TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 123


*lagi! untuk yang kesekian kalinya, karna sikap kepengecutan ayah, kamu kembali mempertaruhkan nyawamu, kamu terbaring di ranjang pesakitan itu yang harusnya kamu mendapat perawatan, malah kamu melakukan transfusi darah untuk manusia bejat sepertiku. meski ayah bersimpuh memohon ampun pun, ayah tak pantas mendapat maafmu nak, kamu juga tidak akan mau memaafkan ayah bukan?* Alicia mengetatkan rahangnya, dadanya kembali sesak saat mengingat kejadian beberapa tahun lalu, ia ingat betul sesakit apa yang di alami gadis pucat dalam foto yang tengah berbaring lemah setelah ia mendonorkan darahnya padahal hari itu ia demam akibat dikurung dalam kamar mandi semalaman dan seharian tak diberi makan dan minum. ia tak akan pernah lupa akan kejadian itu, bagaimana ayahnya pergi begitu saja, mengabaikan dirinya, bahkan ucapan terimakasihpun tak ada yang terlontar dari bibir pria yang hampir saja membuatnya kritis.


"dan hari itu kembali tiba, dimana pertama kalinya anda memasuki dunia perguruan tinggi, tuan yang diam diam mengikuti sekaligus mengantar hari pertama nona meski dari jarak jauh nyatanya menjadi petaka buat anda, ternyata nyonya Maria tahu dan malah melampiaskan kemarahannya pada anda" kembali Alba menceritakan bagaimana sosok Dinata memantau kegiatan Alicia saat putri bungsunya itu memasuki dunia pendidikan, mulai dari tk sampai perguruan tinggi Dinata selalu memotret anak gadisnya dari kejauhan di hari pertama memasuki sekolah


Maria yang hari itu ada kegiatan di luar tak sengaja melihat mobil Dinata berbelok arah dari jalan menuju bandara, yah hari itu Dinata ada agenda di luar kota, tapi kenapa mobil Dinata menuju arah kampus? Maria yang penasaran mengikuti mobil suaminya yang ternyata berhenti di luar pintu gerbang perguruan tinggi tempat Maura kuliah. dan betapa murkanya dia saat melihat Alicia memasuki kampus. jadi ini alasannya Dinata berangkat lebih pagi dari jadwal penerbangan? mengantar Alicia ke kampus yang bahkan Maureen maupun Maura tak pernah mendapatkan perlakuan demikian dari Dinata.


dan sepulang dari kampus, Alicia langsung mendapati tatapan sinis dari Maura dan Maria, Maura yang memang tak suka Alicia diterima di kampus yang sama dengannya hanya dengan bermodalkan beasiswa menghadang Alicia, namun tak sengaja lututnya membentur ujung meja hingga lututnya memerah, tanpa kata kata lagi Maria yang memang sudah geram sejak pagi menjambak dan menyeret tubuh anak tirinya ke toilet dan dikuncikannya dari luar


sedang di kota lain, Dinata merasa gelisah, memang setiap ia bepergian jauh dan meninggalkan Alicia tanpa pengawasan selalu membuatnya tak tenang, meskipun jika ia berada dekat dengan Alicia juga ia tak bisa berbuat banyak, tapi setidaknya ia bisa memantau putri bungsunya itu yang tengah berada di atap yang sama dengan si psikopat Maria. Dinata beranjak dari pembaringan, ia menyuruh Alba untuk mengemudi jam 2 subuh ini. memilih mengabaikan kondisi tubuhnya yang lelah, karna seharian sibuk mengurus proyek dan malamnya acara perusahaan yang bekerja sama dengannya baru berakhir jam 1 dini hari, jadi terhitung belum cukup 1 jam mereka beristirahat seharian ini.


