TUAN SUAMI YANG KEJAM

TUAN SUAMI YANG KEJAM
TSYK 48


Maria tersenyum kegirangan melihat tubuh mungil anak tirinya terlelap sedang berada dalam mobilnya yang sebentar lagi di antarnya pada pria hidung belang yang telah menambah ketebalan saldo atm Maria


Mobil Maria memasuki basemant hotel, di sana seorang pria bertubuh besar dan hitam telah menanti


"Jika bosmu tidak keberatan kau juga bisa menikmatinya, gratis untukmu sebagai hadia karna saya bahagia hari ini" ucap Maria pada pria bertubuh jangkung nan hitam itu


"terimakasih nyonya" ucap pria itu dengan binar bahagia dimatanya


bagaimana tidak, ia dihadiahi tubuh seorang gadis cantik, pria itu tak peduli jika harus menikmati bekas bosnya


Tidak butuh waktu lama, pria itu membopong tubuh pingsan Alicia keluar dari mobil dan membawanya masuk lift menuju lantai dimana kamar yang sudah bos pria itu sewa


"selamat bersenang senang anak ******. Hahahah" tawa Maria mengelegar kemudian Maria memerintahkan sopirnya untuk pergi


Flashback on


setelah pelayan mencatat pesanan meja milik Alicia dan sahabatnya, Maria mengikuti pelayan itu dan melancarkan aksinya


pelayan itu sempat menolak apalagi mengingat bahwa orang yang akan di kerjai Maria adalah asisten yang biasa bersama Tuan Daniel si pemilik perusahaan besar di seberang restorannya, Daniel dan Alicia sesekali melakukan makan siang disini alih alih mengatasnamakan meeting, hanya saja dengan ancaman pemecatan dari Maria dan uang tutup mulut 10 jt, pelayan itu akhirnya menyetujui.. apalagi Maria yang beralasan sebagai tante dari Alicia dan akan memeberikan kejutan sebab Alicia berulang tahun, pelayan itupun menerima botol kecil tak berlebel berisi cairan yang diketahui pelayan itu hanya obat mules dari penjelasan Maria


namun nyatanya obat itu adalah obat perangsang.


flashback of


\=\=\=\=\=


Filda dan Darius yang menunggu Alicia balik dari toilet namun Alicia tak kunjung muncul padahal sudah hampir setengah jam Alicia di toilet


"Gini nih jadinya kalau diperingati jangan boros saus tapi kagak didengar, jadi berteman dengan air toiletkan" ucap Darius sedikit kesal


"he'eng" Filda membenarkan dan mengangguk


"ehh tapi ngomong-ngomong,, jam makan siang udah habis nih" Filda menatap jam di pergelangan tangannya


"telpon gih" ucap Darius


Drt drt drt...


"lah ponselnya kagak dibawa" Filda menelpon Alicia namun ponsel Alicia malah bergetar di kursi tempat Alicia duduk tadi


"yaudah susul gih,, nggak enak sama karyawan dan peserta magang lain kalau kita terlambat kembali kerja" usul Darius yang diangguki Filda, kemudian Filda beranjak menuju toilet


sedang di tempat lain, pria tampan dengan ekspresi dingin itu terlihat kesal, bahkan orang kepercayaannya yang menggantikan sementara posisi sekertaris Ali untuk menemani Daniel keluar kota, menjadi sasaran dari kejengkelan pria arogan yang tak lain adalah Daniel Prasetio.


Daniel mondar mandir, bukan tanpa sebab, Alicia mengabaikan panggilannya dan tak memberi Daniel kabar sama sekali ditambah penerbangannya yang sempat ada insiden sehingga tertunda beberapa menit dan baru akan berangkat 5 menit lagi


Daniel sebenarnya ingin cepat berangkat agar bisa pulang cepat, namun kendala menghadangnya, Daniel bahkan mengusulkan agar dibelikan tiket darurat agar bisa ikut pada pesawat apapun dan rela menurunkan derajatnya untuk menempati kursi kelas ekonomi jika masih ada kosong tujuan makassar, tujuan Daniel saat ini bisa segera berangkat, namun memang kendalanya ada pada status darurat udara antara makassar dan jakarta maka dari itu jet pribadi atau pesawat publik semua terkendala.


