
Pagi itu, Antony mencicipi masakan Emelin, rasa masakan itu cukup standar, seperti nasi goreng biasanya, namun walaupun itu rasa yang standar, entah bagaimana membuat hati yang memakannya menjadi hangat.
Dirinya bisa melihat bagaimana Emelin berusaha keras untuk membuat bekal ini dengan baik.
Pagi ini dia juga membuat sarapan yang cukup bagus.
"Tidak buruk membawa bekal seperti ini sesekali," kata Antony sambil mencicipi lagi ayam goreng tepung disana.
Hari itu suasana hati Antony juga cukup bagus.
####
Siang itu, tidak banyak hal yang Emelin lakukan, selain menyiapkan acara live streaming untuk nanti malam.
Sebenarnya dia cukup mengagur, apalagi Alex berada di sekolahnya.
Untuk syuting film juga masih dilakukan sekitar beberapa minggu lagi jadi tidak banyak yang bisa dirinya lakukan sekarang.
Tidak ada jatwal untuk Ikan juga, masih cukup sepi, yahh mau bahas lagi?
Saat ini dirinya kembali ke bawah, seperti awalan dirinya memulai karirnya di Dunia Hiburan.
Namun dirinya tetap harus bersemangat!!
Dirinya yakin bisa kembali naik dan menjadi bintang kelas atas lagi.
Dikala Emelin bosan itu, dia melihat komentar-komentar di Sosial media miliknya.
Ya, tadi pagi dirinya sempat memfoto bekal yang dirinya buat untuk Antony dan Alex.
Melihat beberapa Netizen sepertinya juga mengagap kalau bekal ini cukup lucu.
Emelin menjadi penasaran....
Apakah Antony memakan bekal itu?
Kira-kira apa ya yang dia pikirkan ketika memakannya?
Apakah dia menyukainya?
Emelin sebenarnya ingin menelepon Antony untuk bertanya, namun dirinya tidak berani.
Ahhh....
Tapi dirinya penasaran...
Bagaimana ini?
Ketika Emelin masih berkutat dalam pikirannya itu, dia lalu mendengar kalau teleponnya berbunyi.
"Ini dari, Raka...."
Melihat nama itu, Emelin langsung menjadi gembira.
Owh, apakah secepat ini dapat kabar baik?
Hari ini benar-benar cukup baik, Ah~
"Hallo, Raka,"
'Hallo Kak Emelin, soal yang Kakak tanyakan tadi pagi.... Sebenarnya saat ini tidak ada iklan yang kosong,'
Emelin yang tadinya gembira itu lalu sedikit menunjukan kekecewaan.
"Ah, begitu. Tidak masalah, terimakasih kamu sudah membantuku bertanya,"
'Kakak Emelin jangan kecewa dulu, sebenarnya memang saat ini belum ada, namun setelah nanti urusan dengan kontrak Brand Ambasador, akan dibutuhkan beberapa Artis tambahan untuk Iklan, artis sampingan seperti itu lah, namun posisi seperti itu apakah tidak masalah?'
"Tidak masalah sama sekali! Bagian peran pembantu juga tidak masalah, yang penting bisa mendapatkan beberapa peran dalam iklan,"
'Baik-baik, besok akan aku kabari lagi soal itu. Ngomong-ngomong, sebenarnya aku juga memiliki kabar baik untuk Kakak, mungkin Kakak akan tertarik untuk tawaran ini....'
"Apa itu?" Tanya Emelin dengan antusias.
'Sebenarnya, kami membutuhkan seorang artis cilik untuk membuat Iklan susu anak-anak, kira-kira seumur Alex, aku rasa itu akan cocok untuk meningkatkan popularitas Alex dan live streaming Kak Emelin jika Alex mau ikut,'
"Untuk Alex?"
'Benar, apakah Kakak tertarik?"
Disini, Emelin sedikit terdiam.
Dirinya tidak benar-benar ingin Alex memasuki dunia hiburan sih, namun...
Ini juga tergantung Alex mau apa tidak, juga apakah Antony akan setuju atau tidak.
"Tunggu, aku harus membicarakan ini dulu dengan Suamiku,"
'Tapi Kakak harus membuat keputusan yang cepat, karena Iklan ini akan dimulai untuk besok. Aku sudah melihat-lihat soal proses Iklannya, ini tidak akan susah untuk Alex, aku bisa melihat kalau Alex cukup pintar,'
"Baiklah-baiklah, aku akan segera membahasnya dengan suamiku, aku akan segera mengabarimu,"
'Tentu saja, ini kesempatan bagus. Aku tunggu kabar dari Kakak,'
"Terimakasih sekali lagi, Raka."
'Tidak masalah, Kak.'
Dan begitulah akhirnya telepon itu berakhir.
Disini, lalu Emelin sedikit binggung memikirkan tawaran Raka tersebut.
Memang, kalau dipikir lagi, ini bisa meningkatkan popularitas Alex dan Live Streaming miliknya jika Alex menjadi bintang iklan dari salah satu Produk milik Perusahaan Anderson Group.
Siapa yang sekarang tidak tahu nama Perusahaan itu dan Produk-produknya?
Itu adalah Keluarga Konglomerat Super Kaya, yang memiliki begitu banyak Bidang Usaha, salah satunya adalah Consumer Good, bahan-bahan kebutuhan sehari-hari.
