TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 128


Prasetio menggaruk keningnya yang tak gatal, sesekali matanya melirik ke arah wanita paru baya yang tengah membelai rambut sang menantu yang tengah berbaring di ranjang kamar utama, ayah satu anak itu merasa berdosa pada sang istri, mengingat ia dengan kejam bersikap kasar juga dengan perkataan kasar pada ibu dari anaknya itu saat berada di lantai bawah tadi.


Sedang Daniel memijit pangkal hidungnya, tiba tiba rasa pusing menyerangnya, ia merasa khawatir, kesal dan bodoh di waktu yang bersamaan. Pria dewasa itu menyander di dinding tak jauh dari ranjang king zise tempat sang istri beristirahat setelah mendapat pemeriksaan oleh dokter kandungan pribadinya. wanitanya itu terlelap setelah ia meminum obat pereda keram perut.


Ya, kenyataannya adalah, wanita yang beberapa bulan lagi akan menjadi ibu itu mengalami keram perut saat tadi ia dan ibu mertua saling terbuka dan saling menerima satu sama lain. Saat Maya baru saja melerai pelukannya, tiba tiba Alicia merasakan perutnya keram hingga ia meluruh ke lantai karna merasa tulang-tulang kakinya tak bisa menahan berat badannya karna rasa keram di perutnya, sedang Maya yang di landa panik tiba tiba bleng, ia tak tahu harus melakukan apa, alhasil ia meraih lengan Alicia untuk di bantunya berdiri agar bisa duduk di sofa namun kedatangan kedua pria keturunan Prasetio malah salah paham dan menuduh Maya berbuat jahat.


Daniel melirik pada sang ayah yang terduduk gelisah di atas sofa, ia menaikan alisnya mendapati sang ayah membalas tatapannya dengan bibir komat kamit. Sepertinya ayahnya itu sedang memberinya kode. Ya, kode untuk memulai meminta maaf pada sang ibu, terlihat mata Parsetio melirik ke arah ranjang dimana Maya tengah merapikan selimut Alicia


"bu.."


"istri dan menantu kalian tak apa-apa, keram pada perut ibu hamil memasuki awal trimester kedua biasa terjadi" potong Maya menyindir, ia bahkan mengulang penjelasan dokter Putri setelah memeriksa keadaan Alicia.


"saya yang salah, saya minta maaf karna berada di sini yang kehadirannya tak pernah diharapkan" lanjut Maya beranjak setelah mengelus perut sang menantu, jujur ia masih sakit hati atas kelakuan suami dan anaknya.


"bu" panggil Daniel membuat Maya menghentikan langkahnya


"mmm, maaf" cicitnya


"sudahlah, jaga istrimu, utamakan dia dari pada pekerjaanmu, wanita hamil itu butuh perhatian lebih, ibu pamit, jangan pedulikan ibu" ucap Maya penuh nasihat namun jelas dalam kalimatnya ia masih kecewa karna nyatanya, putranya lebih memilih istri dari pada dirinya. Meski ia sudah menerima Alicia namun ia tetap kecewa akan perkataan Daniel yang memilih membuangnya demi istrinya.


Ibu mana yang tak sakit hati? Meski ia sadar jika ia salah karna selama ini lebih mementingkan egonya, namun ia tak pernah membayangkan jika putra kesayangannya begitu membenci dirinya karna sikap kerasnya.


"ya, dia adalah prioritas utamaku saat ini, karna dia adalah duniaku, tapi ibu lah yang memberikanku dunia hingga aku bisa menemukannya, menemukan duniaku yang sebenarnya, aku menemukannya karna ibu melahirkanku ke dunia, terimakasih dan maaf, bu" meski sebagian dari diri suami Alicia itu ingin memeluk ibunya namun sikap gengsinya lebih berkuasa. Sudah puluhan tahun lamanya ia tak pernah memeluk ibunya atas dasar kemauannya, karna baginya hanya pria cengeng dan tak punya harga diri yang melakukan itu.


