
Alicia menghembuskan napas kasar, ia menatap pintu ruangan kantor Daniel dengan masam
ya, saat ini Alicia telah kembali bekerja di perusahaan Daniel setelah 2 hari cuti sakit.
namun baru siang, Daniel sudah menyuruhnya pulang ke Mansion padahal kerjaan kantor masih banyak, rapat sana sini, meeting sana sini, dan ttd berkas menumpuk di meja kerja Daniel, namun Daniel dengan tega menyuruh Alicia pulang duluan setelah mereka baru saja menyelesaikan makan siang di ruangan Daniel
Daniel telah berangkat meeting baru saja setelah menyuruh Alicia untuk pulang, dan sopir pribadi Alicia telah menunggunya di lobi
"pulanglah saya tidak butuh tenaga kamu lagi" ucap Daniel dengan datar pada Alicia sebelum keluar dari ruanganya tadi
tok tok tok
Tasya masuk dalam ruangan Daniel dan melihat Alicia masih berdiri mematung
"tuan Daniel menyuruh saya untuk mengantar anda hingga lobi asisten Dara" ucap Tasya dengan nada formal
Alicia mendengus
"baiklah sekertaris Tasya" balas Alicia sedikit menye menye
"hahahaha" Tasya tergelak
"jadi kesalahan apa yang adik cantikku ini lakukan hingga membuat tuan arogan kita mengusir asisten cantiknya ini, hm? " ucap Tasya terbesit rasa khawatir pada nadanya
Alicia mengendikan bahu acuh
"yaudah yuk, kata si tuan arogan, aku harus mengantarmu hingga lobi sampai kamu benar benar pergi" ucap Tasya mengingat perintah Daniel
"tak usah, aku bisa pulang sendiri kak, lagian kakak pasti banyak kerjaan kan" tolak Alicia halus dan sopan
"titah tuan Daniel adalah yang utama kan" balas Tasya mengingatkan sosok Daniel pada Alicia
"yah, tapikan dia sudah tidak ada, jadi aman" keukeh Alicia
Tasya hanya menggeleng mendengar sikap kepembangkangan Alicia
Alicia mendorong keluar Tasya dan menyuruhnya melanjutkan pekerjaan Tasya, kemudian Alicia berlari menuju lift agar Tasya tak mengejarnya
Alicia bukannya membangkang, hanya saja, ia tau diri agar tidak menyusahkan orang lain, apalagi Alicia tak mau jika Tasya sampai tahu kalau Alicia di jemput oleh supir pribadi kepercayaan keluarga Prasetio
hubungannya dengan Daniel kan masih sangat rahasia, hanya Ali lah orang luar yang tahu,, ohh kedua sahabatnya juga deng, Filda dan Darius
sementara di luar gedung pencakar langit milik Prasetio, seorang wanita cantik, tinggi, putih, langsing, seksi nan anggun menatap penuh binar bangunan tinggi yang sebentar lagi menjadi miliknya juga, jika nanti Ia dan pewaris perusahaan besar itu telah menikah
Wanita cantik itu adalah Maureen Angela Dinata
menghela napas panjang, Maureen yang memang penuh percaya diri turun dari mobil dan melangkah memasuki lobi
"aku akan memberinya surprise" gumamnya membayangkan Daniel pasti bahagia dengan kehadirannya mengingat mereka telah berpisah cukup lama
"tunggu aku sayang, calon istrimu telah datang dan siap menikah" wajah cantik Maureen terus saja menampilkan senyum bahagianya
senyumannya makin mengembang kala kakinya baru saja memasuki lobi dan langsung melihat Daniel keluar dari lift khusus presdir
Maureen dengan tak tahu malunya karna sangat merindukan tunangannya berlari dan langsung menghambur memeluk Daniel
Daniel yang di serang tiba tiba mematung karna kaget
begitu juga dengan Ali yang bibirnya masih sibuk menyampaikan beberapa informasi mengenai meeting mereka siang ini, seketika menganga karna ucapannya menggantung akibat serangan Maureen yang tak tahu sejak kapan dan dari mana asalnya tiba tiba saja datang dan memeluk suami dari nona mudanya
ini tidak beres, wanita tak tahu malu itu sedang memeluk suami orang, Ali merasa tak iklas melihat itu, tuannya sudah beristri
"khem!" Ali berdehem cukup keras guna menyadarkan perlakuan sepasang mantan tunangan itu
ya, mantan tunangan, Ali percaya pada Daniel bahwa sekarang hatinya sepenuhnya sudah untuk Alicia
Ali bisa seyakin itu karna menyaksikan sendiri bagaimana Daniel belakangan ini bisa berbuat di luar nalar demi Alicia
apalagi sekarang mereka telah.... mmmh menyatu.
