Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 32: Masalalu Antony


Isabella tidak salah ketika dia mengenali seorang Pria yang mengenakan Jas hitam ini.


Ini benar-benar, Antony mantan Kekasihnya dulu.


Dimasalalu, dirinya memang sempat jatuh cinta pada lelaki ini, bagaimanapun juga dia cukup tampan. Mereka juga berada di SMA yang sama dan berkencan cukup lama saat itu.


Namun pada akhirnya, ketika mereka memasuki Universitas, dirinya sadar, hanya dengan wajah tampan, tidak akan membuat dirinya bahagia bersama Antony.


Dirinya tahu saat itu kondisi Keluarga Antony tidak cukup baik, bisa dibilang, kalau dia berasal dari Keluarga yang miskin.


Dia bahkan kesulitan untuk membayar biaya Kuliahnya, kalau tidak dengan beasiswa yang dia terima, mungkin Antony tidak akan bisa menginjak bangku kuliah.


Ya, bagaimanapun juga saat itu dirinya masih gadis muda dari Keluarga yang baik, tidak mungkin dirinya bisa hidup bersama laki-laki miskin seperti Antony. Bahkan walaupun Pria itu cukup tampan.


Jadi itulah alasan dirinya putus dengan Antony.


Lagipula saat itu dirinya juga akan pergi Kuliah di Luar Negeri, jadi itu keputusan yang baik untuk putus dari orang itu, karena menurutnya, Antony mungkin tidak memiliki masa depan yang baik.


Karena dirinya sangat menyukai harta dan kekayaan, dirinya selalu memiliki obsesi untuk menjadi Istri dari salah satu pengusaha kaya, dan hidup dalam kemewahan seumur hidup.


Ya, dirinya menilai Antony tidak akan bisa memberinya hal-hal seperti itu.


Namun sekarang melihat penampilan Antony yang begitu rapi, dan mengenakan setelan jas mahal di sebuah Perusahaan Besar seperti ini, tidak bisa membuat Isabella bertanya-tanya.


Apakah dia bekerja disini atau sesuatu?


"Kamu... Kamu Antony?"


Mendengar namanya di panggil, dan melihat wajah seorang wanita yang cukup familiar, Antony terdiam sesaat.


Seolah-olah kenangan lama kembali terngiang dalam pikirannya. Seolah gejolak emosi tiba-tiba muncul.


Namun, itu hanya sesaat saja, dan Antony kembali memasang ekspresi dingin di wajahnya.


"Isabella?"


"Ya, ya ini aku. Kebetulan sekali kami bertemu disini. Emm, kamu.. kenapa kamu disini?" kata Isabella dengan ekpersi ceria.


Tidak terduga bisa bertemu kenalan ditempat seperti ini.


Dengan nada tenang, Antony menjawab,


"Aku bekerja disini,"


Ada raut keterkejutannya di wajah cantik wanita itu.


"Owh? Benarkah? Ini kebetulan sekali, aku juga akan bekerja disini dalam waktu dekat,"


"Begitukah?" Disini juga ada ekpersi sedikit penasaran di wajah Antony.


"Ya, aku akan menjadi Brand Ambasador untuk Iklan Perusahaan ini. Mereka menawariku secara langsung belakangan."


Sekarang Antony memikirkannya, ah jadi ini Model baru yang dibicarakan oleh Sekertarisnya itu? Yang akan menggantikan Claudia.


"Pak Presder, ini sudah saatnya kita pergi untuk meeting, atau kita akan telat."


Disini, ketika Antony masih sibuk melamun, suara Sekertarisnya membutakan lamunannya.


Itu adalah bisikan samar yang seharusnya hanya di dengar oleh Antony, namun kebetulan Isabella bisa mendengar sekilas tentang hal itu.


Apa?


Apa??


Dirinya tidak salah dengar?


Orang itu memanggil Antony Presder?


Jangan bilang Antony adalah CEO misterius Anderson Group?


Ini tidak mungkin bukan?


Jelas, dulu dirinya pernah kerumah Antony dan bertemu beberapa Keluarganya, dia benar-benar dari Keluarga miskin, jadi bagaimana bisa?


