Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 68: Kursi Kosong


Tentu saja kabar jika CEO Anderson Group tidak pergi ke Kantor dan mengalami kecelakaan itu, segera tersebar di kalangan Karyawan Perusahaan.


Detail soal hal-hal itu emang tidak dijelaskan namun memang begitulah adanya saat ini CEO mereka sakit dan untuk sementara waktu tidak bisa pergi ke kantor dulu.


Mereka dengar, CEO mereka tengah melakukan beberapa operasi dan benar-benar tidak bisa mengurus soal Pekerjaan selama beberapa hari ini.


Namun ini jelas menjadi sebuah masalah yang cukup serius, pasalnya Wakil CEO mereka, Tuan Muda Raka Anderson saat ini juga sedang sakit dan berada di rumah sakit.


Dengan Dua Petinggi di Perusahaan yang saat ini tidak ada di tempat jelas ini semua menunda semua masalah dalam Perusahaan.


Misalnya soal mengurusi perkembangan project ataupun bertemu dengan Klaien penting.


Rapat-rapat penting menjadi tertunda juga berkat tidak adanya mereka berdua.


Dan banyak karyawan yang menjadi


Kewalahan berkat tidak hadirnya para petinggi ini, terutama Sekertaris dan Asisten mereka.


Hal-hal bisa menjadi berantakan seperti ini karena kebanyakan proyek-proyek ini di urus kalau tidak oleh CEO ini di urus oleh Wakli CEO, semua tanggung jawab ada pada mereka berdua.


Dan saat ini mereka tidak ada.


Bagaimanapun juga Direktur yang lainnya memilih tugas dan tanggung jawab mereka sendiri, dan banyak juga yang harus mereka lurus namun dengan kehilangan nya CEO mereka yang merupakan pemandu sekaligus perencanaan strategi untuk semua Proyek mereka tiba-tiba tidak ada di tempat, mereka juga kelimpungan sendiri.


Biasanya jika Pak CEO tidak ada seperti ini, ada Tuan Muda Raka yang akan mengurus hal-hal ini, namun sekarang bahan dia tidak ada!!


Sekarang semua orang akhirnya menyadari, jika ternyata keberadaan Tuan Muda itu cukup penting juga.


Selama ini benar-benar hanya ada gosip buruk soal Tuan Muda itu, namun ternyata diam-diam dia malah memiki kinerja yang baik, dan disaat-saat seperti inilah orang-orang akhirnya sadar.


####


Di ruangannya, Viktor tengah berteleponan dengan seseorang seperti biasanya.


Dia masih terlihat sangat santai, bahkan sempat tertawa.


"Itu benar, saat ini baik CEO dan Wakil CEO dua-duanya tidak ada ditempat, aku benar-benar senang melihat bahwa mereka sudah menjadi seperti itu tanpa kita berdua repot-repot menyusun rencana,"


'Tepat sekali, aku merasa ini adalah saaf yang baik untukmu untuk menguasai Perusahaan itu, coba ambil kesempatan ini untuk mencoba menyelidiki semua isi proyek Perusahaan,'


"Tentu saja tanpa kamu bilang pun aku akan melakukannya. Aku akan mencari cara membuat juga ayahku agar sementara menyerahkan semua kekuasaannya padaku, dan saat ini benar-benar berada di tanganku, aku akan membagikan informasi yang sangat berguna untuk mu,"


'Sangat bagus sekali, aku benar-benar menunggu kabar baik darimu. Namun sebenarnya apa yang terjadi? Soal Kecelakaan itu,"


"Sebelumnya, sudah memasang mata-mata untuk Saudara Tiriku Charlise dan Istirnya, aku melihat jika sepertinya ini perbuatan Kakak Ipar Tiriku ini, dialah yang merencanakan segalanya,"


'Ternyata kamu cukup waspada jika untuk mengirim mata-mata pada mereka,'


"Jelas sekali, kalau soal perbuatan nekat dan berbahaya, Saudara Tiriku yang itu jelas sangat patut di waspadai, Charlise itu, Kakak Kandungnya sendiri saja berani ingin dia singkirkan seperti itu, apalagi aku yang hanya saudara tiri maka dari itu aku waspada dengan mereka,"


'Ya, walaupun mereka bodoh namun tingkat nekat mereka benar-benar patut diwaspadai, karena itu bisa merusak rencana kita,'


"Ya, kalau soal Thomas dan Putranya, mereka mungkin tidak akan menggunakan cara-cara kotor namun dengan semua pencapaian mereka, itu sudah cukup untuk membuat Ayahku menjadi menyukai mereka, ini benar-benar membuatku muak,"


'Sudahlah, tidak perlu terlalu memikirkannya, segera kamu urus saja pengambil Alihan sementara Kekuasaan ini, dan manfaatkan ini dengan baik untuk mendapatkan setiap inci Informasi dari Perusahaan,'


"Baik-baik aku akan fokus,"


Setelah telepon itu ditutup, Viktor segera menuju ruang rapat dimana diadakannya Rapat Darurat, yang di selenggarakan oleh Anggota Direksi.


