
Melihat tatapan dan hinaan dari orang-orang itu membuat Cornelia merasa tertekan.
"Tidak... Tidak... Apa yang kalian katakan? Mungkin kalung ini hanya terlihat mirip saja," katanya sambil mencoba mencari alasan.
Wanita bernama Ella itu, lalu lanjut berkata,
"Heh? Mana mungkin aku salah lihat? Ini jelas Kalung milik Almarhum Olivia Smith, aku jelas-jelas pernah melihat kalung ini dari dekat! Dan kamu selain merebut Suami Almarhum Olivia, kamu juga berani mengambil barang-barang nya? Sungguh tidak tahu diri sekali,"
Seorang wanita lalu menambahkan,
"Sekarang aku mulai memikirkannya, sebelumnya Cornelia ini juga sering memakai beberapa Perhiasan bukan? Jangan bilang semua itu sebenarnya milik Nyonya Olivia sebelumnya?"
Salah satu wanita disana menambahkan,
"Ya ampun... Aku merasa itu cukup masuk akal. Pantas saja Wanita dari Kalangan bawah ini terlihat memiliki selera bagus memilih Perhiasan, ternyata itu bukan Perhiasan miliknya, namun milik Nyonya Olivia sebelumnya,"
"Ya, selera Perhiasan Kelas atas ini jelas-jelas selera Nyonya Olivia, mana mungkin wanita rendahan ini memiliki selera yang bagus?"
Wanita bernama Ella itu mulai menambahkan,
"Astaga, memang sungguh tidak tahu diri. Nyonya Olivia itu memiliki seorang Putri, harusnya Perhiasan-perhiasan ini di warisankan untuk Putrinya satu-satunya itu namun... Itu bisa sampai di tangan Wanita murahan ini? Jadi gosip yang di Internet itu benar?"
"Ah? Soal orang ini membagambil paksa harta Warisan Nona Emelin Smith?"
"Tepat sekali, jadi mereka benar-benar berkomplot untuk mendapatkan harta warisan dari Putri Nyonya Olivia? Ya ampun, ya ampun, sungguh tega dan tidak tahu diri,"
"Aku sebelumnya pernah bertemu dengan Nona Emelin Smith itu, dia adalah gadis muda dan periang dulu, aku masih ingat dulu dia menjadi sangat senang ketika memiliki Ibu Tiri baru, dan sangat bangga memanggilnya, Mama... Astaga... Sebagai seorang Selingkuhan, Cornelia ini benar-benar begitu tega menipu gadis polos itu? Sungguh, bahkan sampai membuat gadis itu harus memanggilnya 'Mama', Astaga... Astaga...."
"Ternyata tingkat tidak tahu malunya Cornelia ini sungguh tidak terbatas."
Sekali lagi mereka tertawa sambil menatap Cornelia dengan pandangan jijik.
Cornelia tidak bisa tahan lagi, dengan marah dia berkata,
"Kalian... Kalian tidak tahu apa-apa!!"
"Apa yang tidak kita tahu, Ah? Bukankah kamu hanya wanita miskin yang bermimpi menjadi seorang Wanita Kaya? Kamu benar-benar mengharapkan sebuah Cerita Indah seperti Cinderella, dengan menikahi laki-laki kaya? Sungguh kekanakan, bahkan mengunakan Trik kotor untuk melakukan, dengan merebut suami orang!"
"Benar, dia bahkan menipu anak tirinya itu, bukankah ini malah lebih mirip Ibu Tiri Cinderella yang jahat?"
"Ya ampun... Itu memang benar. Tuan Alvan itu, benar-benar begitu bodoh, kenapa dia bisa lebih memilih wanita murahan ini? Astaga, padahal tidak ada yang baik soal orang ini?"
"Itu benar, dia sungguh tidak punya harga diri!! Dia bahkan berani memamerkan Perhiasan yang bukan miliknya itu pada Kita? Ya ampun, tidak tahu malu sekali,"
"Iya, itu benar, dia benar-benar berani mengatakan semua hal-hal omong kosong seperti 'Ini aku beli dari Desainer terkenal.....' Ya ampun, sungguh, tidak ada harga dirinya,"
Wanita-wanita itu lalu tertawa, sangat puas bisa menjatuhkan Cornelia yang biasanya begitu sombong itu.
Ternyata semua gaya-gayanya itu hanya tipu muslihat, agar dia terlihat seperti wanita terhormat dari Keluarga Kaya, padahal itu semua hanya barang rampasan.
"Aku benar-benar tidak habis pikir,"
Cornelia yang panik mencoba membela diri,
"E.. Emelin memberikanku Ijin untuk memakai hal-hal ini!!"
Cornelia tidak berbohong kalau ini soal hal ini.