Daniel kesal bercampur khawatir, apalagi mengingat panggilan telpon Maurren tadi pagi di ponsel Alicia, bahkan Daniel tak tahu jika Maurren berada dimana sekarang, masih diluar negeri kah atau sudah balik ke Indonesia, Daniel tak punya banyak waktu untuk mencari tahu itu, hanya satu yang Daniel khawatirkan, Daniel tak mau jika Maureen sampai menganggu Alicia.


kembali Daniel mengotak atik ponsel, Gps menunjukan bahwa Alicia masih di restoran seberang kantor, Daniel sedikit lega namun seketika amarah kembali menguasai emosinya melihat jam makan siang harusnya sudah berakhir beberapa menit yang lalu


"kau gadis pembangkang Dara, awas saja kau! aku bersumpah akan menghukummu setelah aku pulang" geram Daniel mengingat janji Alicia namun Alicia malah mengingkari dan belum kembali ke Mansion


Peringatan dari pramugari pesawat akan take membuat Daniel makin gelisah, yang tadi ingin segera berangkat namun kali ini Daniel pengen menyusul Alicia dan meciduknya di restoran


Daniel bahkan menyunggingkan senyum membayangkan reaksi terkejut dan ketakutan Alicia jika Daniel benar-benar menciduknya ketahuan ingkar janji,, namun Daniel tak boleh egois, urusan cabang perusahaan di makassar lebih membutuhkannya saat ini


menghela napas berat Daniel melangkah menaiki jet pribadinya dan segera lepas landas


\=\=\=\=\=


Filda kembali dari toilet dengan perasaan khawatir, Filda berharap Alicia sudah ada di meja mereka bersama Darius, ya, Filda tak menemukan keberadaan Alicia di toilet. Filda berpikir positif bahwa kemungkinan dirinya dan Alicia tadi saling bersinggungan jalan saat ke toilet.


Deg


Filda hanya melihat Darius yang sudah berdiri melihat kearah Filda menantikan Alicia dan Filda balik dari toilet.. namun ternyata hanya Filda yang datang


"gimana keadaannya?" Tanya Darius mengira bahwa Alicia bermasalah dengan pencernaannya


namun sepersekian detik selanjutnya Darius menyadari bahwa ada yang beda dari ekspresi Filda,, khawatir dan takut.


"Fil..."


"Elis hilang yus,, dia nggak ada di toilet" suara Filda tercekat, air mata sudah siap tumpah


Mata Darius membola


"lo, bercanda,, mana bisa anak itu hilang, udah gede jug.."


Ucapan Darius terpotong, lidahnya kelu tak dapat meneruskan ucapannya, tatkala kenyataan menghantam pikirannya.. pikiran buruk kini berputar di kepala Darius,, apa mungkin Alicia di culik? mengingat status Alicia sekarang dan kabar Maureen menghubungi Daniel tadi pagi yang Alicia sempat curhatkan tadi, apalagi mengingat keluarga Dinata dan Prasetio yang bisa melakukan apapun itu


tapi apa harus dengan menculik dan memusnahkan Alicia, kenapa tidak mengakhirinya dengan baik baik, toh Alicia pasti akan menerima posisnya digeser, apakah mereka tak punya hati? setelah ditolong dan diselamatkan dari rasa malu kedua belah pihak oleh kelapangan hati Alicia, maka mereka akan melenyapkan sang malaikat tanpa jejak,, jadi di bawa kemana kah sahabatnya itu?


Darius mengepalkan kepalan tangannya kuat, otaknya tak dapat bekerja untuk menemukan solusi bagiamana harus menghadapi 2 kubu berpengaruh itu


"yus,, El?" Filda sudah terduduk lemas, pikirannya sama dengan pikiran Darius


"malang sekali nasibmu El" lirih Darius, air matanya luruh memikirkan nasib sahabatnya yang malang, jika air matanya selama ini susah payah Darius bendung jika melihat kesedihan dan kerapuhan Alicia, kali ini tidak lagi, air mata itu luruh deras membasahi pipi tampannya


tiba tiba Filda tersadar dari kesedihannya, Filda harus bertindak meski tak yakin ini akan berhasil mengingat mereka berhadapan dengan penguasa ibu kota dan penguasa Asia namun Filda tetap usaha


Filda merogoh ponselnya


"kita lapor polisi" ucapnya sambil mencari kontak ayahnya yang seorang polisi dengan tangan gemetar


ketemu..


saat tangan Filda hendak memencet tombol hijau untuk memanggil tiba tiba ponsel Alicia berdering


drt drt drt..


Suami Ganteng


Calling.....


segera Darius menyambar ponsel Alicia, bukannya langsung mengangkat, Darius menatap ponsel dan Filda bergantian


Filda yang dilanda panik, penasaran, segera merampas ponsel Alicia dari tangan Darius


"tuan Daniel..." gumam Filda menatap Darius, yang di tatap mengangguk membenarkan


ekspresi Filda berubah garang, segera memencet tombol hijau ingin memaki, Filda tak takut setelah ini ia akan dikeluarkan dari peserta magang dan akan mengulang tahun depan, Filda tak peduli itu, yang ada di pikirannya saat ini keadilan untuk Alicia


"DASAR BAJING...


bersambunggg...


#######


oke see you next capt


Salam Mickey Mouse 24


Dari Dunia halu