Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 25: Rapat Direksi (Part 2)


Melihat orang-orang penting yang memimpin rapat sudah datang, mereka yang ada di ruang rapat dengan serentak mengapa mereka berdua dengan sopan,


"Selamat Datang Pak Ketua Direksi, dan Pak Presdir,"


Dengan agukan, mereka berdua lalu duduk di kursi masing-masing.


Dan tanpa basa-basi lainnya, Johanes Anderson itu memulai rapat itu.


"Baik, mari segera kita mulai rapat kali ini. Kita akan memulai dulu dari Laporan Pak Presdir untuk kegiatan Operasional Perusahaan hari dulu,"


Antony lalu segera berdiri,


"Baik, saya akan memberikan laporan tentang beberapa Proyek yang sedang berjalan saat ini...."


Antony mulai berbicara banyak hal disana.


Namun sepertinya tidak ada yang terlihat terlalu berminat mendegarkan, karena semua orang tahu, hal-hal soal Laporan ini hanya sebuah formalitas saja.


Topik utama dalam Rapat ini sudah jelas.


Soal Pengangkatan Direktur Baru.


Namun ditengah Presentasi Antony, itu, Viktor terlihat sangat memperhatikannya, lalu mulai mengangkat tangannya dan bertanya,


"Tidakkah Proyek itu berjalan terlalu lama? Kamu barusan juga menjelaskan sempat ada sengketa lahan itu proyek itu, bagaimana itu bisa terjadi? Bukankah seharusnya semua lahan di Periksa dulu sebelum Proyek di tawarkan pada Kaien?"


Semua mata lalu menatap kearah Viktor dengan tajam.


Wow, dia benar-benar berani mencoba mencari Kesalahan Pak Presdir mereka yang tidak punya cela itu, bahkan di hari pertamanya!!


Sungguh berani sekali orang ini.


"Ah, soal itu. Saya sudah mengurusnya sebelumnya, sepertinya Perusahaan Saingan kita, berusaha memprovokasi orang-orang di sekitar Proyek agar tidak menjual lahan mereka, namun saya sudah mengatasinya, dan masalah ini sudah beres,"


"Tapi, hal-hal ini membuat Proyek menjadi tertunda cukup lama? Bukan itu membuat kerugian bagi Perusahaan?" Kata Viktor lagi.


Orang-orang yang awalnya tidak terlalu memperhatikannya itu, lalu mulai memperhatikannya.


Terutama orang-orang di pihak Charles, mereka dalam sekejab mulai memikirkan hal-hal yang bisa menjatuhkan CEO mereka ini.


Mumpung ada kesempatan, lagipula jika mereka salah, mereka bisa langsung mengalahkan Direktur baru itu karena dia yang mulai membahas ini duluan.


Tidakkah ini kesempatan sekali dayung dia tiga pulau terlampaui?


Mereka bisa menjatuhkan dua orang sekaligus!!


Sungguh kesempatan langka!


"Aku rasa itu adalah Kesalahan Dari Penanggungjawab Proyek. Bukankah sebelum Bapak Presdir sudah memeriksanya sebelum menandatanganinya? Kenapa kesalahan seperti itu bisa terjadi? Apa jangan bilang, Bapak Presdir tidak memeriksanya terlebih dahulu?" Tanya salah satu anggota Direksi.


Dia adalah bawahan Charles langsung.


Thomas yang juga ikut dalam rapat itu tiba-tiba merasa kesal.


Sepertinya mereka berniat mencari-cari kesalahan Putranya?


Hah, dan yang memulai ini adalah Suadara tirinya yang menyebalkan!!


Namun melihat ekpersi Putranya yang masih terlihat tenang itu, Thomas merasa cukup lega, sepertinya hal-hal sepele ini tidak akan mempengaruhi Putranya ini.


Antony yang mulai mendegar semua keluhan itu, menjawab dengan tenang,


"Awalnya ini memang tidak pernah saya kira. Saya sebelumnya sudah mengecek semua dengan baik, namun saya curiga ada seseorang yang membocorkan soal Proyek ini pada Saingan sehingga mereka memanfaatkan ini untuk mencoba membuat kita gagal, aku masih menyelidiki soal ini. Namun kalian tidak perlu kawatir, aku sudah mengatur semuanya dengan baik, juga untuk menutupi kerugian, kami berhasil bernegosiasi dengan Klaien untuk mendapatkan harga yang lebih besar, karena memang Klaien sangat mengiginkan proyek ini, bahkan mereka rela membayar kerugian yang kami tanggung. Saya sudah mengurus semuanya, jadi Kalian bisa tenang,"


Antony hanya berkata dengan tenang,


"Ini hanya dugaan, belum benar-benar terbukti. Sekarang masih sedang di selidiki. Namun itu tidak masalah sama sekali. Toh semuanya sudah saya bereskan, kalian bisa tenang,"


Beberapa anggota Direksi itu masih bercakap-cakap sebentar dengan rekan-rekannya, mendiskusikannya hal ini.


