TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 107


"WHAT?!" pekik Filda dan Darius serentak dengan mimik wajah terkejut


Anggukan Alicia membuat Filda dan Darius saling bertatapan


"tunggu" Filda segera meraih ponselnya dan mengotak atik keyboard. ia memesan sesuatu


"lo nggak curiga El? " tanya Filda setelah meletakan ponselnya di meja


"curiga apaan? " tanya Alicia bingung


"gue takutnya lo.."


Ceklek


Ucapan Filda terpotong kala pintu ruangan pembimbingnya terbuka


"eh bentar yah, gue minta ttd dulu" Filda segera bangkit dengan membawa berkas-berkasnya


"lusa giliran kita yus" semangat Alicia ke Darius


Ya, hari ini adalah hari dimana Filda maju proposal dan beberapa menit yang lalu sahabat Alicia itu sukses mempresentasikan proposalnya. Dan lusa adalah hari Alicia dan Darius.


Sambil menunggu dosen pembimbing menerima tamu, mereka menunggu di depan ruangan untuk menemani Filda menandatangani berkasnya, sementara menunggu, Filda dan Darius menodong Alicia dengan berbagai pertanyaan tentang kejadian di pesta ultah pernikahan Dinata yang sudah tersebar luas. Alicia pun menceritakan kejadian seminggu yang lalu dan juga beberapa pengalaman terakhirnya di Mansion yang berhasil membuat ke dua sahabatnya berekspresi terkejut.


"ya, dan kita harus sesukses persentase Filda tadi" balas Darius yang diangguki antusias oleh Alicia


Beberapa menit kemudian Filda keluar dan menyeret kedua sahabatnya menuju kantin


"Hay Alicia,,,ehh maaf, maksudnya hay nyonya muda"


"selamat siang nyonya muda" sapa mereka saat Alicia lewat


"selamat, yang dulunya selalu di pandang sebelah mata kini di pandang bak putri kerajaan" gumam Filda malas melihat reaksi mahasiswa kampusnya yang tak seperti biasanya, mereka yang dulunya tak pernah menaggangap Alicia ada sekarang setelah berita Alicia dan Daniel tersebar mereka semua kini menghormati Alicia bak putri kerajaan


Ya, Berkat kehadirannya di pesta Dinata, semua orang sudah melihat berita bahwa ternyata Alicia adalah istri dari pengusa muda sukses nan tampan, tuan muda Daniel. Pemilik perusahan mendunia yang disegani banyak kalangan.


Bahkan ada dosen yang sampai menunduk kala berhadapan dengan Alicia, mengingat ia pernah beberapa kali menyusahkan Alicia semasa mata kuliahnya dulu. bisa habis riwayat hidupnya kala tuan muda Daniel mengetahui perlakuannya pada Alicia dulu.


dosen pembimbingnya pun yang dulunya hanya mengira Alicia adalah sugar baby tuan Daniel karna Alicia selalu di bawa keruangan Daniel dan juga status mereka tak dipublis, merutuki pemikiran negatifnya itu, beruntung selama membimbing Alicia ia tidak pernah kurang ajar.


Tapi ada juga yang dulunya tak suka makin tak suka dengan Alicia, ia bahkan memusuhi Alicia karna idola mereka tenyata menikah dengan gadis miskin yang tak jelas asal usulnya, karna setahu mereka Alicia itu hanya anak pembantu yang beruntung bisa kuliah karna dapat beasiswa.


Kebencian itu hanya mereka simpan dalam hati, sebab meraih Alicia pun mereka tak akan mampu, ya, sekarang ajudan Alicia yang selama ini menyamar sekarang tidak lagi, mereka bertiga sudah mengenakan pakaian serbah hitamnya , di tambah lagi pengwal pria berjumlah 5 orang yang selalu mengekor tak lebih dari 3 meter dari belakang Alicia.


