Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 51: Sebuah Keluarga


Mobil itu hendak menabrak Emelin, namun untungnya, itu mengerem tepat waktu.


Emelin jauh di jalanan itu cukup menyakitkan.


Tentu saja orang-orang yang ingin menangkap Emelin tidak menyerah, namun tiba-tiba orang dari dalam mobil keluar segera memukul mundur orang-orang yang mengeroyok Emelin.


Emelin terdiam melihat wajah yang familiar itu, mencoba membantu Emelin bangun.


"Emelin kamu tidak apa-apa?"


"Te... Terimakasih Paman Thomas,"


Ya, mobil yang hampir menabrak Emelin itu adalah Mobil Thomas Anderson.


Reuni tidak berlangsung lama dengan damai karena orang-orang yang berniat menyergap Emelin masih ada disana.


Namun berikutnya, Bodyguard Emelin yang sepertinya di kroyok juga akhirnya membebaskan dirinya dan menghampiri Emelin, dan musuh-musuh itu kabur setelah dipukuli.


Kejadian itu berlangsung sangat cepat, namun untungnya kecuali lecet ringan, tidak terjadi apa-apa pada Emelin.


"Emelin, kamu harus segera di bawa ke Rumah Sakit," kata Thomas dengan cukup cemas.


"Aku sudah tidak apa-apa, Paman Thomas,"


Ana yang ada disamping Emelin lalu mencoba membujuk Emelin juga.


"Tapi Nona Emelin, tadi itu berbahaya bagaimana jika terjadi sesuatu pada Kandung Nona Emelin? Kita harus segera ke Rumah Sakit untuk periksa,"


Mendengar itu, tentu saja Thomas menjadi terkejut,


"Emelin.... Kamu sedang hamil?"


Emelin menjadi binggung ketika ditanya itu, namun akhirnya menjawab dengan jujur.


"Hehe... Benar Paman, Saya sedang hamil. Sungguh, aku benar-benar sangat berterimakasih karena Paman datang tepat waktu, coba kalau tidak, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku dan calon bayiku,"


"Tidak apa-apa, aku senang jika kamu baik-baik saja, dan juga calon bayi di perutmu. Aku cukup terkejut kamu hamil..."


"Ini cucu Paman Thomas, sebenarnya aku dan Antony ingin merahasiakan ini dulu sampai kehamilaku cukup stabil setelah tiga bulan, tapi ya begitulah tidak mengira akan terjadi hal-hal seperti ini hingga Paman Thomas tahu kehamilaku dengan keadaan tidak nyaman ini, padahal aku ingin memberikan beberapa kejutan dan kabar gembira nantinya, jika Paman Thomas akan segera memiliki cucu lagi,"


Mendengar penjelasan itu, sebuah senyum muncul di wajah Thomas.


Dirinya akan segera memiliki cucu lagi?


Ini benar-benar berita yang sangat menggembirakan.


Sejujurnya, dirinya juga tidak pernah menyangka akan bisa memiliki hal-hal seperti ini, seorang Putra atau bahkan Cucu, sejak kejadian Kecelakaan yang menimpanya dulu, yang membuat dirinya tidak bisa lagi memiliki anak.


Namun sekarang mendegar dirinya akan memiliki Cucu baru lagi, selain Alex, hatinya benar-benar sangat senang.


Bisa memiliki Keluarga seperti ini, benar-benar perasaan yang hangat...


"Itu benar, ini calon cucuku, aku sangat senang mendengar kabar ini, semoga nanti dia lahir dengan lancar," kata Thomas dengan lembut.


"Ya, semoga saja,"


"Ah, banar, jika kamu tidak keberatan kamu bisa memanggilku, Ayah, karena sekarang kamu kan sudah menjadi Menantu Perempuanku,"


Mendengar itu, Emelin sedikit tertawa,


"Tentu saja, Ayah Thomas, aku adalah Istri dari Putramu, Antony, Ayah Antony juga akan menjadi Ayahku juga,"


Mendengar panggilan ini tiba-tiba dari Emelin, perasaan Thomas menjadi cukup rumit.


Tiba-tiba dirinya teringat akan kata-kata terakhir Olivia padanya di telepon kala itu.


'Thomas, aku pikir aku akan bercerai dengan Alvan. Aku lelah mengejarnya selama ini, dia masih tidak mencitaiku. Aku begitu lelah, apalagi dia tidak benar-benar menyayangi Putri kami, aku benar-benar sudah lelah dengannya,'


'Ya, aku pikir itu keputusan yang baik. Kamu akhirnya bisa lepas darinya dan mencari kebahagiaanmu sendiri, menemukan Keluarga baru,'


'Itu benar. Tapi bagaimana denganmu? Apakah kamu tidak ingin memiliki Keluargamu sendiri?'