Dulu ketika dirinya masih baru menikah dengan Alvan, dirinya mencoba mendekati Emelin itu, suatu saat ketika dirinya dan Emelin melihat barang-barang Mama Emelin saat itu, dirinya merasa kagum tentang bagaimana Perhiasan Mama Emelin begitu indah, Emelin yang lugu dan polos saat itu lalu berkata,
'Mama Cornelia boleh kalau ingin memakai perhiasan-perhiasan ini, bagaimanapun juga sudah tidak ada lagi yang akan mengenakan hal-hal ini, Mama bisa meminjamnya jika ada yang ingin dipakai,'
Saat itu Cornelia merasa sedikit iri melihat berbagai perhiasan mahal itu, betapa beruntungnya Olivia itu, memiliki berbagai barang indah dan mahal seperti itu.
Saat itu berpikir, mungkin hanya bisa meminjamnya, namun Cornelia sudah bertekad untuk bisa memiliki barang-barang itu suatu hari.
Dan ketika akhirnya sekarang dirinya memiliki barang-barang ini!!
Berani sekali orang-orang ini menghinanya!!
Padahal jelas awalnya wanita sialan itu yang merebut Alvan darinya!
Namun pada akhirnya, Cornelia juga bersyukur dengan kebodohan wanita itu, dengan itu, dirinya sekarang bisa menguasai harta wanita sialan itu.
"Dasar Wanita Murahan tidak tahu diri! Pasti kamu yang menipu Emelin itu! Aku tahu itu, kamu memanfaatkan kebaikan anak itu untuk kepentinganmu sendiri! Dan berani memamerkan barang-barang milik orang lain, cih tidak tahu diri. Memang, yang namanya wanita Murahan tetap saja sikapnya Murahan, bahkan setelah memakai barang-barang mahal ini, tidak merubah sifatmu yang murahan itu. Cih, memakai barang-barang orang lain, Pencuri!"
"Kalian!! Kalian tidak berhak berkata begitu! Ini semua milikku!"
Walaupun Cornelia merasa marah, namun saat ini dirinya benar-benar merasa di permalukan.
Sungguh susah untuk bisa masuk dan memiliki kedudukan sosial dan bahkan bisa bergabung dengan anggota masyarakat kelas atas ini...
Namun semua ini menjadi berantakan berkat Gosip yang Emelin sebarkan itu!!
Kalau seperti ini dimana wajahnya sekarang?
Sekarang semua orang menjadi tahu...
Ini semua gara-gara Emelin sialan itu!!
Seorang wanita lalu menyiramkan jus pada rambut Cornelia.
"Ah... Tanganku tergelincir,"
Di iringi oleh tawa dari yang lainnya.
"Itu semua sangat cocok untuk wanita murahan seperti dirinya!! Ahahahaha... Sungguh menjijikkan!"
Cornelia yang sudah kehilangan wajahnya itu, lalu pergi dari sana dalam keadaan memalukan.
Gara-gara Emelin itu!!
Dirinya masih sangat marah dan malu akan hal-hal ini, mencoba membersihkan rambutnya dengan sarang tangan.
Kemudian, ponsel Cornelia mulai berbunyi.
Ini ada beberapa pesan dari Grub Alumni teman-temannya lamanya, namun ada hal yang tidak Cornelia kira.
Didalam grup, ada sebuah posting yang di share, yang berjudul,
'Cornelia Calleste sebenarnya adalah Selingkuhan CEO Smith Group yang sekarang!'
Beberapa teman berkomentar,
'Ya ampun, aku tidak menyangka kalau Cornelia itu ternyata hanya Selingkuhan,'
'Sudah aku duga, lagipula dia punya anak haram di Luar Nikah, ternyata itu anak hasil Perselingkuhan dengan mengoda suami orang,'
'Ya ampun, terakhir ikut Reuni dia begitu Sombong dan Pamer bagaimana dia menikah dengan laki-laki kaya, tidak ku sangka itu hasil merebut suami orang,'
'Sungguh, Cornelia itu ternyata bisa murahan seperti itu,'
Dan banyak lagi komentar-komentar jelek disana.
Sekali lagi, rasa kesal di hati Cornelia muncul.
Cornelia lalu melepaskan liontin di lehernya, lalu membanting liontin itu ke dasar mobil.
PRAKKKK
Bahkan walaupun liontin itu di banting, tidak menunjukan tanda-tanda ada retakan disana.
Masih terlihat bagus seperti sebelumnya.
"Sialan!! Bahkan setelah kematiannya Wanita Sialan itu seolah masih menghantuiku!!"
Dengan perasaan kesal, Cornelia kembali ke Rumah Keluarga Smith.
Memasuki ruangan kamar tempat semua Perhiasan dan Barang-barang Olivia disimpan, namun siapa yang tahu ketika dia masuk kedalam sana, dia melihat suaminya mengambil beberapa Perhiasan disana.
"Alvan! Apa yang kamu lakukan dengan perhiasan-perhiasan itu?"