Alicia sendiri tentu tak nyaman dengan situasi sekarang, seandainya bukan karna hari penting sahabatnya, Filda, ingin rasanya Alicia menghilang dari kampus, sungguh ia tak nyaman dengan perlakuan para dosen dan mahasiswa padanya yang berubah 180 derajat. Apalagi dengan kehadiran para ajudan yang di sediakan tuan suaminya membuat kehadiran Alicia di kampus menjadi topik panas.


"Halo Al.. Nyonya muda" sapa sekurity fakultas menarik Alicia tersadar dari lamunannya


Alicia hanya menanggapi dengan senyuman, jujur ia bingung harus bersikap apa mengahadapi situasi baru ini, padahal udah berbulan bulan ia menjadi nyonya muda tapi baru sekarang ia dianggap ada dan dihormati sedemikian rupa oleh orang-orang.


*jika sekarang mereka manghargai kehadiranku entah apa yang terjadi setelah semuanya berakhir* batin Alicia memikirkan nasib kedepannya jika sudah ditendang dari posisinya. Karna ia sadar cepat atau lambat tahtanya bukan pada posisinya yang sekarang.


"silahkan duduk nyonya muda" goda Darius menarik kursi untuk Alicia


Lirikan tajam dari Alicia membuat Darius angkat tangan dengan cengiran lucu menampilkan sederet gigi putihnya kemudian menarik kursi untuknya sendiri


Sedang Filda sibuk mengotak atik kembali keyboard ponselnya. Sepersekian detik selanjutnya ia mendongak dan memindai ruangan mencari sesuatu


Setelah menemukan apa yang ia cari, Filda melambaikan tangannya dan tersenyum ke arah seseorang yang berjalan mendekat


"makasih nis" Filda berterimakasih pada seseorang yang bernama Nisa setelah Nisa menyerahkan paperbag mini padanya


"halo nisa" sapa Alicia pada Nisa yang ternyata adalah sepupu Filda


"halo Al.. Eh maaf... "


"santai aja kali nis, kayak sama siapa aja" potong Alicia mengerti kegugupan Nisa


"oh eh i.. Iya, kalau gitu saya pamit, ada kerjaan" pamit Nisa dan beranjak dari sana


"apaan tuh? " tanya Darius mengendikan dagunya ke paper bag


"untuk lo" ucap Filda membuat kerutan di dahi Alicia makin mengkerut


"apaan ni? " tanya Alicia akhirnya


Filda mendekat, tangannya terulur memegang perut Alicia, kemudian ia berbisik tepat di telinga Alicia


"entah kenapa, perasaan gue mengatakan kalau disini bukan hanya berisikan makan-makanan enak"


Alicia menjauh dari Filda, ia mendengus pelan akan ucapan sahabatnya itu, Alicia tahu arah pembicaraan Filda


"apalagi memangnya, gue rutin minum pil 3 kali sehari kalau lo lupa" sanggah Alicia


Filda menanggapi dengan mengendikan bahunya, kemudian ia berucap santai "pernah dengar pepatah kek gini, akan ada 1% kegagalan yang dijanjikan dari 100% keberhasilan. Takutnya 1% itu yang sedang lo alami sekarang. Untuk itu gue pesan ini untuk lo, untuk membuktikan firasat gue"


Mendengar cerita Alicia tadi, Filda tergerak untuk membuktikan sesuatu, untuk itu Filda minto tolong pada Nisa, sepupunya yang memang bekerja part time di sebuah apotik dekat kampus mereka untuk membelikannya tes pack 5 macam merek terbaik untuk mengetes kelainan pada sahabatanya, yang berubah bukan hanya tubuh makin berisi tapi segala tingkah aneh Alicia. Filda yang memang memiliki kakak perempuan bersuami dan sudah punya anak peka akan kelakuan ibu hamil karna ia pernah melihatnya langsung kelakuan aneh kakaknya dulu kala hamil muda, ngidam.


