Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 89: Bertemu Masalah (Part 2)


Sekarang Emelin yang mulai tertawa, setelah mendengar perkataan Claudia yang sangat tidak masuk akal itu.


Cemburu katanya?


Hah...


Betapa lucu, untuk sampah-sampah seperti mereka?


Apakah masih ada rasa yang tersisa?


Tentu saja, mana mungkin ada!!


Hanya tersisa rasa jijik dan kebencian ketika Emelin memikirkan soal hubungan masalalunya itu.


"Ahahahaha.... Aku cemburu? Marah? Untuk laki-laki sampah seperti nya? Kamu begitu lucu, Caludia... Aku mungkin sempat buta dan terkena guna-guna sampai pernah berhubungan dengan laki-laki sampah seperti Daniel itu, yang bahkan tidak ada hal baik darinya yang perlu dilihat jika aku mulai memikirkan. Dia hanya tukang selingkuh, lihat sampai kapan dia betah denganmu? Mungkin tidak akan lama sampai dia berselingkuh darimu!"


"Dasar Emelin kurang ajar!!"


Claudia begitu emosi, dan ingin berniat menampar Emelin, namun dicegah oleh Ibunya, membuat Claudia penuh tanya.


Cornelia disini lalu tersenyum, dan berkata dengan sinis,


"Siapa yang kamu bilang Ibu dan putrinya sama hah? Itu jelas Ibumu dan kamu yang sama-sama jahat dan murahan!!! Selain Uang apa yang kamu dan Ibumu punya? Hanya merayu laki-laki dan memaskanya untuk bersama dengan semua uang-uang yang kalian miliki!! Tidak tahukah kamu bagaimana dulu Ibumu yang tidak tahu diri itu mengancam Ayahmu untuk menikah dengannya? Dia mengunakan kekuatan Uangnya untuk mengancam Ayahmu menikah dengannya!! Hampir membuat Perusahaan Keluarga Ayahmu Bangkrut dulu, dan dengan gila mengejarnya padahal jelas tahu kalau Alvan adalah Kekasihku dan sangat mencintaiku, siapa yang tidak tahu malu disana? Namun wanita itu sudah mendapatkan akhir yang cocok, benar-benar layak mati mengenaskan di kolam itu, ahahaha...."


Sejujurnya, Emelin juga kaget mendengar kata-kata Ibu Tirinya itu soal Ibu Kandungnya, apakah benar dulu Ibunya memaksa Ayahnya untuk menikah dengannya dengan cara-cara buruk seperti itu?


Tidak, dirinya tidak perlu mendengarkan kata-kata sampah dan tidak jelas dari Wanita-wanita munafik seperti mereka berdua.


Semua kata-kata mereka berdua tidak ada yang layak di percaya, hanya kata-kata bualan omong kosong penuh tipuan belaka yang keluar dari mulut manis mereka.


Sungguh, Emelin tidak ingin mempercayai apa yang Ibu Tirinya katakan itu.


Namun bagaimana jika itu benar?


Di dunia orang-orang Kaya ini, Emelin paham betul, memang ada beberapa pernikahan hanya berlatar belakang bisnis semata, atau beberapa pernikahan paksa karena faktor uang semata.


Dan apakah Pernikahan Orang Taunya adalah hal yang sama?


Apakah Mamanya benar-benar memaksa Ayahnya berpisah dengan Kekasihnya?


Apakah Mamanya benar-benar orang seperti itu?


Ekspresi wajah Emelin menjadi pucat memikirkan kemungkinan-kemungkinan ini.


"Heh? Kamu masih tidak percaya? Kamu lihat bekas luka ini?" Sekarang Cornelia menunjukkan sebuah bekas luka bakar di tangannya.


Emelin ingat, kata Ibu Tirinya saat di tanya dulu, itu hanya kecelakaan saat bekerja.


"Ini adalah hasil dari perbuatan Ibumu itu!! Aku masih ingat bagaimana dia bersikap sombong dan mengusir Keluargaku dari Kota ini agar aku tidak dekat-dekat dengan suaminya lagi!! Dia bahkan sempat melakukan hal-hal jahat padaku hanya karena dia punya uang! Hah! Tidak tahu diri bukan? Dan dengan uang-uang dia juga merebut Alvan dariku!!"


Emelin menatap dengan tidak percaya apa yang dikatakan oleh Ibu Tirinya itu.


Ya, Emelin yakin itu hanya mengada-ada saja!!


Mamanya tidak mungkin seperti itu!


"Tidak.... Tidak mungkin!!!"


Emelin mencoba menenangkan dirinya, lalu dia teringat soal Insiden kematian Ibunya....


"Kamulah yang Penjahat!! Kamu yang membunuh Ibu ku di Kolam itu! Yang merencanakan semua itu bukan?"


Sekarang wajah Cornelia yang menjadi pucat, namun segera ekpersinya tenang.


"Hah? Bicara omong kosong apa kamu? Ibumu jelas mati mungkin terkena Karma karena kejahatannya bukan? Kenapa itu salahku? Kamu Putrinya tidak jauh beda dengan Ibumu bukan? Kamu juga hanya mengunakan uang-uang mu untuk bertingkah sombong dan untuk mendapatkan Pria! Lihat Suamimu sekarang! Dia tidak jauh beda! Dia juga hanya salah satu dari Laki-laki Bayaranmu!"


Emelin yang kelewat emosi itu langsung mendorong Cornelis jatuh karena emosi.


"Kamu yang bicara omong kosong!!"


"Emelin kamu berani!!"


Claudia yang marah itu, lalu berniat menampar Emelin, dan tamparan itu berhasil mengenai pipi Emelin karena Emelin masih tidak fokus berkat perkataan Ibu Tirinya soal Ibunya.


Akhir yang buruk apa?


Dirinya lah yang paling tahu, betapa Mamanya sangat mencintai Papanya dulu....


Cornelia yang terjatuh itu, lalu kembali untuk berdiri dan masih terlihat menunjukkan wajah sombongnya, sambil terus tertawa.


"Hah? Apa sekarang? Toh sekarang kamu sudah tidak lagi memiliki Uang-uang mu itu!!! Kamu sudah tidak lebih dari sekedar kecoa setelah kehilangan harta Keluarga Smith!! Apa lagi yang bisa kamu lakukan Hah? Kamu juga pantas mendapatkan akhir yang sama seperti Ibumu yang sombong itu!! Hanya karena kalian punya uang!!! Sekarang kamu sudah tidak punya uang apa yang kamu bisa hah? Anak manja sepertimu yang hanya tau cara menghabiskan uang, sekarang tidak memiliki uang lagi? Hah sungguh lucu,"


"Tutup mulutmu itu!! Dasar kalian semua perampok keji!!" Kata Emelin dengan nada emosi.


Emelin masih menjadi marah, dan kembali berniat menjambak rambut Ibu Tirinya itu, namun di cegah oleh Claudia.


"Dasar Emelin Brengsek!!"


"Kalian berdua yang brengsek!! Wanita-wanita tidak tahu diri!!! Terima kenyataan Claudia kamu itu anak haram ya anak haram! Dan Ibumu hanya pelacur murahan! Apapun alasannya menggangu pernikahan orang lain tetap saja murahaan!! Memikirkan aku pernah memanggil 'Ibu' pada wanita murahan seperti Cornelia ini membuatku jijik!"


"Harusnya aku yang jijik padamu, Emelin!"


"Kalian berdua yang tidak tahu diri!!"


Mereka bertengkar dengan saling jambak, namun Emelin yang di keroyok oleh dua orang itu tentu saja sedikit terpojok.


Dengan mengerahkan semua Kekuatannya yang tersisa, Emelin berhasil menendang perut Claudia hingga Claudia terpental dengan sekuat tenaga.


"Caludia!!" Teriak Cornelia panik, lalu menghampiri Putrinya yang terjatuh di lantai, panik melihat darah keluar dari rok Claudia putrinya itu.


"Akhhh... Sakit... Perutku.... Akhhh..." Teriak Claudia kesakitan.


"Kamu!! Emelin sialan!! Beraninya kamu melakukan ini pada Putriku!!!"


"Hah!! Apa urusannya hal itu dengan ku?" Kata Emelin dengan ekspresi puas.


"Kamu... Kamu....."


Cornelia bersiap ingin membuat keributan dengan meminta tolong.


Apalagi didekat sana kebetulan ada wartawan lewat.


Beberapa kerumunan juga sudah hampir dekat, Emelin menutupi wajahnya dengan panik.


Ah....


Bagaimana ini...


Aku ceroboh...


Bagaimana jika ini menjadi skandal baru lagi?


Emelin sesaat blank memikirkan semua yang terjadi, bagitu takut kalau perbuatannya yang Impulsif itu akan membuat semua rencananya berantakan.


Dirinya tidak berpikir panjang saat ini karena begitu marah dengan Claudia dan Ibu Tirinya yang kurang ajar itu.


Sekarang Emelin panik sendiri.


Namun tiba-tiba, sebuah Jas menutupi kepalanya.


Suara yang familiar memasuki telinganya,


"Apa yang kamu lakukan? Ayo kabur...."


Emelin yang panik, itu hanya bisa masuk dalam pelukan Antony, merasa lega mendengar suara dan bertemu dengan wajah ini.


"Hmm, ya..." Guma Emelin singkat.


Disisi lainnya, beberapa orang mulai muncul,


"Eh? Bukankah itu Claudia yang kita cari? Kenapa dengannya?"


Beberapa kerumunan orang datang berhamburan.


Ditengah keramaian yang meledak, Antony menutupi wajah Emelin dalam pelukannya, lalu segera lari dari sana.


Emelin sendiri merasa lega berada dalam pelukan ini.


Seolah-olah pelukan ini memengakannya dari semua emosi buruk yang dialaminya.


"Sudah, tidak apa-apa sekarang... Jangan khawatir, tidak ada yang melihat wajahmu disana. Aku akan membereskan soal kamera CCTV,"


"Soal Caludia...."


"Dia pantas mendapatkannya...."


Dengan itu, Emelin kabur dengan Antony dari semua kekacauan itu.


Selama pelarian itu, tatapan Emelin tidak bisa berpaling dari Pria disampingnya.


Wajah yang terlihat dingin namun aslinya memiliki hati yang begitu hangat....


Seolah ada cahaya yang begitu terang yang menyinari dirinya yang berada di kegelapan...


Dan jantungnya berdebar lebih keras....


Emelin mengencangkan pelukannya.


Setidaknya saat ini orang ini miliknya....


####


Bersambung


####


Terimakasih atas dukungannya ya semua, 😆😆


Ini Dobel Updatenya untuk kalian, 😆😆


Nantikan terus kelanjutannya 😉😉