Ah, ini pasti salah denger, bisa jadi sesuatu seperti mungkin dia bekerja sebagai Asisten Presder disini, dan Presder mereka sedang menunggu, jadi wanita yang berada disampingnya itu mendesak agar Antony bergegas.


Sesuatu seperti itu?


"Ah begitu. Tapi mungkin lain kali saja kita berbicara lagi, aku ada urusan yang harus segera aku tangani." Kata Antony tiba-tiba sambil terlihat bergegas pergi.


Disini, Isabella segera mengambil kartu nama di tasnya, lalu mencegah Antony pergi.


Antony sekali lagi kaget melihat gerakan wanita itu tiba-tiba.


"Ini Kartu Namaku, mungkin kapan-kapan kita bisa saling mengobrol dan renuni beberapa saat, kamu bisa menelponku."


Disini, karena Antony buru-buru dia hanya mengiyakan lalu segera pergi dengan kartu nama ditangannya.


Isabella menatap kepergian Antony dengan sedikit penyesalan.


Benar, sekarang Antony memang terlihat lebih tampan.


Mengenakan pakaian yang begitu rapi seperti itu memberikan kesan Aura yang Mendominasi, benar-benar sesuatu.


Dirinya benar-benar penasaran dengan keadaan Antony sekarang.


Mungkin cukup baik kalau dirinya sedikit dekat dengan dia bukan?


Mungkin ini akan memberinya petunjuk pada Presder Misterius Anderson Group.


Dirinya dengar, Presder Anderson Group masih cukup muda, dan lagi dia belum menikah, jika seandainya saja dirinya bisa mengungkapkan Identitasnya, dan bisa dekat dengan orang itu, itu akan baik.


Dirinya setidaknya bisa memanfaatkan Antony ini yang sepertinya bekerja disini.


Isabella cukup yakin, setidak Antony pasti akan menelponnya.


Dirinya paham betul Antony itu seperti apa, dan bagaimana Pria itu sangat mencintainya dimasa lalu.


Dan bahkan walaupun waktu berlalu, dengan dirinya yang secantik ini, pasti itu setidaknya membuat Antony teringat kenangan indah mereka dulu.


Dirinya pasti akan memanfaatkan ini dengan baik.


Sebuah senyum muncul diwajah cantik itu.


Disisi lainnya, ketika Antony berjalan dan hendak memasuki mobil bersama Sekertarisnya dia mengigat kartu nama ditangannya.


Kebetulan didekat sana dan sebuah tong sampah, Antony lalu meremas kartu nama itu dan melemparkannya ke tong sampah itu.


Lalu tidak lagi terlalu memikirkannya.


####


Ditempat lainnya, Emelin masih terlihat memiliki suasana hati yang cukup buruk setelah melihat foto Antony bersama wanita lainnya.


Di foto itu, terlihat raut wajah Antony yang tersenyum bahagia.


Emelin memikirkannya, jadi orang itu juga bisa tersenyum seperti itu?


Dari awal pertemuannya dengan Antony, dirinya jarang melihat ekpersi lain selain ekpersi dingin di wajahnya.


Berpikir kalau di masalalu, Antony sebenarnya menunjukan sisi hangat seperti itu bersama wanita dalam foto....


Dia pasti memiliki perasaan mendalam pada wanita itu.


Itu pasti....


Dan sekarang....


Apakah Antony masih memiliki hubungan dengan wanita itu?


Memikirkan kemungkinan ini tiba-tiba, membuat hati Emelin merasa tidak nyaman.


Ini salah.


Ini tidak seharusnya dirinya mencampuri urusan pribadi Antony.


Dan ini bukan tempatnya, untuk mencoba marah atau sesuatu, dalam kontrak sudah jelas untuk tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing.


Lagipula, dirinya hanya Istri dalam nama untuk Antony, bagaimanapun mereka sekarang cukup dekat, hati Antony bukanlah miliknya.


Tapi memikirkan foto itu dan suara wanita hari itu di ujung telepon, membuat Emelin merasa tidak nyaman.


Apakah...


Apakah Antony berselingkuh dibelakangnya?


Tidak!!


Tunggu, apa yang barusan dirinya pikirkan?


Dirinya tidak dalam posisi bisa komplain tentang masalah ini.


Dulu, dirinya yang jelas bermain-main dengan laki-laki lain tepat didepan Antony, ketika dirinya bersama dengan Daniel.


Hah...


Dirinya memang wanita seperti ini...


Kalau memikirkan soal pernikahan antara dirinya dan Antony, bukankah tindakannya yang berkencan dengan Daniel ini juga bisa disebut Perselingkuhan?


Sial, memikirkan masalalunya membuat Emelin merasa jijik sendiri.


Dirinya sudah bertekad untuk berubah...


Namun....


"Nona Emelin? Apakah ada yang salah?"


Benar, saat ini Emelin sedang ada di Perusahaan tempat dirinya ikut Audisi tempo hari, sekarang bersama dengan Sutradara muda itu, yah tiba-tiba menelponnya, memiliki sesuatu yang ingin dibicarakan.


"Tidak-tidak, tidak ada yang salah. Makanan disini cukup enak."


"Baiklah kalau begitu. Aku hanya akan membahas soal Film yang akan kamu bintangi nanti."


"Saya sangat senang bisa terpilih sebagai Pemeran Utama dalam Film ini,"


Sutradara Muda itu lalu berkata sambil tersenyum,


"Tentu saja itu hal yang layak, kamu sangat layak untuk mendapatkannya peran ini,"


"Terimakasih Pak Sutradara,"


"Jangan terlalu memanggilku begitu, kamu bisa memanggilku, Edward,"


"Aku merasa itu tidak cukup sopan,"


"Ah, bagaimana kalau Pak Edward? Itu terlihat cukup sopan."


"Baik-baik, Pak Edward."


"Ah... Aku memikirkannya, apakah kamu tidak membawa Putramu?"


"Dia sedang bersekolah saat ini,"


"Owh banar aku sudah melihat bagaimana Putramu di acara Live Streaming milikmu, dia terlihat sangat hebat bukan didepan Kamera? Mungkin dia cukup berbakat dalam hal ini,"


Edward mulai memikirkannya, kalau dilihat-lihat lagi, Alexander yang ada di video-video itu, dia benar-benar mirip bukan dengan Antony?


Apakah sorot mata atau tempramen nya yang cukup mirip?


Seolah-olah, ketika dirinya memikirkannya lebih dalam dirinya melihat versi mini dari sahabatnya, Antony.


Mereka sudah berteman cukup lama, bahkan sejak SMA.


Dan temannya yang jahat itu suatu hari menikah, dan bahkan dirinya tidak diundang!!


Bahkan Identitas Istrinya dan Putranya itu dirinya tidak tahu apa-apa!!


Semacam hubungan mereka ditutup-tutupi atau sesuatu!


Sebagai seorang teman, tentu saja dirinya kesal.


Antony memang sosok yang Misterius, jadi dirinya sebenarnya juga tidak terlalu mempermasalahkan, hanya sedikit kesal, itu saja.


Dan mendengar kisah pagi ini, soal ada kemungkinan wanita didepannya ini adalah Isteri Misterius Antony, dirinya benar-benar tidak bisa menahan untuk ingin bertanya, namun dirinya tidak berani.


Apalagi Pernikahan mereka dulu cukup tiba-tiba, saat itu Antony tidak lama setelah dia ditinggalkan dengan begitu jahat oleh Mantan Kekasihnya Isabella.


Saat itu, dirinya bisa melihat kalau Antony begitu frustasi, dan masalah semakin buruk sejak Kakeknya masuk rumah sakit.


Namun tiba-tiba, tidak ada angin tidak ada badai, dia menikah!!


"Owh? Benarkah? Alex memang terlihat pintar dan cukup lucu,"


"Ya dia anak yang lucu dan tampan, sepertinya dia juga mendapatkan bakat dari Ibunya, yang pandai berakting makanya anak itu juga bisa tampil bagus didepan kamera.


Mendengar dirinya di puji, Emelin merasa senang.


Sudah, lupakan soal masalah Antony, dirinya memilih fokus lainnya yang lebih penting. Memikirkan soal Antony membuat Emelin merasa pusing dan merasa tidak nyaman.


####


Bersambung