Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 55: Simpanan Wanita Kaya


Pagi itu, Emelin bertemu dengan Staff Anderson Group dan membahas pembayaran dan yang lainnya dengan lancar.


Anderson Group memberikan harga yang cukup pas, sehingga Emelin tidak perlu banyak mengeluh.


Setelah selesai dengan urusannya itu, Emelin sekarang merasa menggagur.


Dia kembali ke mobil diparkiran dengan wajah lelah.


Lelah dan begitu bosan.


Alex ke Sekolah, dan tidak ada hal-hal di rumah yang bisa dilakukan saat ini.


Soal Syuting juga masih lama, belum juga ada kabar lagi yang lainnya.


Emelin yang bosan itu akhirnya hanya duduk-duduk di Sofa.


Emelin saat ini sedang mulai berpikir, disaat bosan seperti ini biasanya, dirinya akan menghabiskan waktu berbelanja di Mall.


Memang, sangat menyenangkan untuk pergi ke Mall dan berbelanja barang-barang bagus disana. Dirinya memang memiliki hobi shoping.


Namun sayang sekali dirinya tidak punya uang sekarang untuk pergi shopping.


Dirinya hanya bisa bosan dirumahnya ini.


Tidak beberapa lama, ponsel milik Emelin berbunyi, yang menelepon adalah nama yang familiar.


"Hallo, Raka? Kamu tidak kerja?"


'Aku sedang dalam mood yang buruk,'


"Lah? Kenapa lagi? Bukankah semalam sepertinya moodmu cukup bagus?"


'Itu karena anak buahku tidak becus, dia bahkan tidak bisa menemukan Alamat Rumah Sepupuku ini hingga sekarang,'


"Kamu tidak tahu Alamat Rumahnya?"


'Sepupuku ini misterius,'


Dan begitulah bagaimana acara gosip dengan Raka ini dimulai.


Emelin yang memang sedang bosan itu, mendengarkan semua keluhan Raka dari awal, dan akan sesekali bertanya.


"Sungguh aneh, dia merahasiakan soal keberadaan Istri dan Putranya, ini terlalu mencurigakan bukan?"


'Memang iya, aku juga tidak mengerti, siapa sih Identitas Istri Sepupuku itu sampai ditutup-tutupin?'


"Aku mana tahu, dia kamu saudara mu."


'Hah, semua hal soal sepupuku itu aneh.'


"Aneh kenapa lagi?"


'Awalnya ya, karena sepupuku ini katanya dibesarkan di Keluarga Miskin, aku setidaknya ingin mengkritiknya dengan pakaian yang dia pakai, namun siapa yang tahu sejak hari pertama dia menginjakkan kakinya di Rumah Keluarga Anderson, Pakaian dari atas sampai bawah adalah Pakaian Branded terkenal dan mahal semua seharga jutaan!! Bahkan jam tangan miliknya adalah salah satu Jam tangan limited edition dari Desainer jam ternama di Paris. Ini benar-benar aneh bukan? Dari mana dia tahu hal-hal mahal seperti itu pula? Kecuali...'


"Apa?" Tanya Emelin pemasaran.


'Mungkin sebenarnya Sepupuku ini adalah Simpanan dari seorang wanita Kaya Raya! Ini masuk akal melihat penampilannya yang seperti itu, dan kenapa dia menyembunyikan Identitas Istrinya. Ini mungkin wanita kaya yang beberapa tahun lebih tua darinya! Ah...'


Raka terlihat sangat senang mengatakan hipotesis barusan miliknya soal sepupunya itu.


"Apakah dia cukup tampan? Sampai bisa menjadi simpanan wanita kaya?"


'Aku sebenarnya tidak mau mengakuinya, namun memang iya, dia memiliki penampilan yang cukup tampan, dengan wajah seperti itu, aku rasa menggaet wanita kaya raya bukan hal sulit. Beberapa wanita kaya memang sangat menyukai Tipe Pria Muda Tampan seperti itu, penampilan benar-benar penting,'


"Wanita Kaya seperti apa menurutmu?"


