Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 68: Tidak Penting


Mendengar sebuah nama barusan, Emelin tidak bisa mempercayai apa yang didengarnya.


"Antony Callisto?"


"Ya, itu namanya."


"Itu nama Suamiku....."


Setelah mengatakan itu Emelin menutup teleponnya, bahkan tanpa menunggu reaksi Raka di ujung telepon.


Emelin, mulai menjatuhkan ponselnya.


Antony adalah Sepupu Raka, Putra dari Keluarga Anderson.


Harusnya ini baru terungkap beberapa tahun lalu, setelah mereka menikah.


Namun Antony tidak pernah mengatakan apapun padanya.


Memang, sebelumnya hubungan mereka tidak begitu dekat.


Dirinya hanyalah beberapa orang tidak penting dalam hidup Antony jadi tidak perlu mengatakan hal-hal seperti itu.


Hubungan mereka memang seperti itu sejak dulu.


Tapi belakangan ini mereka cukup dekat namun Antony masih tidak mengatakan apa-apa padanya.


Jadi apakah saat ini dirinya hanyalah beberapa orang tidak penting juga dalam hidupnya?


Antony bahkan menutup-nutupi ini.


Fakta ini membuat Emelin merasa marah dan furstasi.


Memikirkan bagaimana ternyata Antony mungkin tidak percaya padanya sedikitpun membuat Emelin sangat sedih.


Dirinya hanya orang tidak penting yang harus tahu hal-hal seperti ini, bahkan ternyata posisinya dimata Antony tidak berubah.


Dan soal perselingkuhan Antony dengan wanita itu....


Bagaimana Antony mungkin dekat dengan wanita lainnya....


Emelin kembali memikirkannya...


Rasanya begitu sakit, namun apakah dirinya berhak untuk marah?


Dari awal pernikahan mereka hanya sebuah Pernikahan Kontrak.


Dirinya hanya Istri diatas kertas.


Bolehkah dirinya cemburu?


Dirinya harusnya paham, kalau perasaannya ini tidak relevan.


Apapun hubungan mereka harusnya dirinya tidak perlu memikirkannya.


Apakah Antony benar-benar selingkuh atau tidak, harusnya ini bukan urusannya.


Antony sendiri yang bilang kalau dirinya hanya sekedar Ibu dari Putranya.


Tidak kurang dan tidak lebih.


Kehidupan Pribadi Antony bukan hal-hal yang boleh menjadi urusanya.


Kalau memikirkan hal-hal perselingkuhan bukankah dirinya lebih dulu?


Dulu dirinya memiliki beberapa hubungan dengan Daniel.


Dan saat itu dirinya tidak menyembunyikan apapun.


Namun bahkan ketika dirinya pulang, tidak ada yang terjadi kala itu bahkan walaupun seluruh tabloid dan berita hiburan penuh dengan namanya saat itu.


Memang, apakah Antony bahkan peduli?


Apakah saat itu terbesit pikiran kalau dia marah?


Atau bahkan cemburu?


Bahkan ketika dirinya memberikan Antony surat cerai.


Ekspresinya tidak berubah.


Memang, dirinya hanyalah hal-hal tidak penting dalam hidupnya.


Ini hanya pernikahan kontrak tidak lebih dan tidak kurang.


Mereka memang tidak memiliki hubungan apapun selain pernikahan kontrak ini.


Selama bertahun-tahun seperti ini.


Dan sekarang ketika Antony yang bersama dengan wanita lainnya...


Dirinya tidak memiliki hak untuk marah apalagi cemburu.


Ini seharusnya bukan urusanya...


Namun kenapa rasanya begitu sakit?


Kenapa....


Ini masih menyakitkan.


Seolah-olah hatinya benar-benar remuk menjadi kepingan-kepingan....


Dalam hidupnya orang-orang selalu meninggalkannya seperti ini, menghianatinya seperti ini, berbohong padanya.


Namun perasaan sakit seperti ini masih tetap terasa.


Perlahan air mata Emelin mulai menetes.


Dirinya masih tidak bisa menoleransi perasaan seperti ini.


Ini menyakitkan bahkan hanya dengan memikirkannya.


Apakah ini karena dirinya memiliki harapan pada Antony?


Apakah ini karena mereka sedikit dekat?


Apakah ini karena Antony memperlakukannya dengan baik?


Harusnya dirinya paham.


Walaupun sudah mengulang-ulang hal ini, hatinya masih terasa sakit.


"Jika... Jika dari awal kamu tidak menyukaiku, jangan memberikanku harapan omong kosong seperti ini, jangan baik padaku...." Gumanya dengan frustasi.