"apa aku bisa bebas dari semua ini setelah semua aku dapatkan, Al?" tanya Dinata berbicara santai pada sekertarisnya itu


"semua usaha tak akan menghianati hasil, tuan" jawab Alba mantap tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan


"ya, semoga saja. anak itu, aku rindu memeluknya" lirih Dinata menatap jendela dan menerawang jauh, sebulir bening menetes di kedua matanya yang sudah menampakan sedikit keriput. ia lelah, ia tersiksa dengan semua kejadian ini. ia begitu merindukan pelukan putrinya, Alicia, buah hatinya bersama istri tercinta, Adara


jam 6 pagi, mereka tiba di jakarta, namun kejadian naas menimpa mereka sebelum tiba di mansion, saat baru saja lampu hijau, Alba kembali menginjak gas namun ada sebuah truk yang meluncur dari samping hingga menabrak mobil Dinata hingga terguling. dan terjadilah kecekalaan dimana Dinata kehilangan banyak darah.


stok darah yang cocok dengan Dinata di rumah sakit habis, Maureen dan Maura takut jarum suntik, dan ya, si malang Alicia yang demam karna tak dikasih makan dan dikurung semalaman harus bersedia dan tanpa penolakan harus mendonor.


*untuk yang ke sekian ribu kalinya ayah mau mati saja rasanya dan membawamu ikut serta menemui ibumu di surga, meski ayah ragu jika surga mau menerima roh pendosa seperti ayah ini, namun ayah takut mengecewakan ibumu yang selalu menemui ayah setiap malamnya dan berpesan bahwa kamu memiliki masa depan yang cerah, kamu berhak hidup.


jujur ayah merasa kerdil dan tak berguna di hadapanmu nak, ayah sudah sangat berdosa dan berhutang nyawa padamu, ayah berasa layaknya anj!ng, saat tahu kondisimu saat itu sedang tidak boleh melakukan transfusi darah tapi kamu tetap melakukannya, harus ayah bayar pakai apa jasamu nak, harus ayah bayar apa waktu yang telah ayah buang untuk bersamamu, ayah mohon, ampuni ayah nak* jika lembar-lembar sebelumnya hanya ada beberapa bekas lelehan air mata di atas kertas, di lembar ini bisa di bilang hampir penuh terbukti dari warna kertas tak lagi putih, beruntung goresan pena itu masih bisa di baca meski sudah pudar akibat bekas air mata, iya air mata, tak mungkin kan Dinata sebercanda itu menyiram air mineral dalam tulisannya sendiri. apa gunanya coba.


*setidaknya kamu harus mengatakannya langsung padaku* batin Alicia, ia tersenyum miris melihat dirinya dalam foto terduduk lemas di sebuah taman rumah sakit yang Alicia yakini itu di potret dari ayah pengecutnya


"namun di luar rencana, rekan kerja tuan melarikan dana miliaran hingga proyek itu tak bisa di lanjutkan membuat Dinata harus membayarnya sendiri. rencana yang telah disusunya seapik mungkin, gagal pada akhirnya. nyonya Maria yang tahu ikut membantu, namun dengan cara... mengatur perjodohan anda dengan... "


"DIA MENJUALKU PADA PRIA BERPERUT BESAR" desis Alicia mengintrupeksi cerita Alba


Alba menelan luda kemudian menghela napas berat, lalu kembali melanjutkan kala melihat nona mudanya kembali membuka lembar buku diari di pangkuan wanita hamil itu


"tuan yang tahu bagaimana menghadapi nyonya Maria dengan berat menyetujuinya. namun tuan menolak jika Maria yang mencarikan pria untuk anda. awalnya tuan sendiri yang mencarikan pria yang layak untuk anda, yang layak menjaga dan membahagiakan anda kelak.."


Alba memilih diam sejenak menunggu sampai mood nona mudanya membaik


*Sakit nak, tapi ayah pantas mendapatkannya, mendapatakan tatapan kekecewaanmu untuk pertama kalinya saat ayah memperkenlkanmu dengan pria yang ayah pilihkan, ayah sadar ini salah, ayah sadar ayah tak berhak mengatur hidupmu, tapi lagi-lagi semua demi dirimu, agar kamu pergi jauh dari ayah dan berbahagia di luar sana bersama pria yang telah berjanji pada ayah akan mencintaimu dan membahagiakanmu sampai akhir hidupnya* goresan pena Dinata kali ini tak disertai gambar namun Alicia ingat betul bagaimana kejadian itu. karna semua rasa sakit, kecewa, putus asa semua tertanam kuat dalam kepalanya