'Mungkin Kak Emelin salah satunya bukan? Bukankah untuk Kakak asal itu Tampan, Kak Emelin akan suka? Lihat, semua mantan-mantan Kakak sebenarnya cukup tampan, hanya saja latar belakang keluarga mereka tidak baik sama sekali, itulah kenapa Kakak sering tertipu oleh Tipe Pria yang seperti ini, Tampan dan Tampan tapi kurang ajar, ah astaga.'


"Kamu jangan sembarang ya kalau ngomong," kata Emelin dengan kesal.


Namun, Emelin mulai memikirkan lagi soal mantan-mantan kekasihnya itu.


Memang, dulu ketika dia berkencan dengan seorang Pria, dia pasti cukup tampan, dan dirinya selalu membelikan banyak barang mahal untuk mantan-mantan Pacarnya dulu ketika masih SMA, bahkan ketika dirinya bersama Daniel tempo hari, selain memberi Pria sampah itu barang-barang mahal, dirinya juga memseposori untuk meningkatkan karirnya.


Astaga....


Memang benar kata Raka!


Apakah dirinya jadi dimanfaatkan karena terlihat seperti Wanita Kaya tipe ini? Yang suka memseposori laki-laki?


Akhhh....


Dan soal Antony Suaminya....


Ini mengigatnya pada masalalu.


Dirinya juga suka membelikan Antony barang-barang mahal ketika dirinya pulang.


Emelin ingat salah satu kata-katanya kala itu pada Antony.


'Karena kamu sudah melakukan pelayanan yang baik, aku memberimu beberapa hadiah, sudah-sudah terima saja,'


'Kamu itu suamiku, jadi pakailah semua barang-barang ini, jangan membuatku malu,'


'Angap saja itu hadiah ulang tahun untukmu. Mobil sport itu terlihat sangat cocok untuk kamu pakai,'


Ya, itu terkadang satu Set Baju malah, sepatu mahal atau bahkan jam tangan mewah, dan bahkan sebuah Mobil mewah.


Dirinya sangat royal bahkan mengunakan uang bagaikan air mengalir.


Karena saat itu dirinya berpikir Antony terlihat sangat tampan, dengan beberapa barang branded mahal, dia terlihat sangat tampan, jadi ketika dirinya pergi berbelanja ke Mall dimasalalu, tangannya sangat gatal untuk ingin membeli beberapa Set Pakaian Pria, ketika melewati tempat penjualan baju Pria.


Saat itu dirinya selalu berpikir, kalau baju itu pasti akan terlihat bagus pada tubuh dan wajah itu.


Dan memang iya, mendandani dan memakaikan baju mahal untuk Antony benar-benar cocok untuknya, pemadangan yang bagus.


Ya ampun, dirinya memang terlihat seperti itu...


Akhhhhh


'Tapi Kak Emelin memang seperti itu bukan?'


Kata-kata Raka barusan membuat Emelin kembali dari lamunannya.


"Diam kamu, Raka. Kenapa jadi membahasku? Bukankah kamu sedang membicarakannya soal Sepupumu?"


'Ah ya benar-benar, ini soal bagaimana sepupuku ini diseponsori oleh wanita kaya. Sungguh, dia ternyata seperti itu,'


"Kamu sepertinya memiki terlalu banyak spekulasi soal Sepupumu itu bukan?"


'Tapi aku hanya mengatakan hal-hal yang aku lihat. Dia pasti benar-benar simpanan wanita kaya, dan sekarang setelah dia menjadi kaya, dia pasti berniat meninggalkan orang yang mensponsorinya itu. Aku yakin sekali, itulah laki-laki yang hanya bermodalkan wajah,'


"Terserah kamu deh, Raka,"


'Kak Emelin tidak asik ah,'


"Lama-lama aku kesal mendengar keluhanmu itu, kenapa kamu tidak mengunakan waktu luangmu itu untuk belajar?"


'Terlalu malas,'


"Itu alasan kamu kalah dengan sepupumu itu,"


'Kakak jangan sama-samakan aku dengan laki-laki bayaran seperti sepupuku itu ya,'


Mendengar kata-kata 'Laki-laki bayaran', seolah ada sebuah pukulan tajam menghantam Emelin, dulu dirinya benar-benar sempat mengagap Antony seperti itu, 'Suami Bayaran,' benar-benar omong kosong ketika memikirkannya.