Tema Rapat ini sudah jelas, untuk memilih salah satu Direktur untuk mewakili Tugas CEO dan Wakil CEO yang saat ini tidak hadir.


Tidak yang paling penting adalah dirinya harus lebih pintar berbicara agar bisa menyakinkan Ayahnya itu.


Dan begitulah Rapat itu akan segera dimulai.


"Seperti yang kalian semua tahu saat ini perusahaan tengah mengalami masa-masa sulit, ketidak hadiran dari CEO dan Wakli CEO membuat urusan urusan penting perusahaan menjadi tertunda dan ini bisa membuat marah beberapa Klaien, itulah kenapa hari ini aku akan memutuskan pemegang kekuasaan sementara untuk mengurus semua urusan Perusahaan," kata Ketua Direksi, Johanes Anderson.


Orang-orang yang mengikuti rapat saling memandang satu sama lain.


Ketika juga sedang diskusi tentang siapa yang cocok untuk tanggung jawab ada perusahaan sementara ini.


Salah satu orang mulai mengusulkan,


"Bagaimana jika Pak Thomas Anderson saja? Sebelumnya dia pernah menjabat menjadi CEO, seharusnya tidak masalah untuk dia menggantikan putranya sementara,"


Namun jelas ada suara tidak setuju didalam ruangan itu.


"Ini tidak bisa, Pak Thomas sekarang bertanggung jawab sebagai Direktur Keuangan, dah kalian semua tahu betapa pentingnya posisi ini? Ini jelas tidak bisa ditinggal-tinggal, dan lagi dia sudah cukup lama tidak menjabat posisi CEO, ini pasti sulit jika harus beradaptasi kembali, jadi saya menyarankan agar Pak Carlise yang menegang posisi ini untuk sementara,"


enak sekali bahwa orang yang berbicara barusan adalah anggota Direksi yang mendukung Carlise.


Carlise mendengar kata-kata itu tentu saja menjadi cukup puas.


Walaupun hanya sementara, dirinya harus mendapatkan posisi ini.


Ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuk dirinya membuktikan kepada ayahnya bahwa dirinya layak untuk mewarisi perusahaan ini.


Sejujurnya, ini juga bisa menjadi kesempatan yang baik bagi Putranya itu, namun sayang sekali pernah berbagai masalah, dia benar-benar harus di kurang sementara.


Di dindingnya yang akan mencoba mengambil kesempatan ini dan menafaatkannya dengan baik.


Jelas adegan berikutnya, adalah adanya perdebatan panjang antara dua kubu disana.


Sedangkan untuk kubu mitra masih menunggu keputusan dari Ketua Direksi.


Johanes Anderson sekarang menjadi bingung untuk memutuskan hal-hal ini.


Sampai kemudian, Viktor mulai berdiri dan angkat bicara,


"Saya merasa baik Pak Charlise atau Pak Thomas dua-duanya cocok untuk mengambil posisi sementara ini, namun bukankah mereka masing-masing memiliki tanggung jawab mereka sendiri yang saat ini tidak bisa ditinggal, atau akan ada maslahat susulan lainnya, lebih baik memilih Direktur yang tidak memegang terlalu banyak pekerjaan saat ini. Sebenarnya saya ingin mengajukan diri jika tidak keberatan, saya sendiri sudah terbiasa menjadi CEO dan menjalankan Perusahaan Cabang di Luar Negeri,"


Mendengar kata-kata itu, berapa orang jelas protes dan mulai berdebat sendiri.


Terutama, Charlise yang mulai marah melihat adik tirinya itu mulai bersikap sok hebat.


Namun pada akhirnya setelah perdebatan panjang, Johanes Anderson membuat keputusan.


"Baik, saat ini sementara tanggung jawab ini sepertinya terlalu besar jika hanya ditanggung oleh satu orang saja, jadi saya memutuskan untuk Tiga Direktur saat ini bekerja sama mengatasi hal-hal ini, Thomas, Cherlise dan Viktor, cobalah kalian bertiga bersama-sama mengurus hal ini,"


Jelas tujuaan utama dari Keputusan Johanes, ketika putranya ini bisa cukup berdamai dengan cara mulai bekerja sama.


Semoga ini memberikan dampak positif pada hubungan mereka.


Dirinya tentu saja tidak menyukai bagaimana putra-putranya ini saling bermusuhan satu sama lain.


Disisi lainnya, tiga orang itu masing-masing pikiran dan rencana mereka sendiri.


Yang benar-benar sangat berbeda dengan tujuan tulus dari Ayah Mereka.