Mendengar penjelasan Antony itu, mereka tidak lagi bisa berkomentar.


Karena sepertinya jika mereka berkomentar, akan menjadi bahan untuk Pak Presdir mereka semakin menunjukan kehebatannya dalam mengatur proyek didepan Ketua Direksi.


Hah, rupanya sangat susah untuk menjatuhkan CEO baru ini.


Namun beberapa orang lain segera memikirkan rencana lainnya,


"Ah, jadi begitu. Semua sudah beres, dan tidak perlu dibesar-besarkan. Ini hanya karena orang Baru yang bahkan belum diangkat dengan resmi menjadi sok tahu, padahal dia tidak tahu apa-apa," kata Charles dengan sinis sambil menatap kearah Viktor.


Namun Viktor tetap tersenyum dengan senang,


"Ah? Apakah pertanyaanku berlebihan? Kalau begitu saya minta maaf pada Pak Predir. Saya hanya cukup penasaran saja, karena saya adalah orang baru. Bukankah begitu? Seharusnya bukankan yang lainnya yang akan menanyakan ini? Ini sungguh penting, kenapa malah tidak ada yang bertanya? Itulah kenapa aku mulai bertanya. Bukankah hal-hal ini penting untuk tahu keuangan Perusahaan?"


"Jadi maksudmu orang-orang disini tidak memperhatikan begitu? Kamu sungguh lancang sekali, padahal kamu tidak tahu apa-apa," kata Charles dengan marah.


Melihat suasana semakin panas, Ketua Direksi mencoba menengahi.


"Sudah-sudah, jangan menjadi ribut-ribut. Mari dengarkan lanjutan yang akan di Presentasikan oleh Pak Presdir. Tidak ada yang salah dalam bertanya,"


Mendengar itu, tentu saja mereka segera diam, takut menyinggung suasana hati Pak Ketua Direksi mereka.


"Baik, mari saya akan melanjutkan Presentasi saya," kata Antony didepan lalu mulai kembali melakukan presentasinya.


Berikutnya, tidak ada hal-hal lain yang menyela selama Antony melakukan Presentasi, dan orang-orang di Rapat Direksi juga lebih memperhatikan kali ini.


Sampai Presentasi itu selesai, lalu berikutnya Antony mengembalikan acara pada Ketua Direksi yang memimpin rapat.


"Baik. Aku rasa sekarang saatnya kita memulai rapat bagian kedua. Aku tahu, kalian pasti sudah dengar tentang apa yang aku rencanakan, soal Pengangkat Direktur Baru, yaitu Putra saya, Viktor Andrson,"


Jelas, mendegar itu, Charles menentang, dan berkata,


"Bapak Ketua Direksi tidak bisa mengambil keputusan sewenang-wenang, dia masih baru datang dari Luar Negeri, dan belum memahami bisnis di Perusahaan ini, yang jelas sangat berbeda dengan perusahaan cabang kita di Luar Negeri, bagaimana dia langsung bisa langsung di angkat menjadi Direktur?"


"Tidak. Sebenarnya Kinerja Viktor Andrson selama di Luar Negeri tampaknya cukup bagus, dia bisa mengelola bisnis disana dengan baik, itulah kenapa saya langsung percaya untuk mengangkatnya menjadi salah satu Direktur di Perusahaan Utama ini. Toh dia sudah berpengalaman selama bertahun-tahun di Luar Negeri, dengan harapan ketika dia disini juga biasa meningkatkan kinerja Perusahaan,"


"Bapak Ketua Direksi juga memiliki alasan yang hampir sama ketika pengangkatan CEO baru, saya rasa alasan ini tidak logis. Kenapa orang-orang baru langsung mendapatkan posisi yang bagus," protes Charles lagi.


"Lihat, Pak Presdir yang baru benar-benar berhasil meningkatkan Kinerja Perusahaan, apa yang salah dari itu, Charles? Memangnya kamu bisa melakukan itu?"


Hanya ada tatapan kebencian ketika Ayahnya mulai menyingung hal-hal ini.


Sungguh, dari semua hal, kenapa Ayahnya musti mempermalukan dirinya ditempat seperti ini?


Carles masih mencoba mengelak.


"Ya, soal masalah Pak Presdir yang baru saya tidak akan komplain, namun soal Pengangkatan Direktur baru ini, saya kurang setuju, untuk apa menambah orang baru lagi? Bukankah seperti kata, Bapak? Kalau sudah ada Pak Presdir yang mengurus semua ini dan bisa meningkatkan kinerja Perusahaan?"


Beberapa anggota Direksi yang lainnya juga menjadi setuju dengan kata-kata Charles itu.


"Benar, saya juga tidak setuju dengan pengangkatan Direktur baru ini,"


"Itu Benar, Pak Ketua. Anda harus mempertimbangkan ini lagi,"