia mengingat sesuatu
'Wahyu, beli semua merek susu dan yang paling bagus untuk wanita yang habis keguguran. Kirimkan kerumah besok pagi. Jangan sampai Elana tau' Send
Setelah mengirimkan pesan itu pada asistennya, Alex membaringkan tubuh lelahnya, melirik sekilas pada Elana yang sudah terlelap sejak ia keluar dari kamar mandi tadi.
Matanya menatap langit-langit kamar, pikirannya tertuju pada kegiatan Maura yang memang beberapa kali ia lihat tengah meminum susu di pagi, siang, malam melalui layar ponselnya yang sudah ia sambungkan ke cctv
Namun Alex tak tahu susu apa itu, sebab susu yang dikonsumsi Istri mudanya itu sudah tak bersama dengan kotaknya lagi. Alex selalu mendapati jika susu itu memang hanya berbungkus plastiknya jika bik Imah mengeluarkannya dari keranjang belanjaan. pasti susu abal dan tak bermerek. Pikir Alex
Bersambunggg....
#####
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu