
Emelin mengatakan rencananya itu pada Antony, mencoba mencari tahu bagaimana pendapat Antony soal ini, apakah ini akan menjadi langkah yang bagus jika dikeluarkan saat ini?
Ataukan dirinya masih terburu-buru dalam mengambil langkah?
Antony terdiam sesaat, dan memikirkan juga soal ide Emelin.
"Bagaimana menurutmu? Apakah ini saat yang tepat?"
"Hmm, kurasa memang saatnya menaburkan lebih banyak bensin pada api panas yang Claudia tabur sendiri, ide bagus untuk mengungkapkan fakta itu."
"Tapi aku masih sedikit kurang percaya diri, bagaimana kalau orang-orang tidak percaya? Selain kata-kata aku tidak memiliki bukti,"
"Kamu tenanglah, awalnya aku juga ada rencana untuk mengungkapkan fakta perselingkuhan Ayahmu, awalnya aku tidak mengira akan dibutuhkan secepat ini namun memang ini saat yang tepat ketika gosip sedang panas-panasnya. Untunglah kemarin saat Ayahmu mendonorkan darahnya pada Claudia, aku sempat meminta orang suruhan ku untuk mengabilkan sampel darah mereka,"
"Antony... Kamu... Kamu benar-benar memikirkan soal ini?"
"Ya. Tentu saja, mereka layak mendapatkan pembalasan, mereka bahkan pernah mencoba mencelakakan calon Putra Kita, memikirkan kalau mungkin kita berdua tidak akan pernah melihat Alex... Ini membuatku sangat marah." Kata Antony dengan wajah penuh emosi disana.
Emelin juga memikirkannya, tidak pernah mengira kalau kecelakaan itu adalah rencana Claudia...
Hari itu nyaris saja, calon putranya itu tidak bisa diselamatkan.
Jika...
Jika sampai hal paling buruk terjadi...
Memikirkan bagaimana dirinya tidak akan pernah melihat Alex, Putranya yang lucu dan manis itu...
Kemarahan benar-benar membara di hati Emelin.
"Kamu benar! Mereka memang benar-benar sangat kejam. Harus mengungkapkan kejahatan mereka satu demi satu, hancurkan sampai tidak tersisa!"
Antony tersemyum mendegar pernyataan Emelin barusan.
"Hmm kamu benar."
Sekarang ekpersi Emelin menunjukan rasa cemasnya, kemudian bertanya,
"Kamu sudah melakukan Tes DNA pada mereka? Jadi bagaimana hasilnya?"
"Belum keluar. Kemungkinan nanti siang, apa yang kamu cemaskan?"
"Hanya... Mengonfirmasikan apakah benar-benar aku dan Claudia itu saudara...."
"Yang jelas, dia dan Ayahmu memiliki golongan darah yang sama, B negatif, itu harusnya golongan darah yang langka?"
"I.. Itu benar. Aku juga memiliki golongan darah itu."
Ketika mengingat golongan darah Emelin, sekali lagi Antony teringat kejadian dimasalalu.
Saat itu, posisi Emelin yang pendarahan parah setelah melahirkan Alex juga dalam posisi kekurangan Darah.
Saat itu, Ayah Emelin berada di Luar Kota bersama Ibu Tirinya, dan entah bagaimana sudah di hubungi saat itu, padahal itu adalah saat-saat kritis untuk Emelin.
Karena golongan darah Emelin langka, sangat susah mendapatkan donor darah untuk Emelin saat itu, membuat keadaan Emelin menjadi lebih kritis.
Claudia memiliki golongan darah yang sama, namun dia bilang golongan darah mereka berbeda...
Memang, sepertinya kepergian dan bagaimana Ayah Emelin hari itu tidak bisa dihubungi seperti hal yang di sengaja.
Seolah semua orang menginginkan Emelin untuk.....
Jika memikirkannya sekarang, semua itu memang masuk akal.
Seberapa banyak kejahatan mereka sebenarnya?
Sejauh mana?
Sebaiknya, harus menyelidiki mereka lebih banyak lagi.
"Itu benar, cukup susah saat itu mendapatkan donor darah untukmu ketika kamu kekurangan darah saat melahirkan Alex dulu,"
"Ah, ya soal itu bukan? Aku dengar kamu yang mencarikanku donor darah saat itu, pasti sangat susah untuk mu mendapatkannya? Aku sangat berterimakasih padamu, berkat itu aku tertolong."
"Tidak masalah sama sekali."
Memang, hari itu dirinya hampir putus asa mendapatkan donor darah untuk Emelin, namun tiba-tiba ada sebuah penawaran tidak terduga, dari seseorang yang mengaku dirinya sebagai Ayahnya.
Thomas Anderson
Beberapa kali orang itu sebelumnya membujuknya untuk mau masuk Ke Keluarga Anderson, namun dirinya menolak. Karena dirinya tahu, dirinya hanya akan di manfaatkan oleh seseorang yang mengaku Ayahnya itu, dalam perebutan harta Keluarga Anderson, yang sangat rumit sampai saat ini.
'Aku akan mendonorkan darahku yang kebetulan sama dengan Istrimu. Tapi kamu harus mau masuk kedalam Keluarga Anderson. Ini bukan hal yang buruk, Ketika aku berhasil mewarisi Perusahaan itu sesuai keinginanku, kamu juga akan di untungkan di masa depan. Yang aku butuhkan hanya seorang pewaris, agar aku bisa mendapatkan Perusahaan Keluarga. Aku tidak ingin ini jatuh pada adikku yang menyebalkan itu, apalagi sampai ini jauh pada anak haram dari Kakekmu itu.'
Kata-kata yang penuh ambisius, dan maksud yang jelas dari seseorang yang mengaku sebagai Ayahnya.
Memikirkannya soal masalah di Keluarga Anderson juga cukup rumit.
Kalau memikirkannya lagi, orang-orang dari Keluarga Anderson sebenarnya mungkin tidak akan jauh berbeda dengan Keluarga Smith, yang akan melakukan segalanya demi mendapatkan harta, tahta dan kedudukan.
Seperti Ayahnya, yang mau mengakuinya sebagai anak, ini bukan karena kasih sayang, namun hanya mengagap dirinya sebagai salah satu Pion yang dibutuhkan untuk permainan perebutan harta warisan yang dia rencanakan.
Dirinya yang merupakan seorang anak yang bahkan tidak pernah diingat ataupun di akui selama ini...
Jangan tanya soal bagaimana perasaan Ayahnya pada Ibunya.....
Mungkin itu hanya dia anggap sebagai wanita yang kebetulan lewat dalam hidupnya yang mungkin tidak akan dia ingat lagi.
Hah semua hanya demi harta?
Orang-orang bisa kehilangan hati nurani mereka.
Setelah memasuki Keluarga Anderson, banyak hal yang terjadi, namun untungnya dirinya berhasil mendapatkan kepercayaan dari Kakeknya lebih dari yang dirinya kira...
Namun tetap saja, sejujurnya dirinya tidak ingin terlibat dengan perselisihan harta warisan ini...
Dalam Keluarga Smith juga, hanya demi harta warisan ini, seseorang yang seharusnya menjadi Keluarga Emelin, bisa hampir membunuh Emelin....
Melihat Antony tiba-tiba seperti tengelam dalam pikirannya sendiri, membuat Emelin merasa binggung.
Ada perubahan ekpersi yang jelas disana, dimana Antony kembali memasang wajah dinginnya, ekpersi yang terlihat gelap.
Seolah aura dingin yang tidak mengijinkan siapapun untuk mendekatinya, mencoba mengisolasi diri dari dunia luar.
Emm...
Apakah dirinya salah bicara atau sesuatu?
"Antony?"
Mendengar panggilan Emelin, membuat Antony tersadar dari lamunannya.
Baik, mari pikirkan soal masalah rumit Keluarga Anderson lain kali saja.
Degan itu, Antony kembali ke ekpersinya semula dan tersenyum kearah Emelin.
"Ya, mari kita jalankan rencana ini nanti siang setelah hasil Tes DNA nya keluar."
"Aku harus bersiap untuk siaran langsung?"
"Ya, nanti aku akan membantumu mempersiapkannya."
"Baik, Terimakasih banyak."
Dengan itu, mereka menikmati sarapan pagi mereka dengan tenang, sambil menunggu hasil dari Tes DNA itu.
Setelah sarapan, mereka lalu berjalan-jalan disekitar kota untuk membuat Alex senang, sambil Emelin masih was-was dengan hasil dari Tes DNA itu.
Ditengah perjalanan, dia mulai bertanya pada Antony.
"Antony... A... Apakah belum keluar?" Tanya Emelin dengan nada gugup.
Antony yang tiba-tiba ditanya pertanyaan yang ambigu itu tiba-tiba, menjadi kaget.
Menatap ekpersi Emelin sejenak, mengigatkannya pada beberapa adegan dimana Emelin juga bertanya pertanyaan yang sama.
'Antony.. Kamu belum keluar?'
Beberapa adegan mucul tiba-tiba dalam pikiran Antony.
"Hey? Kamu belum menjawab? Apakah sudah Keluar hasil Tes DNA nya?"
"Owh, hasil Tes DNA. Sebentar, sepertinya harusnya sudah."
Memang, apa yang barusan dirinya pikirkan?
Tentu saja Emelin bertanya soal hasil Tes DNA apakah sudah keluar belum!
Memangnya apa lagi?
Antony yang pikirannya barusan memikirkan hal-hal tidak senonoh soal Emelin itu merasa bersalah tiba-tiba.
Tunggu...
Dirinya harusnya tidak merasa bersalah kan?
Lagipula memikirkan hal-hal seperti itu soal Emelin, yang merupakan Istrinya yang Syah harusnya tidak salah.
Hanya mereka sedikit dekat belakangan, dan tidak melakukan itu untuk waktu yang lama, dirinya masih laki-laki normal setelah semua jadi wajar untuk memiliki beberapa hasrat tertentu.
"Coba lihat hasilnya,"
"Tentu, tunggu sebentar,"
Antony membuka emailnya, dan sebuah pesan yang ditunggu muncul, dia segera menunjukannya kepada Emelin, melihat ekpersi gugup Emelin.
"Apa yang membuatmu gugup?"
"Ya kan mungkin saja hasil Tes DNA Ayahku dan Claudia itu ternyata bukan ayah dan anak? Bisa saja kan Ayahku juga di tipu oleh Cornelia Selingkuhannya itu?"
"Pfffff... Pikiranmu bagus juga,"
"Ya, kalau seperti itu aku akan dengan semagat mengirim surat itu Pada Ayahku! Melihat bagaimana reaksinya di tipu oleh orang yang di cintainya selama bertahun-tahun! Karena sepertinya Selingkuhannya itu orang yang licik, jadi siapa yang tahu tipuannya kan?"
"Ya ampun, Emelin. Pikiranmu sekarang sudah penuh drama bukan?"
"Sejujurnya aku juga menantika relasinya jika itu benar-benar nyata. Ah, jadi mari sebaiknya dibuka saja dulu hasilnya"
####
Bersambung
####
Terimakasih atas dukungannya ya, nantikan kelanjutannya besok ya,
Ada kabar gembira nih, baru saja cerita ini diterima untuk pengajuan Crazy Up, mulai besok Senin, akan Update 3x sehari.
Jadi untuk persiapan, hari ini dan besok Update 1x sehari saja ya, dan nantikan crazy up mulai Senin besok, biar puas ya bacanya 😆😆😆