Daniel tersadar akan situasi apalagi banyak karyawan yang kini menatap mereka
Daniel berusaha lepas namun Maureen malah mengeratkan pelukannya
"aku rindu sayang" ucap Maureen manja, wajahnya terbenam di leher Daniel kemudian mengendus aroma tubuh Daniel yang sangat Maureen rindukan
Ali sekuat tenaga menahan rasa mual yang tiba tiba menyerangnya saat mendengar ucapan dan tingkah tak tahu malu Maureen
sedang Daniel yang mendapat perlakuan dan pengakuan dari Maureen bukannya terharu dan senang malah mengeratkan rahangnya, sorot matanya muak menatap lurus kedepan
"nona Maureen makin kurus tapi tetap cantik"
"tunangan tuan Daniel makin tambah cantik yah"
"tuan Daniel pasti bahagia nih, tunangannya mengunjungi sampai berpelukan di depan kita kita"
bisik bisik para karyawan yang melihatnya
namun ada seorang pria yang melihat adengan itu, mengepalkan tangannya kuat
"berakhir sudah nasibmu El" gumamnya menatap pedih 2 orang yang sedang asik berpelukan, pria itu adalah Darius
"terkutuk kalian berdua" umpatnya kemudian beranjak pergi dengan dadanya yang sesak memikirkan nasib sahabatnya
tak kuat menyaksikan lebih lama adengan pelukan antara tunagan itu, Darius memilih kembali ke meja kerjanya setelah tadi mengantar laporan ke ruangan Manajer SDM
"tolong jaga malu anda nona, ini di tempat umum, banyak mata yang menyaksikan, atau anda memang tak punya malu?" ucap Ali pada akhirnya karna sudah tak tahan melihat tingkah Maureen yang menjijikan di mata Ali
apalagi Ali menyadari gurat wajah Daniel yang menahan amarah,
Ali yakin, setelah ini mood Daniel akan berubah kejam dan dingin dan itu akan berimbas pada Ali dan orang orang yang akan mengadakan meeting dengan Daniel
ya, Ali tau jika mood tuannya sedang kacau sekecil apapun salah seseorang, Daniel akan membesar besarkan hingga berujung pemecatan atau bahkan kesengsaraan hidup.
sedang Maureen menulikan telinganya, ia bahkan tetap menenggelamkan wajahnya di perpotongan leher Daniel dan menggerak-gerakan wajahnya manja menikmati tempat ternyamannya bersandar
Daniel mencengkeram kuat bahu Maureen dan melepaskan pelukan Maureen dari tubuhnya saat ingatannya tiba tiba teringat akan Alicia yang sebentar lagi akan menyusul turun kebawah, karna titah Daniel yang menyuruhnya pulang tadi
Daniel tak mau Alicia melihatnya dengan Maureen berpelukan
maka dari itu Daniel cengmeraman di bahu Maurren daniel pindahkan ke lengan Maureen dan memyereet tubuh Maureen keluar sedikit kasar dengan langkah lebar
namun, sepasang mata bulat bernetra coklat menatap punggung tuan suaminya dengan seorang wanita seksi sedang berpegangan tangan melangkah keluar dari lobi
bersambunggg.....
########
hay hayy mon maap baru balikkk
tiba tiba kehaluanku macet gegara Maureennya muncul
ideku tiba tiba kosong, tak tahu harus bemana cara mengahadapi Maureen
hahahahh
okedehh see you'r next chapt
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia halu