####


Mood Emelin menjadi lebih buruk hari itu, dia menghapus air matanya, dan hanya langsung mengajak Alex segera pulang.


Dari tadi bahkan ponsel Emelin terus berbunyi, namun dia segera mematikan ponselnya.


Itu telepon dari Raka.


Bahkan dirinya sedang tidak memiliki mood untuk berbicara dengan siapapun.


Dalam perjalan pulang, Alex disini yang melihat Mamanya terlihat memiliki aura sedih itu, tidak bisa untuk tidak khawatir.


"Mama, Mama kenapa?"


"Tidak ada. Hanya.... Mama sangat menyayangimu. Kamu tidak akan meninggalkan Mama kan?"


"Tentu saja tidak akan. Alex adalah Putra Mama, Alex akan selalu bersama Mama,"


Emelin lalu memeluk Alex dengan erat.


"Hmm, Mama hanya memilikimu,"


"Alex juga sangat menyayangi Mama. Mama adalah satu-satunya Mama Alex dan tentu saja Alex tidak akan kemana-mana,"


Dalam pelukan hangat Putranya ini, Emelin kembali meneteskan air matanya.


Ya bahkan disituasi tanpa harapan seperti ini, dirinya hanya bisa dihibur oleh Putranya ini.


Sesuatu yang benar-benar miliknya.


"Mama... Mama kenapa tiba-tiba menagis?" Tanya Alex yang melepaskan pelukan Mamanya itu, ketika menyadari ada air mata membasahi bajunya.


"Tidak. Tidak, hanya ada debu di mata Mama. Sini, peluk Mama lagi, Mama ingin memelukmu,"


"Tentu saja, Alex akan memeluk Mama sebanyak yang Mama mau,"


Dengan itu, selama perjalanan pulang, Emelin memeluk Alex, sampai Alex tertidur dalam pelukannya.


####


Malam itu, suasana makan malam cukup tenang.


Ketika Antony pulang ke rumah, Emelin tidak mengatakannya apapun. Hanya sekedar menyapa saja.


Selama makan malam ini, Antony yang memang jarang bicara juga tidak bertanya apa-apa, jadi hanya Alex yang dari tadi bercerita yang menghangatkan suasana makan malam itu.


Sejujurnya, Emelin tidak tahu harus bersikap seperti apa setelah melihat wajah Antony.


Hatinya masih hancur, namun tidak tahu harus bersikap seperti apa.


Ini mengigatkannya, kalau dirinya harus segera pergi keluar kota untuk syuting bahkan tidak bisa memiliki waktu menenangkan hatinya.


Lalu, Emelin tiba-tiba berkata,


"Aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian,"


"Ada apa Ma?" Tanya Alex dengan ekpersi ingin tahu.


"Jatwal syuting film sepertinya akan di percepat, jadi aku harus pergi Ke Luar Kota dalam Dua hari."


"Eh? Mama akan segera pergi? Kenapa begitu cepat?"


Wajah cemberut dan sedih jelas terlihat di wajah kecil itu.


"Tenang saja, walaupun Mama pergi cepat, Mama akan sering pulang dan meneleponmu,"


"Baiklah. Alex hanya bisa menunggu Mama pulang."


Emelin lalu menatap kearah Antony sekilas.


Tidak ada perubahan ekpersi pada wajah itu.


Antony hanya berkata singkat,


"Baiklah. Hati-hati."


Memang, apa yang masih Emelin harapkan?


Ekpersi sedih Antony seperti ekpersi Alex?


"Malam ini, bagaimana kalau Alex tidur dengan Mama berdua?"


"Hanya berdua? Tidak dengan Papa?"


"Apakah kamu tidak mau? Mama ingin menghabiskan waktu hanya berdua dengan Putra Mama ini sebelum pergi memang tidak bisa?"


"Tentu saja, mari ke Kamar Alex,"


Dengan itu, setelah mengucapkan selamat malam, Emelin pergi dari sana bersama Alex.


Memang, dirinya sedang tidak memiliki mood untuk berdua dikamar dengan Antony.


Hatinya masih butuh waktu untuk menenangkan diri.


Disisi lainnya, Antony hanya menatap kepergian dua orang itu.


Antony bisa melihat ekpersi Emelin yang seperti tidak biasa.


Kenapa dengan dia?


Apakah ini karena dia akan segera pergi?


Bisa jadi, dirinya hanya bisa menebak-nebak.


Dirinya tidak terkejut karena sebelumnya memang sudah mendapatkan kabar dari temannya kalau syuting ini akan dipercepat.


Antony tidak menyadari kalau ada keanehan dalam sikap Emelin, dan mengagap kalau malam itu damai seperti biasanya.


####


Bersambung