"Wow, kata-katamu semakin menjadi-jadi semakin kesini,"


'Aku pasti akan mendapatkan Alamat Rumahnya sepupuku itu dan membongkar siapa sebenarnya Istrinya itu, apakah itu benar-benar wanita kaya yang lebih tua? Dan aku juga akan pastikan membongkar kedok perselingkuhannya itu. Ah aku sungguh sangat menantikannya.'


"Ya, ya aku mengantikannya, soal identitas wanita kaya itu dan skandal sepupumu itu,"


Dengan itu, Emelin lalu menutup teleponnya.


Setelah telepon ditutup, tidak banyak hal yang Emelin lakukan, dia masih tetap merasa bosan berada dirumah.


Dirinya benar-benar ingin pergi ke Mall untuk berbelanja!!


Akhhh...


Namun dirinya tidak punya uang sekarang, dulu dirinya sangat boros dan mengunakan uang bagaikan air mengalir, bagaimana dengan mudahnya membeli barang-barang mewah mahal tanpa pikir panjang.


Sekarang setelah dirinya tidak memiliki uang, dirinya baru saja sadar seberapa borosnya dirinya sebelumnya.


####


Di tempat lainnya, disebuah ruangan Pribadi di Restoran Mewah, terlihat beberapa orang tengah berkumpul membahas masalah bisnis.


Setelah beberapa dokumen resmi ditandatangani, beberapa orang itu mulai berbicara tentang hal-hal sehari-hari.


Salah satu orang itu mulai bertanya karena penasaran,


"Pak Presdir Anderson Group memang sangat bergaya bukan? Bukankah itu Jam tangan Limited Edison dari Perancang terkemuka itu? Aku ingat sempat mengiginkannya, namun sayang sekali kehabisan stoknya,"


Antony yang tiba-tiba ditanya itu, lalu menatap jam tangan miliknya.


Dirinya sebenarnya tidak benar-benar peduli awalnya dengan apa yang dirinya pakai, hanya jika itu terasa nyaman, itu akan dirinya pakai, hanya saja....


Misalnya jam tangan ini...


Ini adalah salah satu hadiah yang dirinya terima dari Emelin.


Istrinya dalam kontrak ini benar-benar kadang-kadang suka bersikap aneh, suka memberinya hadiah secara tiba-tiba.


Jadi untuk memberikan dia sedikit muka, dirinya memakai hadiah-hadiah yang dia berikan.


Itu termasuk, Set baju yang dirinya pakai saat ini, ini semua adalah pilihan dari Emelin.


Tapi sekarang memikirkannya, membuat hatinya menjadi hangat.


Walaupun Emelin terlihat sombong dari dulu, Emelin sedikit perhatin padanya bukan?


Dia tidak pernah lupa memberinya hadiah ketika dia pulang.


Ini tiba-tiba membuatnya ingin memberikan hadiah padanya.


"Ini hanya hadiah dari seseorang," kata Antony singkat menjawabnya dengan santai.


"Wow, orang yang memberikannya pasti orang yang sangat perhatian padamu,"


"Mungkin saja," kata Antony sedikit menunjukan senyumannya.


Melihat senyuman tiba-tiba dari Pak Presdirnya di sampingnya, tiba-tiba Sekertaris Antony itu merasa ngeri.


Sungguh, melihat wajah dingin itu tiba-tiba tersenyum, hampir membuat dia berpikir kalau Pak Presdir ini mau merencanakan hal jahat.


Namun mengigat soal Istri Pak Presdir ini, hadiah-hadiah itu pasti dari Istrinya.


Awalnya dirinya pikir kalau Istri Pak Presdir ini adalah orang biasa, jadi Pak Presdir menyembunyikan Identitasnya agar Istrinya tidak terlalu minder atau sesuatu.


Tapi yang mengejutkan, seperti Istri Pak Presdir ini adalah orang kaya, terlihat dari selera pilihannya yang mewah.


Wajah yang dirinya lihat tadi sepertinya cukup familiar...


Dimana dirinya pernah melihat Istri Pak Presdir sebelumnya?


####


Bersambung