Ya, tuan muda Daniel dengan segala arogansinya


"May" panggil Parsetio lirih, ia melangkah mendekat ke arah istrinya yang memang sedari tadi ia sudah berdiri sejak istrinya beranjak dari sisi menantunya, ia berniat mencegah, namun ucapan sang istri membuatnya terpaku di tempat. Rasa bersalah makin mengerogoti dadanya


"kami minta maaf, kami hanya tak tahu jika kejadiannya seperti itu" Prasetio berucap setelah ia berada di dekat sang istri. Ia memohon maaf juga mewakili putranya atas kesalahpahaman yang terjadi pada sang istri


"tak masalah, aku bersyukur kalian peduli padanya, karna aku menyesal telah lambat menerimanya" ucap Maya melirik ke arah ranjang dimana menantunya tengah terlelap begitu damai setelah tadi kesakitan pada perutnya akibat keram, ia bersyukur wanita yang pernah dibencinya itu kuat hingga janin dalam rahimnya bisa berkembang sehat.


Prasetio langsung membawa sang istri kedalam pelukannya, ia lega akhirnya istrinya mau menerima menantunya sebelum ia bertindak lebih keras untuk menyadarkan Maya.


"terimakasih sudah menerima menantu kita, bu" Parsetio mengecup kepala sang istri


\=\=\=\=\=\=\=\=


Plak!


Plak!


Sak!


Rasa panas dan perih yang menjalar di kedua pipinya belum reda namun tarikan keras di rambutnya sudah diterimanya lagi, seolah kulit kulit kepalanya terlepas dari tengkoraknya saking kerasnya jambakan tangan kekar pria yang sudah menjadikannya istri simpanan sebulan yang lalu demi untuk mendapatkan keturunan darinya.


"apa kepala mu tak bisa mencerna apa yang saya katakan?! Hah!!! Berapa kali sudah saya katakan bahwa kamu disini tak berhak atas apa yang ada di rumah saya karna itu semua milik Alena, istriku, termasuk dengan makanan yang kamu curi ini" hardik pria berumur 35 tahun itu


Ya, wanita muda itu ketahuan mencuri makan siang pemilik tuan dan nyonya rumah tempat dirinya di tampung, lebih tepatnya tempat dimana ia bekerja, bekerja sebagai penghasil anak dari pasangan yang sudah belasan tahun tak diberi momongan karna sang istri sakit-sakitan, namun sang suami begitu mencintai istrinya hingga ia rela bertahan belasan tahun lamanya meski tanpa seorang keturunan di antara mereka.


"kalau kamu tak hamil juga bulan ini habis sudah riwayatmu wanita murahan!"


Tuk!


Ia menghempas kasar kepala wanita muda yang baru saja di perkosanya dengan kasar di ruang makan hingga kepala wanita itu membentur ujung meja makan


"dasar sampah!!" Alex menaikan celananya yang memang tak sampai lepas dari kakinya saat melakukan penetrasi pada wanita yang di belinya dan dinikahinya secara sirih sebulan yang lalu


Maura menggigit bibirnya menahan sakit, air matanya bahkan sudah kering sejak ia di perlakukan sebagai wanita pelacur di rumah besar ini


"sampah? Ya, setidaknya ada kata yang cocok untuk diriku saat ini" gumamnya memperbaiki gaun murahnya yang ternyata sudah robek tak berbentuk melekat di tubuh ringkihnya.


Rasa laparnya hilang tergantikan dengan rasa sakit tubuhnya juga hatinya.


Susah payah ia bangkit, selangkangannya begitu perih, namun ia mulai terbiasa, sebab hampir setiap hari ia mendapat perlakuan kasar dari suami sirihnya saat meminta haknya. Haknya? Ah lebih tepatnya melakukan proses pembuatan anak


bersambunggg...


######


selamat menanti buka puasa readers


eh btw kalau aku buatkan cerita Maura ada yang minat nggak sih, aku ada rancang judulnya


gadis penebus hutang bagus nggak sih?


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia Halu