'Kamu tahu posisiku sekarang, pada akhirnya sekarang aku hanya laki-laki tidak sempurna yang tidak bisa memiliki seorang anak, aku tidak ingin membawa seseorang wanita menuju jalan kesepian yang aku jalani,'


'Kamu itu memang selalu seperti itu, selalu memikirkan kebahagiaan orang lain, coba pikirkan kebahagiaanmu juga. Dan lagi, bagaimana denganku? Apakah kamu ingin mempertimbangkanku?'


'Maksudmu apa?'


'Untuk menjadi Istrimu tentu saja, apakah aku masih memiliki kesempatan? Lagipula aku tidak berencana memiliki seorang anak lagi, dan hanya ingin membahagiakan Putriku, dan aku pikir kamu akan menjadi Ayah yang baik untuk Putriku, aku yakin dia akan senang jika memiliki Ayah yang baik sepertimu,'


'Owh? Bagaimana jika aku serius? Jika itu, Thomas aku pikir aku akan bisa menyukaimu lagi, mari kita coba jika kamu mau... Membuat Keluarga bersamaku,'


'Olivia kamu....'


'Mari kita bicarakan ini lagi setelah aku bercerai, mengerti?'


'Ini adalah sebuah janji?'


'Ya, aku berjanji padamu, Thomas....'


Setelah mendengar itu, saat itu dirinya begitu bahagia....


Seolah-olah penantiannya akhirnya akan membuahkan hasil...


Namun pada akhirnya janji itu tidak pernah ditepati, karena kabar berikutnya yang dirinya dengar adalah Kematian Olivia.


Memikirkannya, jika itu tinggal selangkah lagi...


Dan semuanya hancur berkeping-keping...


Seolah takdir tidak membariarkan dirinya untuk bahagia...


Dirinya bertanya-tanya, apa dosanya kala itu sampai harus mengalami semua hal menyakitkan ini...


Namun pada akhirnya, takdir memang begitu aneh...


Sekarang didepannya, Putri Olivia, Emelin Smith tetap memanggil dirinya Ayah...


Setelah menikah dengan Putranya yang dirinya kira tidak akan pernah miliki, Putranya Antony Callisto.


Dan sekarang, memikirkannya lagi, dirinya memiliki Keluarga baru.


Memiliki seorang Putra, seorang Menantu Perempuan, memiliki seorang Cucu Laki-laki yang begitu lucu, dan bahkan akan memiliki seorang cucu lagi.


Sesuatu yang tidak akan pernah dirinya kira.


Dan perasaan memiliki sebuah Keluarga seperti ini membuat dirinya bahagia.


Dirinya hanya bisa berharap jika Olivia diatas sana bisa bahagia dja tenang.


Ya, saat ini Putrimu juga bahagia disini bersama Putraku, tidak ada yang perlu dicemaskan lagi, dan aku juga akan menjaganya, dan memastikan dia selalu bahagia mulai sekarang.


Maaf jika ini terlamabat dan dirinya baru menyadarinya.


"Terimakasih Emelin, kamu benar-benar seperti Mamamu, sangat baik hati dan lembut,"


Emelin sedikit terkejut mendengar hal ini.


Selama ini, ketika dirinya mendegar soal Mamanya dari orang lain, dirinya hanya mendengar hal-hal buruk soal Mamanya, bagaimana dia adalah seorang wanita jahat.


Ini membuatnya semakin ingin tahu soal Mamanya.


"Apakah begitu? Apakah menurut Ayah Thomas, Mamaku adalah wanita yang baik?"


"Tentu, saja, dia adalah wanita yang baik dan lembut, kamu harus percaya padaku,"


"Aku selalu ingin tahu soal Mama..."


Thomas lalu tersenyum,


"Ya, kamu selalu bisa bertanya padaku apapun soal Mamamu, namun percayalah dia adalah seorang wanita yang begitu hebat dan baik hati, bukan seperti rumor buruk soal dia, hanya beberapa hal terjadi padanya,"


"Ya, aku tahu. Aku juga selalu percaya jika Mamaku adalah orang yang baik, dia adalah Mama terbaik yang aku miliki, aku sangat menyayanginya,"


Kata-kata lembut itu juga membuat Thomas merasa cukup senang.


Baik, mari coba cari siapa yang berani mencoba mencelakakan Menantunya ini!


Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan, benar-benar berani mereka melakukan hal-hal ini pada Emelin?


Bagaimana jika tadi dirinya terlambat?


Hah...


Orang-orang bermasalah itu!!


Awas saja mereka!!!