Jika melihat ke supermarket, bisa dilihat bagaimana semua produk-produk mereka berada di etalase.
Mereka juga memiliki brand bagus dalam barang-barang mewah, pakaian, tas atau sepatu, juga kosmetik.
Akan sangat besar keuntungan yang didapatkan jika bisa menjadi Brand Ambasador mereka.
Ah, jadi itu lah alasan kenapa Claudia sampai keras kepala ingin pendapatkan kontrak itu?
Hah, namun rasakan itu Claudia, kamu tidak akan mendapatkannya, enak saja kamu hidup mewah dan mudah setelah membuatku mendera seperti ini...
Rasakan itu!!
Emelin lalu berhenti untuk memikirkan soal Claudia yang menyebalkan itu.
Dirinya punya hal lain yang harus dipikirkan.
Emm....
Tawaran Raka....
Ini benar-benar tidak bisa dilewatkan bergitu saja bukan?
Emelin kembali menatap kearah ponselnya.
Dia mulai berpikir, apakah sebaiknya dirinya menelepon Antony?
Ah...
Ini ide yang bagus bukan?
Ini juga bisa menjadi bahan pembicaraan yang bagus, juga bisa membuat dirinya bertanya soal pendapat Antony soal masakan miliknya!!
Emelin lalu memutar nomor Antony.
Menatap nama itu sebentar di ponselnya.
Melihat nama ini, ada sedikit keraguan....
Namun segera Emelin menekan tombol panggilan disana.
Cukup lama ponsel berdering.
Seharusnya ini jam istirahat bukan?
Apakah Antony sibuk?
Tidak berapa lama, telepon itu diangkat.
Suara maskulin dan mengnetis yang merdu terdengar dari ujung telepon, suara yang begitu indah yang membuat wanita bahkan bisa tergila-gila hanya dengan suara ini.
'Hallo, Emelin? Ada apa?'
Emelin sedikit tersadar dari lamunannya soal suara yang mengoda ini, segera ingat hal yang ingin dirinya bicarakan.
"Jadi, sebenarnya aku ingin bertanya sesuatu padamu,"
'Soal apa?'
"Begini, aku mendapatkan sebuah tawaran dari temanku, katanya dia membutuhkan bintang ikan artis cilik untuk Perusahaannya, dia menawarkan ini untuk Alex... Jadi bagaimana pendapatmu?"
Suara diujung telepon terdiam sesaat, seperti sedang berpikir, membuat Emelin sedikit harap-harap cemas.
'Kalau Alex memang mau, dia bisa melakukannya,'
"Jadi kamu memberikan ijin?"
'Hmm, ini bukan hal yang buruk, kalau memang Alex menggiginkan untuk ikut, dia boleh. Lagipula ini juga bisa menjadi pengalaman yang bagus untuknya,'
Emelin yang mendengar itu cukup senang, awalanya dia cemas kalau Antony melarangnya, namun dirinya tidak mengira kalau Antony memiliki pikiran yang terbuka.
Dia mengijinkan Alex melakukan hal-hal yang dia inginkan.
Jadi sekarang tinggal bertanya apakah Alex mau atau tidak.
"Baik, Terimakasih atas ijinnya,"
'Tidak-tidak, lagipula Alex adalah Putra kita, aku tahu kamu sebagai Mamanya tentu saja tidak akan menyarankan hal-hal buruk untuk Putra kita, aku percaya padamu,'
Mendengarkan kata-kata seperti 'Putra Kita,' membuat telinga Emelin memerah karena sedikit malu.
Memang, Alexander adalah Putranya dan Antony, namun tiba-tiba sekarang mendengarkan suara magnetis itu mengatakannya dengan jelas, membuat dirinya berdebar.
Ada beberapa rasa memiliki dari kata-kata sederhana ini.
"Ah, baik." Kata Emelin lagi.
'Hmm, jadi apakan hanya itu yang ingin kamu katakan?'
Disini, Emelin lalu teringat ingin menanyakan pendapat Antony soal bekal buatannya.
Apakah Antony menyukainya?
Namun begitu dirinya dihadapkan langsung dengan Antony, Emelin jadi ragu untuk bertanya.
"Ti.. Tidak ada,"
'Ah ya baiklah. Aku akan menutup teleponnya,'
"O.. Oke..."
'Ah iya, aku hampir lupa, Terimakasih atas bekal buatanmu, itu enak aku menyukainya, kamu bisa membawakanku lagi kapan-kapan jika kamu mau. Sampai jumpa,'
Di akhiri dengan kata-kata itu, Antony menutup teleponnya.
Tidak menunggu jawaban Emelin meresponnya.
Sesaat otak Emelin merasa blank.
Tunggu....
Apa barusan yang dirinya dengar?
Antony bilang apa tadi?
Akhhh.....
Memikirkan kata-kata Antony barusan, wajah Emelin memerah karena sangat malu, juga dia menjadi sangat gembira, sebuah senyuman muncul di wajah Emelin yang gembira itu.
'Ah... Jadi dia menyukainya....'
Tidak bisa menahan kegembiraannya dia berguling-guling di tempat tidur karena senang.
####
Bersambung