"tuan punya alasan lain di balik rencana nyonya Maria, beliau menyuruhku menyelediki selama beberapa bulan pria yang akan di jodohkan dengan anda, dan ya kami menemukan yang sesuai meski umurnya sedikit matang" alba kembali melanjutkan ceritnya kala melihat anak majikannya sudah membuka lembar demi lembar buku diari majikannya


sebelum melakukan perjodohan sudah pasti Dinata mencari seluk beluk pria yang akan dinikahkan dengan Alicia, beberapa anak/kemanakan rekan kerjanya dari luar kota yang memang juga ditekan untuk menikah, Dinata selidiki satu persatu, meski semuanya berumur matang antara 30-35 tahun tapi tak masalah bagi Dinata, yang penting tak setua dirinya, toh ada beberapa kasus yang bahkan suami anaknya seumur dengan bapaknya tapi mereka bisa bahagia. tak perlu kaya asalkan bisa membahagiakan Alicia dan membawanya pergi dari kekejaman Maria yang masih berlindung di bawah kuasa ayahnya yang menjadi ketua partai terkemuka di ibu kota 3 tahun lalu, sebelum di jatuhi hukaman temb4k m4ti karna korup5i besar-besaran juga beberapa kejahatan lainnya telah terbukti.


"rencana menikahkan putri tak di anggapnya pada usia 15 tahun maksud, anda?" tanya Alicia mendongak menatap Ali yang berdiri dekat jendela


ya, yang Alicia alami perjodohan terjadi jauh sebelum terjadinya kejadian penipuan yang di alami perusahaan Dinata, Alicia ingat betul saat ia baru saja memasuki sekolah menengah atas tapi ia sudah di perkenalkan dengan beberapa pria matang hingga ia jatuh di tangan Daniel sekarang.


" mengenai perjodohan tuan memang sengaja mengaturnya saat umur anda memasuki 15 tahun, tapi bukan berarti saat itu tuan mau melepaskan anda di usia yang masih belia, tuan mengaturnya hanya untuk di tunangkan dengan anda, agar nona dan calon nona saling mengenal jika umur nona sudah layak menikah diumur 18 tahun, juga di lain sisi agar anda memiliki tempat berkeluh kesah dan tameng mengingat tuan kala itu tak bisa melakukan semua itu, karna selangkah beliau mendekati anda, seribu langkah nyonya Maria memusnahkan anda" jelas Alba mengambil jeda sebelum kembali melanjutkan cerita


"Namun di luar dugaan tuan, nyonya Maria malah ikut campur dan menggagalkan perjodohan yang di atur oleh tuan karna tak menghasilkan pundi pundi uang, 3 kali tuan mengatur perjodohan untuk anda semua gagal karna nyonya Maria diam diam meminta tebusan ratusan juta, dan jika tdk mau menyerahkan uang ratusan juta, maka perjodohan batal. sampai di mana nyonya Maria turun tangan langsung mengatur perjodohan dan tak memandang bulu, targetnya adalah pria berduit meski mereka tua dan memiliki banyak istri" jelas Alba


namun puluhan kali perjodohan yang di atur Maria juga selalu gagal karna Dinata diam diam selalu menggagalkan, entah menghadirkan istri sah si pria atau menculik Alicia saat akan di masukan dalam kamar, itulah mengapa beberapa kali Alicia tersadar sudah berada di dalam kamar pembantu di mansion ayahnya


*terimakasih* batin Alicia karna rasa penasarannya selama ini terjawab sudah, pria tua itu nyatanya masih memiliki hati meski setelah menanam jutaan luka di jiwanya


Tersenyum miring, wanita hamil itu kemudian berucap


"nyatanya ia masih saja pengecut di akhir hayatnya" lalu wanita hamil itu beranjak


bersambungggg


#####


aku maklum kalau kalian bosan baca chap kali ini, udah panjang hampir 2000 kata malah mutar mutar, aku aja yang bacanya kek pengen tenggelam di rawa rawa, hahaha


tapi jujur kepalaku sampai berdenyut nyeri karna idenya mampet tapi maksain nulis, mana masalahnya harus di sambung2kan sama chap awal awal supaya Flashbacknya tuh nyambung, tapikan aku rada2 lupa, mau baca ulang lupa di episode berapa, yaudah deh nulis ini aja