Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 162: Mengujugi AX Investment (Part 2)


Saat ini Emelin bersama dengan Alex berada didepan gedung AX Investment, ukuran gedung ini sebenarnya cukup standar, hampir sama dengan ukuran Perusahaan Smith, namun memang jauh jika di bandingkan Anderson Group.


Ketika Emelin masuk, dirinya terkejut dengan tampilan sederhana tempat itu, sangat simpel.


"Selamat datang, apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang petugas yang membukakan pintu untuk Emelin dan Alex.


"Itu, aku punya janji dengan Pak Rizal, tentang urusan di AX Entertainment,"


"Ah, begitu. Jadi anda yang Pak Rizal katakan sebelumnya? Baik, silahkan Nona menuju ke lift, lalu segera ke lantai lima, disana nanti akan ada tulisan AX Entertainment, saat ini memang AX Entertainment belum memiliki gedung sendiri karena memang masih dalam proses pengembangan, namun anda harus tetap yakin pada Perusahaan ini, tempat ini tidak pernah mengecewakan,"


"Baik, Terimakasih atas penjelasannya,"kata Emelin tersenyum lalu dia mulai menggandeng Alex untuk menuju lift yang ditunjuk oleh petugas keamanan barusan.


Sekilas, petugas keamanan itu menatap ke arah anak kecil yang emelin gandeng itu terlihat memiliki wajah yang familiar...


Itu...


Bukakah seperti wajah Pak Presdir?


Ah mungkin dirinya salah lihat.


Disisi lainnya, Alex terlihat senang saat memasuki gedung itu.


Namanya juga anak kecil, jika dihadapkan dengan hal-hal baru, selalu ingin memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.


"Woahhh.... Tempat ini cukup besar juga ya, Ma... Begitu banyak ruamgan walaupun dari luar terlihat lebih kecil." Kata Alex begitu bersemangat, sambil melihat-lihat keadaan sekitar, dan memang setelah lobi, ada berbagai pintu ruangan diujung sana.


"Ya, ya, ini tempat yang bagus bukan? Mari berkeliling kalau kamu mau, nanti kalau urusan Mama selesai, Mama akan minta ijin pada pegawai disini,"


"Benar Ma? Yey!! Alex sangat menantikan ini!!"


"Tentu saja sayang,"


Alex yang terlihat antusias itu berlajan kedepan mendahului Emelin, lalu ketika mereka sampai di lift, Alex bertanya,


"Ini benar liftnya Ma?"


"Sepertinya benar,"


"Biar Alex saja yang membukanya,"


Alex lalu sedikit berjinjit untuk menekan tombol lift, sampai lift itu terbuka, Alex langsung masuk dengan semangat.


Emelin hanya tersenyum melihat tingkah bocah kecil itu, kalau seperti ini memang Alex terlihat seperti anak kecil seumurannya.


Tidak lama mereka berdua lalu sampai ke ruangan yang mereka tuju.


Setelah keluar dari lift sekali lagi amalin dibimbing oleh seorang resepsionis di sana untuk memasuki ruang tunggu di sana.


Tidak lama sampai orang yang Emelin tunggu datang.


Orang itu langsung menyapa Emelin dengan ramah, Emelinpun membalasnya dengan senyuman, lalu mulai memperkenalkan Putranya.


"Ini, Alexander Smith Putraku, kebetulan dia menemaniku hari ini,"


Pak Rizal itupun menatap kearah Alex, lalu langsung menatap kearah Emelin. Melihat jika terlihat tidak ada kemiripan antara keduanya, dan malah Putra kecil ini mirip seseorang?


Apakah ini versi mini dari Pak Presdir mereka?


"Ini... Ini Putramu?"


"Benar,"


"Dia terlihat tidak begitu mirip denganmu,"


Emelin lalu tertawa setelah mendengar kata-kata itu,


"Memang, Putraku ini anehnya dia sangat mirip dengan Ayahnya tidak mirip aku sedikitpun, bisa dibilang dia versi mini dari Ayahnya, ketika Ayah dan Anak terlibat bersama kamu akan langsung tahu sekilas jika itu Ayah dan Anak, mereka sungguh mirip,"


Tentu saja mendengar kata-kata itu orang itu juga cukup terkejut.


Mirip Ayahnya?


Jangan bilang ini memang Putra Pak Presdir yang Misterius itu?


Emelin langsung menyerahkan dokumen kontrak yang sudah dia tanda tangani, dengan senang hati.


"Baik, Terimakasih atas kerja samanya, Nona Emelin. Mulai sekarang anda adalah bagian dari AX Entertainment, selamat bergabung,"


"Terimakasih kembali Pak Rizal, mohon bantuannya ya,"


Mereka berjabat tangan tanda kerja sama mereka.


"Ah, ya benar, kami sebelumnya juga sudah memiliki beberapa Manager, saya akan memberikan datanya, nanti Nona Emelin bisa memilih mana diantara orang-orang ini yang cocok,"


"Owh? Sudah disiapkan?"


"Tentu saja. Kami sudah menyiapkan semuanya dengan lengkap. Kami juga sudah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan untuk mengurus perikanan soal produk-produk mereka, salah satunya kami juga sudah bekerja sama dengan Anderson Group, LC Corporat, dan beberapa Perusahaan lainnya,"


Emelin cukup terkejut saat mendengar nama Anderson Group, apakah ini hanya kebetulan?


Tapi memang mungkin ini hanya kebetulan melihat Andersen group itu merupakan sebuah perusahaan yang sangat besar, wajar jika memiliki klien di mana-mana.


"Begitu, rupanya Perusahaan ini memilih banyak koneksi,"


"Tentu saja, CEO kami adalah orang yang hebat,"


"Ah begitu, aku sudah mendengarnya dimana-mana soal CEO kalian,"


Mereka mulai bercakap-cakap sebentar, sampai telepon Pak Rizal berbunyi, dia segera mengangkatnya.


Emelin menunggu disana sambil menemani Alex yang sepertinya bosan.


Namun tidak lama sampai Pak Rizal kembali.


"Nona Emelin, saya memiliki kabar bagus. Sebenarnya Anderson Group saat ini sedang mencari calon Brand Ambasador baru untuk Produk mereka,"


"Eh? Aku dengar mereka sudah memilikinya?"


"Ah itu, aku juga tidak begitu mengerti Namun sepertinya mereka belakangan ini mengganti Brand Ambasador mereka, ya karena memang kebetulan mereka bekerja dengan Perusahaan kami, kami yang akan membantu mereka mencarikan Artis Baru, jadi karena sekarang kami sudah memiliki Nona Emelin, kenapa Nona Emelin tidak mencoba menjadi Brand Ambasador mereka? Apakah Nona Emelin berminat?"


Emelin juga cukup terkejut tentang bagaimana sepertinya Isabella-Isabella itu diganti.


Memang sangat bagus jika dia diganti, dia itu sangat sombong, belum lagi sangat berani untuk menggoda dan mungkin mencoba menjebak Antony, sungguh kelakuan yang tidak tahu malu, pantas saja dia dikeluarkan.


Sejujurnya mendengar kabar ini membuat Emilin merasa senang.


Itu artinya tak ada lagi kesempatan Isabella-Isabella itu untuk mencoba mendekati Antony atas dasar pekerjaan, hah...


Rasain itu Isabella!!


"Nona Emelin? Bagaimana dengan tawaran ini Apakah anda tertarik?"


Emelin tanpa pikir panjang langsung berkata,


"Tentu saja saya tertarik, ini merupakan sebuah perusahaan yang besar kapan lagi saya mendapat tawaran sebagus ini jika saya melewatkannya saya mungkin tidak akan pernah mendapatkan kesempatan ini untuk yang kedua kalinya,"


"Saya suka bagaimana Nona Emelin cepat berpikir, ini memang sebuah keputusan yang bijak. Baiklah soal sisanya akan kami urus, nanti Nona Emelin akan terima beres dan tinggal tanda tangan kontrak dengan mereka lalu akan mulai syuting untuk sekitar dua sampai tiga minggu lagi,"


"Terimakasih Pak Rizal, saya benar-benar senang bisa bekerja sama dengan Perusahaan ini,"


Emelin merasa sangat senang, selain telah selesai mengurus masalah Agensi, dirinya juga malah mendapatkan bonus Kontrak dengan Anderson Group!!!


Apalagi saat ini CEOnya adalah, Suaminya, jadi dirinya akan berusaha keras dan tidak menjadi memalukan untuk menjadi Brand Ambasador ini!


Dirinya akan bekerja dengan baik!!


"Mama sudah selesai?"


"Benar, mari kita berkeliling, tadi Mama sudah tanya pada orang tadi,"


####


Bersambung