Alicia tampak berpikir akan ucapan Filda, ia melirik paperbag itu


"gue pakenya dimana? Kalau ketahuan tuan Daniel gimana? Bisa mati gue saat itu juga" bisik Alicia


"kalau kakak gue sih dia pakainya pas baru bangun tidur, katanya kalau bangun tidur itu cepat keluar hasilnya, dan kalau ketahuan.. YA Jangan sampai ketahuan BEG... " ucap Filda santai di awal tapi di kalimat terakhir ngegas, bahkan tangannya hampir menoyor kepala Alicia namun urung kala menyadari jika ada 8 padang mata yang sedang mengawasi nyonya muda Prasetio itu, alhasil tangan Filda yang hendak menoyor perlahan ia usap usap kepala Alicia


"gue pengen jitak pala lo, Tapi ajudan lo banyak, gue masih sayang tangan gue" bisik Filda dengan mengetatkan giginya


Alicia melirik para ajudan yang matanya tak pernah lepas memantau sekeliling Alicia


"lo nggak merasa aneh nggak sih dengan perlakuan tuan Daniel, sampai bela-belain sewa beberapa ajudan hanya untuk jaga lo, atau jangan-jangan Tuan Daniel udah cinta sama lo? Istri tercinta yang dijaga oleh pengawal suami?"


"lebih tepatnya sandera Pemuas Nafsu" ralat Alicia


"gue merasa kek kacang tau nggak" gumam Darius kesal, sontak kedua sahabat wanitanya itu menoleh dan tersenyum geli akibat ekspresi sok ngambek Darius


\=\=\=\=


Alicia melirik paperbag mini di sampingnya, kini ia berada di mobil yang di sopiri pak Gun menuju mansion, ia di apit oleh mobil hitam di depan dan di belakang yang dikendari para pengawal.


Menghembuskan napas kasar, lagi. Sekelabat ketakutan melandanya, tapi Tak ada salahnya mengecek meski ia tahu kecurigaan Filda tidaklah benar, apalagi ia setiap minggu rutin suntik vitamin agar pil itu bisa berfungsi dengan baik ditubuhnya ditambah pil 3 kali sehari, jadi tidak akan ada celah terjadinya kebablasan, tapi Alicia juga penasaran untuk itu ia akan mengetesnya dan akan tahu hasilnya. Semoga saja semua berjalan sesuai keinginannya dan keinginan tuan suaminya, karna Alicia takut jika sampai kebablasan ia akan berakhir lebih mengenaskan di banding nasib Maureen.


Drt drt drt


Bunyi ponsel menyadarkan Alicia dari kekalutannya


SUAMI GANTENG


calling


Alicia memutar bola malas, ingatkan nama kontak itu? Daniel sendiri yang menyimpannya. Alicia pernah mengantinya dengan Nama PRIA TUA MESUM, tapi ketahuan karna Daniel sesekali memeriksa ponsel Alicia dan mendapati namanya diganti, alhasil Alicia dapat hukuman, hukuman telentang pasrah dengan peluh keringat di bawah kungkungan Daniel.


"dimana?" kalimat dingin yang pertama pendengaran Alicia dengar kala menempelkan ponselnya di telinga setelah menggesel icon hijau


"urusannya sudah bereskan, sekarang ke perusahaan" titah Daniel sebelum Alicia menjawab pertanyaannya


"ngapain ke perusahaan tuan?" tanya Alicia


"menemaniku" ucap jujur daniel tanpa gengsi


"tuan, saya sudah dekat dari mansion, bolehkah saya menunggu tuan di rumah saja?,, mm di kamar? saya sedikit lelah hari ini tuan" ucap Alicia, ia memang merasa hari ini tenaganya sedikit terkuras hingga membuatnya kelelahan


"di kamar? Baiklah. Tunggu aku di kamar, aku akan menyelesaikan pekerjaan ku dan secepatnya pulang" balas Daniel antusias


bersambunggg..


#####


uhh panjangkan... capek nih ngetik..


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu