
Tak ada yang lebih membahagiakan dari pada momen menjadi seorang ibu. Terlebih memiliki seorang putra tampan nan menggemaskan, Alicia sekali lagi mengucap syukur kepada sang pencipta atas segala nikmat yang telah ia peroleh. Sungguh segala yang ia miliki adalah nikmat yang luar biasa membahagiakan.
Memiliki seorang suami yang kaya, tampan, baik, dan mencintainya tanpa batas, juga dengan kehadiran buah cinta mereka yang di beri nama lengkap Gael Muchtar Prasetyo, bayi lucu pelengkap kebahagiannya. Alicia harap putranya itu akan tumbuh menjadi lelaki yang bisa di andalkan oleh semua orang yang membutuhkannya kelak, seperti arti nama anaknya, pemimpin dermawan yang terpilih akan kepiawainnya.
3 bulan sudah sejak lahirnya bayi kecil yang biasa dipanggil baby Gael/El, Alicia begitu menikmati perannya di rumah sebagai seorang ibu. Apalagi bayi mungil mereka tumbuh menjadi bayi sehat dan cerdas, selalu ada hal yang bisa di pelajari bayi lucu itu setiap harinya.
Alicia bahkan memutuskan untuk tidak menggunakan jasa baby sitter untuk baby El, ia tak mau melewatkan setiap proses tumbuh kembang buah hatinya. Alicia memang cukup cekatan dan belajar dengan cepat menjalani peran barunya itu, meski di awal-awal memang sedikit kewalahan, tapi berkat bantuan mama Xia yang 2 bulan lalu memilih tinggal di Indo untuk membantu Alicia mengurus baby El, juga jangan lupakan bantuan ibu mertuanya, Maya yang selalu ada untuknya 5 bulan terakhir ini.
bahkan jadwal operasi ginjalnya harus ditunda beberapa kali karna Alicia tak mau jika harus berpisah dengan bayinya yang masih membutuhkan asinya. mungkin jika bayi itu sudah mulai sedikit besar setidaknya berumur lebih dari 6 bulan baru Alicia akan memikirkan ulang akan operasi pendonoran ginjalnya.
memikirkan hal itu Alicia jadi teringat perkataan tuan suaminya beberapa bulan lalu saat mereka hampir menjalani operasi tapi tiba tiba dibatalkan oleh daniel yang membuat Alicia kecewa karna merasa di permainkan, nyatanya Daniel mengetahui sesuatu hal dalam dirinya sedang ia sebagai calon ibu dari anaknya tak menyadari akan itu. pasalnya selain ia yg sering lapar tengah malam Alicia tak mengalami hal-hal yang biasa di alami ibu hamil pada umumnya. apalagi saat itu ia di tipu oleh taun suaminya soal pil. ck dasar licik emang suaminya.
Daniel tak perlu ditanya bagaimana perasaan pria itu sekarang? Ia bahagia luar biasa mendapat hadiah terbaik selama hidupnya. Memiliki istri cantik yang sangat dicintainya di tambah kelahiran buah cinta mereka yang menjelma menjadi pria kecil tampan nan menggemaskan. Daniel selalu memanjatkan doa semoga kebahagiannya ini tak pernah pergi darinya.
Daniel bukan lagi mencoba menjadi ayah yang baik bagi putranya, suami Alicia itu hampir mewujudkan kegilaannya soal menjadi ayah terbaik dengan segala hal yang berkaitan dengan kebahagiaan sang putra. Semua hal yang berkaitan dengan mainan dan teknologi terbaru setiap hari Daniel bawa pulang sebagai hadia untuk anaknya padahal lantai 3 rumah utama yang luasnya hampir satu haktare yang sepenuhnya sudah diubah menjadi ruang bermain kini hampir penuh akan mainan mahal baby El. Bahkan lantai itu sudah layaknya toko mainan anak-anak saja dibuatnya.
Berjalan memasuki rumah utama, Daniel di sambut pak Wis dan beberapa maid yang menyambutnya dengan membungkukan badan menunjukan rasa hormat mereka padanya.
"Dimana nyonya?" tanya Daniel cepat, tangannya bergerak melonggarkan dasinya, sementara matanya berpendar mengelilingi setiap sudut l, mencari-cari kesayangannya yang seharian ini dirindukannya, rasanya ia sudah sangat ingin bertemu dengan sumber debaran jantungnya itu.
"nyonya muda sedang berada di kamar tuan muda kecil, tuan" jawab pak Wis sopan
Daniel hanya menganggukan kepala sebelum dirinya beranjak menuju kamar bayinya di lantai 2 yang masih terhubung dengan kamar pribadinya.
Pintu kamarnya tertutup rapat, Daniel mendorongnya dengan hati hati, aroma menyenangkan dan akrab langsung menyambut indra penciumannya membuat dadanya mengembang oleh rasa bahagia tak terperi
Sebuah pemandangan indah kini hadir di hadapannya, Alicia sedang menyusi bayinya dengan posisi membelakanginya
Merasa ada pergerakan di belakangnya, Alicia menoleh dan mendapati suaminya berada tepat di belakang kursi pijit untuk seorang ibu menyusui yang didudukinya saat ini
"mas sudah pulang?" tanya Alicia dengan lembut "Maaf aku tak menyambutmu" Alicia berucap setelah memindahkan baby El dalam boxnya karna sudah tertidur lelap setelah mendapatkan nutrisinya
"dia jelas mengambil perhatian mu sekarang, jika aku tidak pulang-pun, aku tidak akan heran jika kamu tidak menyakan keberadaanku" jawabam Daniel jelas membuat Alicia terkekeh kecil, pria itu sudah mulai merajuk dan meminta perhatiannya saat ini
Alicia meraih tangan suaminya kemudian di bawahnya ke keningnya yag dibalas kecupan lama di keningnya oleh bibir tebal suaminya. Sudah rutinitad wajib bagi mereka menyambut dan mengatar suaminya pergi bekerja, jika dulu mereka melakukannya atas perjanjian kini mereka melakukannya karna memang itu kewajiban bagi keduanya yang saling mengasihi
"aku merindukan mu sayang" bisik Daniel tepat di telinga sang istri yang berhasil di bawanya kepelukan hangatnya saat Alicia hendak membantunya melepas jas miliknya
Alicia membalas pelukan suaminya, menepuk pelan punggung kokoh itu bagaikan ia sedang menenangkan baby El
Tanpa peringatan ,Daniel membungkuk dan meraih tubuh mungil istrinya kedalam gendongannya.
"Mas!" Alicia tentu kaget akan tindakan suaminya itu, tangannya terulur memeluk leher suaminya agar tak terjatuh
"pelankan suara mu sayang, dia akan menjadi pengganggu jika sudah terbangun" bisik Daniel menunduk menatap menggoda
"kamu mau membawaku kemana?" tanya Alicia ikut berbisik
"mandi" jawab Daniel singkat
"kenapa harus membawaku?" Alicia mengerutkan keningnya kebingungan
Daniel menyerigai melihat raut wajah itu
"karna kau, nyonya muda Prasetio akan memandikan ku" bisik Daniel dengan suara parau nan sensual, lalu menundukan kepala meraup bibir manis istrinya yang begitu candu
Sambil menikmati bibir sang istri, Daniel melangkah menuju kamar mandi, hendak menikmati moment yang sudah sangat jarang dilakukannya sejak kehadiran baby El
Buru-buru Alicia mundur, beruntung pakaiannya belum diloloskan dari tubuhnya oleh suaminya
"mandi sendiri yah" ucap Alicia sambil memperbaiki pakaiannya yang sedikit kusut, sebelum melangkah keluar ia menyempatkan mengecup bibir suaminya yang mengerucut lucu
"sayang" panggil Daniel memelas, tapi tak di hiraukan oleh sang istri karna keburu keluar
Alicia meraih tubuh kecil Gael, menimangnya agar bayinya kembali terlelap karna bayi itu baru beberapa menit terlelap tapi kini sudah bangun lagi. Namun sepertinya bayi El tak mau menurut kali ini, sepertinya ia memang tak mau berbagi pada ayahnya akan perhatian ibunya. matanya bulatnya sudah terbuka lebar, menatap sang ibu dengan bibir yang mengeluarkan beberapa celotehan tak jelas
"hm ngomong apa sih nak? Hm? Apa? Daddy nakal? Yah Daddymu memang nakal, sayang" Alicia berusaha berkominakasi dengan sang anak dan malah menjual nama Daniel
Hap
Alicia terjingkat kaget akan sepasang tangan kekar yang melingkar memeluknya dan baby El sekaligus
"mas? mas nggak mandi?" tanya Alicia
"mas butuh kamu memandikan mas" bisik Daniel berusaha agar sang anak tak mendengar, meski anaknya belum bisa paham akan perbincangan nakal mereka tapi Daniel tetap tak ingin telinga putranya yang polos ternodai karna dirinya.
uh sungguh daddy yang luar biasa bukan?
"Daddy juga butuh asupan sayang, mana bisa Daddy hidup tanpa asupan dari mommy mu ini" Daniel mencoba membela dirinya di hadapan anaknya, ia daratkan sebuah kecupan pada leher istrinya setelah ia selesai berucap dan menutup mata babynya sebentar saat ia menyesap sedikit lama hingga menimbulkan bekas di leher putih ibu muda itu
"lihat El, Dad merasa cemburu padamu saat ini" ucap Alicia mengajak anaknya bersekutu, seolah paham akan maksud mommynya, tangan mungil baby El yang tadinya bergerak gerak menggapai wajah ibunya kini beralih bergerak memukul wajah ayahnya yang masih terbenam di ceruk leher Alicia
"sepertinya dia tak mau disaingi oleh mu, tuan" ucap Alicia terkekeh dan membuat Daniel menunduk dan mencium gemas wajah gembul baby El
"kau memang egois tuan muda kecil" gumam Daniel di sela-sela ciuman bertubi-tubinya pada kulit mulus putranya
Tidak ada yang lebih membahagiakan dari semua ini, istri yang begitu baik dan bayi yang sehat dan lucu meski bayi itu menjadi sumber ia kehilangan beberapa jatah malamnya. Tapi tak apa demi sang putra, ia akan berusaha bisa berbagi. Daniel benar-benar sudah menemukan indahnya dunia saat ini.
dapat salam dari tuan muda Gael Muchtar Prasetyo nih
yang mau jadi mantu daddy Daniel sama mommy Dara, ada gak? oh jangan deh, level aku bukan sama tante2
SAMPAI JUMPA DI STORY MAURA
maaf kalau feelnya nggak dapet yah 😂
######
Eh mau tanya, masih ada yang ingat nama panjang Alex sama Alena nggak?
Yang tau mohon infonya dong, aku butuh untuk buat prolog cerita baru Maura, soalnya aku malas banget scrool bagian alex dibahas chap yg keberapa. Maafkan kehaluanku yang pelupa ini.
Makasih sebelumnya 🙏🙏
Aku tunggu di komenan yah nama lengkap Alex dan Alena bagi yang tau.
Salam Mickey Mouse 24
Dari Dunia Halu