
Mau tak mau Elana harus pulang ke rumah, pasalnya Roni juga sudah pulang ke sultra karna perusahaan mereka sudah di ambang kebangkrutan
Dengan perasaan dongkol Elana memasuki rumahnya, kesepian sudah membayanginya mengingat Alex masih di luar kota.
Tiba-tiba gerakannya terhenti kala samar-samar ada suara desahan yang telinganya tangkap dari arah dapur
"jangan-jangan Maura membawa selingkuhannya ke rumah ini, wah tidak bisa di biarkan ini" tebak Elana curiga
Segera ia raih ponselnya untuk menghubungi Alex lewat panggilan video guna ingin memperlihatkan kelakuan madunya itu yang murahan pada suaminya
"ck! Nggak diangkat" kesal Elana. Tak ingin kehilangan moment, Elana akhirnya memilih memasuki icon kamera.
Dengan gerakan pelan, ia dorong kursi rodanya menuju ruang makan dengan ponsel yang sudah stay merekam
Duarrr
Bagai di sambar petir di tengah malam, Elana merasa syok dengan apa yang ia lihat
Di depan sana, di meja makan, suaminya yang selalu mengabaikan panggilan telponnya beberapa minggu ini yang katanya sibuk di luar kota nyatanya telah pulang ke rumah tanpa memberitahukannya dan malah memberi Elana kejutan dengan pemandangan menyakitkan luar biasa
"kau sungguh nikmat, sayang" racau Alex di tengah-tengah aksinya menggagahi tubuh Maura yang terduduk mengangkang di meja makan, bibir Alex sibuk menyusu pada buah dada Maura
Sedang Maura hanya melampiaskan rasa nikmatnya dengan memeluk erat leher Alex dan sesekali menggigit pundak kekar suaminya.
Penyatuan Erotis yang mengalirkan rasa nikmat tiada tara bagi keduanya namun bagi Elana harus merasakan nyeri di dadanya dengan wajah merah padam menahan amarah
Bruk
Ponsel yang tadinya siap merekam terjatuh ke lantai sehingga menimbulkan bunyi dan berhasil menarik kesadaran Alex dan Maura
Bukannya berhenti, Alex makin menggila. Ia tak mungkin menghentikan permainannya yang sangat menyenangkan itu demi menghargai kehadiran Elana
"Oh, Maura istriku, kau membuatku gila. Tubuhmu nikmat sekali" entah sengaja atau tidak, tapi Alex benar-benar gila akan permainan mereka, ia hadiahi ciuman bertubi-tubi di seluruh wajah Maura, kemudian berpindah pada pundak dan leher jenjang Maura
Sedang Maura yang mendapat perlakuan demikian hanya menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Alex. Ia malu sekaligus tak enak pada Elana, tapi ia tak mungkin meminta Alex berhenti saat ia sendiri belum mencapai puncak. Ia hanya melindungi aset depannya agar tak bisa di lihat oleh orang lain selain ia dan Alex tentu saja, walau perempuan tapi Maura tetap malu memperilhatkan bagian intimnya pada Elana. Ia bukan Elana yang nyaman mempertontonkan tubuh polosnya pada orang lain yang bukan suaminya.
"ah!" desah keduanya bersamaan setelah mencapai puncak
Elana masih di sana, berharap pelukan keduanya segera berakhir dan Alex segera kembali padanya. ia butuh perhatian saat ini
Namun, harapan tinggal harapan, sebab setelahnya, Alex malah menggendong Maura, merapatkan tubuh masing-masing guna melindungi aset berharga keduanya, Alex hanya memungut kamejanya dan melindungi bagian bawah mereka. Alex membawa Maura menuju kamar tamu tanpa melepas penyatuan kelamin keduanya.
"oh kamu sudah datang? Istirahatlah. Kami juga mau tidur" sahut Alex ringan, ia berucap sambil berhenti sejenak tepat di dekat Elana dan kembali melangkah menuju kamar Maura. Dan tanpa perasaan Alex malah asik menggelitiki ketiak Maura membuat wanita dalam gendongannya itu terkikik geli
Elana? Wanita cacat itu mengepalkan tangannya kuat. Harga dirinya ternoda. Alex mengacuhkannya dan malah asik berduaan dengan madunya di depan matanya langsung. Yang berhak atas Alex sepenuhnya adalah dirinya. Ia kan yang istri sah. Tapi kenapa Alex malah melihatnya hanya sekilas dan tak menyambutnya hangat seperti biasanya? Sudah bosankah Alex padanya karna kehadiran Maura? Tidak! Ia tidak terima di perlakukan demikian!
"mas!" teriak Elana tapi Alex masih menulikan telinganya hingga tubuhnya tenggelam di balik pintu kamar
"kurang ajar kalian!" pekik Elana
Kenapa rasanya sakit sekali berada di posisinya saat ini? Suaminya keasikan bercinta dengan istri mudanya dan mengabaikan dirinya
"dasar jalang!" umpat Elana ditujukan pada Maura
"aku juga bisa melayani suamiku, bukan hanya wanita murahan itu" monolog Elana terus meracau
"aku akan buktikan kalau aku juga bisa membuatmu kenikmatan akan pelayananku mas, lihat saja nanti" tekad Elana
Sedang di dalam kamar
"tuan, nyonya sedang..."
"tidurlah, jika tidak aku dengan senang hati akan menemanimu begadang" potong Alex membaringkan pelan tubuh Maura di ranjang kemudian ia juga menyusul berbaring
"baik tuan, saya sudah sangat mengantuk" balas Maura cepat. Tubuhnya capek, apalagi seharian ia bekerja. Bekerja dalam artian sesungguhnya, yah walau diselingi dengan adengan mantap-mantap jika Alex memiliki waktu luang
"hm, selamat malam" Alex mendaratkan kecupan hangat di dahi Maura yang berhasil membuat Maura menegang
*jangan memperlakukanku seperti ini tuan! Jangan memancingku berfikiran jika tuan mencintai diriku* teriak batin Maura
"kenapa kaku, hm?" tanya Alex melihat reaksi Maura
"tidurlah, besok kita harus bangun pagi dan berangkat keluar kota" lanjut Alex memperingatkan jadwal mereka yang akan ke Jakarta untuk bertemu dengan kolega bisnisnya.
Bersambunggg...
######
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu