Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 94: Pelarian (Part 2)


Ketika mereka masih asik bercanda itu, Alex yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang.


Alex terlihat ada digendong pengasuh, sepertinya cukup lelah karena harus buru-buru pergi.


Sedikit membuka matanya dalam gedongan pengasuh, Alex melihat dari sana bagaimana Papa dan Mamanya sedang tertawa bersama.


Melihat mereka terlihat bahagia itu, Alex juga jadi merasa bahagia, dia juga sangat senang akhirnya melihat Mamanya, juga penasaran akan apa yang kedua orang tuanya bicarakan itu.


Alex segera turun dari gendongan pengasuhnya, dan berlari dengan gembira menuju pelukan Emelin.


Emelin yang melihat Alex yang begitu bersemangat itu, tentu saja segera memeluk hangat anak itu.


"Mama sangat rindu pada Alex,"


"Alex juga ma,"


Sepasang Ibu dan Anak itu terlihat melepaskan kerinduan satu sama lainnya, saling berpelukan dengan hangat.


Antony yang menatap mereka juga sangat senang, melihat dua orang berharga dalam dihidupnya ini terlihat bahagia seperti ini.


Setelah melepas rindu, Alex segera melepaskan pelukannya, lalu mulai bertanya,


"Aku melihat Papa dan Mama juga sangat bahagia, apa yang barusan Papa dan Mama bicarakan sebelumnya?" Tanya anak itu dengan wajah polos dan rasa ingin tahu yang tinggi.


Mengigat pembicaraan dirinya dan Antony soal anak ketiga, itu memberikan Emelin merasa malu.


Apakah ekpersinya benar-benar terlihat sangat bahagia ketika membicarakan hal-hal itu?


Namun disini, Antony menjawab tanpa ragu pertanyaan, Alex.


"Hmm, kita hanya membicarakan soal bagaimana Mamamu ingin memiliki seorang anak yang mirip dengannya, hmm mungkin nanti adik kedua Alex yang akan mirip dengan Mamamu,


Mendengar kata adik, ekpersi Alex berubah menjadi lebih ceria,


"Alex akan memiliki adik? Dan tidak hanya satu? Dua orang adik? Ah~ Alex juga ingin melihat adik kecil yang lucu dan mirip Mama,"


Melihat ekspresi ceria Alex yang penuh harapan itu, Emelin menginjak kaki Antony yang bicara omong kosong itu. Antony menunjukan ekspresi kesakitan dengan ijakan kaki Emelin barusan.


"Sudah, sudah jangan dengarkan kata-kata omong kosong Papamu itu,"


Sekarang ekpersi kekecewaan muncul di wajah Alex,


"Apakah tidak ada adik?"


Antony menjawab lagi, sambil mengelus rambut Alex.


"Semua mungkin dimasa depan sayang. Alex tidak perlu terlalu khawtir."


Antony mulai memikirkan ini dengan serius.


Jika dirinya benar-benar berniat mendapatkan hati Emelin, dan tidak akan melepaskannya dimasa depan, sangat mungkin dimasa depan akan ada adik untuk Alex.


Tinggal menunggu persetujuan Emelin saja, apakah ingin membuat satu adik saja untuk Alex, atau ingin dua adik.


Hanya menunggu saat yang tepat setelah rencana balas dendam Emelin semua selesai.


Antony paham, kalau saat ini Emelin mungkin sedang fokus dengan hal-hal membalas orang-orang yang berkhianat padanya, mungkin belum sempat memikirkan lagi hal-hal soal cinta.


Banyak hal yang harus Emelin pikirkan saat ini, dirinya hanya harus bersabar dan mengganggu saat yang tepat, untuk mengatakan perasaannya.


Dengan itu, keluarga kecil itu akhirnya bersiap naik Pesawat menuju kota B untuk pergi berlibur.


Ya, bukan berlibur sih, sebenarnya mereka hanya sedang melarikan diri dari masalah yang mungkin timbul karena Claudia.


Membuat sebuah alibi, agar Emelin tidak akan disalahkan.


Antony juga memikirkannya, mungkin ini akan menjadi pelarian yang cukup baik.


"Jadi, mari kita segera naik Pesawat." Kata Antony lagi.


"Ah, benar. Sebentar lagi jatwalnya akan segera berangkat. Tunggu, kita akan naik ke penerbangan nomor berapa?" Tanya Emelin lagi.


Sekarang, Antony jadi binggung harus menjawab apa.


Sebelumnya memang dirinya menyuruh anak buahnya untuk mendapatkan tiket pesawat ke Kota B secepatnya, namun penerbangan paling cepat adalah dua jam lagi.


Waktu dua jam benar-benar terlalu lama.


Namun bawahannya memiliki beberapa ide menarik.


Karena kebetulan Pesawat Pribadi milik Keluarga Anderson ada di bandara ini, baru saja di pakai beberapa jam lalu oleh Kakeknya, saat ini pesawat mengagur di bandara, kenapa tidak memanfaatkannya saja?


Ini lebih menghemat waktu.


Dengan itu, Antony menyuruh anak buahnya untuk mempersiapkan semuanya.


Jadi dengan tenang, sekarang Antony mencoba menjawab pertanyaan, Emelin.


"Sudah, kamu sebaiknya ikuti saja aku."


Emelin yang tidak tahu apa-apa hanya menurut saja.


Mereka mengikuti kemana Antony pergi tanpa banyak bertanya.


Antony mengendong Alex, sambil memimpin jalan.


Pesawat ini lebih kecil dari pesawat biasanya, jadi sebagai seorang anak kecil yang selalu ingin tahu begitu banyak hal, Alex yang bertanya lebih dulu,


"Papa, kenapa pesawat ini lebih kecil dari yang biasa kita naiki?"


"Ya, sesekali mencoba pesawat yang lebih kecil tidak apa-apa? Pesawat ini lebih nyaman dari yang bisa kita naiki,"


"Owh, benarkah?"


"Ya, tidak akan begitu ramai dan ada tempat bersantai,"


Mendengar itu Alex terlihat antusias.


Sedangkan Emelin menatap pesawat itu dengan kaget.


Di ujung pesawat, walaupun gelap Emelin bisa melihat beberapa tulisan begitu besar seperti 'Anderson Group'.


'Ini... Jangan bilang.....'


Dan ketika memasuki pesawat, tebakan Emelin kurang lebih tepat.


Hatinya sedikit berdebar ketika memikirkannya!


Ah!


Ini jelas pesawat Pribadi milik Keluarga Anderson bukan?


Bahkan jelas, isinya hanya beberapa Staff yang dibuat-buat agar pesawat ini seolah ada isinya!


Pesawat legendaris milik Keluarga Anderson itu!!


Antony benar-benar sesuatu, dia CEO lagipula.


Owh, ini juga pertama kalinya dirinya naik pesawat pribadi seperti ini, Keluarga Smith memang cukup kaya, namun tidak sekaya Keluarga Anderson yang sampai memiliki Pesawat Pribadi seperti ini.


Raka dulu selalu membual bagaimana pesawat pribadi milik keluarganya begitu keren dan sangat nyaman digunakan, namun Raka tidak diijinkan mengunakannya untuk keperluan pribadi, melihat Raka selalu membuat masalah dan saat itu Raka juga masih muda.


Entah kalau sekarang dia boleh menggunakan atau tidak.


Tapi ini benar-benar keren untuk pergi dengan Pesawat Pribadi seperti ini!


Fasilitasnya sangat lengkap dan mewah!


Sungguh sesuatu.


"Apakah kamu cukup nyaman disini?" Tanya Antony begitu Emelin duduk disalah satu kursi disana.


"Ya. Cukup nyaman."


"Menyukainya?"


Emelin menjawab sambil tersenyum,


"Tentu. Sangat nyaman disini, tidak terlalu bising dan ramai."


"Kamu benar. Mungkin lain kali akan lebih menyenangkan menggunakan sesuatu seperti ini,"


Antony lalu duduk juga disamping Alex dan Emelin dengan tenang.


"Ahahahaha... Terdengar seperti sebuah ide yang bagus."


"Kalau kamu butuh sesuatu, kamu bisa bilang. kamu sepertinya belum makan malam? Ingin menu apa?"


"Emm, apakah bisa memilih menu?"


"Tentu saja,"


Dengan itu, seorang Pramugari mengantarkan sebuah buku menu kehadapan mereka, dan tersemyum dengan ramah.


"Silahkan dipilih,"


Melihat semua pelayan ini, Emelin hanya bisa berpikir,


'Baiklah, aku akan berpura-pura bodoh dan tidak tahu kalau ini Pesawat Pribadi Keluarga Anderson? Oke?'


Emelin hanya bisa berharap perjalanan ini akan menyenangkan.


####


Bersambung


####


Terimakasih atas dukungannya ya,


Ini spesial Tripel Update ya! 😆


Maaf cukup lama untuk Update hari ini, semoga kalian suka.


Ah~ Nulis Novel CEO tanpa dibumbui Pesawat Pribadi kayak ada yang kurang, 🤣🤣🤣 akhirnya bisa menulisnya 🤣🤣🤣🤣


Nantikan terus Kelanjutannya ya, 😉😉